Cara Budi Daya Jamur Kuping Bernilai Ekonomi Tinggi

Posted on

Jamur kuping memiliki bentuk seperti daun telinga dan menghasilkan lendir yang berkhasiat seperti penangkar atau penonaktifan racun setelah dipanaskan.Jamur ini disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya mempunyai ciri yg melebar seperti daun telinga manusia atau dalam bahasa Jawa disebut kuping. Di Indonesia, jamur ini memiliki beberapa nama lokal, di antaranya jamur kuping, supa lember (Sunda), kuping lowo (Jawa), dan kuping tikus. Di Cina, Taiwan, atau Vietnam, jamur ini memiliki nama lokal mouleh, yung-ngo, muk-ngo, mu-er, atau mo-er. Di Jepang jamur kuping disebut sebagai kikurage, mokurage, senji, atau arage.

Di Hongkong atau Singapura jamur ini dinamakan mouleh atau jew’s ear-fungi. Sebutan jew’s ear-fungi juga menjadi sebutan jamur ini di Amerika Serikat di samping sebutan lain, yaitu tree-ear atau gelatinous fungi.

Budi daya jamur kuping mulai dilakukan pertama kali pada tahun  600 SM di Cina. Sejak itu, jamur kuping dibudidayakan terus-menerus hingga menjadi terkenal sebagai jamur yang enak dikonsumsi di Cina. Kelezatan dan kandungan yang terdapat pada jamur kuping ini serta potensi pasaryang cukup besar menyebabkan banyakorangyang melakukan budi daya jamur kuping.

A, TAKSONOMI

Kedudukan jamur kuping dalam dunia fungi adalah sebagai berikut:

  • Kerajaan    :    Fungi
  • Divisi         :    Basidiomycota
  • Kelas          :    Homobasidiomycetes
  • Ordo          :    Auriculariales
  • Famili       :    Auricularaceae
  • Genus       :    Auricularia
  • Spesies      :    Auricularia auricula judae

Manfaat dari jamur kuping sebagai pengobatan dari suatu penyakit, di antaranya dpt menghambat pertumbuhan carcinoma serta sarcoma (kanker) sampai 80—90%. Hal itu karena dikarenakan adanya sebuah kandungan senyawa yang ada pada lendir jamur kuping yang efektif. Selain Itu, jamur kuping berfungsi untuk menghambat penggumpalan darah. Manfaat lainnya adalah mengobati penyakit darah tinggi atau pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah. Jadi, selain dikonsumsi sebagai makanan, ternyata jamur kuping bisa sangat bermanfaat untuk tubuh kita

 B, Proses Budi daya Jamur Kuping

Budi daya jamur kuping dapat dil akukan pada media batang kayu berikut persiapana untuk memulai Budi daya jamur kuping

1. Persiapan Media Tanam

Persiapan media tanam meliputi formulasi substrat, pembasahan awal, pengomposan, pengemasan media tanam, dan sterilisasi media tanam.

Budi Daya Jamur Kuping
Pencampuran bekatul dengan kalsium karbonat. Campuran kedua bahan tersebut ditaburkan di serbuk kayu

a. Formulasi substrat Formulasi substrat bertujuan sebagai panduan dalam proses pembuatan substrat. Selain itu, formulasi berfungsi sebagai standar biaya proses produksi. Formulasi substrat biasanya terdiri atas bahan-bahan yang dipakai serta jumlahnya pada masing-masing bahan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media tanam adalah serbuk kayu yang telah diayak sebanyak 85— 90%, bekatul 10—15%, kalsium karbonat (CaC03) sebanyak 1—2%.

b. Pembasahan awal Setelah menentukan formulasi, langkah selanjutnya adalah pembasahan awal serbuk kayu sampai merata. Campur bekatul dan kalsium karbonat terlebih dahulu. Setelah itu, taburkan campuran tersebut pada serbuk gergaji yang sudah dibasahi. Campur merata serbuk kayu dan campuran bahan bantu (bekatul dan kalsium karbonat) sampai kadar air media yang diperoleh sekitar 60—70%.

c Pengomposan media Tahap selanjutnya dalam persiapan media tanam adalah pengomposan media tanam. Media tanam dikomposkan selama 5—7 hari, tergantung dari bahan yang digunakan serta perlakuan suhunya. Selama proses pengomposan, suhu media mengalami peningkatan hingga mencapai 65—70° C Untuk meratakan proses pengomposan, perlu melakukan pembalikan media setiap 2—3 hari.Media yang telah berubah warna menjadi cokelat atau kehitaman menandakan media telah siap digunakan.

Budidaya Jamur Kuping
Pengemasan media tanam. Plastik kemasannya haras tahan panas

d.Media tanam yang selesai proses pengomposannya dikemas dalam kantong plastik tahan panas dari jenis polipropilena (biasa disebut plastik PP). Ukuran kantong plastik tergantung berat yang ditetapkan. Sebagai contoh, berat media 1 kg sebaiknya menggunakan plastik PP berukuran 30 cm x 20 cm dengan tebal 0,5 mm.

Media tanam kemudian dipadatkan ddengan menggunakan sebu4h alat press atau botol hingga bagian bawah plastik rata dan menyerupai log kayu (baglog). Dan pada Ujung plastik juga bisa dipasang ring, lalu ditutup dengan kapas dan dipasang penutup baglog. Tujuannya agar saat sterilisasi airtidak masuk ke dalam baglog

e. Sterillisasi media tanam

Sterilisasi media tanam bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan dalam proses budi daya jamur kuping. Tujuannya agar media tanam terbebas dari kontaminan.Terdapatdua cara sterilisasi, yaitu sebagai berikut.

1.    Sterilisasi pada suhu 100° C selama 8 jam dengan cara mengukus. Biasanya wadah yang digunakan berupa drum kapasitas 50 baglog yang dipanaskan dengan kompor minyaktanah.

2.    Sterilisasi pada suhu 1210 C selama 15 menit dengan menggunakan autoklaf atau dandang bertekanan uap.

Media tanam yang sudah disterilisasi didinginkan hingga suhunya mencapai suhu ruang, yaitu sekitar 25° C. Proses pendinginan dapat dilakukan di dalam suatu ruangan khusus yang MEMILIKI sirkulasi udara yang baik agar udara panas yang dikeluarkan oleh baglog dapat berangsur-angsur menjadi dingin. Apabila jumlah media tanam cukup banyak, penurunan suhu media dapat dibantu dengan menggunakan blower atau pendingin khusus (air conditioner,AC). Pendinginan media tanam harus dilakukan karena bibit jamur kuping akan mati apabila saat inokulasi media tanam masih tinggi suhunya (panas).

2. Inokulasi

Setelah suhu media tanam dingin, proses selanjutnya adalah pemasukan atau pemberian bibit (inokulasi) jamur kuping ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptikagar media tanam tidak terkontaminasi mikroorganisme lain yang tidak dikehendaki sehingga dapat merugikan budi daya jamur kuping. Cara inokulasi adalah sebagai berikut.

Budidaya Jamur Kuping
inokulasi bibit . Proses inokulasi dilakukan secara aseptik

a)    Pertama-tama persiapkan terlebih dahulu bibit semai jamur kuping dan media tanam (baglog).

b)    Apabila bibit semai jamur kuping menggumpal, lakukan penguraian

terlebih dahulu dengan cara memukul-mukulkan botol ke sandal karet (digojok).

c)    Semprot laminar atau meja dengan larutan alkohol 70% sampai merata.

d)    Setelah kerlng, nyalakan bunsen di dalam laminar atau meja bersih.

e)    Benamkan skalpel dalam alkohol dan panaskan sampai membara, lalu dinginkan.

f)    Buka tutup botol yang berisi biakan bibit semai jamur kuping dan media tanam (baglog).

g)    Ambil media biakan bibit semai jamur kuping dengan skalpel. Apabila media tanam biakannya menggunakan biji-bijian, tuangkan media biakan bibit semainya.

h)    Masukkan media biakan bibit semai ke dalam media tanam (baglog), lalu tutup media tanam dengan kapas. Media tanam siap untuk diinkubasi.

i)    Lakukan inokulasi lagi, seperti poin f, sampai media tanam dan media semainya juga habis.

3. Inkubasi

Setelah diinokulasi dengan bibit semai jamur kuping, tahap selanjutnya adalah menginkubasi media tanam. Inkubasi bertujuan untuk membantu menumbuhkan miselium jamur kuping pada kondisi yang sesuai dengan syarat pertumbuhannya sampai miselium memenuhi media tanamnya (full grown).

Biasanya, media tanam diletakkan pada ruangan khusus tanam dengan menyusun media di rak-rakyang sudah disanitasi terlebih dahulu. Ada beberapa cara penempatan media tanam (baglog) di dalam ruang inkubasi.

a)    Media tanam (baglog) ditempatkan berderet (posisi media tanam berdiri) di rak~rak inkubasi.

b)    Media tanam (baglog) ditumpuk dalam satu deret (posisi media tanam tidur) di rak-rak inkubasi.

c)    Ketiga, media tanam (baglog) digantung secara bertumpuk.

Suhu ruangan diatur berkisar 25—28°

C dengan kelembapan udara sekitar 80—90%. Jaga suhu dan kelembapan ruangan inkubasi jangan sampai terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Lama proses inkubasi jamur kuping berkisar 4—5 minggu setelah inokulasi. Cirinya, miselium jamur kuping yang berwarna putih menyelimuti seluruh media tanam (baglog).

4. Perawatan Saat Pembentukan Tubuh Buah

Setelah media tanam (baglog) sudah dipenuhi oleh miselium jamur kuping, terjadi pembentukan tubuh buah jamur kuping. Proses pembentukan tubuh buah diawali dengan pemberian tekanan (stres) berupa perbedaan suhu, kelembapan, serta pemberian oksigen. Fase ini suhu ruangan mulai diturunkan berkisar 22— 25° C dan kelembapan menjadi 80—85%. Pemberian oksigen dilakukan dengan cara membuka media tanam yang sudah dipenuhi miselium.

Ada beberapa metode pembukaan media tanam. Pertama, membuka kapas penutup. Kedua, penyobekan plastik media tanam menggunakan silet atau pisau yang steril. Penyobekan plastik media tanam dapat berbentuk “+” atau *x”.

Setelah 3’—7 hari penyobekan plastik, calon jamur kuping (primordia) sudah mulai terlihat berbentuk jonjot-jonjot berwarna cokelat kehitaman. Hari ke-7 sampai ke-10, jonjot-jonjot mulai terlihat atau terdeferensiasi batang dan tudungnya. Stadia ini mulai dilakukan penyiraman dengan cara pengabutan sampai jamur kuping menjadi besar (siap dipanen).

BACA JUGA:  Teknik Budidaya jamur Kancing

Demikian Cara Budi Daya Jamur Kuping Bernilai Ekonomi tinggi.Sesemai terlebih moga bermanfaat