Cara Pemberantasan Bakteri Dan Virus Pada Budidaya Jamur

Posted on

 Cara Pemberantasan Bakteri Dan Virus Pada Budidaya Jamur

Permasalahan yang ditimbulkan oleh bakteri tidak sebesar serangga atau fungi. Bahkan, beberapa jenis dari bakteri tersebut sangat penting bagi petani jamur. Bakteri berperan penting dalam proses fermentasi dan pasteurisasi. Salah satu hasil dari proses pasteurisasi adaiah berkembangnya mikroflora spesifikyang mendukung pertumbuhan jamur yang dikehendaki. Mikroflora tersebut menjadi antagonis bagi fungi patogen tertentu, seperti Trichoderma. Bakteri juga penting pada budi daya Agaricus (jamur kancing). Agaricus dapat membentuktubuh buah pada tanah casing jika ada bakteri Pseudomonas putida. Namun, ada beberapa jenis bakteri yang mengakibatkan kerusakan pada budi daya jamur.

Virus juga dapat  berkembang biak dengan sistem genetik inangnya dan memaksa inang untuk menghasilkan virus-virus baru. Banyakjamur yang rentan terhadap infeksi virus. Misalnya, penyakit mati pucuk Agaricus (jamur kancing) yang disebabkan virus die back.

a.    Gejala

Serangan virus die back pada jamur kancing {Agaricus bisporus) berupa spot-spot tanah casing yang tidak ditumbuhi miselia. Di sekeliling spot tersebut tumbuh jamur dengan kualitas yang rendah karena tangkainya panjang dan tudungnya tampak kotor.Terkadang, indikasi serangan virus juga bisa berupa hasil panen yang lebih rendah. Indikasi lainnya berupa tubuh buah yang salah bentuk. Adapun serangan virus pada P. pulmonaris dan P. ostreatus var. columbinus menyebabkan abnormalitas bentuk, seperti kembang kol mini. Virus yang menyerangnya berbentuk bulat.  Pada Lentinula edodes, serangannya berupa tangkai membengkok dan tudung yang memilin. Virus yang menyerang tersebut diiaporkan berbentuk batang.

b.    Pengendalian

  • Panen jamur sebeium tudungnya terbuka pada jamur kancing atau segera setelah jamur diketahui telah terinfeksi. Alasannya adalah penyakit virus dapat menyebar dengan mudah jika jamur terinfeksi bersporuiasi.
  • Lindungi kayu/substrat dari miselium dengan membungkusnya dalam plastik. Miselium yang terkontaminasi pada panel kayu dapat mengontaminasi substrat/miselium sehat. Bahkan, dapat mengontaminasi sesudah mendapat perlakuan panas, misalnya dengan perebusan.
  •   Hindari faktor ekologi yang menimbulkan stres terhadap miselium selama spawn run, seperti suhu tinggi, tekanan tinggi, atau substrat basah.
  • Periksa apakah alat transportasi yang mengangkut spawn atau substrat (atau bahan lain) pada beberapa lokasi budi daya telah dibersihkan dengan baik setiap kali meninggalkan lokasi budi daya. Alasannya adalah virus sangat mudah tersebar melalui sarana apapun dari lokasi yang terkontaminasi ke lokasi yang sehat.
  • Buat spawn dari jamur sehat atau  kultur yang terjamin. Sangat sulit untuk menjamin bahwa spawn bebas dari virus. Bahkan, laboratorium spawn yang canggih di Eropa sekalipun menghadapi problem dengan virus.  Deteksi keberadaan virus pada biakan Agaricus bisporus dan jamur lain dapat dideteksi menggunakan teknik elektroforesis. Namun, cara ini hanya dapat diterapkan pada laboratorium yang memiliki peralatan untuk meiakukan pengujian tersebut.
  • Perkecil masalah virus dengan  menerapkan higiene secara ketat. Hal itu disebabkan permasalahan virus

 

Pemberantasan Fungi Parasit Dan Saprofit Pada Budidaya Jamur

 

Demikian Cara Pemberantasan Bakteri Dan Virus Pada Budidaya Jamur.Semoga bermanfaat