Cara Manajemen Bisnis Jamur Bernilai Ekonomi Tinggi

Posted on

Pada menjalankan bisnis harus dimulai dengan perencanaan (planning) yang sangat tepat dan matang,Serta organisasi (organizationing) yang jelas, pelaksanaan (actuating) yang sesuai dengan perencanaan dan terorganisir, serta pengawasan (controling) pelaksanaan yang ketat. Perencanaan usaha bisnis jamur dapat dimulai dari tahapan sebagaimana diuraikan berikut.

1. Menganalisis Situasi

Tahap pertama adalah dengan cara menganalisis situasi yang ada hubungannya dengan tata usaha yang sedang diajalankan.Situasi yang dimaksud antara lain dengan banyaknya permintaan pasar, pangsa pasar dan segmentasi pasar, serta strategi memasuki pasar. Pada tahapan ini yang perlu diketahui adalah situasi dan kondisi pasar yang akan dijadikan objek usaha, baik menyangkut prospek produk, lokasi, karakteristik konsumen, segmen pasar yang akan dirujuk, hingga memeprhatikan beberapa aspek yang juga akan menyangkut kemungkinan usaha apa yang sebaiknya akan dibuat atau dikembangkan.

Sumber informasi yang dapat diperoleh untuk mendapatkan gambaran situasi pasar potensial dari usaha yang , akan dikembangkan, antara lain media Imassa (koran, majalah, televisi, radio), internet, melihat langsung di lapangan (survei pasar), atau informasi yang akuran dan juga peroleh dari teman (kolega) yang rnengelola suatu usaha. Dan juga Berdasarkan informasi yang akurat sejak awal yang diperoleh, usaha yang akan dilakukan dapat segera dianalisis sedini mungkin dan pelaksanaan dserta an kelayakannya. Perkiraan untuk target produksi sendiri juga dalam kaitan dengan perencanaan tata usaha dapat juga ditentukan dengan menggunakan beberapa pendekatan perkiraan atau hitungan kebutuhan dari data terkait usaha bidang yang akan dimasuki.

2. Pemahaman tentang Organisasi dan Tata Laksana Perusahaan

  • Kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan sebelum mengawali untuk terjun dan berwirausaha adalah bekal pemahaman tentang cara menjalankan suatu usaha dengan baik dari segi pembentukan badan usaha (organisasi usaha), manajemen organisasi usaha, maupun pengetahuan tentang manajemen keuangannya.
    Dalam tahapan ini juga sangat perlu untuk diketahui dan dikuasai oleh beberapa aspek yang begitu penting dalam pengelolaan usaha. Berikut aspek pentingnya.Penentuan harga pokok dan harga jual produk, penentuan volume produksi perhitungan titik impas usaha, dan ‘^j sistem pembukuan keuangan (laporan neraca, laba/rugi)
  • Pengetahuan tentang konsep bagi hasil. Pengetahuan tersebut diperlukan dalam menentukan tingkat keuntungan perusahaan yang juga bisa diperoleh. Selain itu, untuk cara  antisipasi pada kegiatan usaha yang sistem keuangannya juga harus melibatkan perbankan agar bisa memanajemen dengan baik.
  • Kemampuan untuk menganalisis secara alternatif dalam badan usaha yang sedang didirkan dan paling menguntungkan.Tujuannya agar usaha yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan dalam jangka waktu yang lama atau bisa dialih generasikan.
  • Dan juga harus bisa menjalin kemitraan dengan berbagai pihak terkait dengan dunia usaha, seperti bank, koperasi dan juga dinas instansi terkait, serta lembaga riset dan pengembangan. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan membuat proposal dan teknik negosiasi sangat diperlukan.

3.    Melakukan Studi Kelayakan Usaha

Sebagai tahapan yang terakhir dari kegiatan perencanaan usaha adalah dengan cara menganalisis kelayakan ekonomi dari badan usaha yang akan didirikan.

Untuk menganalisis suatu kelayakan dari pendapatan ekonomi dari badan usaha, memang sangat diperlukan perkiraan serta pendapatan dan pengeluaran biaya usaha itu sendiri. Karena tahapan ini juga terbilang baru berupa perencanaan, diperlukan harga atau nilai-nilai perkiraan dalam analisisnya. Apabila kriteria kelayakan pada sektor ekonomi telah terpenuhi, kegiatan usaha dapat dilakukan dengan lancar.

4.    Mengelola Sistem Produksi

Tahapan lainnya adalah mengelola sistem produksi dengan cara yang efektif dan efisien. Kegiatan ini juga sangat terkait dengan bagimana cara memadukan unsur manusia, mesin,dan material (bahan baku) yang ada,serta metode kerja, modal kerja, dan untuk pemasaran produk dengan seefektif dan juga harus seefisien mungkin. Misalnya, pada pokook bahan baku juga harus didapatkan dengan harga yang begitu murah dan kualitasnya baik, membuat standar prosedur operasional (SOP), dan menerapkan sistem manajemen yang diakui oleh lembaga internasional, seperti sistem manajemen mutu dan keamanan pangan (ISO 22000).

5.    Menjaga Kesinambungan

Usaha Selanjutnya adalah tahapan menjaga usaha yang dilakukan agar berkesinambungan dengan mengacu pada kaidah 3K (kapasitas, kualitas, dan kontinuitas). Kaidah ini mengandung makna bahwa usahakan kegiatan usaha selalu memenuhi kapasitas standar bagi pemenuhan target produksi yang direncanakan. Kaidah tersebut tidak melupakan unsur kualitas produk yang baik dan terjaga (kesehatan, performa/ penampilan, keamanan, dan manfaat) serta dapat diproduksi secara kontinu (berkesinambungan).

Cara Manajemen Bisnis Jamur Bernilai Ekonomi TinggiDemikian Cara Manajemen Bisnis Jamur Bernilai Ekonomi Tinggi.Semoga bermanfaat