Proses Persiapan Bibit Pada Budi Daya Jamur

Posted on

Bibit jamur merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan dalam budi daya jamur. Oleh karena itu, bibit perlu dipersiapkan dengan baik sebelum melakukan budi daya jamur.

Bibit jamur dapat diperoleh dengan cara membiakkan sendiri atau membeli kultur murninya untuk dikembangkan sendiri atau dapat juga membeli bibit jamur yang slap semai [ready spawn). Hal yang perlu diperhatikan jika membeli bibit jamur adalah pertumbuhan miselium di seluruh media tumbuh, kontaminasi, dan umur bibit atau tanggal inokulasinya.

Saat diterima, bibit jamur segera ditempatkan pada ruangan inkubasi yang mempunyai suhu udara sesuai dengan syarat tumbuh jamur tersebut. Begitu juga, apabila membuat bibit jamui sendiri sebelum disemaikan pada substra tempatkan bibit jamur pada ruangan inkubasi yang mempunyai suhu udara sesuai dengan syarat tumbuh jamur tersebut.

Bibit di ruang inkubasi. Penempatan bibit di ruang inkubasi segera dilakukan setelah bibit jamur diterima dari penjual

1. Membeli Bibit

Bagi para petani jamur skala kecil yang mempunyai kumbung sedikit sebaiknya membeli bibit jamur daripada membual bibit jamur sendiri. Hal ini karena biaya produksinya akan lebih mahal dibandingkan dengan hanya membeli bibit jamur yang siap semai. Selain itu, risiko kegagalannya akan lebih besar, terutama jika tidak mempunyai keahlian dalam bidang mikologi.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat membeli bibit jamur.

a.    Pilih bibit jamur yang miseliumnya tumbuh merata ke seluruh media tumbuh.

b.    Pilih bibit yang tidak terdapat kontaminan, seperti lalat, tungau, cendawan, dan bakteri.

c.    Pilih miselium bibit jamur yang tidak mengalami penebalan (stroma).

d.   Ketahui tanggal inokulasi bibit jamur sehingga dapat diprediksi tanggal kadaluarsanya sebelum bibit jamur tersebut disemai.

e.    Tanyakan kepada penjualnya tentang strain bibit jamur, asal turunan bibit jamurnya, teknis budi daya jamur, dan produktivitas jamur yang dihasilkan dari bibit jamur tersebut.

Saat bibit jamur diterima segera tempatkan pada ruangan inkubasi yang mempunyai suhu udara sesuai dengan syarat tumbuh jamur tersebut. Ruangan inkubasi perlu disterilkan terlebih dahulu sebelum bibit jamur di tempatkan di daiamnya. Hal ini bertujuan untuk menurunkan kontaminan di dalam ruangan inkubasi yang akan mengontaminasi bibit jamur tersebut.

2. Bibit Hasil Sendiri

Bibit jamur (spawn) dapat disimpan dalam lemari pendingin sampai sekitar enam bulan. Kisaran suhu yang baik untuk menyimpan adalah 4—6° C. Jika terkontaminasi bakteri, masa simpannya menjadi lebih pendek. Spawn yang
wadahnya telah dibuka tidak dapat disimpan lagi dan tidak dapat digunakan untuk penanaman selanjutnya. Jangan hanya menggunakan separuh isi dari botol spawn. Hal itu karena sisanya akan membusuk oleh kontaminan. Kontaminan seperti Trichoderma dapat menginfeksi spawn tanpa memperlihatkan tanda-tanda kontaminasi pada tahap awal infeksinya.

Penyimpanan atau preservasi dapat dilakukan secara sederhana dengan mengulturkan miselia jamur pada agar miring dalam tabung reaksi atau menggunakan agar dalam cawan petri dan dilakukan subkultur tiap periode tertentu, tergantung kecepatan pertumbuhan jamurnya. Teknik yang lebih mutakhir adalah kriopreservasi dan liofilisasi yang memungkinkan jamur disimpan hingga bilangan tahun.Tiap teknik preservasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Teknik

Kelebihan

Kekurangan

Transfer agar ke agar

Sederhana, dapat dilakukan
pada laboratorium spawn manapun

 

-Berisiko pecahnya wadah
gelas 1

-Degerenasi masih terjadi
karena miselium tetap 1 tumbuh 1

-Terjadinya ‘laborious’
jika biakan yang hams dipelihara banyak karena strain hams ditransfer tiap
2—6 bulan

Minyak mineral pada agar miring

-‘Penutupan’ dengan minyak
mencegah berkembangnya kutu (mites)

-Relatif murah

 

-Terjadinya‘laborious’
jika biakan yang hams dipelihara banyak

– Degenerasi tetap terjadi
walaupun biakan dapat disimpan hingga 1—3 tahun

Pada agar dalam air bebas
ion dalam refrigerator

 

-Tidak memungkinkan
terjadinya kontaminasi olehkutu (mites)

-Bila refrigerator mati, agar masih’tetap
dingin selama beberapa saat

– Metode yang murah

 

-Terjadinya ‘laborious’
jika biakan yang harus dipelihara ,t banyak

– Pertumbuhan miselia
tidak sepenuhnya terhenti sehingga degenerasi masih dapat terjadi

Kriopreservasi

(pembekuan

kriogenik)

Metode terbaik karena
pertumbuhan miselia dapat dihentikan secara keseluruhan sehingga dapat
mempertahankan stabilitas biakan induk (mother
culture)

 

Biaya tinggi karena
memerlukan perafatan dan staf yang spesifik

– Memerlukan pemeriksaan
berkala secara tetap dan pemeliharaan secara hati-hati

 

Liofilisasi

(pengeringan beku; freeze-drying)

Teknik yang bagus untuk
menyimpan spora

 

jarang digunakan untuk
menyimpan miselia

 

Bibit jamur yang siap disemai terlebih dahulu dihitung jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dan ditempatkan pada keranjang-keranjang sebelum dibawa ke tempat penanaman. Penempatan keranjang yang berisi bibit jamur sebaiknya di ruangan yang memiliki suhu udara sesuai dengan syarat tumbuh bibit tersebut.

Demikian Proses Persiapan Bibit Pada Budi Daya Jamur.Semoga bermanfaat