Ternyata, Budidaya Tanaman Kecipir “ Peluang Bisnis Yang Menguntungkan ”

Posted on

Ruangtani.com – Pada tanaman kecipir ini sangatlah mudah untuk dibudidayakan karena tanaman ini sangat cocok apabila ditanam di Indonesia. Tanaman kecipir ini dapat tumbuh didataran rendah maupun didataran tinggi hingga mencapai ketinggian 1.600 mdpl. Pada tanaman kecipir dapat hidup di tanah yang memiliki bahan organik yang rendah, lempung, berpasir maupun tanah kering.

kecipir1

Ternyata, Budidaya Tanaman Kecipir “ Peluang Bisnis Yang Menguntungkan ”

Untuk tanaman kecipir ini tidak terlalu memerlukan banyak air dan untuk daya tahan pada kecipir ini juga dibilang baik. Untuk membudidayakan pada tanaman kecipir hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menanam kecipir sebagai berikut.

Persiapan Benih

Hal yang pertama dalam membudidayakan tanaman kecipir ialah benih. Untuk mendapatkan benih kecipir kita dapat memanfaatkan polong kecipir yang sudah tua. Kemudian dibiarkan polong matang sampai kering dibatangnya. Pada polong yang baik untuk digunakan menjadi benih ialah :

  • Yang memiliki panjangnya 15-20 cm
  • Memiliki bentuk buah normal
  • Tidak terkena hama-penyakit
  • Dan buah kelihatan kompak

Selanjutnya setelah dikeringin pilihlah biji-biji yang memiliki kualitas yang baik. Untuk syarat dari ukuran biji yang normal seragam, padat berisi, tidak keriput, tua dan sehat. Untuk banyaknya benih yang dibutuhkan untuk penanaman satu hektarnya lahan ialah antara 10 hingga 15 kg.

Pengolahan Tanah Dan Penanaman

Dalam membudidayakan tanaman kecipir agar mengahasilkan yang bagus dan berkualitas harus memperhatikan dalam pengolahan tanah. Sebelum benih akan ditanam lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu hingga tanah gembur. Pemberian pupuk kandang pada tanah, untuk pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha. Selain itu tambahkan urea 100 kg, TSP 150 kg, dan KCI 150 kg per hektar, selanjutnya buat lahan menjadi guludan-guludan. Yang memiliki ukuran yaitu :

  • Lebar guludan 20 cm
  • Panjang 2-4 m atau sesuai dengan panjang lahan yang akan ditanami.

Antar guludan dibuat sebuah parit kecil. Untuk jarak antar guludan bisa dikira-kira. Tidak perlu lebar yang penting dapat dilewati manusia saja. Untuk setiap guludan nantinya hanya dibuat menjadi satu baris tanaman saja. Untuk lubang tanam dibuat dengan tugal, jaraknya 25-35 cm dengan posisi ditengah-tengah guludan. Selanjutnya masukkan 2-3 biji ke setiap lubang waktu yang tepat untuk menanam tanaman kecipir ini pada awal musim hujan, namun apabila terpaksa akhir musim hujan juga dapat dilakukan.

Pemeliharaan Kecipir

Pada tanaman kecipir ini cukup tahan terhadap kering, sehingga untuk penyiraman dilakukan bila diperlukan saja. Jangan lupa untuk selalu rajin untuk mencabuti gulma terutama pada saat musim hujan. Tetap menjaga selalu kegemburan tanah dan pemberian pupuk urea dan TSP dilakukan 2 kali, pertama saat tanam dan kedua kali saat tanaman sudah berumur sekitar 3 minggu. KCI diberikan sekaligus pada saat tanam. Setelah tanaman tersebut sudah cukup besar atau setinggi 10 cm siapkan bambu dimasudkan untuk ajirnya. Pada bambu tersebut dibelah menjadi beberapa bagian. Panjangnya sekitar 1.5-2 m, kemudian tancapkan bambu ditanah dan ikatkan batang kecipir tujuannya agar kecipir merambat ke bambu.

Baca juga :

Tanaman kecipir ini tidak seperti tanaman sayur yang lainnya yang dicabut seusai panen karena tak produktif lagi, kecipir bisa diremajakan yakni dengan pangkas batang sampai ketinggian 30 cm dari atas tanah. Kemudian biarkan tunas tumbuh dan rawat dengan baik, pada tunas ini akan mampu berproduksi dengan baik kembali, untuk peremajaan pohon kecipir dapat dilakukan sampai 2 kali. Setelah itu sebaiknya tanaman dicabut hingga ke akar-akarnya dan diganti dengan tanaman baru.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Hama yang menyerang tanaman kecipir ini seperti jenis ulat keket ( chrydeixis chalsites atau plusia ehaleites ). Untuk baguan yang dirusaknya tidak hanya daunnya saja melainkan juga bunga dan buahnya. Apabila menyerang daun yang tersisa hanya tulang daunnya saja. Sedangkan bunga dan buah yang diserang menjadi tidak normal pertumbuhannya. Untuk pengendalian hama ini dengan cara penyemprotan sumicidin 50 EC dengan dosis 1-1.5 cc/1 air.

Penyakit yang dapat merusak pertanaman kecipir disebabkan oleh cendawan worunella psophocarpi. Yang akibatnya buah menjadi keriput, meringkel dan ada bagian yang bengkak yang mengandung air. Pada buah menjadi mudah patah. Apabila pucuk tanaman yang diserang, pembentukan bunga akan terganggu. Hasil pada buah juga akan sangat berkurang. Untuk memberantas penyakit ini dengan fungisida Dithane M-45 sesuai dosis yang tertera pada kemasannya.

Pemanenan Tanaman Kecipir

Apabila sudah waktunya setelah 9-12 minggu dari saat tanam, kecipir dapat mulai dipanen. Dari saat bunga keluar hanya butuh waktu 2 minggu untuk menghasilkan polong muda yang enak dikonsumsi. Panen dapat dilakukan secara rutin seminggu sekali karena bunga kecipir tumbuh terus-menerus. Panen bisa berlangsung terus hingga umur 5 bulan. Selanjutnya tanaman diremajakan, dalam satu hektar lahan dapat dihasilkan buah kecipir sebanyak 35 ton lebih.

Apakah anda berniat yang hobinya bercocok tanam ???? 🙂
Semoga dengan adanya pembahasan mengenai Ternyata, Budidaya Tanaman Kecipir “ Peluang Bisnis Yang Menguntungkan ” ini bisa berguna dan bermanfaat bagi anda, terima kasih. 🙂