Cara Budidaya Bawang Bombay “Yang Bernilai Ekonomi”

Posted on

RuangTani.Com – Bawang bombay “Allium Cepa Linnaeus) ialah jenis bawang yang paling banyak dan luas untuk dibudidaykan, dipakai sebagai bumbu maupun bahan masakan, yang berbentuk bulat besar dan berdaging tebal. Bawang bombay ini biasa digunakan dalam masakan makanan di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai hiasan tapi juga bagian dari masakan karena bentuknya yang besar dan tebal dagingnya. Disebut dengan bawang bombay karena dibawa oleh pedagang-pedagang yang berasal dari kota Bombai “Mumbai sekarang ini” di India ke Indonesia.

budidaya bawang bombay

Cara Budidaya Bawang Bombay “Yang Bernilai Ekonomi”

Bawang bombay ini memiliki aroma yang sangat khas jika dibanding dengan bawang merah biasa, umbinya terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Pada pohonnya tumbuh tegak ke atas, pada akarnya serabut dan tidak terlalu panjang (± 10c), daunnya berbentuk seperti pipa namun pipih berwarna hijau tua dan berukuran lebih besar dibanding daun bawang merah biasa.

Pada bagian batang semunya merupakan pelepah daun dan menimbulkan jejak cincin-cincin, pangkal pelepahnya melebar dan menebal membentuk bengkakan besar yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, bengkakan itu sendiri ialah umbi bawang. Selayaknya seperti tanaman sejenisnya, pada bawang bombay pun membutuhkan cara budidaya yang tepat sebelum bisa menghasilkan komoditi bawang yang berkualitas dengan jumlah produksi yang tinggi.

Syarat Tumbuh

Dalam hal ini yang pertama membudidayakan bawang bombay yakni syarat tumbuh, yang harus dipikirkan pada ketika akan menanam bawang bombay. Tempat yang paling baik untuk bercocok tanam bawang bombay ialah daerah dengan memiliki udara yang sejuk, suhu yang paling ideal untuk tanaman ini ialah 18 sampai 20 derajat celcius. Untuk rentang suhu ini, di indonesia pada umumnya terdapat pada daerah dengan memiliki ketinggian 800 hingga 100 meter dpl.

Selain itu suhu, pertimbangkan juga apakah tempat tanam cukup terbuka untuk menerima sinar matahari, karena tanaman bawang bombay akan tumbuh subur apabila mendapatkan cahaya yang cukup. Hal yang selanjutnya terkait dengan kondisi tanah yang akan dijadikan media penanaman, untuk kriteria tanah yang baik untuk bawang bombay antara lain ialah tanah yang gembur, mengandung humus dalam jumlah yang besar, serta subur. Pada tanaman ini tidak menyukai tanah dengan air yang terlampau banyak, akan tetapi juga tidak dapat hidup dengan baik jika kekurangan air.

Cara Menanam Bawang Bombay

Ada beberapa tekni dalam budidaya bawang bombay yakni mengenai bagaimana cara tanam yang benar, untuk jelasnya simak uraian dibawah ini.

  • Pada Waktu Tanam Haru Diperha
    Untuk waktu yang paling bagus memulai menanam bawang bombay ialah pada saat kemarau, akan tetapi musim yang kering ini harus diimbangi dengan pemberian air yang cukup, karena pada awal pertumbuhannya, bawang bombay sangat memerlukan air dalam jumlah yang banyak.
  • Pembibitan
    Dalam hal ini ada dua cara penanaman yang bisa dipilih yakni menanam biji atau umbi. Untuk di indonesia pada umumnya orang lebih memilih menanam umbi karena lebih mudah dicari meskipun harganya relatif lebih mahal.
  • Penyiapan Tanah
    Pada biji atau umbi bawang sebaiknya ditanam pada lahan gembur yang telah dibuat menjadi seperti bedengan-bedengan dengan tinggi mencapai 10 hingga 15 cm dan lebar 1 m. Kemudian buatlah peneduh untuk melindungi bedengan/persemaian. Dalam melakukan pengolahan tanah (penggemburan tanah serta pembuatan bedengan) 2 minggu atau sebulan sebelum bibit di tanam, sekitar satu minggu pra penanaman, lakukan pemupukan. Yang digunakan pupuk kompos atau kandang yang telah tua. Dan untuk pemupukan susulan dilakukan dua, tiga hari sebelum bibit di tanam dengan menggunakan pupuk buatan.
  • Cara Menanam
    Untuk cara menanam lewat biji harus diawali dengan penyemaian, sedangkan apabila umbi yang dipilih sebagai bibit maka yang perlu dibuatkan lubang untuk membenamkan sebagai umbi. Sebelum ditanam (setidaknya sehari sebelumnya), potong ujung umbi dan keringkan. Untuk diperhatikan jarak tanam antar umbi yang idealnya umbi bawang bombay ditanam dengan jarak 25 hingga 40 cm antar baris dan 10 hingga 40 cm antar umbi dalam sebuah barisan.

Tahap Pemeliharaan

Dalam membudidayakan pada bawang bombay tahap selanjutnya yakni dengan pemeliharaan. Sebelum dan saat bibit mulai tumbuh dan daun bawang Bombay muali bermuculan sampai saat panen tiba, untuk tahap pemeliharaan wajib dilakukan dengan benar. Untuk unsur pemeliharaan tanaman bawang bombay meliputi sejumlah poin penting yakni seperti:

  • Penyiraman
  • Penyiangan
  • Dan pemberantasan penyakit dan hama yang akan mengganggu pertumbuhan bawang bombay.

Penyiraman

Untuk penyiraman hendaknya dilakukan secara teratur, ketika pertumbuhan baru dimulai, tanaman membutuhkan air yang lebih banyak. Dengan seiring bertambahnya umur tanaman, pengairan bisa dilakukan dalam kurun waktu yang tidak terlalu sering, karena kebutuhan akan air juga berkurang. Lakukan penyiraman dengan mengalirkan air dari parit di sekitar bedeng.

Penyiangan

Untuk penyiangan lakukan ketika usia pohon menginjak tiga minggu, lakukan kembali enam minggu setelahnya. Kegiatan ini harus dilakukan dengan secara berhati-hati supaya tidak merusak tanaman. Selain itu, gemburkan kembali tanah yang mulai memadat sembari menyiangi.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Dan yang terakhir untuk pengendalian penyakit dan hama dengan penyemprotan pestisida, dalam hal ini lakukan 7 hingga 10 hari sekali untuk mencegah datangnya hama dan penyakit.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Budidaya Bawang Bombay “Yang Bernilai Ekonomi” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: