Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kunyit Dan Cara Pengendaliannya

Posted on

RuangTani.Com – Bila anda ingin membudidayakan tanaman kunyit, anda tentunya harus mengerti atau paham mengenai serangan hama-hama dan juga penyakit yang akan menimpa tanaman kunyit serta cara bagaimana mengendalikannya. Apakah anda sudah mengetahui atau mengerti dengan jenis hama maupun penyakit serta cara mencegahnya serta mengenali gejalanya !! bila belum, simak ulasannya.

kunyit

Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kunyit Dan Cara Pengendaliannya

Berikut ini hama yang menyerang tanaman kunyit :

Ulat penggerek ( Dichcrosis puntifera ).

Untuk jenis hama pada tanaman kunyit selama ini diakui hanya satu jenis yaitu Ulat penggerek akar ( Dichcrosis puntifera ). Tanaman kunyit yang terserang oleh ham ini akan memperlihatkan tanda atau gejala yang berupa pada pangkal akar tunas daun menjadi layu, bila hal tersebut dibiarkan tanpa adanya perawatan maka akan mengakibatkan tunas mengering lalu membusuk.

Baca juga :

Hal ini tidak akan begitu terlihat apabila kunyit terserang saat berusia sudah mencapai 10 bulan, karena saat kunyit siap dipanen, pada batang dan daun akan menguning dan terlihat layu, namun dapat anda teliti pada bagian akar, bila membusuk berarti itu adalah hasil dari serangan hama ulat penggerek akar ini.

  • Cara Pengendalian

    Untuk dapat mengendalikan jenis hama ini dapat dengan melakukan sanitasi lahan secara rutin agar lahan steril dari serangan hama tersebut, bila terlihat gejala yang sama pada sebagian tanaman kunyit anda, berarti terjadi serangan hama ini secara besar-besaran. Bila sudah tak terbendung, anda bisa mengatasinya dengan cara meenyemprotkan insektisida furadan G-3 secara berkala. Sebenarnya serangan ini dapat anda cegah sebelumnya dengan cara memilih bibit tanaman kunyit yang memiliki tahan terhadap serangan hama.

Berikut ini penyakit yang menyerang tanaman kunyit :

Layu Bakteri Ralstonia ( Pseudomonas ) solanacearum E.F Smith

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala bisa terlihat pada daun tua yang menguning dan kemudian menggulung jauh sebelum masa panen tiba, bila hal ini dibiarkan seluruh daun termasuk daun muda akan mengikuti proses penguningan dan layu sampai seluruh daun akan mati. Pada bagian pangkal terlihat cekung basah dengan garis hitam atau abu-abau sepanjang batang yang jika anda tekan dengan tangan akan mengeluarkan lendir yang berwarna putih susu.

  • Cara Pengendalian

    Dengan memperbaiki drainase tanah atau menanam bibit tahan penyakit. Untuk mencegah penyebaran, buanglah tanaman yang tertular dan musnahkan jauh dari lahan tanaman tersebut.

Busuk Akar Rimpang

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Sclerotikum rolfsii Sacc. Gejalanya yang terlihat pada bagian kulit akar keriput serta tunas-tunas muda yang membusuk serta mengering dan berwarna coklat kehitaman. Hal ini terlihat pada permukaan kulit yang keriput berupa miselium jamur tipis yang berwarna putih seperti berbulu. Bila hal ini dibiarkan maka pada akar tanaman akan membusuk dan lama-kelamaan akan mati.

  • Cara Pengendalian

    Dapat dikendalikan dengan perbaikan drainase tanah dan menanam bibit yang tahan penyakit, atau dapat juga dengan menyemprotkan fungisida pada tanaman yang tertular.

Karat Daun

Disebabkan oleh organisme puccinia sp. Terlihat gejalanya pada bintik-bintik berbentuk bulat berwarna coklat kehitaman yang berukuran 1-6 mm, dengan jaringan yang berwarna coklat kekuningan mengelilinginya. Bisa dilihat juga pada permukaan bawah ditemuka butir-butir halus berwarna kuning yang merupakan uredospora cendawan. Bila hal ini dibiarkan akan menyebabkan kematian pada tanaman dan menggagalkan panen pada serangan yang besar.

  • Cara Pengendalian

    Dapat dikendalikan dengan cara mengatur kelembaban lingkungan tanam.

Bercak Daun

Disebabkan oleh organisme colletotrichun capsici. Gejala yang terlihat dengan bercak yang berukuran 4-5 cm didaun. Pinggir bercak tidak beraturan dan dikelilingi garis berwarna kekuningan dengan bagian tengah yang kering. Lama-kelamaan bintik hitam akan muncul menyerupai bentuk cincin. Apabila hal ini biarkan maka akan menyebabkan kematian pada daun.

  • Cara Pengendalian

    Dapat dikendalikan dengan penanaman benih dari induk sehat, dapat pula dengan penggunaan fungsida atau cairan kapur bordo selama 4-7 hari hingga tanaman terlihat.

Demikianlah pembahasan mengenai Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kunyit Dan Cara Pengendaliannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂