Tanaman Kakao Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Posted on

RuangTani.Com – Tanaman Kakao ( Theobroma cacao ) merupakan pohon budidaya diperkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, namun sekarang sudah banyak ditanam diberbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.

tanaman kakao

Tanaman Kakao Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Setiap tanaman pastinya memiliki musuh yang dapat menghambat pertumbuhan tak terkecuali tanaman kakao. Hama dan penyakit merupakan musuh yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Nah berikut ini jenis hama dan penyakit pada tanaman kakao dan cara pengendaliannya simak dibawah ini.

Baca Juga :

Hama Pada Tanaman Kakao

hama kakao

Penggerek Buah

Jenis hama ini bila menyerang tanaman kakao, gejala pada umumnya buah kakao yang masih muda dengan panjang sekitar 8 cm. satdium yang menimbulkan kerusakan ialah satdium larva. Gejala serangan baru tampak dari laur saat buah, masak berupa kulit buah berwarna pudar dan timbul belang berwarna kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva serta jika dikocok tidak berbunyi, jika dibelah daging buahnya akan tampak berwarna hitam, biji-biji melekat satu sama lain dengan warna hitam, keriput dan ringan.

Cara Pengendalian

  • Dengan memanfaatkan jamur entomopatogen dan semut hitam.
  • Dengan melakukan penyemprotan jamur Beauveria bassiana isolat Bby 725 pada buah kakao yang masih muda.
  • Dengan melakukan sanitas
  • Dengan penyemprotan insektisida yang dianjurakn ialah sintetik piretroid.
  • Dan dapat dilakukan dengan penyarungan buah dengan menggunakan kantong plastik.

Kepik Penghisap Buah

Hama ini gejala yang timbulkan kerusakan terhadap tanaman kakao dengan cara menusukkan alat mulutnya ke dalam jaringan tanaman untuk menghisap cairan sel-sel dalamnya. Bersamaan dengan tusukan itu akan mengelaurakn cairan yang bersifat racun dari mulutnya yang dapat mematikan disekitar tusukan. Akibatnya timbul bercak-bercak cekung berwarna cokelat kehitaman dengan ukuran bercakap relatif kecil letaknya cenderung diujung buah. Dan pada serangan buah muda dapat menyebabkan buah menjadi kering dan mati.

Cara Pengendalian

  • Dengan pemanfaatan musuh alami yang berupa semut hitam.
  • Dengan pemanfaatan ekstrak limbah tembakau.
  • Dan dengan memanfaatkan musuh alami dari kepik penghisap buah kakao ini.

Penggerek Batang Atau Cabang

Hama ini serangnya terutama pada cabang-cabang muda yang lembek, misalnya di sudut tangkai daun. Hama ini akan melubangi kulit kayu kemudian ulat masuk ke dalamnya dan merusak xylem dan floem. Ulat didalam kayu mampu menggerek hingga sepanjang 9-30 cm dan mengeluarkan sisa gerekan berupa serbuk kayu bercampur lender. Cabang yang diserang akan mengalami kekeringan dan lentiselnya akan membesar sehingga akhirnya kulit kayunya retak dan pecah.

Cara Pengendalian

  • Dengan memotong cabang yang terserang sepanjang 30 cm dari lubang tempat masuknya, cabang dikumpulkan lalu dibakar.
  • Dengan memanfaatkan musuh alami dari hama ini misalnya dengan menggunakan cendawan Beauveria bassiana atau agen hayati lain.

Ulat Api

Hama ini gejala serangan mengakibatkan rontoknya daun kakao. Pada awal serangan daging daun dimakan sehingga warna daun menjadi kuning. Sambil memakan daun, ulat api mengeluarkan cairan. Serangan tidak hanya pada beberapa helai daun, tetapi juga meliputi seluruh daun kakao.

Cara Pengendalian

  • Dengan meningkatkan sanitasi dibawah pohon kakao.
  • Dengan pengendalian dengan cara hayati merupakan cara amat penting dan akan berjalan sendiri jika musuh alami tersedia dan dilestarikan. Jika menggunakan lamtoro sebagai tanaman pelindung, lakukan pemangkasan ranting-ranting lamtoro pada waktu ulat masih kecil , kemudian dimusnahkan.

Ulat Jengkel / Ulat Kilan

Hama ini gejala terlihat pada larva mulai menyerang sejak mulai menetas, terutama pada daun yang muda. Daun-daun nampak berlubang-lubang dan pada serangan yang berat tanaman menjadi gundul. Hal ini bisa mengganggu proses fotosintesa sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Bila daun-daun muda telah habis maka hama ini akan meningkatkan seranganya ke daun-daun tua. Dengan demikian bila hama ini menyerang tanaman bibit maka tanaman tersebut akan menjadi gundul ( tak berdaun ) sama sekali.

Cara Pengendalian

  • Dapat dilakukan dengan sanitasi kebun
  • Dengan mekanis ( ulat dan kepompong dimusnahkan )
  • Dengan menggunakan pestisida nabati ( jika memang diperlukan )
  • Dengan cara hayati dengan memanfaatkan musuh alami.

Apogonia sp.

Serangan berlangsung pada malam hari. Apogonia sp. Merusak daun kakao muda sehingga kelangsungan fotosintesis terhambat. Apogonia menggerek mulai dari bagian pinggir daun. Tingkat serangan Apogonia sp tampaknya berhubungan dengan kerapatan pohon pelindung. Pada areal yang penanaman pohon pelindungnya sangat intensif, tingkat serangan Apogonia. Tinggi tingkat serangan juga dipengaruhi oleh keadaan gulma di areal pertanaman kakao.

Cara Pengendalian

  • Dapat dilakukan dengan cara mekanis.
  • Dan dengan melakukan sanitasi kebun.

Tikus

Pada buah kakao yang terserang gejala yang terlihat berlubang dan akan rusak atau busuk karena kemasukan air hujan dan serangan bakteri atau jamur.

Cara Pengendalian

Dengan melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu hal ini bertujuan untuk dapat mengurangi jumlah hama ini.

Penyakit Pada Tanaman Kakao

penyakit kakao

Busuk Buah

Buah kakao yang terserang gejala yang terlihat berbecak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah dengan cepat menyebar ke seluruh buah. Buah pun menjadi busuk dalam waktu 14 hingga 22 hari. Pada permukaan buah yang sakit tadi timbul lapisan yang berwarna putih bertepung. Jamur juga masuk ke dalam buah dan menyebabkan busuknya biji-biji. Tetapi kalau penyakit timbul pada buah yang hampir masak, biji-biji masih bisa dipungut dan dimanfaatkan.

Cara Pengendalian

  • Dengan mengurangi kelembaban kebun seperti dengan meperbaiki drainase, memangkas tanaman kaako dan pohon pelindung dengan taratur dan mengendalikan gulma.
  • Mempertahankan serasah sebagai mulsa disekitar pangkal batang.
  • Dan selama musim penghujan buah-buah disemprot dengan fungisida.

Kanker Batang

Pada penyakit kanker batang kakao pada batang atau cabang yang besar terdapat tempat yang warnanya lebih gelap dan agak mengendap. Pada tanaman yang sangat rentan tempat ini sering mengeluarkan cairan kemerahan yang setelah mengering tampak seperti lapisan karat pada permukaan kulit. Gejala ini sukar terlihat karena tertutup oleh lapisan luar kulit, lebih-lebih kalau permukaan batang tertutup oleh lumut atau lumut kerak. Kalau lapisan kulit luar dikorek tampak bahwa lapisan kulit bagian dalam berwarna merah kecoklatan. Bercak ini dapat meluas dengan sangat cepat sehingga banyak kulit produktif yang rusak.

Cara Pengendalian

  • Buah yang bergejala busuk harus segera dipetik dan dipendam karena busuk buah berkaitan dengan timbulnya kanker batang.
  • Perlu diusahakan agar infeksi pada kulit dapat segera diketahui, pada bagian yang sakit kulit luar ( kerak ) dikorek, sehingga kulit dalam terlihat.
  • Dan dengan pemeliharaan kebun yang dilakukan sebaik-baiknya akan meningkatkan ketahanan pohon-pohon.

Vascular Streak Dieback ( VSD )

Satu atau dua daun flush kedua atau ketiga dibelakang titik tumbuh menguning secara khas. Pada daun ini terjadi bercak-bercak hijau kecil yang berbatas tegas, yang tersebar pada latar belakang kuning. Daun yang sakit akan gugur beberapa hari setelah menguning.

Cara Pengendalian

  • Penanaman kultivar yang tahan terhadap penyakit.
  • Dengan melakukan pemangkasan untuk menghilangkan ranting atau cabang yang sakit yang mengandung jamur ( sanitasi ) dan untuk mengurangi kelmbaban kebun.
  • Pembibitan dibuat jauh dari kebun yang berpenyakit agar pembibitan menghasilkan bibit yang sehat.

Jamur Upas

Infeksi jamur inin pertama kali terjadi pada sisi bagian bawah cabang ataupun ranting. Bila menyerang ranting dan cabang kecil umumnya tidak menimbulkan kerugian yang berarti karena dengan memotong ranting/cabang kecil yang terserang cukup untuk mengendalikan jamur ini dan tumbuhnya bunga pada ranting dan cabang kecil tidak kita harapkan.

Serangan dimulai dengan adanya benang-benang jamur tipis seperti sutera berbentuk sarang laba-laba. Pada fase ini jamur belum masuk ke dalam jaringan kulit. Pada bagain ujung dari cabang yang sakit, tampak daun-daun layu dan banyak yang tetap melakat pada cabang meskipun sudah kering.

Cara Pengendalian

  • Pengendalian cara yang pertama cara mekanis yakni dengan memotong/ranting sakit hingga 15 cm pada bagian yang masih sehat, membersihkan/mengeruk benang-benang jamur pada gejala awal dari cabang yang sakit kemudian diolesi dengan fungisida.
  • Pengendalian cara yang kedua dengan kultur teknis, yakni dengan pemangkasan pohon pelindung untuk mengurangi kelembaban kebun sehingga sinar matahari dapat masuk ke areal pertanaman kakao.

Penyakit Antraknose

Pada daun muda nampak bintik-bintik coklat tidak beraturan dan dapat menyebabkan gugur daun. Ranting gundul berbentuk seperti sapu dan mati. Pada buah muda nampak bintik-bintik coklat yang berkembang menjadi bercak coklat berlekuk ( antraknose ). Buah muda yang terserang menjadi layu, kering dan mengeriput. Serangan pada buah tua akan menyebabkan gejala busuk kering pada ujungnya.

Cara Pengendalian

  • Dengan melakukan pemangkasan cabang dan ranting yang terinfeksi.
  • Mengambil buah-buah yang sakit dikumpulkan dan ditanam atau dibakar.

Demikianlah pembahasan mengenai Tanaman Kakao Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂