Cara Membuat Tempat Untuk Budidaya Jamur Dengan Menggunakan Kumbung

Posted on

Kumbung merupakan tempat untuk budi daya jamur, mulai dari inkubasi, pembentukan tubuh buah, dan panen. Untuk budi daya jamur merang, mulai pemasukan kompos ke dalam kumbung, pasteurisasi, serta pada saat penaburan bibit, inkubasi, pembentukan tubuh buah jamur, hingga panen, semua harus dilakukan pada area kumbung. Sementara itu, untuk budi daya jamur kancing, jamur kuping, jamur tiram, daserta n jamur shiitake, proses pasteurisasinya juga tidak di lakukan dalam kumbung, tetapi di dalam tunnel. Setelah inokulasi (penaburan bibit jamur), media tanam dibawa ke dalam ruangan penanaman (kumbung) untuk diinkubasi, pembentukan tubuh buah, dan pemanenan.

Konstruksi Bangunan

Pembuatan kumbung dapat dilakukan secara semipermanen ataupun permanen sesuai dengan kebutuhan dan skala budi daya yang dilakukan. Kumbung semipermanen dibuat dari bahan yang sederhana, seperti bambu, kayu, plastiktahan panas (PP), dan styrofoam. Sementara itu,Pada pembuatan kumbung permanen dapat dibuat dengan  bahan seperti batu, bata, pasir, semen, besi, serta galvalum.

Pembuatan kumbung sebaiknya menghadap ke arah utara-selatan. Supaya tidak terkena sinar matahari secara langsung dan juga paparan matahari yang akan merusak hasil dan akan mempengaruhi lingkungan di dalam area kumbung tersebut. Dan pada skala industri, lokasi kumbung dianjurkan terpisah dengan tempat dimana pembuatan substrat (kompos) dibuat karena snagt mempengaruhi hasil. Selain itu, kumbung sebaiknya diberi nomor urut (identitas) agar memudahkan dalam mengevaluasi proses budi daya.

 Ukuran

1) Dalam pembuatan kumbung untuk pembuatan kumbung mempunyai lebar antara 4 m, panjang 6 m, dan pada tinggi 2,5 m. Untuk ukuran tersebut bisa disesuaikan dengan jenis jamur yang dibudidayakan. Untuk jamur merang, kumbung biasanya mempunyai panjang 6—8 m, lebar 5,5—6 m, serta tinggi 3—4 m. Sementara itu, pada jamur kancing, ukuran panjang kumbung bisa sampai antara 12 m dengan lebar 18 m dan tinggi 3,6 m.

Pembuatan Kumbung Undtuk Budidaya JamurDi dalam kumbung dibuat petak untuk membangun raktempat menaruh baglog jamur. Jarak antarpetak sekitar 100 cm.

2) Bagian-bagian kumbung Bagian-bagian kumbung, yaitu sebagai berikut.

a) Dinding kumbung.

Dinding sederhana/semipermanen dapat dibuat dari bilik bambu yang dilapisi plastik. Ada juga dinding kumbung dari plastik tahan panas atau plastik terpal. Biasanya plastik juga bisa dilapisi dengan styrofoam. Agar berguna untuk melindungi plastik, styrofoam juga mempuntai peranan sebagai penstabil suhu dalam ruangan kumbung. Dan pada kumbung permanen, bisa menggunakan rangka besi, serta juga rangka batu, ataupun bisa bentuk rumah kaca.

b)lantai.

Permukaan lantai sebaiknya disemen untuk memudahkan merawat kebersihan kumbung. Jika tidak disemen, sebaiknya lantai kumbung dilapisi dengan pasir dan kapur.

c)Atap.

Atap kumbung semipermanen juga bisa menggunakan rumbia yang telah dilapisi dengan plastik. Untuk bangunan permanen, bisa menggunakan seng.

d)Jendeja.

kumbung harus dilengkapi dengan sebuah jendela supaya dapat mengatur sirkulasi udara yang masuk dan keluar

Pembuatan Kumbung Untuk Budidaya Jamur

3) Pemanas ruangan

Pemanas ruangan mempunyai fungsi sebagau proses pasteurisasi substrat di dalam area kumbung atau untuk menaikkan suhu ruangan kumbung saat suhu ruangan kumbung turun, biasanya pada budi daya jamur merang. Untuk Pemanas dalam ruangan sederhana dapat dibuat dengan media drum yang diberi pipa besi atau bambu yang dilubangi tengahnya dengan diameter 2—3 inci yang akan dihubungkan ke dalam area kumbung. tata kerja kerja pemanas ruangan adalah dengan cara  mengalirkan uap panas yang telah dihasilkan dari drum berisi air yang direbus sampai mendidih.

aktivitas dalam budi daya jamur, seperti menaikkan media tanam, penyiraman jamur, pemetikan jamur, dan pengeluaran media tanam.

Untuk skala hobiis, rak penanaman bisa menggunakan kotak yang terbuat dari rangka kayu berukuran lebar 2,5 cm atau juga bambu. Dengan Ukuran kotaknya, yaitu panjang antara 60 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 40 cm. dan pada area Sisi-sisi kotak dibiarkan terbuka dan tidak menggunakan dinding.

Pembuatan Kumbung Untuk Budidaya Jamur

Pembuatan Kumbung Untuk Budidaya Jamur

4)Pendingin ruangan

Suhu yang tinggi akan mengakibatkan pertumbuhan miselium atau jamur terganggu.  Oleh sebab itu, diperlukan pendingin ruangan. Pendingin ruangan yang mempunyai untuk mendinginkan area ruangan ketika proses pembentukan tubuh buah jamur dan juga dapat menurunkan suhu ruangan saat suhu ruangan naik. Biasanya alat pendingin ruangan berupa blower dan AC (air conditioner).

5)Pelembap ruangan

Pelembap ruangan mempunyai fungsi sebagai melembapkan udara ruangan ketika perkembangan miselium mengolonisasi substrat (fase vegetatif) atau pada saat kelembapan udara ruangan sangat rendah. Biasanya alat pelembap ruangan yang berupa humidifier. Dan juga cara sederhana dengan cara menyemprotkan air dari pompa siram dengan posisi nozel air yang akan keluar berupa kabut.

Kebutuhan kumbung juga dapat disesuaikan dengan skala budi daya, yaitu dengan perhitungan seperti berikut ini:

a)    Skala kecil. Menggunakan satu kumbung (6 m x 8 m) dengan kapasitas total produksi 200—250 kg.

b)    Skala menengah/sedang. bisa memakai 2—5 kumbung dengan kapasitas total produksi 400— 1.250 kg.

c)    skala besar bisa memakai hingga lebih 5 kumbung yang mempunyai total produksi dari 1.250 kg lebih

Demikian Kebutuhan kumbung disesuaikan dengan skala budi daya, yaitu sebagai berikut.