10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Salak Pondoh Berkualitas Tinggi

Posted on

RuangTani.Com – Salak Pondoh adalah salah satu kultivar salak yang tumbuh di Sleman, Yogyakarta, di lereng Merapi. Salak Pondoh memiliki rasa manis yang khas atau tidak sepet walau buah ini masih muda. Salak Pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss) termasuk keluarga palmae, berduri dan banyak tunas, tumbuh menjadi gumpalan padat.

Salak Pondoh

10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Salak Pondoh Berkualitas Tinggi

Budidaya salak pondoh dimulai dengan pembibitan, bibit salak pondoh ada tiga jenis kultivar yaitu salak pondoh hitam, salak pondoh super, dan salak pondoh manggala. Propagasi rangka salak pondoh untuk mendapatkan buah yang sesuai dengan induknya dilakukan dengan vegetatif dengan tunas transplantasi bibit.

Pemilihan Bibit

Seleksi bibit merupakan upaya untuk maju dalam budidaya bibit pondoh agar mendapatkan hasil yang maksimal. Mengenai pemilihan bibit, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Cara mendapatkan bibit salak pondoh pada umumnya dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu :

1. Generatif

Bibit tanaman yang diperoleh dengan cara generative berasal dari biji yang dibenihkan. Cara generative ini sudah jarang dilaksanakan karena memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

  • Buah yang dihasilkan dalam waktu yang lama.
  • Sifat buah yang dihasilkan akan berbeda dengan sifat induk.
  • Hanya dilakukan jika tidak dapat dilakukan dengan cara vegetative, atau hanya dapat dikembangbiakkan dengan biji saja.

2. Vegetatif

Bibit tanaman yang diperoleh dengan cara vegetative, tidak berasal dari biji, namun dari bagian lain dari tumbuhan. Misalnya, akar, batang, dan daun.

Keuntungan perkembang biakkan vegetative adalah :

  • Tumbuhan hasil perkembangbiakkan cepat menghasilkan buah.
  • Hasil buah akan sama dengan sifat induknya.
  • Sifat induk dapat dipertahankan sampai keturunan selanjutnya.

Untuk salak pondoh, cara memperoleh yang biasa digunakan adalah dengan cara pembenihan dari biji, tunas anakan, dan cangkok.

Penggunaan bibit sangat berpengaruh pada kecepatan tanaman berbuah. Jika bibit diperoleh dengan generatif akan memakan waktu lama untuk berbuah, yaitu sekitar 8-10 tahun.

Itu karena fase vegetatif tanaman harus mulai dengan memberikan akar, batang dan daun sebelum besar, fase generatif baru untuk berbunga dan berbuah. Misalnya, mangga yang tumbuh dari biji akan berbuah di usia 6 tahun, tetapi dengan cara cangkok hanya 3 tahun sudah bisa berbuah.

Sebaliknya, jika kita memilih untuk menanam bibit yang berasal dari biji vegetatif, tanaman akan cepat berbuah, karena tanaman sudah memiliki organ tubuh penuh, yaitu akar, batang, dan daun. Sehingga tanaman tetap melaksanakan fase generatif yang berbunga dan berbuah.

Baca Juga :

Pemilihan bibit

Jika kita mendapatkan bibit tanaman dengan cara pembelian, kita akan merasa kecewa karena tidak seperti apa yang kita harapkan. Hal ini terjadi karena benih berasal dari cara generatif, sehingga dapat mengubah sifat tumbuhan. Jadi, jika kita ingin mempertahankan sifat unggul diperoleh dari cara vegetatif.

Kita tidak bisa tahu bagaimana penjual untuk mendapatkan bibit, maka kita harus membeli di pedagang yang dapat dipercaya, dan bahwa kita sudah tahu dengan baik.

Selain itu, ada cara lain adalah dengan membeli bibit di pedangang yang telah disertifikasi sehingga ada jaminan kualitas. Tujuan sertifikasi ini untuk melindungi konsumen dari kerugian yang mungkin dialami. Karena jika kita salah dalam pemilihan bibit, akan mengalami kerugian waktu, tenaga, dan biaya.

Pengolahan Tanah

Proses pengolahan tanah harus direncanakan dengan baik, yaitu meliputi :

Pembuatan Saluran

  • Saluran di sekitar kebun dibuat untuk saluran air di musim hujan, dan untuk mengairi kebun di musim kemarau.

Pengaturan Jarak Tanam

Pengaturan jarak tanam antara system penanaman monokultur berbeda dengan polikultur. Sistem monokultur adalah system penanaman yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu areal. Jarak yang dipakai untuk menanam salak pondoh adalah 2 x 2 meter, dengan jumlah tanaman 1.800 rumpun untuk tiap hektarenya.

Sedangkan sistem polikultur adalah menanam area taman dengan beberapa jenis tanaman. Untuk sistem ini, jarak antara tanaman satu dengan lainnya adalah 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada tambahan bahwa untuk tanah yang subur, jarak tanam antara tanaman satu dengan lainnya lebih lebar dari lahan kritis.

Pembuatan lubang tanam

Setelah kita tentukan jarak tanam antara tumbuhan salak yang satu dengan yang lain, maka kita sekarang mulai membuat lubang tanam. Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Pada saat membuat lubang tanam, sebaiknya dipisahkan antara tanah yang di bagian atas dan tanah bagian bawah.

Setelah pembuatan lubang selesai, lubang dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Selain itu, kedalaman lubang ditambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos kira-kira 15 kg. Masukkan kembali tanah yang telah berisi pupuk, tunggu selama 1 minggu baru dapat ditanami dengan tanaman salak pondoh

Penanaman

Langkah selanjutnya setelah pengolahan tanah adalah penanaman bibit salak pondoh, yang dilakasanakan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Nopember. Sebab selain udara yang sejuk, juga tersedianya air yang cukup pada musim hujan, sehingga tumbuhan salak pondoh cepat tumbuh dengan baik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penanaman bibit salak pondoh adalah :

  • Waktu tanam

Seperti telah dijelaskan di depan, bahwa waktu untuk penanaman bibit salak pondoh yang baik adalah pada awal musim penghujan, yaitu sekitar bulan November. Pada saat itu masih tersedia cukup air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembang biakkan salak pondoh.

Selain itu, juga untuk menghemat tenaga penyiraman, karena lingkungan tempat hidup tanaman salak pondoh sudah basah oleh air hujan.

  • Jumlah bibit

Jika bibit salak pondoh yang merupakan hasil perbanyakan dari biji,, di tiap lubang tanam diberi 2 rumpun, sebab kita tidak tahu jenis kalamin dari tiap rumpun tanaman salak pondoh tersebut. Jadi untuk persiapan agar tanaman salak pondoh dapat berbuah.

Namun, jika bibit tanaman salak pondoh berasal dari bi it cangkokan, maka untuk setiap lubang tanam hanya diberi satu rumpun bibit tanaman salak pondoh, karena jenis kelamin induknya sudah diketahui sebelumnya.

Cara penanaman bibit salak pondoh :

  • Keluarkan bibit dari kantong plastic/polybag.
  • Masukkan dalam lubang tanam yang telah tersedia.
  • Timbun dengan tanah yang sudah bercaampur dengan pupuk.
  • Tambahkan ajir di sekeliling tanaman salak pondoh agar tidak roboh oleh angin.
  • Pangkaslah sebagian daunnya kurang lebih sebanyak 75%, dengan tujuan untuk mengurangi penguapan.
  • Hati-hati dalam menanam bibit salak pondoh, jangan sampai akarnya rusak sebab tumbuhan tersebut akan mati.

Jangan mencampur jenis bibit salak pondoh yang satu dengan yang lain. Jika dicampur akan menyebabkan terjadinya perkawinan silang, sehingga yang didapat adalah buah salak yang berbeda dari tanaman induknya atau tidak seperti yang kita harapkan.

Pemeliharaan tanaman salak pondoh terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

Penyulaman

Penyulaman adalah kegiatan untuk mengganti bibit tanaman salak yang sudah ditanam, biasanya terjadi karena beberapa alas an, yaitu:

  • Bibit tanaman salak pondoh yang sudah ditanam mati.
  • Bibit tanaman salak pondoh terhambat atau lambat pertumbuhannya/tidak sama seperti yang lain.
  • Bibit tanaman salak tidak sesuai yang diingiinkan, misalnya perbandingan antara salak pondoh yang jantan dan yang betina tidak seimbang.
  • Tanaman dapat diketahui jenis kelaminnya setelah salak pondoh tersebut berbunga.

Penggantian bibit atau penyulaman ini, sebaiknya dengan menggunakan bibit yang sehat, umurnya sama, dan berbuah banyak. Waktu penyulaman pada awal musim hujan agar kita tidak repot menyiraminya dan cepat tumbuh pohon salak pondohnya.

Cara pengambilan bibit untuk penyulaman dilakukan dengan cara putar, yaitu dengan membongkar bibit bersama tanahnya, lalu dibersihkan agar akar dapat tumbuh baik dan terbebas dari rayap.

Tahap-tahap pembongkaran tanaman salak pondoh yang sudah dewasa, yaitu :

  • Ikat pelepah tanaman salak pondoh dengan tali yang kuat.
  • Tanaman salak pondoh ditopang dengan bamboo agar tidak roboh.
  • Pembomgkaran tanaman dilakukan dengan jarak dari pangkal pohon sejauh 20 cm
  • Potong akar sebanyak 75%, dan sisakan sebanyak 25% agar tanaman tidak mati.
  • Isilah lubang galian dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, dengan perbandingan 1:1.
  • Bongkar dan pindahkan tanaman dengan hati-hati agar tanaman salak pondoh tidak rusak.
  • Angkut dan masukkan pada tempat penanaman, jangan lupa beri ajir atau penyangga agar tidak roboh.

Pemupukan

Seperti makhluk hidup yang lain, salak pondoh juga memerlukan makanan yang berguna untuk pertumbuhan sampai menghasilkan buah. Zat makanan tumbuhan berasal dari dalam tanah, yang diambil oleh akar lewat pembuluh kayu di bawa ke daun untuk fotosintesis, dan hasilnya kemudian diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan oleh pembuluh tapis.

Tujuan pemberian pupuk adalah agar tumbuhan menjadi:

  • Tumbuh dengan baik dan subur, karena tersedianya unsure hara di dalam tanah secara lengkap.
  • Sehat, tidak mengalami gangguan, baik hama ataupun penyakit karena kekurangan salah satu unsure.
  • Berproduksi dengan banyak. Produksi yang banyak dapat terwujud jika tanaman salak pondoh dalam keadaan subur dan sehat.

Macam-macam pupuk yang dapat dipakai untuk tanaman, yaitu :

  • Pupuk alamiah: pupuk kandang dan pupuk kompos.
  • Pupuk buatan:Urea, NPK, TSP, KCL, ZA.

Sedangkan pupuk yang dipakai untuk tanaman salak pondoh adalah pupuk kandang atau kompos dan NPK (pupuk buatan yang terdiri dari unsure natrium, kalium dan fospat).

Tujuan pemberian pupuk kandang agar kesuburan tanah dan struktur tanah tetap terjaga dengan ukuran 15 kg untuk tiap rumpun tanaman salak pondoh selama setahun sekali. Sedangkan pemakaian pupuk buatan atau organic yang berupa NPK (Natrium kalium Fospat), dan campurkan antara urea, TSP dan KCL, dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Penggemburan Tanah

Mengolah tanah merupakan upaya untuk menjaga tanah tetap gembur dan subur. Tanah yang gembur mudah bagi akar untuk bernafas dan dapat bergerak bebas untuk mencari sumber air atau sumber makanan, sehingga tanaman salak dapat berkembang.

Selain itu, dapat merangsang pertumbuhan tunas baru yang dapat menjadi pemula anakan untuk menanam bibit salak pondoh yang baru. Penggemburan dilakukan pada saat pemupukan. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman dan tunas anakan induk salak pondoh yang sudah mulai tumbuh.

Hasil dapat ditempatkan di sekitar tanaman penggemburan salak pondoh, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Jangan menimbun tanah terlalu tinggi dan tanah tidak dipadatkan, karena akar akan mengalami kesulitan dalam mengambil makanan yang lebih luas dan memiliki kesulitan bernafas.

Hal ini akan menyebabkan beberapa masalah pada tumbuhan salak pondoh, antara lain :

  • Pertumbuhan yang terjadi sacara tidak sempurna.
  • Waktu berproduksi yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain.
  • Bila berproduksi, didapatkan hasil yang sedikit dan mutu tidak seperti yang diharapkan.

Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan pembuangan rumput liar di sekitar tanaman salak pondoh. Kegiatan ini dilakukan agar pertumbuhan salak pondoh adalah saat pemberian pupuk yang pertama, yaitu dilakukan sekitar 6 bulan pertama umur tanaman.

Untuk seterusnya, kegiatyan penyiangan dilakukan secara rutin tiap 4 bulan sekali. Tujuan penyiangan bagi tanaman salak pondoh adalah untuk :

  • Menjaga kestabilan tanah,
  • Menjaga kesuburan tanah,
  • Menambah kesuburan tanaman,
  • Menjaga pertumbuhan salak pondoh agar sempurna,
  • Mendapatkan hasil produksi berupa buah yang bermutu dan berjumlah banyak.

Pengairan

Pengairan adalah kegiatan pembarian dan penyediaan air bagi tanaman. Kebutuhan akan air yang terpenuhi akan membuat tanaman menjadi tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman salak pondoh memerlukan air yang cukup banyak, terutama dimusim kemarau. Pengaturan pemberian air pada tanaman salak pondoh dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain :

  • Jenis tanah

Jik tanah tempat tumbuh salak pondoh berpasir, maka kebutuhan akan air lebih banyak dibandingkan tanah liat, karena tanah berpasir cepat basah dan cepat menguap/kering.

  • Iklim

Pada musim hujan kebutuhan akan air sudah tercukupi, sehingga tidak perlu penyiraman. Lainhalnya pada musim kemarau, tanaman membutuhkan air yang banyak.

  • Kesuburan tanah

Tanah yang subur adalah tanah yang banyak mengandung zat organic, termasuk air, sehingga kebutuhan air untuk tanah yang subur lebih sedikit dibandingkan tanah yang tandus atau gersang.

  • Pancaran sinar matahari

Daerah yang pancaran sinar matahari diterima langsung dan penuh, misalnya daerah dataran rendah, membutuhkan air yang lebih banyak . Sedangkan daerah dataran tinggi/pegunungan membutuhkan air yang lebih sedikit karena pancaran sinar mataharinya agak berkurang jumlahnya.

  • Luas lahan dan tingkat pertumbuhan

Lahan yang luas membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan lahan yang sempit. Selain itu, tingkat pertumbuhan salak pondoh juga mempengaruhi kebutuhan air, misalnya tanaman yang kecil tentunya memiliki kebutuhan air lebih sedikit dibandingkan tanaman salak pondoh yang sudah besar.

Pemangkasan

Kegiatan pemangkasan pada tanaman salak pondoh bertujuan untuk :

  • Mengatur banyaknya pelepah daun.
  • Mengatur banyaknya tunas.
  • Agar lingkungan tidak terlalu lembap.

Pemangkasan ditujukan pada pelepah yang sudah tua dan tunas anakan yang terlalu banyak. Waktu pemangkasan yaitu pada saat tanaman salak pondoh sudah mulai berbunga dan mulai berbuah, agar konsentrasi ditujukan untuk proses pembuahan. Pelaksanaan pemangkasan secara rutin setiap 2 bulan sekali atau setelah panen, termasuk pemangkasan tandan buah yang sudah kering.

Penyerbukan

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik atau peristiwa perkawinan. Perkawinan ini akan diikuti dengan pembuahan. Tanaman salak adalah tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri, tanpa campur tangan manusia. Namun, kadang-kadang dapat dibantu oleh angin dan serangga, termasuk manusia ikut membantu penyerbukan tanaman salak pondoh karena ingin mendapatkan hasil yang baik.

Tanaman salak pondoh mulai berbunga pada umur 2 tahun untuk bibit dari tunas anakan dan 3 tahun untuk bibit dari biji. Tanaman salak pondoh berbunga pada umur 3 tahun.

Tanda-tanda tanaman salak pondoh siap untuk penyerbukan adalah :

  • Pecahnya seludang bunga betina,
  • Berbau wangi, dan
  • Berwarna merah.

Cara penyerbukan bunga tanaman salak pondoh adalah sebagai berikut :

  • Oleskan bunga jantan pada bunga betina.
  • Usahakan benang sari bunga jantan menempel pada bagian putik bunga betina.

Pengendalian Hama Penyakit

Walaupun tanaman salak pondoh termasuk tanaman yang tahan terhadap hama penyakit, namun tetap saja ada beberapa tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit. Jika kita ingin bercocok tanam salak pondoh dengan baik dan tidak terserang hama penyakit, kita perlu melakukan beberapa pencegahan, antara lain :

  • Menjaga kebersihan kebun, baim dari sampah maupun dari gulma/tanaman pengganggu.
  • Memberikan pupuk yang sesuai, baik jenis maupun dosisnya agar tumbuh dengan sehat.
  • Menjaga kelembapan lokasi bertanam salak pondoh, lakukan pemangkasan bila perlu.
  • Lakukan penyemprotan bila terdapat hama atau penyakit.
  • Menjaga kesuburan dan kegemburan tanah sehingga pertukaran udara berlangsung dengan baik.

Pemanenan

Salak pondoh akan berbuah setelah tanaman berumur 2 tahun apabila tanaman berasal dari pencakokan, namun apabila tanaman berasal dari pembibitan. Dan jika buah sudah mulai bertuhan dan mudah di petik berarti salak pondoh sudah siap di panenen.

Sumber : diperta.jabarprov.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Salak Pondoh Berkualitas Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂