Cara Memeprsiapkan Batang Atas Pada Budidaya Tanaman Karet

Posted on

Klon karet yang akan dijadikan batang atas dipilih sesuai dengan rekomendasi tentang pemilihan klon berdasarkan tipe iklim di berbagai provinsi. Memudahkan kegiatan okulasi sebaiknya setiap perkebunan karet memililti lahan khusus berisi klon-klon karet yang akan dijadikan sebagai batang atas. Berkaitan dengan penyiapan batang atas ini ada beberapa istilah yang harus dipahami meliputi 3 tahapan.

  1. Kayu Okulasi

Kayu okulasi yang juga sering disebut dengan batang atas merupakan tunas atau dahan muda yang memiliki beberapa mata tunas sebagai bahan utama kegiatan okulasi. Kayu okulasi bisa diambil dan pohon induk atau tanaman karet ditanam secara khusus untuk menghasilkan kayu okulasi.

Mendapatkan kayu okulasi dari pohon induk dalam jumlah yang sangat besar hanya bisa dilakukan dengan cara memotong pada bagian ranting-ranting tanaman karet dengan seukuran pergelangan tangan. Dalam waktu tidak terlalu lama juga akan muncul beberapa tunas- tunas baru. Tunas-tunas baru ini sekitar 1—2 tahun kemudian atau pada area kulitnya yang sudah bergabus dan bisa dijadikan sebagai kayu okulasi. Kayu okulasi juga diperoleh dengan cara ini disebut dengan kayu okulasi dahan.

Kayu okulasi bisa diambil dari kebun khusus atau kebun batang atas, yang memang dibuat untuk menghasilkan bahan tersebut. Karena memang hanya dijadikan sebagai sumber batang atas saja,maka jarak tanam di lahan khusus ini bisa dibuat sangat rapat, yakni dengan ukuran 50 x 100 cm atau 100 x 100 cm.

Batang atas yang diambil dari kebun khusus ini bisa dikirimkan ke kebun- kebun pembibitan yang tidak memiliki kebun batang atas. Caranya, batang atas dipotong sepanjang 100 cm dan kedua ujungnya diolesi parafin agar tidak teijadi penguapan. Setiap batang dimasukkan ke dalam plastik sesuai dengan ukurannya dan ditata di dalam peti kayu. Menjaga kelembapan di sela-selanya bisa dilakukan dengan menyelipkan sabut kelapa basah. Berat setiap peti maksimum 25 kg dan kegiatan okulasi paling lambat tiga hari kemudian.

 

  1. Mata Tunas

Mata tunas adalah bagian dari tanaman batang atas yang akan diokulasikan dengan batang bawah pada tanaman kayu. Mata tunas ini nantinya akan menyatu dengan batang bawah dan akan tumbuh menjadi batang tanaman karet. Mata tunas ini juga terdapat di area sepanjang kayu okulasi pada tanaman karet, semakin muda kayu okulasi pada bidng tersebut, maka semakin terlihat jelas mata tunasnya pula.

Ada tiga jenis mata tunas pada tanaman karet, yaitu mata daun, mata sisik, dan mata bunga. Mata daun dan mata sisik akan tumbuh menjadi batang karet, sedangkan mata bunga akan menjadi bunga. Karenanya, yang dapat dipakai sebagai mata tunas hanya mata daun dan mata sisik.

Ketiga jenis mata tunas ini bentuknya hampir sama. Cara membedakannya adalah dengan melihat letaknya. Mata daun dan mata sisik terletak agak jauh dari bekas kaki daun yang telah gugur dan mata bunga terletak berdekatan dengan bekas kaki daun yang telah gugur.Berikut gambar Mata Tunas tersebut

Cara Mempersiapkan Batang Atas Pada Budidaya Tanaman Karet

  1. Perisai dan Jiwa

Perisai dan jiwa di sini asngat erat kaitannya dengan mata tunas pada umumnya. Perisai merupakan kulit kayu tempat mata tunas di bagian tersebut. Sementara itu, jiwa merupakan bagian dari dalam mata tunas,biasanya berupa sebuah bintil dan merupakan inti dari mata tunas itu sendiri. Karena merupakan inti mata tunas, jika jiwa ini rusak atau terkena kotoran bisa mengakibatkan kegiatan okulasi tidak akan berhasil.

Berikut gambar perisai dan jiwa

Cara Mempersiapkan Batang Atas Pada Budidaya Tanaman Karet