Budidaya Jamur Kancing Yang Menguntungkan

Posted on

Pada Dasarnya Jamur kancing  memang jamur yg sangat banyak dibudidayakan pada belahan dunia karena kemudahan dalam membudidayakan jamur tersebut. Jamur ni dalam bahasa Inggris disebut dengan table mushroom, white mushroom, common mushroom, atau cultivated mushroom.

Di Perancis, jamur ini jug4 biasa dsebut dengan sebutan champignon de Paris. tetapi, pd bhasa Inggris s3ring disbeut sbagai champignon.Karena Kata tersebut dalam bahasa Perancis mencakup segala jenis fungi/jamur, termasuk jamur pangan, jamur beracun, dan jamur penyebab infeksi.

A. TAKSONOMI

Jamur kancing (Agaricus bisporus) termasuk kelas Basidiomycetes. Kelompok yang tergolong fungi tingkat tinggi ini

secara khas menghasilkan spora dari struktur yang disebut basidium dan terdapat pada lamela jamur. Spora tersebut – secara spesifik disebut basidiospora – lazimnya monokarion dan haploid, kecuati spora Agaricus bisporus yang dikarion sekaligus heterokarion.

B.MORFOLOGI  DAN ANATOMI

Jamur kancing atau disebut dengan jamur kompos adalah jamur pangan yang berbentuk hampir bulat,seperti kancing  berbentuk hampir bulat, seperti kancing. Jamur ini berwarna putih bersih, krem, atau cokelat muda. Bagian tubuh buah jamur kancing terdiri dari tudung, batang, dan akar. Ciri khusus dari jamur kancing adalah memiliki cincin di batangnya. Ciri tersebut yang membedakan dengan jamur pangan lainnya.

Jamur kancing dipanen saat diameternya masih 2—4 cm. Tubuh buah dewasa dengan payung yang sudah mekar mempunyai diameter sampai 20 cm. Berbeda dari Basidiomycetes lazimnya yang memiliki empat spora dalam tiap basidium, bisporus menunjukkan bahwa dalam tiap basidium terdapat dua spora. Kedua spora masing-masing mempunyai dua inti hasil dari pembelahan meiosis. Kedua inti tersebut merupakan inti’non-sister’yang secara genetik cocok untuk menyatu. Karena spora telah mengandung dua inti yang cocok, tiap spora A. bisporus yang jatuh pada substrat yang sesuai akan tumbuh membentuk hifa dengan dua inti (hifa dikarion) sehingga akan mampu membentuk tubuh buah.

C. Ragam jenis

Popularitas jamur kancing meningkat di AS sejak dikenalkannya dua strain jamur kancing cokelat yang dinamakan portabella dan crimini. Kedua strain jamur kancing cokelat tersebut satu spesies dengan strain yang sebelumnya sudah ada, yaitu strain jamur kancing putih. Portabella dipanen ketika gills dewasa dan telah menghasilkan spora berwarna cokelat. Sementara itu, crimini dipanen sebelum tudung tubuh buah (pileus) membuka.

Portabella. Dipanen saat spora berwarna cokelat
Portabella. Dipanen saat spora berwarna cokelat

D.    Habitat

Jamur kancing tumbuh baik pada suhu 17—18° C dengan kelembapan udara 80—85%. Jamur kancing secara alami dapat tumbuh di daerah-daerah subtropis yang mempunyai suhu udara yang dingin. Besaran suhu yang dapat ditoleransi oleh jamur kancing pada fase pembentukan miselium adalah 26—28° C. Saat fase tersebut, jamur kancing memerlukan kadar air di media tanam sekitar 62—65%, kelembapan udara 90—95%, dan kadar oksigen yang tidak terlalu tinggi. Saat memasuki pertumbuhan tubuh buah, jamur ini memerlukan suhu 17—18° C, kelembapan udara 80—85%, dan kadar oksigen yang tinggi.

E.    Kandungan Gizi

Jamur kancing segar bebas akan lemak dan sodium, tetapi kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori. Lima buah jamur ukuran sedang hanya sebesar 20 kalori. Untuk dikonsumsi, jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dahulu. Jika dipotong lalu dibiarkan di udara terbuka, jamur kancing akan cepat berubah warna menjadi kecokelatan dan hilang aromanya. Jamur kancing segar sebaiknya cepat dimasak ketika warnanya belum berubah.

E.    MANFAAT

Jamur kancing dijual dalam bentuk segar atau kalengan. Biasanya, jamur kancing digunakan dalam berbagai masakan barat, seperti omelet, pizza, kaserol, sup, gratin, dan salad. Jamur kancing memiliki aroma unik. Sebagian orang ada yang menyebutnya sedikit manis atau seperti daging.

Jamur champignon diyakini dapat mengurangi risiko adanya penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Jamur champignon juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit. Jamur tersebut juga mengandung serat lignoselulosa yang baik untuk pencernaan.

F.    Proses Budi daya

Proses budi daya jamur kancing dimulai dari proses pengomposan, pasteurisasi kompos, penaburan bibit, inkubasi, pemasangan tanah casing, adul, pemulihan miselium (recovery), penurunan suhu kompos dan lingkungan, pembentukan tubuh, serta pemeliharaan tubuh buah.