Cara Pemberantasan Hama Dalam Budidaya Jamur

Posted on
Cara Pemberantasan Hama Dalam Budidaya Jamur

Organisme yang dilaporkan sebagai hama pada budi daya jamur adalah serangga, rayap, tungau, nematoda, bekicot, dan tikus

1. Serangga

Serangga merupakan makhluk hidup dari filum Arthropoda dengan kelas Insekta.

Ciri khas serangga adalah mempunyai antena, sayap, dan 3 (tiga) pasang kaki. Serangga yang menjadi hama dalam budi daya jamur adalah kelompok dari ordo Diptera (lalat) saat stadia larva dan stadia dewasa. Larva lalat akan memakan miselium jamur dan tubuh buah jamur, sedangkan lalat dewasa menjadi vektor penyakit yang menyebabkan jamur terserang penyakit. Lalat yang menjadi hama pada budi daya jamur biasanya dari famili Phoridae, Sciaridae, dan Cecidomyiidae.

– Famili Phoridae. Anggota dari famili phoridae biasa disebut lalat phorid. Lalat ini berukuran 2—3 mm saat stadia dewasa. Berwarna hitam kecokelatan, seperti lalat rumah, dengan abdomen yang membungkuk dan mempunyai antena yang pendek. Spesies yang biasa menjadi hama dari famili ini adalah dari genus Megaselia dengan spesies Megaselia halterata.

– Famili Sciaridae. Anggota dari famili Sciaridae biasa disebut lalat sciarid.Lalat ini berukuran 2—5 mm saat stadia dewasa. Berwarna hitam, abdomen panjang dan antena yang panjang seperti nyamuk. Spesies yang menjadi hama dari famili ini adalah Lycoriella auripila, Lycoriella agaraci, Lycoriella mali, dan Lycoriella solani.

– Famili Cecidomyiidae. Anggota dari family Cecidomyiidae biasa disebut lalat cecid. Lalat ini berukuran sangat kecil 0,7—1,5 mm saat stadia dewasa. Lalat ini berwarna cokelat gelap.

Saat stadia larva bereproduksi secara paedogenetik, yaitu satu larva dapat memproduksi maksimum sampai 20 larva. Spesies yang menjadi hama dari famili ini, yaitu Mycophila speyeri dan Heteropeza pygmaea

a. Gejala/serangan

Serangga dapat tertarik pada bau substrat, miselium, atau jamurnya sendiri. Serangan hama serangga yang terjadi awal stadia budi daya (stadia spawn run) sangat berbahaya. Hal itu disebabkan karena adanya larva y4ng akan memakan mlsellum dan generasl jamur selanjutnya. Bahkan, larva dapat memakan hingga empat generasi dan akan menyerang areal budi daya. Saat stadia lanjut, serangga hama dapat Mampu untuk melubangi jamur.

Jaringan jamur y4ng dapat diserang oleh lalat akan sangat mudah dikontaminasi oleh beberapa fungi. Lalat juga ak4n menjadi sarana penyebaran beberapa tungau serta spora fungi kontaminan. Serangan lalat dapat terjadi, baik pada substratyang dikomposkan maupun yang dipasteurisasi. Substrat yang disterilkan dalam wadah plastiktertutup dari udara luar jarang dikontaminasi serangga hama.

b.Pencegahan

Monitoring memang sangat perlu dilaksunaakn supaya dapat diperoleh informasi dan juga perkembangan populasi hama serangga di lapangan. Ada atau tidaknya serangga hama di tempat budi daya dapat diketahui dengan penggunaan potongan plastik berwarna kuning yang diberi perekat.

Mencegah supaya serangga tid4k dapat masuk ke dalam areal budidaya jamur ad4lah langkah terbaik. Caranya adalah dengan memasangan sebuah kasa pada tiap pintu, jendela, ataupun pada lubang angin ruang tumbuh. Selain itu, dap4t mengunakan beberapa lampu perangkap serangga di atas pintu dal4m ruang tumbuh jamur. Serangga y4ng terbang dekat lampu larva yang akan memakan mlsellum dan generasl jamur selanjutnya. Bahkan, larva dapat memakan hingga empat generasi dan akan menyerang areal budi daya. Saat pada saat stadia lanjut, serangga hama dapat melubangi jamur.

Jaringan jamur y4ng diserang lalat akan sang4t mudah dikontaminasi oleh fungi. Lalat juga menjadl sarana penyebaran tungau dan spora fungi kontaminan. Serangan lalat dapat terjadi, baik pada substratyang dikomposkan maupun yang dipasteurisasi. Substrat yang disterilkan dalam wadah plastiktertutup dari udara luar jarang dikontaminasi serangga hama.

b.Pengendalian

Monitoring memang sang4t perlu dilakukan agar diperoleh informasi perkembang4n populasi hama serangga di lapangan. Ada atau tidaknya serangga hama di tempat budi daya dapat diketahui dengan penggunaan potongan plastik berwarna kuning yang diberi perekat.

Mencegah SUPAYA serangga tid4k  DAPATmasuk ke dalam areal budi daya jamur adalah langkah terbaik. Caranya dengan memasang kasa pada tiap pintu, jendela, atau lubang angin ruang tumbuh. Selain itu, COBA UNTUK mengunakan lampu perangkap untuk serangga dan diletakkan di atas pintu dalam ruang tumbuh jamur. Serangga y4ng terbang dekat lampu akan mati  tersengat arus listrik. Bahkan, pad4 saat ini ada juga perangkap khusus untuk lalat.

–    Biologi

Penggunaan insektisida d4pat mencegah ledakan infeksi hama pada serangga. Namun, efek negatif terhadap h4sil jamur sering ada. Oleh karena itu, salah satu pengendaliannya dengan cara biologi. Misalnya, sciaris flies dapat dikendalikan dengan dengan nematoda parasit Steirnerma feltiae. Nematoda tersebut merupakan predator alami sehingga akan membunuhnya.

–    Pestisida

Penggunakan pestisida diusahakan seminimal mungkin. Pestisida relatif mahal harganya dan dapat memicu berkembangnya serangga hama yang resisten jika digunakan secara rutin.

Pestisida yang diperoleh dipastikan dikemas baik dan utuh. Penggunaannya harus sesuai dosis anjuran. Selain itu, pengguna mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terjadi keracunan.

Bahan aktif insektisida yang dapat digunakan dalam budi daya jamur, di antaranya diflurobenzuron, diazinon, malathion, cypermethrin, dan deltamethrin. Diflurobenzuron merupakan zat aktif yang bekerja menghentikan perkembangan larva. Efeknya jangka panjang dan dapat diaplikasikan pada substrat atau tanah casing untuk pencegahan. Diazinon dan malathion bersifat nonsistemik dengan waktu paruh satu bulan. Adapun cypermethrin dan deltamethrin banyak digunakan di negara tropis karena harganya relatif murah.

2. Rayap

Ciri khas rayap stadia dewasa adalah ukuran dan bentuk sayapnya yang sama. Siklus hidup rayap melalui metamorfosis secara tidak sempurna, yaitu kehidupannya dimulai dari telur, instar (rayap muda dengan sayap belum terbentuk sempurna) dan dewasa (imago) yang ditandai dengan terbentuknya sayap secara sempurna. Rayap menjadi hama saat stadia instar (rayap muda) karena memakan miselium dan merusak media tanam jamur.

a.Gejala /serangan

Miselium dan media tanam jamur rusak sehingga menurunkan produktivitas jamur.

b. Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan keberadaan rayap sebelum penanaman jamur.

c.Pengendalian

Jika terdapat sarang rayap di dekat bedeng, gunakan pestisida untuk mengendalikannya. Jenis pestisida yang dapat digunakan berbahan aktif fenvalerate, cypermethrin, permethrin, dan chloorpyrifos. Adapun cara pengendaiian murah yang dapat diterapkan pada sistem outdoor adalah penyemprotan larutan kapur di sekeiiling bedeng.

3.Tungau

Tungau tergolong fiium Arthropoda dengan kelas Arachnida. Panjang tubuhnya 0,2—0,5 mm.Tubuh tungau terbagi menjadi 2 (dua), yaitu bagian kepala dan bagian penyatuan toraks serta abdomen. Selain itu, tungau mempunyai 4 (empat) pasang kaki dan tidak memiliki sayap. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, tungau berbeda dengan serangga. Spesies tungau yang menjadi hama dalam budi daya Jamur, yaitu Tyrophagus putrescentiae, Tarsonemus myceliophagus, dan Pygmephorus selinlcki.

a.Gejala/serangan

Tungau dapat memakan miselium ataupun jamur. Tungau aktif pada susbtrat yang dipasteurisasi. Keberadaan tungau tersebut menunjukkan bahwa susbtrat tidak disiapkan dengan cara yang benar sehingga fungi kompetitor tumbuh. Tungau dapat membawa spora fungi kompetitor ke dalam substrat sehingga dapat mengakibatkan pembusukan.

b.Pengendalian

Tungau yang telanjur masuk sukar dikendalikan. Oleh karena itu, substrat yang terkontaminasi tungau harus segera dibuang jauh-jauh agar tidak menjalar ke jamur lain yang sehat. Jika jumlahnya banyak, akan mengakibatkan pemanen jamur tidak nyaman dan teriritasi. Tungau sukar dibersihkan dari jamur yang telah dipanen.

Pengendalian sederhana dapat dilakukan dengan menyemprotkan larutan kapur. Namun, penyemprotan dilakukan tidak langsung pada jamurnya atau substratnya. Adapun pestisida yang cukupefektifdigunakan untuk mengendalikan tungau, yaitu yang berbahan aktif adicofol dan malathion. Pestisida tersebut diaplikasikan selama spmvn run atau antarpanen.

4. Nematoda

Nematoda merupakan makhluk hidup kerajaan hewan dari filum Nematoda. Nematoda berukuran sangat kecil dengan panjang tubuhnya 1 mm dan diameter tubuhnya 15—35 mikron sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Secara umum, nematoda berbentuk seperti belut. Penampang melintangnya bundar dengan tubuh licin, tidak bersegmen, tanpa kaki, dan alattambahan lain. Tubuh nematoda bersifat transparan dan ditutupi oleh kutikula yang tidak berwarna. Spesies nematoda yang menjadi hama dalam budi daya jamur, yaitu Arthrobotrys spp., Aphelenchoides composticola, dan Ditylenchus myceliophagus.

Dalam satu meter kubik tanah, dapat terkandung jutaan nematoda. Ada juga nematoda khusus yang bermanfaat bagi budi daya jamur karena memakan larva sciaris flies.

a.Gejala serangan

Nematoda saprofit menimbulkan permasalahan jika jumlahnya sangat besar. Pada substrat, nematoda parasit memakan miselium sehingga dapat menurunkan hasil panen jamur.

b. Pencegahan

Menerapkan aturan higiene secara ketat adalah cara terbaik mencegah serangan nematoda. Caranya, rendam sepatu dalam desinfektan sebelum masuk ke ruang tumbuh.

Adapun keberadaan nematoda dapat diperiksa dengan cara menggelapkan ruang tumbuh, kemudian substrat disenter. Jika ada, nematoda akan bergerak ke arah cahaya.

c.Pengendalian

Jika terinfestasi berat oleh nematoda, terlebih dahulu substrat dan ruangan kumbung harus dipasteurisasi dengan suhu 70° C selama 12 jam sebelum substrat dikeluarkan dari kumbung. Hal ini dilakukan untuk membunuh nematoda sehingga substrat yang terinfestasi tidak menjadi sumber penyebaran nematoda.

5. Siput

Siput tergolong hewan lunakdari filum Moluska, kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Siput dapat ditemukan pada berbagai lingkungan yang berbeda (bersifat kosmopolitan). Kebanyakan siput merupakan hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Siput menjadi salah satu permasalahan utama pada budi daya sistem outdoor. Spesies siput yang biasa menyerang pada budi daya jamur, yaitu bekicot (Achatina fulica) dan siput kebun (Helix sp.).

a.Gejala/serangan

Siput memakan sedikit jamur. Namun, kualitas penampakan jamur tetap menjadi berkurang.

b.Pencegahan

Cara sederhana untuk mencegah siput mendekati bedeng adalah dengan menaburkan potongan-potongan kerang di sekeliling bedeng. Siput akan menjauh karena tidak menyukai permukaan dengan ujung runcing.

c.Pengendalian

Siput juga dapat dikendalikan secara biologi menggunakan nematoda.

Musuh alami tersebut dijual dalam bentuk gumpalan-gumpalan tanah liat yang mengandung jutaan nematoda. Gumpalan tanah liat tersebut disuspensikan dalam air, kemudian disemprotkan di permukaan tanah tempat siput berada.

Adapun pengendalian menggunakan bahan kimia dengan risiko kerusakan lingkungan rendah adalah pemberian pestisida dalam bentuk pelet berbahan feri fosfat 1 %.

6. Ulat

Ulat, terutama pada jamurtiram dapat muncul akibat kelembapan udara yang berlebihan, kumbung yang kurang bersih, terdapat telur ulat dl media baglog, seperti bekatul, dan kurang bersihnya lingkungan di sekitar kumbung.

a.Gejala/Serangan

Terlihat lubang bekas gigitan ulat pada tubuh buah. Apabila ulat menyerang akar, jamurtiram mengalami layu, berwarna kuning, dan akhirnya mati atau busuk.

b.Pencegahan

Melapisi dinding bambu kumbung dengan plastik dan menambahkan jendela untuk sirkulasi udara dalam kumbung.

– Membersihkan kumbung secara berkala dan memastikan tidak ada air yang menggenang dalam baglog.

c.Pengendalian

1)    Hentikan sementara proses penyiraman kumbung.

2)    Bersihkan kumbung, sisa-sisa panen, serbuk gergaji, serta kotoran lain yang berserakan di lantai.

3)    Cungkil dan bersihkan sisa bonggol yang tertinggal di dalam baglog.

4)    Bersihkan kumbung dari sarang laba-laba yang ada.

5)    Semprot kumbung dengan insektisida.

6)    Diamkan kumbung selama dua hari.

Pada hari ketiga, siram kembali untuk menaikkan kelembapan kumbung.

7)    Panen pertama dari kondisi kumbung disemprot pestisida sebaiknya tidak dijual karena masih mengandung sisa insektisida yang disemprotkan.

8)    Jamur yang dipanen bisa dijual ketika warna jamur tidak lagi cokelat dan tidak berbau.

Baca Juga: Prinsip Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Budi Daya Jamur

Demikian Cara Pemberantasan Hama Dalam Budidaya Jamur.Semoga bermanfaat