Cara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Metode Penyemaian

Posted on

Metode persemaian  akan di bahas secara meluas dan beberapa tehnik setelah biji berkecambah adalah memindahkannya ke tempat persemaian. Di tempat persemaian inilah biji yang nantinya memang sudah berkecambah akan dibesarkan untuk diokulasi dan selanjutnya baru bisa untuk dipindahkan ke lahan. Biji yang sudah berkecambah juga harus secepatnya dipindahkan ke tempat persemaian untuk meningkatkan produktifitas serta petumbuhannya. Prinsip pemindahan ini nantinya juga akan semakin cepat dipindahkan semakin baik. Paling baik pemindahan dan nanti aiakn dilakukan saat kecambah belum berdaun atau tidak berdaun.

Kecambah yang telah berdaun akan cepat layu dan mati saat berada di tempat persemaian. Toleransi waktu pemindahan maksimum adalah tiga minggu setelah berkecambah. Kecambah yang baru berumur lebih dari tiga minggu biasanya nanti akan sangat lemah dan pertumbuhannyalambat pada tempat penyemaian yang lambat. Kecambah biji karet mcmiliki akar menghunjam ke dalam tanah yang disebut dengan akar tombak. Bcntuk akar tumbak ada yang lums, bercabang, dan ada pula yang terpelintir. Bentuk yang lurus adalah akar tumbak yang sangat terbaik untuk dipindahkan ke lahan persemaian nantinya. Semakin tua umur kecambah tersbut, akar tumbak juga semakin panjang dan semakin dalam masuk kedalam tanah, sehingga pengambilannya nanti akan menjadi sangat relatif sulit karena kemungkinan akar patah dan juga akan terputus sangatlah besar.

Kecambah karet diambil dengan cara dicungkil menggunakan sebilah bambu yang diruncingkan. Pencungkilan ini juga harus segera dilakukan dengan teliti serta harus berhati-hati agar akar tombaknya tidak tersentuh dan patah, apalagi usahakan jangan sampai bengkok ataupun patah. Pengambilan dan pemindahan kecambah dari tempat perkecambahan ke tempat persemaian harus sebaiknya juga harus dilakukan saat matahari tidak bersinar terik panas, biasanya dilakukan sebelum pukul 10.00 atau setelah pukul 16.00. Tempat persemaian tersbeut bisa berupa lahan atau kantong plastik yang telah disediakan.

Cara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Metode PenyemaianCara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Metode Penyemaian

Penyemaian di Lahan

Idealnya, tempat persemaian pada lahan ini juga harus menggunakan media atau tanah yang sangat subur, remah, serta bertekstur gembur, kaya bahan organik, dan juga dekat dengan areal perkebunan supaya gampang di jangkau. Tanah terpilih tersebut selanjutnya dibersih kan dari bebatuan serta kotoran lainnya yang ada di sekitarnya, lalu langsung diolah dengan cara dicangkul dengan kedalaman  50—70 cm. Setelah diolah, lahan persemaian baru bisa dibuat menjadi bedengan-bedengan dengan lebar sekitar 12 meter serta panjang 25 meter. Di antara bedengan tersbut juga akan dibuat selokan-selokan yang terdiri dari selokan primer serta sekunder untuk mengeluarkan bibit air, sehingga lahan tidak akan tergenang air walaupun hujan lebat. Selokan primer juga dibuat hingga mempunyai lebarnya 50 cm dan juga pada kedalaman 40 cm dan selokan sekunder lebar sampai 30 cm dan dalam 25 cm.

Jika bedengan telah dipersiapkan,baru kecambah bisa segera ditanam dengan baik.Serta pada saat Kecambah yang akar tombaknya sudah panjang harus langsung dibuatkan lubang tanam dan jika akar tombaknya terlalu pendek atau sama sekali belum berakar tidak perlu untuk dibuatkan lubang tanam. Jarak tanam tergantung dari pada ukuran kecambahnya, untuk stum tinggi jarak tanamnya antara 60 x 90 cm dan untuk stum rendah 60 x 60 cm saja.

Kegiatan untuk perawatan tanaman saat bibit sudah berada di lahan meliputi penyiraman,serta pemupukan, penyiangan, dan juga untuk pemberantasan hama agar tanaman benar-benar sehat. Penyiraman harus dilakukan secara rutin mengingat bibit karet sangatlah peka sekali terhadap kondisi kekeringan. untuk Penyiraman harus dilakukan dua kali sehari atau tergantung pada keadaan lahan serta iklim sekitar. Yang pasti lahan persemaian harus dalam keadaan yang lembap agar membuahkan hasil.

Pemberian pupuk saat bibit pada area persemaian sangat dianjurkan karena bisa memacu pertumbuhan tanaman secara cepat. Pupuk yang dianjurkan adalah menggunakan pupuk yang memiliki beberapa kandungan hara makro lengkap, seperti halnya pada pupuk  NPK sebanyak 10 gram/bibit dan diberikan sebulan setelah bibit berada di lahan tersebut. Cara pemberiannya, pupuk dimasukkan ke dalam lubang melingkar beri jarak 7 cm dari bibit dan kemudian lubang ditutup tanah lagi.

Tiga bulan kemudian harus juga dilakukan pemupukan lagi dengan menggunakan pupuk yang sama dengan dosis 15 gram/bibit. pada kesempatan ini, pupuk cukup ditaburkan di antara barisan tanaman saja dan selanjutnya tanah langsung digemburkan agar pupuk dapat meresap dan masuk ke dalamnya.

Gulma yang nantinya juga bisa tumbuh di antara bibit karet harus bisa diatasi. Jika tidak, akan terjadi persaingan dengan tanaman utama dalam mencari hara di dalam sel tanah. Saat tanaman memang masih sangat muda, kegiatan penyiangan harus dilakukan secara hati- hati agar tidak mengganggu perakaran tanaman lainya yang ada dilahan.

Hama yang juga sangat sering mengganggu bibit karet adalah hewan belalang yang memakan daun-daunnya. Penyemprotan insektisida Thiodan dengan dosis 1,5 ml/liter air sangat penting dan  juga dilakukan hingga lima hari sekali untuk mengendalikan serangan belalang tersebut.

 

Penyemaian Menggunakan Kantong Plastik

Kantong plastik atau polibag yang akan digunakan untuk menjadi wadah tempat menyemaikan bibit karet harus sebaiknya mempunyai ukuran 25 x 56 cm atau diperkirakan dan juga dapat menampungsekitar 10 kg tanah. Sebelum tanah akan dimasukkan ke dalamnya, pada area dasar plastik harus segera diberi beberapa lubang sebagai tempat keluarnya air siraman nantinya.

Tanah dalam media tanam ini juga harus benar-benar sangat subur dan berhumus yang dapat diambil dari tanah permukaan (top soil) dan juga pada kedalaman maksimum 15 cm. Tanah tidaklah perlu lagi untuk dicampur pupuk kandang, pasir, atau bahan-bahan lainnya. kemudian setelahnya, baru kecambah karet ditanam dengan cara yang sama dengan menanam kecambah pada persemaian di lahan seperti biasanya.

Kantong-kantong plastik yang akan tempat persemaian harus segera secepatnya langsung diletakkan pada area lokasi yang setiap pagi dan sore mendapat sinar matahari yang cukup. Kantong-kantong plastik tersebut kemudian diletakkan di dal am alur sedalam 20 cm, setelah itu ditimbun, sehingga yang muncul ke permukaan hanya 5 cm. Jarak antara kantong plastik dengan barisan sekitar 20 cm dan antar barisan cuma 30 cm. Setiap dua baris kantong plastik harus telah dibuat jalan selebar 75 cm untuk kegiatan perawatan tanaman di kemudian hari.

Perawatan pada area bibit karet di dalam kantong plastik pada dasarnya sangat sederhana sama dengan cara yang ada di lahan, dengan meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, serta pemberantasan hama. Hanya, untuk pemupukan cukup menggunakan TSP dengan dosis 10 gram dan 15 gram/bibit saat bibit benar-benar berumur sebulan dan tiga bulan setelah masa tanam.

Demikian Cara Tepat Pembibitan Tanaman Karet Dengan Metode Penyemaian.Semoga bermanfaat