Teknik Pemupukan Pada Tanaman Buah

Posted on

RuangTani.Com – Tahap pemupukan merupakan salah satu kegiatan rutin yang perlu dilakukan dalam merawat pada tanaman buah. Hal ini sering dilewatkan atau keliru dalam melakukan pemupuka, sehingga hasil yang diharapkan pun tidak tercapai. Sesubur-suburnya tanah apabila terus menerus tanpa ditambah dengan pupuk atau bahan-bahan mineral maka lama kelamaan ketersedian zat hara dalam tanah akan habis terkuras untuk pertumbuhan tanaman.

Teknik Pemupukan Pada Tanaman Buah

Teknik Pemupukan Pada Tanaman Buah

Yang akibatnya pada tanaman pun akan menjadi kurus dan produksi akan menurun. Karena itulah kegiatan pemupukan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam membudidayakan tanaman. Jika pemupukan tidak semata-mata ditujukan untuk menyediakan bahan makanan yang lebih banyak bagi tanaman tetapi secara tak langsung juga mempengaruhi struktur dan produktivitas tanah. Nah berikut yang perlu diperhatikan dalam pemupukan simak ulasannya berikut ini.

Menganalisa Tanah

Hingga saat ini tidak ada rumus yang ces-pleng dalam hal memberikan pupuk. Sebab data-data yang diperlukan untuk membuat anjuran pemupukan jarang dikumpulkan. Terutama data tentang status unsur hara di dalam tanah dan respos tanaman di suatu daerah terhadap pemupukan. Apalagi yang diketahui respon setiap tanaman berbeda menurut jenis maupun umurnya. Apabila ingin mendapatkan hasil yang lebih layak dalam kegiatan pemupukan, memang sebaiknya dilakukan analisis pada tanah terlebih dahulu hal ini untuk menentukan jenis, sifat-sifat dan perkiraan tingkat kesuburan tanah tersebut. Dengan begitu maka hasilnya dapat dijadikan pedoman dasar untuk menduga kebutuhan zat hara wilayah tersebut. Masalahnya sekarang masyarakat kita terutama perkebun skala kecil tidak terbiasa dengan melakukan analisis tanah sebelum memulai usahanya.

Memang tanpa analisis tanah terlebih dahulu, kegiatan pemupukan dapat saja dilakukan. Sebab tampaknya kita telah hafal dengan jenis pupuk yang umum dan perlu digunakan yaitu

  • Biasanya pupuk yang berikan terbatas pada pupuk kandang atau kompos untuk memperbaiki struktur tanah
  • Serta pupuk anorganik seperti urea ( sumber nitrogen )
  • TSP ( sumber fosfor ) atau KCI ( sumber kalium ) untuk pertumbuhan tanaman

Padahal selain unsur itu tanaman juga masih membutuhkan unsur seperti :

  • Kalium ( Ca )
  • Magnesium ( Mg ) dan belerang ( S )
  • Serta unsur mikro besi ( Fe )
  • Tembaga ( Cu )
  • Seng ( Zn )
  • Mangan ( Mn )
  • Boron ( B )
  • Dan molibdenum ( Mo )

Setiap tempat yang memiliki sifat tanah yang berbeda dengan kandungan unsur yang berbeda juga, baik itu jenis maupun dosisnya. Tanpa analisis tanah dosis pupuk yang diberikan pun hanyalah dosis rata-rata. Cara ini sebenarnya juga merugikan, sebab dapat terjadi konsumsi mewah oleh tanaman. Artinya unsur diasimilasi oleh tanaman melebihi jumlah yang diperlukan tanpa member manfaat fisiologi yang baik.

Waktu Pemupukan Dan Dosis

Cara mengetahui patokan yang aman untuk memupuk ialah dengan melihat fungsi masing-masing unsur terhadap tanaman sebagai berikut :

  • Nitrogen misalnya berfungsi merangsang pertumbuhan pada daun, batang dan bagian lain pada tanaman tersebut.
  • Fosfor yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar-akar baru, mempercepat pembungaan, pemasakan biji serta memperkokoh tegaknya batang.
  • Sedangakan pada kalium penting untuk bahan penguat, mempertinggi tanaman, menunjang asimilasi tanaman, pembentukan bunga dan buah serta pembentukan jaringan penguat tangkai daun dan buah.

Mengingat fungsi masing-masing unsur tersebut dianjurkan memberikan unsur N yang lebih banyak dibanding unsur P dan K untuk pertumbuhan batang dan daun. Misalnya dengan memiliki perbandingan N : P : K = 3 : 1 : 2. Dan pada pertumbuhan bunga dan buah sebaiknya pemberian unsur hara P dan K diperbanyak misalnya N : P : K = 1 : 4 : 3. Untuk waktu yang tepat dalam pemberian pupuk anorganik ialah pada musim hujan agar efektivitasnya terjamin. Sedangkan pupuk kandang lebih cocok diberikan pada musim kemarau, hal demikian untuk memperbaiki struktur tanah supaya menjadi lebih ringan.

Jangan Tersentuh Pada Bagian Tanaman

Untuk jumlah pupuk yang diberikan tidak dapat ditentukan jumlahnya menurut umur, tetapi tergantung diameter tajuk pohonya. Untuk frekuensi pemupukan pun sangat tergantung dari jenis pupuk yang diberikan. Bila sifatnya slow release maka untuk jangka waktu 3, 6, 9 atau 12 bulan tidak perlu untuk dipupuk lagi.

  • Bagi tanaman yang masih muda sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dengan dosis 2 gram/liter air kemudian disiramkan di sekeliling lingkungan akar.
  • Sedangakan pada tanaman remaja dan dewasa, pupuk dapat dibenamkan dibawah lingkar tajuk tanaman pada kedalaman 10 cm di bawah permukaan tanah. Caranya buatkan parit kecil selebar cangkul dan memiliki kedalaman 10 cm dibawah lingkar luar tajuk. Parit bisa berbentuk lingkaran sempurna lingkaran putus-putus atau lubang-lubang di tempat tertentu saja. Setelah itu pupuk ditaburkan dalam lubang sampai merata namun tidak hingga menumpuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Dalam pemupukan untuk tempat-tempat yang tertentu dibagian bawah tajuk biasanya dilakukan jika pertumbuhan tanaman tampak tidak seimbang. Perlu diingat bahwa pemberian pupuk jangan sampai menyentuh bagian batang utama, karena hal ini akan menyebabkan tanaman terbakar dan kemudian akan menjadi mati.

Demikianlah pembahasan mengenai Teknik Pemupukan Pada Tanaman Buah semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂