Cara Merawat Bibit Jamur

Posted on

Substrat spawn yang sudah diinokulasi harus diinkubasi sekitardua minggu untuk spawn bijian. Bila spawn atau biakan dalam agar miring atau cawan petri yang perlu diinkubasi jumlahnya terbatas, dapat dilakukan dalam inkubator yang suhunya dapat diatur dan dipertahankan secara konstan. Bila spawn yang akan diinkubasi jumlahnya banyak, perlu disiapkan ruang khusus inkubasi.

Suhu merupakan faktor iklim utama yang harus diperhatikan dalam ruang inkubasi. Suhu ruang yang konstan penting’selama masa inkubasi, ruangan harus tertutup sehingga suhu dapat diatur dengan baik. Suhu yang konstan mencegah pengembunan (kondensasi) di dalam wadah spawn atau permukaan dalam cawan petri. Pembentukan embun harus dicegah karena dapat membawa spora kontaminan dorman ke media spawn yang kaya nutrisi sehingga dapat mengakibatkan pembusukan.

Jika wadah spawn yang digunakan berukuran besar (5 atau 101), suhu di dalam wadah akan lebih tinggi dibanding suhu ruangan. Oleh karena itu, termostat harus diposisikan beberapa derajat lebih rendah dari suhu optimal pertumbuhan miselia. Adapun rak harus terbuka sehingga panas yang dihasilkan mudah dikeluarkan. Jika wadah spawn yang digunakan kecil, yaitu 1 I, suhu dalam wadah relatif sama dengan suhu ruangan sehingga termostat dapat diatur pada posisi suhu optimal bagi pertumbuhan miselia.

Spawn di inkubasi setelah proses inokulasiUkuran ruang inkubasi disesuaikan dengan kebutuhan. Hal tersebut ditentukan oleh periode inkubasi spawn dan luas permukaan tersedia dari rak-rak yang ada. Sekitar 60 kg (atau 901) spawn dapat diletakkan berjarak pada tiap m2 permukaan rak, tetapi jumlah yang lebih tepat ditentukan oleh ukuran dan tipe wadah yang digunakan. Sebagai contoh, jika tersedia 8 rak yang masing-masing memiliki luas permukaan 5 m2, tiap minggu dapat diletakkan 1.8001 substrat dalam ruang inkubasi tersebut.

Jika ruangan dipenuhi oleh substrat yang telah diinokulasi, miselia yang tumbuh akan menghasilkan C02 dalam jumlah besar. Kadar C02 di dalam wadah spawn dapat mencapai 20—40 ribu ppm. Kadar C02 hendaknya tidak melampaui 50 ribu ppm. Hal itu karena di atas kadar tersebut pertumbuhan miselia melambat.

Kelembapan di dalam wadah spawn harus cukup tinggi untuk mencegah substrat permukaan atas mengering. Meskipun demikian, hal tersebut lebih ditentukan oleh desain wadah dibandingkan dengan kelembapan ruangan. Kelembapan ruangan sebaiknya rendah (30—50%) untuk mencegah spora kontaminan berkecambah.

Jika miselia telah tumbuh memenuhi substrat, wadah spawn diperiksa dan dipak. Spawn kemudian ditempatkan pada ruangan dingin hingga saat diangkut ke tempat tujuan.

Demikian Cara Merawat Bibit Jamur.semoga bermanfaat