4 Panduan Mudah Cara Budidaya Tanaman Gadung TOP

Posted on

RuangTani.Com – Gadung “Dioscorea hispida Dennst” adalah tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Sisa pengolahan tepung gadung bisa digunakan untuk insektisida. Bunga gadung yang berwarna kuning tersebut dapat mewangikan pakaian dan bisa dipakai untuk hiasan rambut. Oleh sebab itu, orang Bali menggunakan ini untuk mewangikan pakaian, rambut, dan kepala. Getahnya digunakan dalam proses pembuatan tali rami serta untuk memutihkan pakaian.

Gadung

Persyaratan Tumbuh

  • Tumbuhan ini memerlukan ketinggian tempat 0-850 m dpl.
  • Dengan kebutuhan curah hujan 1.000-1.150 mm/tahun.

Bibit

  • Perbanyakan bibit yang paling umum dan hasilnya baik adalah dengan umbi.

Pengolahan Tanah dan Penanaman

  • Tanah diolah sambil dibuat saluran drainase. Umbi ditanam sekitar 3-4 buah per lubang pada guludan. Jaran antar tanaman adalah 37,5-50 cm. Tanaman muda ditutupi rumput kering pada saat penanaman berlangsung.

Pemupukan

  • Pemupukan dilakukan sebelum penanaman dengan menggunakan pupuk NPK secukupnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama penting yang menyerang Gadung adalah Heteroligus Claudius dan Criocers Livida yang pada stadium awal memakan daun-daun muda dan tajuk. Pengendalian dilakukan melalui rotasi tanaman atau eradikasi tanaman yang terserang.

Penyakit yang menyerang adalah Mozaik Virus. Gejalanya tanaman menjadi kerdil dan terlambat tumbuhnya. Pengendalian dengan cara pemilihan umbi yang sehat dan pemusnahan tanaman yang terinfeksi.

Panen dan Pasca Panen

  • Panen dapat dilakukan dua kali. Panen pertama pada umur 4-5 bulan, sedangkan panen kedua pada umur 12 bulan.
  • Penyimpanan hasil (umbi) pada ruang teduh yang tertutup.
  • Potensi hasil berkisar antara 20 ton/ha.

Sumber : pusat-pkkp.bkp.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 4 Panduan Mudah Cara Budidaya Tanaman Gadung TOP Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂