Menurunnya Produksi Tanaman Mentimun Di Sebabkan Hama Dan Penyakit

Posted on

Ruangtani.com – Tanaman mentimun ( cucumis sativus L. ) merupakan salah satu jenis sayuran dari family labu-labuan ( cucurbitaceae ) yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Metimun ini dapat ditanam didataran rendah hingga dataran tinggi karena daya adaptasi tanaman pada berbagai iklim cukup tinggi. Masalah yang seering dihadapi bagi petani dalam membudidayakan mentimun ialah gangguan atau serangan hama dan penyakit yang sering datang pada saat musim penghujan maupun saat musin kemarau.

Pada saat kondisi musim hujan para petani tidak perlu repot melakukan penyiraman terhadap tanaman yang mereka tanam namun resiko terkena hama penyakit jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan musim kemarau.

Adanya serangan hama dan penyakit dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan produksi mentimun. Oleh sebab itu inventarisasi hama dan penyakit pada pertanaman mentimun perlu dilakukan agar pengelola tanaman mentimun dapat dilakukan dengan baik.

penyakit mentimun

Menurunnya Produksi Tanaman Mentimun Di Sebabkan Hama Dan Penyakit

Ada beberapa hama dan penyakit Yang sering menyerang tanaman mentimun, yang ditemukan antara lain :

  • Lalat buah bactrocera cucurbitae ( dipteral : tephritidae )
  • Penggorok daun ( liriomyza sp ) ( diptera : agromyzidae )
  • Kumbang pemakan daun ( aulocophora similis oliver ) ( celeoptera : chrysomelidae )
  • Dan penyakit bercak daun bersudut ( pseudomonas lachrymans ).

Lalat Buah Bactrocera Cucurbitae

Lalat buah merupakan hama yang memiliki arti penting bagi pertanaian, terdapat sekitar 400 spesies lalat buah di dunia dan sekitar 35 % diantaranya merupakan hama penting pada buah-buahan termasuk didalamnya buah-buahan komersial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Disampaing menyerang buah-buahan sekitar 40 % larva lalat buah juga hidup dan berkembang pada tanaman sayur-sayuran.

Kerusakan yang diakibatkan lalat buah menyebabkan munculnya gejala tusukan lalat buah berupa titik hitam pada buah serta gugurnya sebelum mencapai kematangan yang diinginkan sehingga produksi baik kulitas maupun kuantitsa menurun.

Baca juga :

Telah berbagai upaya pengendalian lalat buah dilakukan baik secara tradisional dengan membungkus buah dengan kantong plastik, serta Koran atau daun kelapa maupun dengan menggunakan insektisida kimia. Disamping itu petani mengendalikan lalat buah dengan atraktan yaitu senyawa yang dapat menarik lalat buah jantan.

Teknik ini efektif untuk mengendalikan lalat buah jantan yang masuk kedalam perangkap beratrakan. Teknik berikunta yaitu teknik jantan mandul yang merupakan cara pengendalian dengan membuat lalat buah jantan menjadi infertile artinya lalat buah jantan masih dapat membuahi betina, namuntelur yang akan dihasilkan steril dan larva dalam keadaan rusak.

Penggorok Daun ( Liriomyza sp )

Penggorok daun Liriomyza sp, termasuk serangga polifag yang dikenal sebagai hama utama pada tanaman sayuran dan hias diberbagai Negara. Hama ini penyebarannya dibeerapa daerah seperti di jawa, sumatera dan Sulawesi dan dapat menimbulkan kerusakan berat pada tanaman lain seperti mentimun, buncis dan kacang merah. Lalat dengan tipe makan polifag ini dapat ditemukan pada berbagai jenis tanaman, sehingga memungkinkan terbentuknya banyak spesies akibat adaptasi mutasi dan evolusi.

Gejala serangan lalat penggorok daun pada tanaman mudah dikenal dengan adanya liang korokan beralur warna putih bening pada bagian mesofil daun. Apabila liang korokan tersebut dibuka akan terlihat larva yang aktif bergerak. Larva dan makan didalam liang korokan. Pada satu helai daun dapat dijumpai lebih dari satu liang korokan pada serangan lanjut warna liang korokan menjadi kecoklatan, daun layu dan gugur.

Gejala berupa liang korokan beralurwarna putih bening pada bagian mesofil daun, gejala ini banyak ditemukan pada daun tanaman. Jumlah alur korokan bervariasi, bergantung pada jumlah larva yang menetas. Pada serangan lanjut liang korokan berubah warna menjadi kecoklatan dan didalamnya larva berkembang. Gejala tersebut merupakan ciri khas serangan lalat penggorok daun.

Berdasarkan komponen pengendalian yang tersedia pada tanaman hias dan sayuran, rekomendasi PHT untuk lalat penggorok daun dapat dilakukan dengan :

  • Tanam serentak pada hamparan kisaran waktu 14 hari
  • Pergiliran tanaman dengan padi atau jagung untuk lahan sawah dan jagung ubi untuk lahan kering
  • Pemantauan lalat penggorok daun mulai 6-30 hari
  • Pemupukan berimbang
  • Pemasangan perangkap warna liked kuning ( 16 cm x 15 cm )

Kumbang Pemakan Daun ( Aulocophora Similis Oliver )

Aulacophora similis merupakan kumbang yang menimbulkan kerusakan cukup parah atau sirius pada pertanaman mentimun. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengurangi ukuran buah mengakibatkan buah sulit dipasarkan terutama untuk kerusakan yang tampak pada buah. Dibeberapa daerah serangga ini dikenal dengan nama oteng-oteng atau kutu kuya. Untuk populasinya serangga ini pada tanaman mentimun labih tinggi dibandingkan populasi hama mentimun yang lain.

Serangan larva dalam jumlah yag besar dapat mematikan tanaman dan biasnya terjadi pada area yang ditanami satu varietas yang sama secara terus menerus tanpa adanya rotasi dengan tanaman yang bukan inang. Gejala yang ditimbulkan tanaman terserang menjadi layu karena jaringan akarnya dimakan larva dan daunnya berlubang dimakan kumbang Asimilis aktif.

Sepanjang tahun memakan daun dan bunga tanaman. Gejala kasha yang ditunjukkan serangga ini ialah lubang gerak pada daun yang membentuk semisirkuler. Aktifitas makannya pada daun dilakukan dengan cara memutar tubuhnya menggunakan ujung poros abdomen. Sehingga menghasilkan luka melingkar dan pad akhirnya lingkaran tersebut akan luruh sehingga membentuk luka melingkar yang besar.

Beberapa serangga menyerang daun yang sama hingga hanya menyisakan tulang daun. Kerusakan pada phase perkecambah dapat mengakibatkan daun terlambat muncul. Bahkan pada tingkat kerusakan yang parah dapat mengakibatkan kematian kecambah.

Walaupun daun muncul tetap akan mengakibatkan keterlambatan dalam pertumbuhannya. Kerusakan pada bunga sangat berpengaruh terhadap produksi benih. Hla ini karena kulitas dan kuantitas polle menjadi rendah sehingga dapat mengurangi efekttivitas polinasi dan mengakibatkan rendahnya biji yang terbentuk.

Penyakit Bercak Daun ( Pseudomonas Lachrymans )

Penyakit bercak daun bersudut disebabkan oleh cendawan Pseudomonas Lachrynmans. Pathogen menyebar pada saat musim hujan. Gejala yang ditimbulkan berupa daun bercak kecil kuning dan bersudut pada serangan berat seleuruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu mengering dan berlubang. Pengendalian dengan pemberian Natiral Glio sebelum ditanam.

Hama dan penyakit pada tanaman mentimun sebenarnya tidak terlalu banyak, pemberantasan hama dan penyakit segera dilakukan setelah terlihat tanda-tanda serangan. Cara pemberantasannya antara lain dengan cara mekanis ( eradiksi/pemotongan daun ) maupun dengan cara kimia ( penyemprotan pestisida ). Perlakuan terbaik adalah dengan jalan pencegahan ( preventif ) dengan diketahui jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerangi tanaman mentimun.

Demikianlah pembahasan mengenai Menurunnya Produksi Tanaman Mentimun Di Sebabkan Hama Dan Penyakit ini semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi anda, sekian dan terima kasih. 🙂