Persiapan Media Tanam Kompos Dalam Budidaya jamur Kancing

Posted on

Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga jamur tidak dapat melakukan proses fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu, jamur tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Kebutuhan makanannya untuk perkembangan dan pertumbuhan perlu disiapkan.

Begitu juga dengan budi daya jamur kancing perlu disiapkan terlebih dahulu makanan sesuai dengan kebutuhannya.Tujuannya agar perkembangan dan pertumbuhan jamur hasilnya maksimal. Cara penyiapan makanan jamur (substrat) dengan cara pengomposan.

Tujuan utama pengomposan adalah membentuk substrat yang selektif dan homogen bagi pertumbuhan jamur. Selektif yang dimaksud adalah cocok bagi pertumbuhan miselium jamur dan kurang atau tidak cocok bagi pertumbuhan mould kompetitor. Hal tersebut esensial karena tidak mungkin menjamin lingkungan budi daya jamur sepenuhnya steril.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran fungi Scytalidium thermophilum menentukan selektivitas kompos.

bahan dasar kompos dan fungsinya

1) Air

Air merupakan elemen esensial bagi jamur. Sebanyak 90—93% komposisi jamur terdiri atas air. Air merupakan medium bagi pengangkutan nutrisi dalam sel-sel Jamur. Rata-rata 70—90% kebutuhan air jamur dipenuhi dari kompos dan lapisan casing.

2) Jerami

Jerami bisa digunakan sebagai salah satu bahan penyusun kompos. Jerami sebagai penyuplai karbohidrat yang sukar didekomposisi dan pengubah struktur kompos agar tepat bagi pertumbuhan jamur.

Jerami yang digunakan harus memilikj kemampuan menahan air yang tinggi. Oleh karena itu, kondisi struktur jerami basah sangat penting dipertahankan. Panjang potongan jerami dan tingkat kekerasannya juga memegang peranan penting.

3) Kotoran ayam

Kotoran ayam merupakan karbohidrat yang mudah didekomposisi. Penambahan bahan tersebut ke dalam bahan kompos untuk mengaktifkan proses fermentasi.

Dengan didekomposisinya karbohidrat tersebut oleh organisme mikro, keseluruhan proses dekomposisi dan inklusi nitrogen dimulai dalam kondisi termofilik.

4) Nitrogen

Nitrogen, dalam bentuk protein, merupakan nutrisi yang penting bagi jamur. Sumber nitrogen dapat berasal dari organik, seperti kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kuda, dan tepung biji kapuk. Selain itu, sumber nitrogen dapat berasal dari anorganik, seperti urea dan ammonium sulfat (ZA).

Rasio antara karbohidrat dengan protein atau rasio C/N merupakan salah satu parameter untuk mengetahui baik atau tidaknya kompos yang digunakan. Rasio C/N yang baik pada tahap-tahap tertentu proses pengomposan harus seimbang dan tidak selalu sama. Perbandingan pertama adalah 30:1 saat pencampuran bahan kompos. Kedua adalah 20:1 saat pemasukan ke dalam tunnel sebelum pemanasan. Ketiga adalah 17:1 saat spawning.

Kandungan nitrogen yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan waktu yang lama untuk menghilangkan amonia. Dengan demikian, fermentasi berlangsung lebih lama. Hal tersebut akan mempengaruhi kualitas kompos yang dihasilkan. Jika rasio C/N tinggi,

senyawa karbon masih tetap ada sesudah proses fermentasi. Akibatnya, kompos menjadi sumber makanan bagi fungi kompetitor.

5) Gipsum (kalsium sulfit atau CaSO2)

Penambahan gipsum ke dalam kompos harus dilakukan karena tiga alasan, yaitu memperbaiki struktur kompos, menurunkan pH selama proses pengomposan, dan membentuk suatu penyangga (buffer) pH selama budi daya jamur. Gipsum juga berperan sebagai penyangga selama periode inkubasi pada lapisan casing, yaitu menetralkan asam oksalat yang dihasilkan oleh pertumbuhan fungi.

Demikian Persiapan Media Tanam Kompos Dalam Budidaya jamur Kancing.Semoga bermanfaat