5 Panduan Mudah Cara Budidaya Adas Tanaman Obat Minyak Telon

Posted on

RuangTani.Com – Adas atau adas pedas Foeniculum vulgare Miller telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Minyak adas yang dikandung bijinya menjadi salah satu komponen minyak telon. Tumbuhan ini masih sangat jarang di budidaya oleh petani kebun. Padahal karena masih sedikitnya pasokan maka akan besar permintaan dan akan menjadi lahan bisnis baru bagi para petani  untuk meingkatkan ekonomi kehidupan. Simak di bawah ini cara budidaya tanaman adas.

Tanaman Adas

Persyaratan Tumbuh

  • Tanaman adas dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi (10 – 1.800 m dari pemukaan laut/dpl).
  • Di pulau Jawa adas ditanam pada daerah dengan ketinggian 1.600 – 2.400 m dpl.
  • Adas memerlukan cuaca sejuk dan cerah (150C – 200C) untuk menunjang pertumbuhannya, dengan curah hujan sekitar 2500 mm/tahun.
  • Adas banyak ditemukan di tepi sungai, danau atau tanggul daerah pembuangan air.
  • Adas akan tumbuh baik pada tanah berlempung, tanah yang cukup subur dan berdrainase baik, berpasir atau liat berpasir dan berkapur dengan pH 6,5 – 8,0.

Bahan Tanaman

Tanaman adas diperbanyak di generatif (biji). Benih yang dipanen dari buah matang dengan kriteria hijau terang (masak fisiologis). Tanaman yang berasal dari keluarga Umbelliferrae seperti ketumbar, adas biasanya memiliki persentase perkecambahan rendah (di bawah 70%).

Untuk meningkatkan persentase perkecambahan benih diperlukan perawatan sebelum tanam di antara perendaman dalam air selama 24 jam, perendaman dalam larutan kimia PEG dan KNO3. Kebutuhan benih / ha adalah dengan 0,5-1 kg (unggulan pertama) dan 4-6 kg ketika ditanam langsung di lapangan.

Budidaya

Pengolahan dimulai dari pembukaan lahan dari gulma, mencangkul dan penggarpuan diikuti oleh pembuangan sisa-sisa akar tanaman lainnya. Selanjutnya, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam yang umum digunakan adalah (0,5 – 1) x 1 m. Yang telah disiapkan lubang tanam kemudian diisi dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 100 gram / lubang.

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, di mana masing-masing lubang tanam menanam satu biji. Adas dibudidayakan secara monokultur di samping juga dapat ditanam di tumpangsari dengan tanaman lain di lapangan terbuka yang belum dimanfaatkan, di taman bund atau di pinggir jalan. Pemeliharaan dilakukan penyiangan disertakan, pemupukan dan lebih dan pemberantasan hama dan penyakit.

Tanaman adas sangat respon terhadap pupuk N, P dan K. Untuk mendapatkan hasil dengan 113 kg / ha di India membutuhkan 27 kg N, 5 kg P dan 17,5 kg K / ha. Sementara di Indonesia untuk mendapatkan panen basah dari 900 g / tanaman membutuhkan 56,68 kg N, 11,73 kg P dan 30 kg CaO / ha.

Tanaman adas juga sangat respon terhadap irigasi. Penyediaan irigasi diperhitungkan tahap pertumbuhan tanaman, irigasi diberikan jika eoeporimeter menunjukkan defisit 30-40 mm. Irigasi teratur akan meningkatkan hasil dan kualitas buah, interval administrasi tergantung pada jenis tanah dan kultivarnya.

Panen dan pasca panen

Tanaman adas mulai dipanen pada umur 8 bulan setelah tanam yang ditandai dengan warna buah hijau keabu-abuan sampai ke-hitaman dan cukup keras apabila dipijit. Buah adas matangnya tidak serempak, sehingga panennya membutuhkan waktu yang cukup lama (4 bulan) dengan 15 kali pemetikan dalam interval waktu 1 – 2 minggu. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik karangan buah yang telah masak, buah yang masih muda ditinggalkan untuk periode panen berikutnya.

Buah hasil panen dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air mencapai 12 – 14%. Buah yang telah dikeringkan kemudian dibersihkan dari kotoran tanaman. Pengemasan dilakukan dalam kantong-kantong plastik yang bersih dan disimpan dalam gudang.

Perubahan komposisi kimia minyak adas yang disebabkan oleh perlakuan penyimpanan dengan analisis GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometri), pada minyak adas yang telah disimpan selama 3 bulan menunjukkan bahwa kom-ponen utamanya yaitu trans-anethol mengalami oksidasi dan reduksi menjadi p-anisaldehid, anis keton dan senyawa benzil metilketon.

Perubahan komposisi kimia minyak adas tersebut diperkirakan karena pengaruh cahaya dan oksigen yang terdapat di udara. Wadah simpan yang digunakan untuk menyimpan minyak adas tersebut adalah botol yang bening (transparan), dan sebaiknya digunakan botol yang gelap.(Shalimar) Sumber : Devi Rusmin dan Melati, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007).

Sumber : cybex.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 5 Panduan Mudah Cara Budidaya Adas Tanaman Obat Minyak Telon Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂