10 Panduan Mudah Cara Budidaya Jamur Merang Untuk Meperkuat Ekonomi Harian

Posted on

RuangTani.Com – Jamur merupakan salah satu tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Jamur atau supa (Sunda) sering juga disebut cendawan atau fungi. Tanaman ini banyak tumbuh pada saat musim hujan. Jamur terdiri dari berbagai macam jenis/varietas. Ada jenis jamur yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan, obat-obatan dan Iain-lain. Sebaliknya, banyak jamur yang dapat mengakibatkan keracunan. Jenis/ varietas jamur di muka bumi ini ± 42.000 macam. Karena jenis jamur itu banyak sekali, kita harus tahu ciri-ciri jamur yang beracun dan yang tidak beracun.

Jamur Merang

Untuk itu, kita perlu melakukan pengetesan dengan cara berikut :

  • Kita masukkan barang yang terbuat dari perak, seperti sendok/garpu, pada masakan jamur apabila logam perak tersebut menghitam, kemungkinan besar jamur tersebut beracun.
  • Kita masukkan nasi ke dalam masakan jamur beberapa waktu (± 0,5 menit), apabila nasi tersebut berubah warna, menjadi kuning, berarti jamur tersebut beracun.

Setelah mengetahui jenis jamur yang beracun, untuk menghindari keracunan akibat jamur, kita perlu memperhatikan berbagai hal berikut :

  • Hindari memasak jamur yang masih kecil karena pada saat itu kita kesulitan mem- bedakan mana jamur beracun dan mana jamur.
  • Hindari memasak jamur yang tumbuh pada kotoran binatang dan jamur yang tumbuh pada bagian insang/bilahnya (bagian bawah tudung jamur yang bersekat-sekat) yang berwarna coklat atau kehitam-hitaman.
  • Hindari memakan jamur yang bila dipotong mengeluarkan cairan berwarna putih susu.
  • Hindari memakan jamur yang sudah hampir busuk walaupun jamur tersebut termasuk jamur yang dapat dimakan.
  • Hindari makan jamur yang belum di masak.

Salah satu jenis jamur yang sudah terbukti dapat dimakan dan tidak mengakibatkan keracunan adalah jamur merang (Volvariella volvaceae). Oleh karena itu, jamur merang banyak di budidayakan di Indonesia dan manca Negara.

Cara Membudidayakan Jamur Merang

Syarat Tumbuh

Di depan sudah dibicarakan bahwa jamur merang dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dan dapat hidup pada musim apapun. Namun, budi daya jamur merang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena jamur tersebut memerlukan syarat-syarat tertentu untuk tumbuh. Syarat-syarat tumbuh jamur merang, antara lain sebagai berikut.

  • Ada media untuk tumbuh dari bahan jerami/ merang, bekatul, dan Iain-lain.
  • Media tersebut harus selalu basah, tetapi tidak ada air yang menggenang.

Ruangan mempunyai kelembaban udara ± 80%. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyemprot ruang dengan menggunakan air.

  • Tanaman jamur terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Keasaman media untuk tumbuh harus netral pH ± 7 – 8.

Langkah-langkah Penanaman Jamur Merang

Langkah-langkah penanaman jamur merang dilakukan melalui tigatahap, yaitu :

Persiapan tempat tanaman

Tempat menanam jamur merang dapat dilakukan di beberapa tempat, antara lain :

Tanah

  • Apabila penanaman dilakukan di tanah, tinggikan permukaan tanah tersebut ±10-15 cm dan taburkan terlebih dahulu kapur untuk mematikan cacing dan binatang lainnya.
  • Rak atau gotongan yang dapat dipindah- pindah.
  • Lantai yang sudah disemen/ditegel atau di atas bata.
  • Pada prinsipnya tempat tanam harus terlindung dari panas matahari langsung dan terlindung dari hujan.

Persiapan bahan/media tanam

Media tanam jamur merang dapat dibuat dengan beberapa campuran, yaitu:
Untitled Document

Bahan

Formula
I

Formula
II

Formula
III

Jerami kering

100 kg

100 kg

70 kg

Kapur tembok

3 kg

2 kg

3 kg

Bekatul

6 kg

6 kg

6 kg

Pupuk kandang

10 kg

10 kg

Kapas (sisa pemintalan)

30 kg

Langkah kerja

  • Pilihlah jerami yang baik (berwarna kuning) kemudian dipotong-potong agar tidak terlalu panjang.
  • Rendamlah jerami dalam air sampai cukup basah/menyerap air (tidak boleh lebih dari 1/2 jam).
  • Angkatlah rendaman jerami dan tempatkan pada tempat yang sudah di- sediakan kemudian padatkan hingga setebal ±10-15 cm.
  • Aduklah kapur dan bekatul menjadi satu hingga rata kemudian taburkan campuran tersebut di atas tumpukan jerami sampai seluruh permukaan menjadi rata. Dengan demikian, telah diperoleh lapisan yang pertama.
  • Lakukanlah langkah 3-4 hingga diperoleh lapisan 2 dan seterusnya mencapai tinggi tumpukan minimal 60 cm. Bekatul dan kapur yang tersisa dihabiskan pada lapisan tumpukan yang paling atas.
  • Siapkan bibit jamur dan keluarkan dari bungkusnya kemudian dipecah-pecah (disuwir-suwir) dan ditanam dengan cara dimasukkan/diselipkan pada seluruh permukaan sedalam ± 3-5 cm dengan jarak tanam 3-5 cm. Sisa bibit ditaburkan pada bagian permukaan atas.
  • Tutuplah tumpukan yang sudah ditaburi bibit dengan plastik supaya jamur dapat melakukan fermentasi yang menimbulkan penguapan. Dengan demikian media tidak kering dan tetap lunak, sehingga kasa-kasa mudah menjalar ke dalam serat jerami.
  • Pada daerah yang iklimnya kurang dari 27°C lapisan yang paling atas naikkan kerungkup sekitar 30 cm sehingga agak renggang dari permukaan.
  • Pada iklim yang baik, yaitu antara 32-35°C, biasanya pada hari ke-8, jamur sudah ada yang dapat dipanen, tetapi daerah yang beriklim di bawah 30°C, pertumbuhan jamur akan terlambat hingga hari ke-10 sampai hari ke-12.
  • Penyiraman perlu dilakukan 2-3 kali sehari dengan menggunakan semprotan yang halus atau percikan air, bergantung pada kondisi lingkungan setempat. Siraman tidak boleh terlalu basah karena dapat mengakibatkan spora mati.
  • Apabila suhu kompos kurang dari 27°C, dapat diatasi dengan cara :
    • Kerungkupkan plastik kembali pada waktu malam hari,
    • Siramlah dengan air hangat, dan
    • Lakukan penguapan kecil dengan menggunakan ketel pemasak air dan uapnya dialirkan ke dalam tumpukan kompos.

Sumber : Buku (Bertanam Jamur Merang, Oleh : Ir. Bahrun Muchroji)

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Mudah Cara Budidaya Jamur Merang Untuk Meperkuat Ekonomi Harian Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂