Tomat Dan Cabai Terserang Penyakit ?? Ini Cara Menanggulangi Serangan Hama Dan Penyakit Tomat Dan Cabe

Posted on

RuangTani.Com – Dalam bercocok tanam membudidayakan pertanian holtikultura baik buah maupun sayuran, seringkali para petani dubuat heboh dengan banyaknya diorgan pada tanaman baik itu daun, batang, akar maupun buahnya sering terserang hama dan penyakit pada tanaman tersebut. Hal yang demikian sudah biasa dan bukan hanya satu atau dua petani yang sudah mengalaminya bahkan hampir seluruh lapisan masyarakat petani sudah merasakan hal yang serupa.

penyakit cabai

Tomat Dan Cabai Terserang Penyakit ?? Ini Cara Menanggulangi Serangan Hama Dan Penyakit Tomat Dan Cabe

Dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman merupakan hal yang sangat penting didalam usaha budidaya tanaman cabai, tomat dan tanaman holtikultura sayuran maupun buah yang lainnya. Serangan hama dan penyakit pada tanaman juga bisa menyebabakan angka penurunan dalam produktivitas hasil dari pertanian, menyebabkan kegagalan panen bahkan juga dapat menyebabkan kematian pada organ tanaman yang baru tumbuh atau masih muda maupun yang sudah tua.

tanaman tomat

Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang seringkali menyerang famili dari solanaceae, baik itu pada tanaman cabai maupun pada tomat. Jenis hama serta penyakit pada tanaman cabai maupun tomat banyak sekali ragamnya, antara lain seperti ulat grayak, kutu daun dan lalat buah. Sedangkan penyakit pada tanaman cabai maupun tomat yang seringkali dapat merugikan antara lain seperti membusuk, layu, serangan virus, serangan jamur patogen dan jamur ( fungsi parasit ), maupun bakteri dari jenis yang tertentu.

Baca juga :

Yang ujungnya akibat dari serangan hama dan penyakit tanaman holtikultura ini biasanya pada tanaman ialah :

  • Akan mengalami kematian dengan secara mengenaskan
  • Mati dengan secara mendadak
  • Mengalami kelayuan yang secara tiba-tiba terjadi
  • Batang, daun mengalami kerusakan
  • Dan masih banyak lagi permasalahan yang seringkali muncul

Berikut ini hama dan penyakit yang sering ditemui atau dijumpai dalam membudidayakan tanaman cabai maupun tomat yang perlu diketahui.

Jenis Hama Pada Tanaman Cabai Dan Tomat

Ulat Tanah

Merupakan salah satu Jenis hama yang menyerang pada bagian pangkal tangkai daun dan batang. Pangkal tangkai daun maupun batang yang terkena oleh gigitan hama tersebut akan mengalami mudah mati, serangan ulat tanah sering kali pada kondisi musim kemarau.

Pada ulat tanah ini cirinya memiliki bentuk tubuh lebih pendek dari pada ulat buah, ulat tanah tersebut hanya memiliki ukuran panjang berkisar 2-2.5 cm saja. Ulat tanah ini warna tubuhnya ialah cokelat tua dengan memiliki garis-garis disamping tubuhnya. Pada larva ulat tanah ini berkembang dan bersembunyi pada permukaan tanah hingga kedalaman 10 cm. larva ini akan muncul pada kondisi malah hari dan akan menggigit pada bagian organ tanaman tersebut.

Untuk cara bagaimana pengendalian pada ulat tanah ini yaitu dengan mengambil atau memungutinya larvanya pada waktu sore maupun malam hari. Larva tersebut akan dapat diketahui dengan secara pasti pada permukaan tanah atau dibawah semak-semak tanaman disekitarnya.

Selain itu juga dalam pengolahan lahan tanam yang baik juga terbukti mampu menekan angka pertumbuhan dan perkembangan dari ham itu sendiri. Bila ada serangan ulat tanah sangat hebat, maka jalan salah satunya yang paling sangat efektif yakni dengan cara menyemprotan dengan menggunakan insektisida.

Ulat Buah

Jenis hama ini merupakan jenis hama pada tanaman tomat yang terbukti telah banyak menyerang pada bagian organ tanaman seperti pada bagian batang, buah, daun dan bunga. Yang dialami pada tanaman ini akibatnya buah biasanya menjadi mengalami seperti bopeng atau berlubang dikarenakan aktivitas ulat buah ini memang sering kali berpindah-pindah membuat banyak buah tomat menjadi berlubang serta membusuk karena buahnya yang mengalami infeksi.

Pada beberapa jenis lembaran daun tomat biasanya sering juga dimangsa oleh jenis hama ini, bahkan pada bagian daunya pun menjadi berlubang dan lama kelamaan akan menguning adan rontok.Pada ulat buah ini cirinya memiliki ukuran panjang sekitar 3-5 cm, pada permukaan tubuhnya dilengkapi bulu-bulu yang halus, serta pada permukaan luar tubuhnya berkutil.

Pada tubuhnya berwarna sangat beragam dari mulai berwarna hijau, kecokelatan, hijau kekuningan, sampai berwarna hitam legam. Memiliki ngenagt dengan panjang 1-2 cm, pada sayap luar tubuhnya memiliki warna cokelat dan bagian dalamnya berwarna putih.

Untuk cara bagaimana pengendalian pada ulat buah ini yakni dengan cara memungut dengan manual dengan menggunakan jari-jari tangan yang dibungkus terlebih dahulu dengan sapu tangan plastik atau terbuat dari kain yang sangat tebal.

Cara lain untuk pencegahan yakni dengan tetap menjaga kesehatan kebun maupun sawah dari berbagai jenis gulma ( rumuput liar ) dan semak belukar yang berlebih. Bentuk ngegat dapat dikendalikan dengan menggunakan perangkap ultraviolet dan untuk penyemprotan baiknya dengan menggunakan insektisida.

Kutu Daun Hijau

Jenis hama ini merupakan vektor pembawa virus tertentu, jadi bila tanaman cabai maupun tomat telag dihinggapi jenis hama Aspis ini akan terkena penyebaran virus. Ukuran kutu daun ini sangatlah kecil sekitar 1.5-2 mm. pada jenis hama yang satu ini ada yang memiliki sayap maupun tidak memiliki sayap. Untuk kutu daun yang bersayap mempunyai warna dada dan pada kepalanya cokelat hingga kehitaman.

Selain juga pada bagian perutnya memiliki warna hijau agak kekuningan. Kutu daun hijau yang tidak bersayap memiliki warna pada tubuhnya hijau agak kekiningan.

Pada daun tanaman yang terserang kutu daun hijau ini mempunyai banyak ragam, biasnya daun akan mudah rontok, berwarna nampak pucat, daun biasanya keriting dan menggulung kemudian tangkai daunnya biasanya mengalami rontok yang secara lama-kelamaan pastinya ujungnya mudah mengalami kematian pada bagian daunnya.

Selain itu organ daun yang diserang dengan hama ini akan mudah patah, pada daun menjadi sempit seperti pita atau warna daun mozaik cokelat tidak rata membentuk bercak-bercak-bercak berwarna cokelat pada permukaan daunnya.

Untuk menekan dan mencagah adanya serangan tanaman cabai dan tomat dari serangan ulat daun hijau maka lahan tanam ( bedengan ) sebaiknya dilapisi mulsa plastik yang mudah dapat memantulkan sinar matahari ke bagian atas tanaman, sebab ulat daun tidak senang dengan kehadiran pantulan cahaya yang mengenai bagian tubuhnya. Penyemprotan pestisida dapat digunakan sebagai alternatif yang terbaik untuk dapat mengurangi epidemi penyebaran hama tersebut

Ulat Grayak

Jenis hama ini sangat terkenal sebagai hama yang serius dalam dunia budidaya holtikultura baik sayuran maupun buah. Untuk jenis ulat yang satu ini berkembang biaknya dengan cepat dengan pembentukan larva yang secara diam-diam berkembang dibawah daun atau dibatang tanaman yang kurang pemantauan dari petani itu sendiri.

Pada ulat grayak ini umumnya memiliki banyak sekali variasi warna tubuh ada yang berwarna hijau tua, kecokelatan, sampai berwarna hitam. Pada ulat ini memiliki panjang ukuran tubuhnya sekitar 2-3 cm, berjalan diatas permukaan daun atau buah.

Terkadang banyak petani dirugikan karena aktivitas yang tidak mengenakan dari ulat jenis ini, yakni mampu merusak dedauan sehingga menjadi berlubang, mengalami rusak, robek, tangkai daun patah, serta membuat daun menjadi mudah rontok dan memiliki warna tidak segar seperti warna daun pada tanaman yang sehat.

Untuk pengendalian dari serangan ulat grayak ini para petani harus secra periodik dan berkala memantau kondisi kesehatan organ tanaman baik akar, batang, daun, maupun buahnya.

Dengan sesekali petani dapat menyemprot tanaman cabai maupun tomat dana tanamn buah dari suku Solanaceae dengan pstisida hayati buatan. Bila perkembangan ulat grayak ini sangat melimpah ruah dan sulit untuk ditanggulangi secara manual dengan diambil dengan menggunakan tangan yang dilapisi sarung tangan tebal atau dengan cara penyemprotan disinfektan maupun insektisida yang banyak dijual ditoko pertanian terdekat.

Lalat Putih

Pada jenis hama ini atau disebut juga kutu kepul memilki bentuk tubuh berwarna putih, biasanya bagian permukaan tubunya dilapisi dengan tepung berwarna putih, memiliki ukuran panjang yang relatif kecil yakni 1 mm, dengan rentangan sayapnya kisaran 2-2,5 mm.Tanaman cabai maupun tomat ini bila terserang ham ini biasanya pada bigian organ batang maupun daun dan buahnya terselubungi oleh tepung seperti berwarna putih.

Dan bila disentuh menggunakan tangan terbuka, maka ulat putih yang seperti bentuk tepung tersebut akan berhamburan. Yang akibatnya dari serangan hama tersebut biasanya pertumbuhan dan perkembangan tanaman justru akan mudah terganggu, tanamn ini biasanya pertumbuhan dan perkembangan tanaman justru akan mudah terganggu, tanaman menjadi kerdil, kurus, nampak pucat dan lesu bahakan adaun akan mengecil, keriting serta menggulung ke atas.

Untuk cara penanggulangi tanaman cabai dan tomat yang terserang ulat putih ini dapat dicegah denganh penggunaan mulsa jerami maupun mulsa kuning yang diberikan setiap kali tanam pada area bedengan atau guludan lahan tanam, dan selain itu membersihakan lahan tanam dari rumput liar ( gulma ) atau menggunakan insektisida dengan cara disemprotkan pada bagian organ tanaman yang mengalami infeksi atau serangan ulat putih tersebut.

Lalat Buah

Hama ini merupakan salah satu jenis bagi tanaman holtikultura, ada juga jenis hama dari lalat buah Bemisicia tabaci yang juga merupakan parasit bagi tanaman buah yang banyak dibudidayakan oleh masyrakat petani indonesia. Pada lalat ini memiliki ukuran tubuh yang kecil-kecil berkisar 7-8 mm, memiliki dua buah sayap transparan yang berwarna hijau kehitaman.

Buah tomat maupun vabai yang terserang lalat buah biasanya menjadi lebih cepat busuk, bila dibuka daging buahnya terdapat belatung. Pulva lalat buah hidup di permukaan tanah disekitaran tempat tumbuh terserang hama ini.Bila pengolahan lahan tanah yang baik dan benar hal ini merupakan salah satu kunci untuk mencegah kemungkinan persebaran epidemi hama tersebut dalam skala besar-besaran.

Bolak-balikan tanah hasil cangkulan atau bajakan secara benar dan biarkan selama 5-7 hari pada daerah yang tercukupi sinar matahari cukup sepanjang hari sebelum tanam agar pulva lalat buah ini mati. Lalat buah juga dapat dikendalikan dengan cara membuat perangkap untuk lalat jantan, sehingga akibatnya lalat betina tidak dapat dibuahi oleh lalat jantan sehingga akhirnya jumlah populasinya akan menurun secara drastis.

Buah yang telah diserang oleh lalat buah maka sebaiknya segera dipetik lalu dibakar atau dibuang pada daerah yang jauh dari lahan pertanian holtikultura yang ada. Bersihkan pula gulma-gulam yang tumbuh lebat diarea tempat tanaman tumbuh.

Wereng Hitam dan Walang Sangit

Jenis hama ini sering sekali menyerang tanaman cabai maupun tomat, meskipun tidak semua petani banyak yang terserang hama ini, akan tetapi beberapa daerah banyak pula petani yang mengeluh lantaran tanaman cabai dan tomatnya telah diserang kedua hama ini.

Werang hitam mempunyai bentuk tubuh agak sama denga walang sangit. Memiliki sayap untuk terbang pada tubuh walang ini panjang 0.5-1 cm dan biasanya bau khas karena ada suatu senyawa kimia tertentu yang dikeluarkan oleh tubuh walang sangit ini. Werang hitam memiliki panjang tubuh sekitar 1-2 cm, pada beberapa sepeises werang adan yang tubuhnya berwarna cokelat maupun hitam bahkan ada yang dijumpai berwarna hijau kecokelatan.

Werang dan walang sangit ini biasnya akan banyak menyerang pada organ daun pada tanaman, akibatnya daunpun menjadi bopeng atau berlubang serta struktur luar daunnya menjadi rusak, mudah rontok dan kadang kalanya tanaman menjadi rusak total.

Untuk mengendalikan kedua hama ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan dengan menggunakan insektisida maupun dengan membuat predator alami biologi. Langkah pencegahan terhadap hama jenis werang maupun walang sangit ialah dengan cara memantau rutin bagian organ tanaman dan memastikan lingkungan disekitar tanaman tetap bersih dari rumput liar ( gulma ).

Hama Trips ( Thrips )

Apabila tanaman seperti cabe ini jika diserang dengan hama ini maka akan nampak bercak dan garis-garis keperakan pada daunnya, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, bahkan muncul bercak berwarna kekuningan atau warna kuning kecokletan. Bila daun dibiarkan secara lama, makan lama kelamaan akhirnya daun akan layu, kering, mati dan rontok.

Serangan hama trips ini akan banyak terjadi pada masa kemarau. Hama ini sangat mudah menyebar dan merupakan vektor dalam penyebaran virus yang dapat mengganggu laju pertumbuhan dan perkembangan pada berbagai macam jenis tanaman sayur maupun buah holtikultura.

Pencegahan dan pengendalian hama jenis trips ini dapat ditempuh dengan beberapa langkah.Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan cara penyemprotan bagian organ tanaman yang terinfeksi dengan menggunakan insektisida berbahan aktif fipronil serta lakukan penyemprotan pada waktu sore hari. Penyemprotan tersebut dilakukan apabila serangan hama trips dalam jumlah besar dan sudah tidak terkendali lagi.

Pengendalian kultur teknis yaitu dengan cara memanfaatkan predator alami hama ini yaitu seperti kepik dan kumbang. Dengan penggunaan mulsa plastik pada bagian atas lahan tanam sangat efektif untuk menekan jumlah hama jenis trips ini. Selain dari pada itu, untuk menekan perkembangan hama ini dapat dilakukan rotasi tanam secara bergilir setiap kali musim tanamnya.

Hama Kutu Daun dan Tungau

Untuk jenis kedua hama ini sangat serius menyerang tanaman tomat, cabai dan tanaman sayuran maupun holtikultur lainnya. Untuk jenis tungau biasanya menyerang tanaman cabai yaitu tungau kuning dari jenis polyphagotarsonemus latus dan tungau merah ( Tetranycus sp ). Kedua tungau ini juga menyerang pada tanaman singkong ( ubi kayu ).

Pada tanaman cabai, serangan tungau menyebabkan daun tanaman menjadi keriting menggulung kebawah seperti sendok terbalik, daun juga menjadi kaku dan tebal sehingga pembentukan pucuk daun menjadi terhambat lalu kelamaan daun akan menjadi cokelat kemudian ujungnya akan mati atau bahakan rontok.

Sementara itu hama kutu daun juga menjadi penyebab kenapa daun pada cabe menjadi kering dab keriting lalu mati ? itu disebabkan karena hama kuru daun jenis myzus persicae ini menghisap cairan pada daun serat mampu mengundang berbagai jenis vektor penyakit lain secara tidak langsung yang akan menyerang organ daun bahakan batang yang masih muda.

Dalam mencegahan kedua hama ini, petani dapat dengan melakukan pengendalian secara teknis dengan cara memetik daun yang terinfeksi hama dan dipetik lalu dibakar. Selain itu menjaga kebersihan kebun dan penggunaan mulsa plastik juga terbukti mampu menekan laju perkembangan kutu daun dan tungau ini.

Hindarin juga penanaman cabai berdekatan langsung dengan tanaman seperti semangka, melon dan kacang panjang, sebab kemungkinan hama parasit lainnya yang menyerang cabai diperoleh dari tanaman tersebut. Sementara itu pengendalian hama tanaman cabai dari hama kutu daun secara kimiawi dapat menggunakan jenis insektisida yang mengandung bahan aktif fipronil atau diafenthiuron dan untuk tungau harus menggunakan akarsida bukan dengan insektisida.

Jenis Penyakit Pada Tanaman Cabai Dan Tomat

Busuk Daun

Hal yang demikian merupakan panyakit pada tanaman holtikultura yang paling umum dan banyak menyerang pada buah dari suku solaneceae seperti tomat maupun cabe yang ditanam didaerah dataran tinggi. Penyakit busuk daun ini disebabkan seperti jamur parasit phytopphthora infestans. Gejalanya yang muncul daun mengalami bercak daun berwarna cokelat sampai hitam seragam.

Awalnya bercaka daun hanya terdapat pada pangkal daun sisi daun kemudian menyabar kesuluruh permukaan daun hingga merata kebagian tangkai dan ujung daunnya.Pada organ daun tanaman yang terserang penyakit busuk daun ini harus segera diambil/dipotong, kemudian dibakar, jangan dikubur ditanah.

Untuk pengendalian lanjutan yakni dengan menerapkan pola budidaya sehat pertanian, membuang rumput-rumput liar, melakukan penyemprotan dengan fungsida dan sebelum penanaman sebaiknya belilah produk bibit yang unggul dan terjamin memiliki kualitas serat terbebas dari penyakit jamur.

Antraknosa ( Patek )

Penyakit ini disebabkan adanya aktivitas cendawan parasit colletotrichum capsici dan colletotrichum gloeosporiodes. Kedua jenis spesies penyebab penyakit antaranosa tersebut juga dapat menyebabkan kecambah pada biji menjadi mati atau layu saat disemaikan dilahan semai, sedangkan pada tanaman dewasa penyakit antranosa ini dapat menyebabkan kematian.

Pada pucuk batang, maupun daun dan jika menyerang buah dapat menyebabakan kemtaian pada pucuk batang, maupun daun dan jika menye rang buah cabaik maka akan menyababkan buahnya menjadi busuk seperti terbakarpenyakit ini dapat dibawa dari biji atau benih cabai.

Untuk pencegahan dapat dilakukan sendiri mungkin dengan cara membeli produk bibit tanaman yang unggul serta terbebas dari penyakit patogen. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan pembakaran organ tanaman yang terinfeksi dan penyemprotan dengan fungsida.

Layu Fusarium

Penyakit pada tanaman yang umum menyerang tanaman ini ialah layu fusarium yang disebabkan oleh jamur fusarium oxysporum. Jamur parasit ini merupakan pemnyakit serius yang sudah banyak menyerang tanaman dari suku solanaceae seperti cabai maupun tomat.

Bagian yang diserang akar lalu meyebar ke bagian organ tanaman lainnya melalui jaringan pembuluh angkut pada tanaman. Apabila terserang penyakit ini tanaman akan cepat mati dan mudah layunya.Untuk tindakan pencegahan dan penanggulangan tanaman holtikultura dari penyakit layu fusarium dapat ditempuh dengan metode perawatan tanaman secara intensif termasuk membuat kecukupan air pada tanaman terjaga dengan baik.

Busuk Buah

Tanaman yang terkena penyakit buah busk hal ini merepotkan bagi petani, busuk ini disebabkan oleh organisme uniseluler yakni jamur parasit dari cendawan thanatephorus cucumeris. Ciri tanaman yang terserang dari busuk buah ialah buiah terlihat bercak kecil berwarna cokelat atau cokelat semu kehitaman lalu bercak tersebut akan membesar secara perlahan tapi pasti, cekung dan bagian tengahnya retak dan bahkan dapat menutupi pada permukaan luar tubuh buah.

Untuk pengendalian tanaman holtikultura buah dari penyakit busuk buah ini ialah dengan mencari secara tepat benih unggul yang resisten dan tidak mudah terserang dari penyakit ini.

Sebaiknya sisa tanaman yang terserang penyakit busuk buah ini tidak untuk dibiarkan diatas permukaan tanah dekat dengan tanaman lainnya, maka langsung saja dibakar jangan dipendem didalam tanah hal ini dimaksudkan untuk memutuskan mata ratai cendawan parasit tersebut dan lakukan juga kegiatan rotasi ( perputaran ) tanaman bila serangan dari cendawan parasit ini meluas selanjunya semprot tanaman yang terinfeksi dengan menggunakan fungsida berbahan kapatafol.

Bercak Bakteri

Penyakit ini disebabkan oleh bekteri xanthomonas vesicatoria , penyakit ini umumnya menyerang pada batang, daun, dan buah pada tomat maupun cabai dan beberapa jenis tanaman holtikultura lainnya. Pada daun tanaman yang terserang penyakit bercak bekteri biasanya terlihat keriting, lalu menguning dan kering ujungnya akan rontok.

Jika batang yang terserang akan terlihat seperti kerang memanjang berwarna keabu-abuan atau cokelat. Sementara itu, jika bagian organ buah terserang bercak bateri akan nampak adanya bercak berair dan ujungnya buah menjadi bercak bergabus.Untuk cara pengendalian pada tanaman holtikultura buah maupun sayuran dari penyakit tersebut dapat ditempuh dengan cara pemilihan bibt unggul bebas dari penyalit sebelum ditanam.

Penyakit Keriting Daun Atau Penyakit Mosaik

Tanaman holtikultura yang terserang infeksi penyakit keriting daun atau mosaik ialah karena danya cucumber mosaik viru ( CMV ). Ini juga selain menyerang buah cabai juga menyerang pada tanaman lainnya seperti mentimun.

Gejala yang nampak bila tanaman terserang virus ini ialah warna daun belang-belang hijau tua, ukuran daun menjadi lebih kecil, pertulangan dan permukaan daun menjadi kuning kecokelatan.

Untuk tindakan pencegahannya ialah dengan melakukan penyemprotan kimiawi yang bertujuan untuk mematika serangga bukan penyakitnya, untuk mengurangi penyakit CMV ini bisa dilakukan dengan cara memusnahkan organ tanaman cabe yang terserang penyakit tersebut.

Penyakit Bule / Bulai atau Virus Kuning

Penyakit ini banyak menyerang pada tanaman cabai penyebab dari penyakit bulai atau virus kuning ini yakni virus gemini. Penyakit yang berasal dari virus ini dapat disebarkan dibiji atau benih melalui perantara kutu sebagai vektornya.Penyakit kuning ini sulit sangat untuk dikendalikan sehingga pakar pertanian merekomendasikan supaya para petani ketika awal membeli benih ditoko sebaiknya belilah beinih tanaman yang unggul dan terbebas dari penyakit.

Untuk cara pencegahan dapat dilakukan dengan mengintensifkan pemupukan misalnya dengan penggunaan pupuk organik cair ( poc ) yang dapat dibuat sendiri, sebab POC ini terbukti memiliki zat hara mikro dan zat hara makro yang komples yang bertujuan supaya tanaman menjadi lebih subur, daya tahan tubuh tumbuhan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit bauik yang disebabkan karena virus maupun bakteri pathogen.

Demikianlah pembahasan mengenai Tomat Dan Cabai Terserang Penyakit ?? Ini Cara Menanggulangi Serangan Hama Dan Penyakit Tomat Dan Cabe ini semoga apa yang telah dijelaskan diatas bias bermanfaat dan berguna bagi anda, dan semoga apayang telah ditanam dilahan perkebunan maupun ladang dapat menghasilka produk pertanian yang memiliki kualitas tinggi serta mampu bersaing dipasaran. 🙂

Selamat mencoba tahapan diatas sebagai upaya untuk mencegah tanaman tersebut dari serangan berbagai macam jenis hama dan penyakit yang sering kali menyerang tanaman holtikultura, sekian dan terima kasih. 🙂