Ternyata Dengan Budidaya Jahe Gajah Banyak Manfaatnya

Posted on

Ruangtani.com – Jahe atau bahasa latinnya zingiberceace officianale ialah sebuah tanaman rimpang yang sangat populer karena yang banyak khasiatnya seperti untuk bahan obat. Jahe ini berasal dari Asia pasifik, China dan sampai ke India. Karena itu kedua bangsa ini disebut sebagai salah satu bangsa yang pertama kali memanfaatkan tanaman jahe ini terutama untuk bahan minuman, bumbu dapur dan juga bahan baku obat.

Pada tanaman jahe ini dibagi menjadi 3 yaitu jahe putih / jahe kuning kecil atau jahe emprit. Pada jahe ini memiliki ruas yang kecil tetapi mempunyai kandungan minyak atsirnya yang cukup besar sehingga rasanya lebih pedas pada jahe ini cocok untuk dibuat ramuan obat-obatan atau minyak atsirinya.

jahe gajah2

Ternyata Dengan Budidaya Jahe Gajah Banyak Manfaatnya

Jenis jahe yang kedua ialah jahe merah yang rimpangnya memiliki ukuran kecil sama seperti jahe putih kecil yang memiliki kandungan minyak atsiri sehingga banyak digunakan untuk bahan obat-obatan.

Yang selanjutnya jahe putih / jahe kuning besar atau yang biasa disebut dengan jahe gajah. Dari namanya mungkin sudah bisa ditebak kalau jahe tersebut ialah jahe yang memiliki ukuran yang sangat besar dari pada jenis jahe yang lainnya sehingga sangat cocok untuk dibudidayakan karena selain beratnya yang berbobot jahe ini juga memiliki kelipatan tumbuh yang besar dari bibit awalnya ditanam 1 kg bibit bisa jadi 10 kg dan juga penanamannya tergolong mudah.

Pemilihan lahan

Jahe gajah ini dapat tumbuh bagus jika ditanam pada dataran yang memiliki ketinggian 400 hingga 800 dpl. Dengan memiliki suhu yang berkisar 20-30 derajat celcius. Komodit ini berproduksi dengan baik ditanah yang gembur dan banyak sekali kandungan bahan organic dengan PH 5,5 – 7. Untuk jahe gajah ini memerlukan sinar matahari berkisar 8 jam untuk setiap harinya dan dengan memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi dengan RH 60%-90%.

Pemilihan bibit

Pada jahe ini diperbanyak yang secara vegetative dengan rimpangnya, bibit jahe yang berkualitas didapat dari tanaman induk tua yang minimal sudah berumur 10 bulan, yang ditandai dengan daun tanaman yang sudah kering dan mati pada semua bagian. Rimpang yang mau ditanam minimal memiliki dua mata tunas, tidak boleh cacat atau terserang penyakit untuk satu hektar dibutuhkan kira-kira 1,2 ton rimpang bibit jahe.

Penanaman jahe gajah

Sebelum untu melakukan penanaman di lahan hal yang harus diolah dan dibuat bedengan, yang tujuan pengolahan tanah ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah, mempercepat pelapukan, memberantas gulma, membalik dan mempertebal lapisan tanah atas, meratakan tanah serta memperbaiki drainase.

Sementara itu untu pembuatan bedengan ini bertujuan untuk memperoleh lapisan tanah atas yang tebal dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Pada jahe gajah ini ditanam awal musim penghujan dengan pola tanam secara monokultur atau tumpangsari. Pola tanam tumpangsari ini dapat dilakukan antara tanaman jahe gajah dengan tanaman yang lainnya contohnya bawang merah atau cabe rawit yang bertujuan tumpangsari ialah untuk dapat meningkatkan hasil produksi dan pendapatan.

Pemeliharaan jahe gajah

Tanaman jage gajah ini agar pertumbuhannya maximal maka perlu untuk dilakukan pemeliharaan tanaman yang salah satunya ialah dengan memperhatikan system pengairan terutama selama fase pertumbuhan awal karena jahe gajah ini butuh air yang memadai. Pengairan harus dilakukan dengan secara kontinu dan dikurangi hingga fase penuan rimpang, jika tanah yang terlalu basah membuat rimpang busuk.

Jahe gajah ini pada saat pertumbuhan juga tidak luput dari hama dan juga penyakit. Hama yang kerap sekali yang dapat menyerang ialah lalat rimpang mimegrala coeruleifrons yang memakan seluruh bagian rimpang. Lalat rimpang eumerus figurans walker yang memekan bagain lunaka rimpang yang menyebabkan tanaman layu dan keropos serta lalt lamprolonchaeasp yang menyerang hingga mengakibatkan busuk.

Dan untuk penyakit yang sering menyerang ialah bakteri pseudomonas zingibericendawan phyllosticta zingiberi ramak yang dapat menyebabkan dau mengalami keruskan, menguning lalu mengecil dan cendawan pythium yang menyebabkan pembusukan rimpang jahe yakni busak basah atau busuk lunak yang menyebabkan bagian pangkal batang semua membusuk dan rebah, jahe gajah dipanen apabila telah tua dan sudah berumur minimal 10 bulan.

Memiliki ciri fisik yakni rimpang ditekan terasa sangat keras dan susah untuk dikelupas kulitnya dengan tangan. Warna pada kulit luar kelihatan segar kekuningan, mengkilat dan tidak ada warna kemerahan pada ujung rimpangnya.

Demikianlah artikel Ternyata Dengan Budidaya Jahe Gajah Banyak Manfaatnya semoga bisa menambah pengetahuan tentang tanaman yang banyak sekali manfaaatnya, semoga sukses selalu.