Cucak Rowo Anda Terserang Penyakit !! Ini Dia Cara Pengobatannya

Posted on

RuangTani.Com – Cucak rawa ialah sejenis burung pengicau dari suku pycnonotidae, jenis burung ini juga dikenal umum sebagai cucak rawa ( dalam bahasa jawanya yaitu cucak rowo ), cangkurawah ( bahasa sunda ) dan barau-barau ( bahasa melayu ). Dalam bahasa asing ( inggris ) disebut juga dengan sebutan Strawheaded Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami. Untuk nama ilmiahnya pada burung ini ialah Pycnonotus Zeylanicus.

cucak rawa

Cucak Rowo Anda Terserang Penyakit !! Ini Dia Cara Pengobatannya

Pada burung memiliki ukuran sedang, memiliki panjang tubuh sekitar 28 cm ( dari ujung paruh hingga ujung ekor ). Mahkota ( sisi atas kepala ) dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning jerami pucat, setrip malar disisi dagu dan garis kekang yang melintas mata berwarna hitam.

Pada punggung memiliki warna coklat zaitun bercoret-coret putih, pada bagian sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun, pada dagu dan tenggorokan memiliki warna putih atau keputihan, pada leher dan dada memiliki warna abu-abu bercoret putih, pada perut memiliki warna abu-abu dan pantat memiliki warna kuning, pada bagian iris matanya memiliki warna kemerahan, paruh memiliki warna hitam dan pada bagian kaki memiliki warna coklat.

cucak rowo2

Yang seperti namanya cucak rawa ini biasa ditemukan dipaya-paya dan rawa-rawa disekitar sungai atau ditepi hutan. Kebiasaannya sering bersembunyi dibalik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas. Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu kerap kali terdengar bersahut-sahutan. Cucak rawa ( cuck rowo ) ini merupakan salah satu burung yang sangat digemari orang sebagai burung peliharaan karena kicauannya yang sangat merdu untuk didengar.

Dalam memelihara burung ocehan seperti cucak rowo bukan sekedar dalam memelihara saja tetapi kita juga harus memperhatikan berbagai hal yang menyangkut kesehatannya, Nah berikut ini diulas mengenai tentang hal yang sering terjadi pada burung cucak rowo kesayangan anda simak dibawah ini.

Penyakit Dan Cara Pengobatannya

Bulu Rontok

Cucuk rawa ini setiap satu tahun sekali mengalami pergantian bulu dan biasanya hal ini terjadi sesudah musim kawin. Didalam kandang penangkaran, perkawinan diupayakan lebih dari satu kali dalam setahunnya. Dalam kondisi yang seperti ini biasaanya pada bulu-bulu burung tersebut akan terlepas dengan sendirinya, akan tetapi bulu tersebut akan tumbuh kembali bulu baru sebagai penggantinya.

Untuk pergantian bulu ini tidak perlu dicegah karena merupakan proses alami yang harus terjadi dan untuk perbaikan masa yang akan datang. Hal ini biasanya semkain bartambahnya usia, bulu burung akan tampak semakin indah dan sempurna.

Kerontokan pada bulu tersebut juga dapat terjadi karena bisa dicabuti oleh burung itu sendiri atau oleh burung yang lain. Apabila hal ini terjadi, pertama yang perlu dilakukan yakni mencari penyebabnya, pakah kerana kutu, caplak atau sejenis jamur yang telah mengganggunya.

Jika penyebabnya ialah kutu, caplak atau sejenis jamur bisa diberikan semprotan obat pembasmi yang memiliki kadar yang rendah langsung kepada bulunya dengan menggunakan sprayer hal ini lakukan dengan hat-hati karena semprotan ini dapat menyababkan burung ini bisa mabuk.

Selain disebabkan kutu-kutu tersebut, sering terjadi burung-burung mencabuti bulunya sendiri atau bulu temannya, untuk mencegah hal ini terjadi dengan cara memberikan obat anti kanibal yang telah dicampurkan ke dalam pakan atau air minumnya.

Induk Cucak Rawa ( cucak rowo ) Membuang Anak Atau Telurnya

  • Pada induk burung cucak rawa tidak merasa nyaman terhadap lingkungan dan merasa terancam. Hal yang demikian bisa dapat disebabkan cucak rawa memang tergolong burung yang sensitive, pada umumnya kandang burung cucak rawa dibuat dari tembok yang tertutup. Suara yang bising serta bau yang menyengat merupakan salah faktor yang dapat membuat burung cucak rawa tidak merasa nyaman. Gangguan binatang lain seperti tikus, kucing dan lai-n-lain juga merupakan faktor yang bisa membuat burung cucak rawa merasa terancam. Untuk mengatasi permasalahan ini yakni dengan cara mengurangi gangguan lingkungan tersebut. Jauhkan kandang dari keramain orang, suara kendaraan, serta dari ancaman binatang lain yang dapat membahanyakan.
  • Induk burung cucak rawa tidak merasa nyaman sehingga ia membuang serabut dan menata kembali bahan pembuat sarang, dalam proses membuang dan menata kembali serabut tadi telur ikut jatuh. Pemecahan masalah ini yakni dengan membuat sarang labih dari satu sehingga pada induk cucak rawa dapat memilih sendiri posisi dan kenyamanan sarang yang kita buat. Dan juga beri tambahan serabut halus untuk ditambahkan sendiri oleh induk cucak rawa agar induk merasa nyaman.
  • Induk burung cucak rawa birahi lagi, hal itu dapat terjadi apabila pemberian extra fooding yang sangat berlebihan. Ukuran yang normal untuk induk yang sedang produksi perkandang yakni 40 ekor jangkrik maksimal, sedangkan bila sudah mengeram maksimal 10 ekor dan bila telur menetas maksimal 60 ekor, hal tersebut banyak diamini oleh penangkar burung cucak rawa.
  • Untuk induk yang terbilang nakal, apabila itu terjadi jual saja induknya atau cari babuan buat mengerami. Bisa babuan kutilang atau trucukan. Kutilang lebih cocok dibuat babuan, karena memiliki sifat yang telaten dan cepat beradaptasi dengan lingkungan.

Kotoran Ada Darahnya

Pada burung akan keliatan tampak seprti lesu, bagian sayap ke bawah, mata tertup, mencret, tinjanya encer, dan bila telah parah sering berwarna kemerahan karena darah, tidak mau bertengger dan akan duduk dilantai sangkar. Jika jal tersebut terjadi maka jauhkanlah burung sehat dari burung yang sakit agar tidak tertular melalui kotoran dan kemudian bersihkan sangkar dari kotoran yang menumpuk dan sisa pakan yang basi.

Jaga kesehatan burung agar jangan sampai terganggu pencernaannya karena penyakit ini menyerang usus hingga dapat menyebabkan peradangan luka dan mengeluarkan darah.

  • Pengobatan

    Jika sedang menghadapi keadaan yang seperti ini segera pisahkan burung ini dan masukkan kedalam sangakr karantina. Kurangi porsi makannya agar ada kesempatan untuk menyembuhkan usu yang terluka dan kemudian berikan makan yang halus. Lalu berikan minum coxilin atau sulfaquinoxilin dan tambahkan vitamin ke dalamnya, bisa juga dengan memberikan kapsul terafit yang harus dimasukkam kedalam mulutnya.

Gangguan Pencernaan

Layaknya seperti pada gejala berak darah, ditambah dengan gerakan berjingkat-jingkat sewaktu buang kotoran. Ada tiga kemungkinan pada gangguan pencernaan ini mungkin berak darah, berak kapur atau susah buang kotoran. Jika hal ini terjadi, hindarkan pakan yang bisa mengganggu dan merusak pencernaan karena burung ini memang memiliki sistem pencernaan yang kurang baik.

Jagalah kebersihan kandang, berikan cukup air minum dan sekali waktu berikan papaya hal ini bertujuan untuk melancarkaan pencernaan. Hindarkan makanan yang bisa merusak pencernaan burung misalnya kaki serangga, sayap serangga atau biji buah yang keras misalnya biji buah jambu batu atau pisang batu.

  • Pengobatan

    Jika burung terkena penyakit berak atau berak kapur, lakukan seperti yang telah diuraikan diatas, tetapi apabila burung tersebut mengalami susah berak, biasanya ada kotoran yang tertahan hingga beberapa hari dan burung akan nampak menderita karena sakit. Masukkan air sabun ke duburnya melalui spuit ( alat suntik ) yang sudah diambil jarumnya, air sabun akan memudahkan dan melancarkan saat burung akan buang kotoran atau berak, berikan makan papaya hal ini untuk membantu pencernaan.

Radang Mata

pada burung mengalami mata membengkak dan mengandung air, mungkin dapat menyebabkan matanya melekat sehingga sukar dibuka, sehingga kurang bergairah dan tampak bingung bila didekati, bila ini terjadi usahakan agar tidak banyak angin yang masuk ke dalam kandang. Asap yang masuk kedalam kandang juga dapat menjadi penyebab atau masuknya benda asing ke mata seperti pasir, serbuk atau debu.

  • Pengobatan

    Periksalah keadaan mata, apabila kondisi bengkak atau infeksi berikan salep mata. Tetapi bila tidak cukup cuci dengan obat pencuci mata atau obat tetes mata. Diusahakan agar burung tidak mendapat banyak sinar matahari yang dapat menyilaukan atau adanya benda seperti kaca, seng yang baru, warna putih tembok atau warna lain yang merangsang. Warna benda dab cat sekeliling kandang penangkaran akan beerpengaruh terhadap kesejukan dan kenyamanan sehingga membuat kerasan bagi penghuninya.

Sisik Pada Kaki

Kaki yang berisik hal ini bisa terjadi pada semua burung hal ini termasuk terbilang yang wajar. Akan tetapi keadaan ini sering kali diartikan sebagai tanda bahwa burung tersebut sudah tua atau terkadang malahan dianggap sebagai biang kekurang menarikan burung tersebut. Hal yang demikian tidaklah sepenuhnya benar.

  • Penyebab

    Sisik pada kaki cucak rawa umumnya kan timbul setelah usianya namun bila baru dipelihara 3-4 tahun ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya.
    1. Burung terlalu liar dan banyak bergerak
    2. Sangkar yang digunakan kurang memadai
    3. Jarang dimandikan atau memandikannya kurang baik
    4. Ada gangguan berupa parasit sebagai akibat kebersihan yang kurang terjaga.

    Dari beberapa kemungkinan tersebut diatas, faktor ke 1dan 4 adalah faktor yang sering dijumpai.

  • Pencegahan dan pengobatan

    Munculnya sisik ini tidak dapat dicegah tapi hanya diminimalisir atau diperlambat melalui cara-cara yaitu :

    1. Tidak memaksanya untuk cepat jinak
    2. Burung dewasa yang liar letakkanlah ditempat yang agak tinggi
    3. Pergunakan sangkar yang cukup terbilang besar
    4. Sering dimandikan dengan cara yang baik
    5. Sesering mungkin menjemurnya
    6. Selalu menjaga kebersihan sangkarnya
    7. Mengoleskan hand body tiap kwartal

Untuk pengobatan yang dilakukan agar dapat menghilangkan sisik tidak hanya cukup sekali maupun dua kali, dalam pengobatan yang baik ialah dilakukan dengan secara kontinyu ( berulang-ulang ). Untuk hambatan dalam pengobatan ini terjadi pada saat menangkapnya “ terutama bagi yang belum jinak tentunya ” efek dari ditangkap itu sendiri ialah burung dapat menjadi takut, enggan berkicau serta bulunya dapat rusak. Untuk memudahkan penangkapan ialah saat burung usai mandi.

Setelah ditangkap, sisik yang ada dapat diolesi minyak goreng yang hangat pastagigi atau bahkan balsem serta hand body lotion, saat mengoleskannya diusahakan sambil diurut-urut, ulangi tiap hari, setelah hari ke-4, bersihkan daerah kaki tersebut dengan air hangat !! kerjakan dengan hat-hati serta tanpa mesti memaksa melepaskannya.

Demikianlah pembahasan mengenai Cucak Rowo Anda Terserang Penyakit !! Ini Dia Cara Pengobatannya ini semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semuanya, terima kasih banyak telah mengunjungi. 🙂