Pemanfaatan Dan Cara Budidaya Azolla Untuk Penghematan Biaya Hingga 50 %

Posted on

RuangTani.Com – Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae, berdasarkan kajian morfologi dan molekular dari Smith et al. (2006). Tumbuhan ini kaya akan manfaat bagi pertanian dan peternakan hewan atau binatang peliharaan. Tumbuhan ini juga masih jarang di budidayakan sehingga merupakan salah satu peluang bisnis dalam budidaya tanaman azolla.

Azolla

Di Manfaatkan Sebagai Pengganti Urea

Pemanfaatan Azolla sebagai pupuk memang mungkin. Karena, bila dihitung dari berat kering dalam bentuk kompos (Azolla kering) mengandung nitrogen unsur (N) 3-5 %, Fosfor (P) 0,5-0,9 % dan Kalium (K) 2-4,5 %. Sedangkan nutrisi mikro seperti kalsium (Ca) 0,4-1 %, Magnesium (Mg) 0,5-0,6 %, besi (Fe) 0,06-0,26 % dan mangan (Mn) 0,11-0, 16 %.

Berdasarkan komposisi kimia, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar memerlukan Azolla sekitar 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton kompos (kadar air 15 %) atau sekitar 1 ton kering. Azolla bila diberikan secara rutin setiap musim, maka suatu hari tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi.

Hal ini dimungkinkan, karena dalam penebaran pertama 1/4 dari unsur yang dikandung Azolla langsung dimanfaatkan oleh tanah. Kuartal ini, setara dengan 65 kg pupuk urea. Pada musim tanam ke-2 dan ke-3, Azolla mengganti 1/4 – 1/3 dosis pupuk. Dibandingkan dengan pupuk buatan, Azolla lebih ramah lingkungan. Cara kerjanya juga istimewa, karena Azolla mampu mengikat nitrogen langsung dari udara.

Pakan Ternak dan ikan

Selain pupuk, Azolla juga dapat digunakan untuk memberi makan babi, bebek, ayam dan berbagai jenis ikan dari golongan herbivora, omnivora dan bahkan karnivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi Azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein, misalnya, mencapai 31,25%, 7,5% lemak, 6,5% karbohidrat, gula terlarut 3,5% dan 13% serat kasar.

Ketika digunakan untuk memberi makan bebek, penggunaan segar Azolla muda (usia 2-3 minggu) dicampur dengan ransum pakan bebek. Berdasarkan hasil penelitian, campuran 15% Azolla dalam ransum ini, terbukti menjadi pengaruh buruk pada bebek.

Artinya, bebek masih makan pakan Azolla campuran adalah rakus. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini berarti penggunaan Azolla dapat mengurangi 15 % dari biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini peternak cukup menguntungkan karena dapat mengurangi biaya pembelian pakan itik.

Sama seperti untuk bebek, kapan akan digunakan untuk memberi makan ikan, Azolla dapat diberikan langsung dalam keadaan segar atau kering. Mungkin juga mengolahnya pertama menjadi tepung.  Azolla tepung, kemudian digunakan sebagai bahan untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan.

Untuk Penghematan Biaya Hingga Hemat 50 %

Berdasarkan kaji terap penulis di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet. Pemberian pakan berupa Azolla ini juga bisa mengurangi hingga biaya produksi (pembelian) pakan berupa pellet sampai 50 %.

Jenis ikan lele yang dikenal sebagai pemakan daging (carnivora) ternyata juga bersedia dengan sukarela menyantap pakan berupa tanaman azolla. Tentu saja, untuk pemberian pakan azolla ini, lele perlu dilatih dulu dengan cara memberikan tanaman azolla secara bertahap sedikit demi sedikit sebagai selingan pemberian pakan utama berupa pellet.

Bila lele yang dipelihara sudah terbiasa menyantap azolla, maka porsi pemberian azolla bisa ditingkatkan sampai menggantikan pakan utama berupa pelet.

Cara Budidaya Tumbuhan Azolla

Media dapat menggunakan bak plastik, kolam, terpal dan tempat lain yang tidak ada ikan berukuran besar, jika ada ikan kecil (guppy, cere) tidak begitu bermasalah, justru bermanfaat agar tidak menjadi perkembang biakan jentik nyamuk.

Lakukan penyemprotan stok setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk P ( 1 sendok makan SP-36 per liter air ). Sebaiknya SP-36 ditumbuk halus agar mudh larut dalam air. Indukan ini digunakan untuk bibit yang akan ditanam di lahan yang lebih besar. Bisa juga dilakukan dengan kurasan air kolam ikan yang tercampur kotoran ikan.

Persiapan Budidaya

Taburkan pupuk kandang(kotoran kambing, kotoran ayam, atau yang lainnya) kedalam kolam, baik menggunakan kolam terpal ataupun kolam tanah. langkah selanjutnya , isi kolam dengan air minimal 5 cm (dari permukaan media pupuk) maksimal 20 cm, jangan terlalu tinggi air dalam kolam akan lebih baik jika akar azolla dapat menjangkau media. dan yang tak kalah penting adalah sinar matahari semakin lama mendapat sinar matahari semakin baik.

Kemudian Tunggu sekitar dua minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air jangan sampai kering. Azolla akan tumbuh menutupi permukaan air selanjutnya siap dipanen. lakukan itu secara berulang ulang atau dengan cara menyisakan azolla microphylla ketika memanen.

Sumber : (pusluh.kkp.go.id) & (disnakkanla.dumaikota.go.id)

Demikian Pembahasan Tentang Pemanfaatan Dan Cara Budidaya Azolla Untuk Penghematan Biaya Hingga 50 % Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂