Jenis Usaha Kecil Baru Dan Kreatif Budidaya Ternak Itik Tumpang Sari Ikan

Posted on

RuangTani.Com – Itik maupun ikan telah lama dikenal oleh masyarakat pedesaan di Indonesia. Itik dan ikan bagi masyarakat pedesaan merupakan tabungan kekayaan, dan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Ikan dapat digunakan sebagai tabungan yang digunakan atau dijual pada saat ada kebutuhan mendesak seperti hajatan atau membayar keperluan sekolah anaknya. Biasanya ikan dipanen dan dijual pada hari raya atau hari-hari besar lainnya. Bermacam keuntungan akan didapat dengan tumpang sari itik dengan ikan, yaitu penambahan gizi keluarga dan pendapatan.

Itik Tupang Sari Ikan

Jenis Usaha Kecil Baru Dan Kreatif Budidaya Ternak Itik Tumpang Sari Ikan

Petani peternak yang memelihara tumpang sari itik dengan ikan akan memperoleh pendapatan dari dua macam usaha terpadu. Di samping keuntungan tersebut juga dapat mengurangi kerugian jika salah satu usaha mengalami kerugian. Jadi, usaha tumpang sari itik dengan ikan akan saling menutupi. Tumpang sari ialah cara bercocok tanam atau beternak dari 2 jenis atau lebih tumbuhan atau hewan secara serentak.

Langkah-Langkah Dalam Usaha Itik Tumpang Sari Ikan

Baca Juga :

Pembuatan Kandang 

Pemeliharaan itik lebih baik jika dikandangkan pada suatu tempat. Pembuatan kandang disesuaikan dengan kemampuan peternak dan pemberian pakan yang teratur dan cukup. Mengingat kebiasaan itik yang menggemari air, lokasi sebaiknya dipilih tempat yang pengairannya baik dan lancar, misalnya dekat sungai kecil, danau, empang, dan sebagainya. Untuk keperluan tersebut harus menyediakan lahan yang agak luas.

Untuk pemeliharaan itik sebanyak 300 ekor diperlukan tanah seluas 1.000 m2. Di tengah-tengah atau di pinggir di depan kandang dibuat kolam atau empang dengan ukuran 20 x 15 m2 (300 m2). Untuk bangunan kandang seluas 100 m2, sisa tanahnya adalah 600 m2 dapat digunakan untuk tempat bermain itik. Dengan demikian, bagi setiap ekor itik tersedia kurang lebih 2 m2 untuk bermain dan 1 m2 tempat untuk bermain di air.

Jika itik yang dipelihara sedikit, dapat dijadikan arahan bahwa untuk setiap ekor itik diperlukan 1 m2 sebagai tempat bermain dan berenang. Di sekeliling tempat pemeliharaan perlu dibuat pagar yang rapat dan agak kuat. Untuk pagar biasanya digunakan belahan bambu setinggi kurang lebih 60 cm. Di dalam lingkungan pagar dibuat kandang tempat itik tidur dan bertelur pada malam hari.

Model dan Ukuran-Ukuran Kandang

Itik sebaiknya dibuatkan kandang-kandang petak dengan lantai dibuat rapat. Untuk memelihara 60 ekor itik diperlukan kandang dengan ukuran:

  • Panjang :       5 m
  • Lebar :           3 m
  • Tinggi :          2 m
  • Kebutuhan luas lantai untuk seekor itik  yaitu kurang lebih 1/4  M2

Susunan Kandang

Lantai Kandang

  • Lantai dapat dibuat dari semen kalau memungkinkan.
  • Dapat juga terbuat dari susunan bata merah atau tumpukan tanah yang diratakan.

Dinding dan Tiang

  • Tiang kandang dapat dibuat dari kayu balok bulat atau bundar, dapat juga dari bambu.
  • Dinding bisa dibuat dari papan ataupun bambu.
  • Pembuatan dinding harus mengingat kepentingan pertukaran udara secara sempurna.

Atap

  • Dapat menggunakan genting supaya tahan lama dan tidak panas.
  • Apabila kandang itu kecil dapat dibuat dari rumbia, daun nipah, ijuk, anyaman bambu yang telah diawetkan dengan semen.

Perlengkapan Kandang

Tempat Tidur dan Bertelur

  • Tempat Bertelur
  • Di atas lantai dibuat petak-petak dengan ukuran:
    • Panjang    :    60   cm,
    • Lebar       :    35   cm,
    • Tinggi       :    40   cm,
  • Dalam kotak bertelur diberi jerami atau alas lain supaya lembut dan hangat.

Lantai Tempat Tidur

  • Alas lantai perlu diberi jerami padi yang digunakan untuk tidur maupun bertelur.
  •  Jerami harus selalu diganti paling sedikit dua kali seminggu.

Tempat Pakan

  • Terbuat dari bahan yang tahan air karena makanan itik diberikan dalam bentuk bubur.
  • Tempat pakan sebaiknya diletakkan tidakjauh dari kolam atau empang.

Pembuatan Kolam Ikan

  • Pembuatan kolam untuk pemeliharaan itik tumpang sari ikan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

KeadaanTanah

  1. Tanah yang baik untuk pembuatan kolam adalah tanah lempung atau liat. Ciri tanah liat, jika digenggam dalam tangan mudah dibentuk tidak gampang pecah.
  2. Tanah tidak mudah bocor atau rembes.
  3. Tanah agak miring untuk memudahkan pengeringan pada saat panen ikan.
  4. Tanah harus bebas dari zat yang berbahaya atau beracun yang akan membahayakan itik maupun ikan.
  5. Tanah harus merupakan tanah subur, banyak mengandung humus.

Letak Tanah

  • Sebaiknya terletak agak di lembah.
  • Dekat dengan sumber air atau aliran sungai.
  • Letak tanah harus dekat dengan sarana jalan untuk mempermudah pengangkutan hasil usaha.
  • Sebaiknya dekat dengan tempat pemasaran.

Keadaan Air

  • Suhu air berkisar antara 25 sampai 30°C.
  • Air yang keruh belum tentu tidak baik.

Kalau keruh karena tanaman atau binatang renik, kekeruhan ini baik karena merupakan sumber makanan ikan. Akan tetapi, kalau kekeruhan itu karena lumpur kurang baik untuk ikan.

Cara Pengujian

  1. Ambil air dan masukkan ke dalam gelas.
  2. Jika kekeruhan itu mengendap berarti kekeruhan karena lumpur, dan jika tidak mengendap berarti kekeruhan itu berasal dari jasad renik.
  3. Untuk mengatasi air yang terlalu keruh dapat dilakukan dengan penyaringan.

Bentuk Kolam

  • Bentuk kolam persegi empat, lebih bagus dibandingkan dengan kolam yang berbentuk bujursangkar.
  • Sudut kolam dibuat tidak menyiku, agar perputaran air berjalan dengan sempurna dan mempermudah penangkapan ikan.

Kedalaman Kolam

  • Kedalaman kolam antara 60 sampai 80 cm.
  • Tinggi galangan antara 100 sampai 120 cm.

Pematang

  • Tanah galangan harus kedap air, untuk menghindari kebocoran.
  • Tanah galangan tidak mudah longsor.
  • Permukaan galangan ditanami rumput supaya tanahnya tidak mudah hanyut karena air hujan.
  • Kemiringan galangan tidak boleh lebih dari 45°.
  • Lebar galangan tergantung pada kebutuhan, dapat lebih lebar lagi untuk mempermudah pengangkutan hasil.
  • Lebar galangan yang biasa dipergunakan adalah 1 m.

Dasar Kolam

  • Dasar kolam harus mudah dikeringkan.
  • Di dasar kolam dibuat parit selebar 30 cm dengan kedalaman antara 20 sampai 30 cm.
  • Kiri kanan dasar kolam dibuat melandai ke arah parit.
  • Kemiringan dasar ke arah parit akan mempercepat pengeringan kolam dan mempermudah penangkapan ikan.

Saluran Pemasukan Air

  • Pemasukan air sebaiknya menggunakan sistem paralel, sehingga tiap bagian kolam mendapat air yang seragam kesegarannya.
  • Tinggi permukaan air masuk sedikitnya 30 cm dari permukaan air kolam. Dengan cara ini diharapkan lebih banyak terjadi pertukaran udara.
  • Letak air masuk di tengah-tengah sisi terpendek kolam dengan maksud dapat menggerakkan air secara merata.

Pintu Pengeluaran Air

Sistem Bambu

  • Bambu ditembuskan melalui galangan.
  • Kejelekannya, mudah terjadi kebocoran di sekitar bambu dan pengeringan berlangsung lama karena rembesan dari luar. Akibatnya bahaya kematian sering tinggi.

Sistem papan

  • Pintu terbuat dari papan.
  • Penempatan papan pada galangan yang dipotong.
  • Sebagai penahan, dinding papan dipasangi pasak.
  • Sistem ini lebih baik, tetapi lebih banyak memerlukan pengawasan.

Sistem Monik

  • Monik atau pintu pembuangan ditempatkan di depan galangan.
  • Saluran pembuangan dan pengeringan ada di dasar kolam, menembus galangan ke saluran di luar kolam.

Penggalian Kolam

  • Tanah galian tidak dibuang, tetapi dibuat untuk galangan.
  • Bagian kolam yang terendam sekitar 75 cm.
  • Pematang harus dapat menahan banjir.
  • Pada pematang dibuatkan pintu-pintu air.
  • Di tengah-tengah timbunan tanah tiap 20 cm dibasahi air supaya tanah timbunan menyatu.
  • Permukaan pematang ditanami rumput untuk menghindari kelongsoran.

Cara Pembuatan Kolam

  • Pembuatan kolam ikan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

Cara dengan Penggalian Tanah

  • Dengan menggali tanah sampai terbentuk kolam yang diinginkan. Cara ini mempunyai kelemahan, banyak tenaga yang digunakan untuk menggali tanah dan pembuangan tanah galian perlu tenaga dan biaya.

Cara dengan Pembuatan Pematang

  • Cara ini memerlukan biaya tinggi karena pematang harus dibeton.
  • Sulit melakukan pembuangan air terutama di daerah datar.

Kombinasi Antara Penggalian dan Pematang

  • Galian tanah tidak terlalu dalam.
  • Dibuat pematang.
  • Biaya yang dikeluarkan relatif lebih kecil.

Pakan Ikan Dan Itik

Pakan Itik

Jika kita memelihara itik dengan baik dalam suatu tempat, perlu diberi pakan untuk mencukupi kebutuhannya, yaitu kebutuhan hidup pokok dan untuk menghasilkan telur. Dalam penyusunan ransum itik terdapat beberapa perbedaan dalam penentuan kadar protein antara ransum untuk anak itik, itik muda, dan itik dewasa.

Sebagai contoh dapat kita lihat standar yang biasa dipakai untuk menyusun ransum itik, sebagai berikut :

  1. Untuk anak itik baru menetas sampai umur 3 minggu kadar protein dalam pakannya: 18-22 persen.
  2. Untuk itik umur 3 minggu sampai 6 minggu kadar protein dalam pakannya: 16 -18 persen.
  3. Untuk itik umur lebih 6 minggu kadar protein dalam pakannya: 16 persen.
  4. Untuk itik induk kadar protein dalam pakannya 18 persen.
  5. Pakan itik dapat dibeli dipenjual pakan ternak atau dapat pula dibuat sendiri.

Banyaknya pakan yang diberikan untuk anak itik dari umur 1 hari sampai 6 minggu (tiap 100 ekor)

Umur

Untuk Selama

Banyaknya

1 minggu 7 hari 6 kg
2 minggu 7 hari 12 kg
3 minggu 7 hari 18 kg
4 minggu 7 hari 24 kg
5 minggu 7 hari 30 kg
6 minggu 7 hari 36 kg

Sebagai contoh, ransum pakan itik bentuk tepung untuk itik petelur yang dianjurkan dan biasa dipakai oleh peternak adalah :

Contoh campuran pakan itik petelur (tepung)

Jenis Bahan

Banyaknya (kg/persen)

1. Jagung kuning tumbuk halus

20

2. Dedak halus

20

3. Menir beras

15

4. Kacang kedelai halus

15

5. Bungkil kelapa

5

6. Tepung hewan (tepung daging)

5

7. Tepung ikan

10

8. Tepung darah

5

9. Tepung tulang

5

Jumlah

100

Kadar proteinnya 22 % (persen)

Pada waktu makan biasanya itik sering kali minum. Apabila keadaan mendukung, peternak hendaknya menyediakan air minum. Hal ini disebabkan itik mempunyai kebiasaan jika makan sering masuk ke kolam untuk berenang-renang dan minum. Tempat pakan sebaiknya diletakkan di dekat kolam sehingga itik tidak kesulitan minum air ketika makan.

Banyaknya pemberian pakan itik muda dan dewasa untuk 100 ekor

Itik Muda Banyaknya 

Pakan

Itik Dewasa

Banyaknya

Pakan

6-8 minggu 6-7 kg 3-4 bulan 12-13 kg
6-10 minggu 7-8 kg 4-5 bulan 14-15 kg
10-11 minggu 9-10 kg Tahap Bertelur
12-13 minggu 10-11 kg 16-18 kg

Pakan Ikan

Ikan di dalam kolam dapat memperoleh pakan yang ada di kolam tersebut maupun yang diberikan oleh peternak yang memeliharanya. Pakan ikan dapat dibagi menjadi :

Pakan ikan alami

Sebenarnya jika ikan di kolam tidak diberi makan, ikan tersebut masih dapat bertahan hidup. Jika kita selidiki ternyata di dalam kolam terdapat zat-zat makanan yang diperlukan oleh ikan. Zat makanan di air kolam ini disebut makanan alami. Di dalam kolam sering kita jumpai tumbuhan air, jentik-jentik nyamuk, cacing air, dan sebagainya. Semua itu termasuk makanan alami yang sangat disukai oleh ikan.

Kolam yang hanya sedikit mengandung makanan alami, akan menyebabkan pembesaran ikan menjadi terlambat. Oleh karena itu, pemeliharaan ikan di kolam yang sedikit mengandung makanan alami perlu diberi makanan tambahan. Makanan tambahan itu dapat berupa dedak, bungkil, ampas tahu.

Kolam yang kurang mengandung makanan alami dapat diberikan pupuk. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kandang atau pupuk buatan yaitu pupuk urea. Pemberian pupuk ke kolam dimaksudkan untuk menumbuh- kan makanan alami yang dibutuhkan oleh ikan.

Pakan Ikan Buatan

Pakan yang diberikan pada ikan yang bukan makanan alami disebut pakan buatan. Disebut pakan buatan karena dengan sengaja dibuat oleh manusia yang dapat berupa tepung, pasta (bubur), dan pelet (butiran). Bahan untuk membuat pakan buatan harus mengandung protein, lemak, dan mineral.

Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat pakan buatan itu di antaranya:

  • Tepung ikan,
  • Tepung kedelai,
  • Tepung daging,
  • Tepung daun,
  • Tepung udang,
  • Dedak halus,
  • Tepung darah,

Susunan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan bentuk butiran (pelet)

Bahan Baku

Bagian (persen atau kg)

Daging keong

Ikan teri

Dedak halus

Tepung singkong

Ampas tahu

Mineral dan vitamin

10

25

35

8

20

2

Jumlah

100

Pakan Tambahan

Pakan tambahan yang biasa diberikan untuk ikan di antaranya, anak rayap, kepompong ulat, daun singkong, daun talas, dan dedak. Paling baik di tepi kolam didirikan kandang itik supaya sisa pakan itik dapat dimakan atau diberikan pada ikan. Sedangkan kotoran itik  dapat berfungsi sebagai pupuk kolam untuk pertumbuhan tumbuhan dan hewan renik kolam yang dapat dimanfaatkan oleh ikan sebagai makanan alami.

Penyakit Itik Dan Ikan

Penyakit Itik

Pada umumnya itik lebih tahan terhadap penyakit daripada ayam. Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak itik adalah sebagai berikut :

Penyakit Salmonela (Penyakit Mencret)

Penyebab

  • Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Salmonela

Penularan

  • Penularan melalui pakan dan minuman yang tercemar.
  • Penularan dapat juga melalui mesin tetas yang tercemar.

Gejala-Gejala

  • Itik mengalami mencret dengan kotoran berwarna hijau keputih-putihan.
  • Dari mata dan hidung keluar lendir.
  • Napas tersengal-sengal.

Pencegahan

  • Belilah itik bibit, telur atau anak itik yang bebas dari penyakit.
  • Memperhatikan kebersihan pada waktu akan menetaskan telur.
  • Usahakan agar anak itik tidak berdesak-desakan.
  • Kuburlah telur yang tidak menetas ke dalam tanah.

Pengobatan

  • Dengan Sulfaquinoxaline, Nitrofurazolidone atau antibiotik dengan aturan seperti yang tercantum pada label obat.

Penyakit ini dapat menular kepada manusia melalui telur, daging, dan bagian-bagian tubuh (hati, perut, usus) yang tercemar dan dimasak kurang matang.

Gejala-gejala orang yang tertular penyakit ini adalah :

  • Muntah-muntah;
  • Mencret;
  • Sakit perut;

Keracunan

Penyebab

  • Racun biasanya terdapat pada makanan kaleng yang telah busuk, daging busuk, dan bangkai.

Gejala-gejala

  • Gejala biasanya tampak 8 jam setelah termakan racun.
  • Tiba-tiba itik menjadi lesu.
  • Terjadi kelumpuhan pada leher, sayap, dan kaki.
  • Bulu mudah rontok.
  • Mencret dengan kotoran berwarna hijau.

Pencegahan

  • Usahakan itik jangan sampai memakan bangkai binatang.
  • Periksalah sekitar kandang kalau ada bangkai binatang atau sisa pakan yang membusuk.

Pengobatan

  • Pengobatan jarang yang berhasil.
  • Jika diketahui secara dini dapat dicoba dengan menggunakan obat urus- urus.

Penyakit lumpuh

Penyebab

  • Kekurangan Vitamin B1

Pengobatannya

  • Memperbaiki pakan
  • Pemberian vitamin B1
  • Pemberian tambahan hijauan atau sayuran

Salmonela

  • Kuman Salmonela yang telah lama bersarang dalam tubuh ternak yang menjalar sampai persendian.
  • Pengobatan tidak ada gunanya.

Penyakit bubul

Penyebab

  • Penyebabnya adalah terlalu banyak berjalan.

Gejala-gejala

  • Itik jalannya timpang.
  • Jika diraba telapak kakinya, itik merasa sakit.

Pencegahan

  • Hindarkan sebab-sebab yang dapat menimbulkan penyakit.

Pengobatan

  • Luka-luka diolesi iodium (obat merah).

Kolera Unggas

Penyebab

  • Penyebabnya adalah kuman pasteurella.

Penularan

  • Melalui pakan dan minuman yang tercemar.
  • Melalui burung-burung, tikus, danperantara lain.
  • Dapat pula melalui serangga, kutu, tungau, dan lainnya.

Gejala-gejala

  • Kasusperakut tiba-tiba itik mati.

Kronis

  • Nafsu makan turun.
  • Selalu ingin minum.
  • Mencret berwarna kuning dan tercampur darah.
  • Itikterbaring di lantai.

Pencegahan

  • Memperhatikan kebersihan.
  • Melakukan pemisahan terhadap itik yang sakit.
  • Vaksinasi kolera.

Pengobatan

  • Bagi yang belum parah dapat diberi antibiotik.
  • Pengobatan dengan obat-obat sulfa.

Penyakit Ikan

Penyakit Bintik Putih

Penyebab

  • Penyebabnya adalah parasit protozoa.

Gejala-gejala

  • Terjadi luka dan pendarahan pada insang dan sirip.
  • Pada bagian bawah selaput lendir ada bintik-bintik putih yang berukuran kecil dan bergerombol.

Pengobatan

  • Merendam ikan pada bak yang berisi larutan garam dapur, dengan perbandingan tiap liter air diberi garam dapur sebanyak 10 gram (kurang lebih satu sendok).
  • Ikan direndam dalam larutan garam selama 5 atau 10 menit.

Penyakit Ikan Lernaea

Penyebab

  • Penyebabnya adalah lernaea cyprinacea.

Gejala-gejala

  • Pada tubuh ikan terlihat binatang yang menempel dengan cara menusuk tubuh ikan dan mengisap sari makanan ikan.
  • Ikan menjadi kurus.
  • Terjadi luka-luka bekas tusukan.

Pengobatan

  • Merendam ikan yang terserang ke dalam larutan formalin dengan air perbandingan 1 formalin dengan 3 bagian air selama 10 menit.
  • Pengobatan selama 3 hari, tiap hari 3 kali perendaman.

Penyakit jamur

Penyebab

  • Penyebabnya adalah jamur.

Gejala-gejala

  • Ikan yang terluka mudah terserang jamur.
  • Jamur menembus daging, insang, dan  mengisap sari makanan dari tubuh ikan.
  • Ikan mati kurus.

Pengobatan

  • Dilakukan perendaman ikan dalam larutan Malachytgreen sebanyak 4 gram ke dalam 10 liter air.
  • Perendaman dilakukan selama 10 menit, tiga hari berturut-turut.

Kutu ikan

Penyebab

  • Penyebabnya adalah kutu.

Gejala-Gejala

  • Kutu mengisap sari makanan dari tubuh ikan.
  • Ikan yang terserang kutu menjadi kurus.
  • Bentuk kutu tipis dan pipih berwarna kelabu.

Pengobatan

  • Melakukan perendaman ikan ke dalam campuran 30 gram ke dalam satu liter air, selama 10 menit.
  • Obat-obatan dapat dibeli di apotek dengan harga murah dan peternak tinggal meramu sendiri.

Penyakit Bakteri (Jasad Renik)

Penyebab

  • Penyebabnya adalah bakteri.

Gejala-Gejala

  • Permukaan dada, sirip dan bagian perut berdarah.
  • Tubuh kusut dan tidak licin.
  • Jika serangan telah parah bagian sirip punggung, ekor, dan dada mengalami rusak dan kelihatan pecah.
  • Insang berwarna biru.

Pencegahan

  • Untuk ikan yang belum parah dapat direndam dalam Kali urn Permanganat sebanyak 20 gram dengan 1 meter kubik air selama 60 menit atau satu jam.
  • Ikan yang telah parah dimusnahkan.

Pengolahan Hasil

Pengolahan Hasil Itik

Pengolahan Itik Tua (Afkir)

Itik dibuat dendeng.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  • Tiga ekor itik tua (afkir)
  • Jahe satu potong besar
  • Bawang putih 3 bonggol
  • Gula merah 1/4 kilogram
  • Garam dapur kurang lebih 2 ,1/4 ons atau 1/4 kg
  • Bubuk ketumbar

Cara pembuatan

  • Itik dipotong kepala, kaki, dan jeroannya dibuang.
  • Kelenjar minyak pada ekor (brutu) sebaiknya dibuang, demikian juga lemak-lemak dikurangi.
  • Dada itik dibelah mulai dari leher, dada hingga ekomya, usahakan daging di punggung tidak putus.
  • Tulang-tulang dikeluarkan dengan hati-hati sehingga itik merupakan lempengan daging. Selanjutnya dicuci. 
  • Semua bumbu yang tersedia digerus sampai lembut, dioleskan ke seluruh daging itik, kemudian didiamkan semalam agar bumbu meresap.
  • Setelah semalam didiamkan, kemudian paginya ditaburi bubuk ketumbar sampai rata.
  • Daging itik siap dijemur sampai kering.
  • Setelah kering daging itik siap dimasak dengan cara dibakar atau digoreng.
  • Daging itik yang telah kering siap disimpan dan tahan lama.

Pengolahan Telur Itik

Dengan Cara Pembungkusan Kering

Bahan-bahan :

  • Telur itik 30 butir
  • Garam dapur 1/2 kg
  • Bata merah halus 1 kg (5 gelas peres)
  • Air secukupnya
  • Abu dapur 1 kg

Alat-alat :

  • Periuk atau panci tempat membuat adonan
  • Tempat penyimpan telur

Cara kerja :

  • Garam dapur, bata merah, dan setengah abu dijadikan adonan seperti bubur kental dengan menambahkan air secukupnya.
  • Telur itik dicuci, kemudian dikeringkan.
  • Telur dibungkus satu per satu dengan adonan kemudian digulingkan pada sisa abu kering.
  • Pembungkusan telur dengan adonan setebal 2 mm.
  • Telur disimpan dalam penyimpanan selama 10 sampai 14 hari hingga cukup asin rasanya.

Dengan Perendaman

  • Air dicampur garam dapur dididihkan, hingga semua garam terlarut.
  • Setelah dingin, telur yang telah dicuci dimasukkan ke dalam larutan.
  • Biarkan terendam selama 7 sampai 14 hari.
  • Kemudian direbus untuk dimakan.

Pengolahan Ikan

Penggaraman Basah

Bahan-bahan

  • Larutan garam dengan perbandingan garam 1/4 berat air.
  • Bak ukuran tinggi 1 m, lebar 1 m, dan panjang 1 m.

Cara kerja

  • Larutan garam dimasukkan ke dalam bak.
  • Ikan dicuci dari kotoran. Untuk ikan yang besar dibuang isi perutnya.
  • Setelah ikan dibersihkan dimasukkan ke dalam larutan garam.
  • Ikan dalam larutan garam didiamkan kurang lebih 10 jam.
  • Setelah direndam, ikan dijemur di bawah terik matahari sampai kering.
  • Bekas air garam yang digunakan dapat dimanfaatkan kembali dengan penambahan sedikit garam.

Penggaraman Kering

Bahan-bahan

  • Garam krosok,
  • Bak tempat penggaraman,
  • Ikan,

Cara kerja

  • Dasar bak ditaburi garam.
  • Ikan ditata di atas garam di dalam bak.
  • Di atas ikan ditaburi garam, kemudian dilapisi ikan lagi, kemudian digarami lagi, berlapis-lapis sampai penuh.
  • Biarkan lapisan ikan dan garam ini selama 6 sampai 12 jam.
  • Setelah 12 jam ikan dibongkar, kemudian dijemur sampai kering.

Sumber : Buku (Ir. N. R Dewi Sopiah Azuri, Ir. Eddy Suwartono / Itik Tumpang Sari Ikan)

Demikian Pembahasan Tentang Jenis Usaha Kecil Baru Dan Kreatif Budidaya Ternak Itik Tumpang Sari Ikan Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂