Cara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Seleksi Biji

Posted on

Untuk mendapatkan tanaman karet dengan produktivitas tinggi penggunaan bibit tidak boleh sembarangan. Bertanam karet menggunakan bibit yang sembarangan hanya akan menimbulkan beberapa penyesalan yang akan timbul pada kemudian hari. Setelah itu pada tanaman berproduksi dengan produktivitas rendah, juga pada peremajaan tanaman merupakan pemborosan. Serta untuk Produktivitas dnggi hanya bisa diperoleh dari bibit klon unggul yang telah melewati ujicoba di laboratorium. Karenanya dianjurkan memilih klon yang telah direkomendasikan sesuai dengan provinsi dan tipe iklimnya.

 

Menyiapkan Batang Bawah

Langkah pertama untuk melakukan kegiatan pembibitan karet adalah dengan menyiapkan batang bawah yang juga berasal dari biji tanaman karet itu sendiri. Penyiapan pada batang bawah ini juga meliputi kegiatan pemilihan serta seleksi biji, pengecambahan, dan penyemaian pada tanaman.

 

Seleksi Biji

Tidak semua biji karet yang juga telah dikumpulkan dari lahan bisa saja digunakan sebagai bahan bibit untuk ditumbuhkan menjadi beberapa batang bawah. Biji-biji tersebut harus lulus uji diseleksi dan juga berdasarkan kemurnian klon dan daya kecambahnya. Untuk memastikan kemurnian klon, biji dari satu areal perkebunan yang sudah diketahui klonnya hams diusahakan tidak tercampur dengan biji dari klon berbeda/dari areal lain. Karenanya, biij-biji dari suatu areal yang sudah jelas klonnya harus dipisahkan dari areal lain dengan klon berbeda. Sementara itu, memastikan daya kecambah biji tersebut bisa dilihat dari kesegaran, ukuran, daya lenting, posisi saat direndam, dan warna belahannya.

Biji karet yang juga memiliki daya kecambah baik adalah biji yang masih dalam keadaan segar dan tidak layu.Dalam Artian, baru jatuh dari pohonnya atau paling lambat adalah empat hari setelah jatuh. Tidak untuk disarankan menggunakan biji-biji yang dikumpulkan pada hari pertama adalah pengumpulan karena memang tidak diketahui kapan biji-biji tersebut jatuh. Pada saat pengumpulan pada hari pertama juga bisa saja menjadi biji-biji tersebut sudah jatuh pada beberapa minggu saja atau bahkan juga beberapa bulan sebelumnya, sehingga nantunya tanaman tersebut sudah tidak segar lagi.

Biji yang telah dikumpulkan pada hari kedua dan pada hari berikutnya serta seterusnya keadaannya bisa saja dipastikan masih sangat segar, dengan catatan pada pengumpulan hari pertama pada semua  biji yang akan berjatuhan di permukaan lahan diambil pada semua. Dengan demikian, biji-biji yang nantinya akan dikumpulkan pada hari kedua dan berikutnya memang sudah benar- benar baru jatuh dari pohonnya dan siap untuk di panen.

Berdasarkan dari bentuk ukurannya, secara umum  biji karet yang ukuran telah  memiliki daya kecambah memang paling baik dari pada dibandingkan dengan ukuran lainnya dan daya kecambah biji yang isinya berukuran besar lebih baik dari pada biji yang ukuran kecil. Melalui pengamatan, biji karet yang memiliki daya kecambah yang baik adalah kecambah yang memiliki berkulit luar mengilap. Sementara itu,pada berdasarkan daya lentingnya yang ada, biji yang akan dijatuhkan di ubin dan akan  memantul berarti kedaannya memang sangat cukup baik. Sebaliknya, jika tidak memantul keadaannya cambah tersebut  jelek atau kurang baik.

Cara terakhir untuk untuk mengetahui daya kecambah biji adalah dengan cara pembelahan. Pembelahan ini juga nantinya dilakukan dengan metode yang sangat sample. Sekitar 100 biji karet dari 200 kg biji juga bisa diambil secara acak dan kemudian akan dibelah menggunakan batu atau palu. Setelah dapat dibelah, ada enam kriteria daya kecambah biji karet yang juga bisa disimpulkan berdasarkan warna belahannya. Keenam kriteria tersebut dapat dibagai sebagai berikut.

  1. Belahan biji yang berwarna putih dinilai sangat baik.
  2. Belahan biji yang berwarna kekuningan juga dapat disebut biji yang baik.
  3. Belahan biji kekuningan agak kehijauan dinilai cukup baik.
  4. Belahan biji kekuningan berminyak dinilai jelak.
  5. Belahan biji kekuningan gelap dinilai rusak.
  6. Belahan biji yang kecokelatan hingga kehitaman berari nilainya biji tersebut busuk.

Jika ingin hasil yang terbaik tentu saja semua biji harus memiliki kriteria pada artian daya kecambah yang sangat baik, yaitu setelah dibelah semua berwarna putih. Namun, untuk mencapai keadaan ideal tersebut sangat mustahil. Karenanya apabila akan dilakukan pembelahan diketahui biji dengan kriteria baik, yaitu pilihlah biji yang memang berwarna kekuningan berjumlah minimum 80%, biji tersebut sudah bisa dikatan dengan biji yang baik.

Disebabkan akan dikembangkan di tempat lain, biji-biji terseleksi dari suatu areal harus sering melalui perjalanan yang relatif jauh dan memakan waktu lama. Lamanya waktu dalam peijalanan bisa menurunkan daya kecambah biji sampai 50%. Karenanya, kegiatan pengiriman biji-biji karet harus dilakukan dalam waktu singkat untuk mengurangi risiko penurunan daya kecambah. Selain itu, biji-biji tersebut sebaiknya direndam urltuk mempertahankan kesegarannya.

Kegiatan yang perendaman dilakukan dengan cara memasukkan biji-biji karet dalam karung plastik serta  selanjutnya merendamnya dalam air bersih kurang lebih selama empat malam. Harus diusahakan dalam karung terendam di dalam air seluruhnya. Karenanya, di atasnya perlu juga diberi beban. Setelah empat malam terendam, karung diangkat serta ditiriskan, selanjutnya biji-biji tersebut dihamparkan atau dikeringanginkan di atas anyaman bambu di dalam ruangan bersirkulasi udara baik hingga kering. Pada Saat mulai pengeringan di dalam ruang ini tebal hamparan sebaiknya tidak melebihi hingga 5 cm.

Agar terlindungi dari dari infeksi bakteri atau mikroorganisme lainnya, biji-biji tersebut wajib untuk disemprot menggunakan fungisida Actiodane dengan kepekatan 0,05%. Setelah biji disemprot dan kering, biji karet siap dikirim ke tempat persemaian dengan  jaraknya yang relatif  sangat jauh.

Pengecambahan

Biji-biji yang memang telah diseleksi berdasarkan kemurnian klon dan juga pada daya kecambah seperti yang memang telah diuraikan, harus segera dikecambahkan. Ada dua tempat untuk pengecambahan harus berdasarkan jumlah biji karetnya. Jika pada jumlah biji karetnya sedikit, pengecambahan bisa menggunakan peri kayu dan jika biji karetnya juga banyak pengecambahan dilakukan di atas lahan.         

  

Pengecambahan Menggunakan Peti Kayu

Ukuran peti kayu yang juga dapat digunakan disesuaikan dengan jumlah biji karet yang nantinya akan dikecambahkan. Pada area dasar peti juga dapat ditaburkan tanah yang halus sampai setengah tinggi peti, kemudian juga perlu ditaburkan pula pasir halus sampai sekitar 15 cm dari permukaan peti.

Biji-biji karet dibenamkan sampai 3/+ memang ukuran biji dengan perut biji terletak di bawah. Selanjutnya, yang akan dilakukan suatu penyiraman dengan cara teratur  dua kali sehari dengan menggunakan alat penyiram berlubang halus serta  gembor, sehingga pasir dalam keadaan lembap. Agar tidak dimakan tikus, peti ditutup dengan kawat kasa atau kawat antinyamuk.

 

Pengecambahan di Lahan

Lokasi pengecambahan seharusnya dapat dipilih yang dekat dengan sumber air karena harus tempatnya selalu lembap. Setelah itu, tanah juga harus dibersihkan dan batu-batuan, gulma, tunggul-tunggul kayu, sisa-sisa akar, dan kotoran lainnya sambil dicangkul dengan kedalaman 15 cm. Selanjutnya juga dapat dibuat bedengan dengan lebar 125 cm dan juga pada panjang sesuai dengan keadaan lahan. Kemudian pasir nantinya ditaburkan secara merata di atas permukaan bedengan.

Agar nantinya terhindar dari terpaan matahari dan guyuran hujan, bedengan harus diberi atap dengan bang di sebelah timur lebih tinggi daripada bang sebelah barat. Dengan perbedaan kebnggian seperb itu, pada pagi hari bedengan mendapat sinar matahari dan terlindung pada siang dan sore hari.

Cara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Seleksi Biji

Setelah bedengan sudah siap, biji-biji nantinya akan dibenamkan di permukaannya dengan jarak antarabiji 1 cm, sehingga pada setiap meter persegi bedengan bisa dengan memuat 1.000 biji. Agar permukaan bedengan tetap lembap, penyiraman juga dapat dilakukan secara teratur 2—3 hari sekali atau tergantung pada keadaan cuaca. Jika bijinya sudah  cukup bagus dan kegiatan pengecambahan juga dapat dilakukan secara benar,kemudian pada saat 10 hari kemudian biji-biji akan berkecambah.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang bercocok tanam karet