Sudah Tau Nilam Yang Banyak Manfaatnya ? Ini Dia Dapat Di Budidaya Tanaman Nilam Untuk Kesehatan

Posted on

Ruangtani.com – Pastinya bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini, ya Nilam. Tanaman nilai merupakan salah satu tanaman perdu yang pada sekarang ini banyak dilirik orang. Karena tanaman ini memiliki nilai yang ekonomis yang terbilang cukup dibilang tinggi. Pada tanaman ini memiliki keunggulan multi manfaat dan khasiat yang cukup bagus bila dibandingkan dengan tanaman perdu yang lainnya.

tanaman nilam1

Banyak Manfaatnya “ Bernilai Ekonomi ” Budidaya Tanaman Nilam

Semakin banyaknya permintaan minyak nilam di Indonesia maupun diluar Negeri menjadikan pada tanaman ini layaknya “ primadona ” yang banyak dilirik atau dicari orang, bahkan yang mengelola minyak dari bahan dasar nilam ini kebanyakan perusahan besar yang hasil akhirnya akan dikirim ke luar negeri atau menjadikan pada nilam ini menjadi komoditi ekspor.

Baca juga :

Untuk mengetahui bagaimana cara membudidayakan tanaman nilam ini berikut ini tahapan atau langkah-langkah dibawah ini.

Proses Pembibitan

Apabila ingin melakukan kegiatan persemaian atau pembibitan maka ada beberapa hal yang perlu untuk dipersiapkan yang antara lain lahan yang cukup, misalnya dengan luas 2.500 m2 untuk menangani sekitar 25 ha areal lahan yang nantinya akan ditanami.

Persiapan bibit yang berupa pohon nilam dari hasil panen yang melewati jangka waktu 6-7 bulan, untuk tenaga kerja melakukan monitoring dan pemeliharaan, bahan baku berupa tanah yang subur, pasir, sekam, pupuk kandang, insektisida, bahan baku untuk pembuatan naungan berupa bamboo dan atap pelindung serta persiapan bahan baku polybag sebagai media penepatan bibit nilam. Untuk persemaian dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  • Untuk cara yang pertama bibit setek dipotong sekitar 15-18 cm, setelah itu langsung dimasukkan kedalam polybag yang sudah diisi dengan media tanam. Media tanam terdiri dari campuran 100 kg tanah, 125 kg sekam, 25 kg pasir dan 100 kg pupuk kandang. Campuran tersebut didiamkan selama 1-2 hari. Untuk pemeliharaan bibit ini didalam polybag dilakukan hingga berumur maksimum 2 bulan, selanjutnya bibit dapat dipindahkan ke lahan perkebunan. Banyak media tanam campuran tersebut digunakan untuk 26.000 polybag.
  • Untuk cara yang kedua, bibit setek dipotong dengan ukuran panjang 12-15cm setelah itu, bibit tersebut direndam dalam pupuk cair organic perangsangan akar tanaman ( 131 ) dalam waktu 5 menit. Kemudian bibit diikat dalam satuan 50 atau 100 batang dan disimpan ditempat yang sejuk selama 15 hari. Saat akar serabut dan daun sudah muncul maka setek dapat dipindahkan ke dalam polybag yang telah dilubangi sebanyak 2 atau 3 lubang hal ini untuk menghindari adanya gesekan dengan akar yang sudah hidup.

Pengolahan Tanah

Tanah yang akan ditanami terlebih dahulu harus melalui proses penggemburan dengan cara dicangkul atau dengan alat pertanian ( traktor ). Kedalam galian tanah hendaknya 30 cm untuk dibalikkan, setelah itu didiamkan selama 3-4 hari agar terjadi proses penguapan dari tanah yang telah diolah.

Dengan asumsi lahan yang akan ditanami pohon nilam ialah tanah datar bekas persawahan sebaiknya tanah yang telah gembur bedeng lebar sekitar 3.2 meter dengan panjang disesuaikan laus areal tanah. Setiap bedeng diberi jarak selebar 30 cm, sebagai penampung saluran air sekaligus sarana jalan untuk mengontrol tanaman dengan kedalam sekitar 15-25 cm.

Dengan lebar bedeng tersebut maka pada bedengn dapat dibuat 3 lubang dengan jarak masing-masing 80 cm untuk menampung bibit sebanyak 3 polybag, jarak lubang pinggiran saluran masing-masing 30 cm.

Lubang untuk tanaman tersebut dibuat dengan diameter 12-15 cm atau disesuaikan dengan diameter polybag kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 0.00769 kg atau sekitar 2 sendok makan. Setelah itu lubang didiamkan selama 2-3 hari selanjutnya proses penanaman bibit dapat dilakukan.

Penanaman

Untuk penanaman dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu penanaman langsung dan tidak langsung

Penanaman langsung

Bibit yang digunakan pada penanaman langsung berupa setek yang dipetik dari lahan perkebunan dan dtanam secara langsung dilahan setipa lubang ditanam2-3 setek menjaga setek yang mati. Penanaman dengan cara membutuhkan bibit setek lebih banyak dan persentase kematiannya lebih besar oleh sebab itu cara ini tidak disarankan untuk diterapkan diperkebunan budidaya.

Penanaman secara tidak langsung

Bibit yang digunakan pada cara ini proses pesemaian atau pembibitan terlebih dahulu. Tanaman dipersiapkan selama6-8 minggu sebelum ditanam pada lahan budidaya. Persemaian dapat dilakukan pada lahan tersendiri pemberian pelindung atau pada areal yang memiliki pepohonan yang rindang namun lahan memenuhi syarat yaitu kemudahan persedian air dalam jumlah cukup serta memudahkan efektivitas meonitoring untuk memantau perkembangan dari bibit/setek.

Pemeliharaan Tanaman

  • Pemupukan
    Untuk penggunaan jenis pupuk disesuaikan dengan jenis tanaman yaitu pupukkandang, dari domba dan ayam atau pupuk kimia berupa SP 36, urea, KCL dan NPK. Pemupukan dilakukan pada awal proses penanaman dengan dosis sesuai takaran. Pada masa pertumbuhan memasuki umur satu bulan diberi urea dan KCL atau SP 36 dan NPK sebanyak ¼ bagian dan 1/3 bagian pemupukan didiberikan satu minggu panen pertama dan sisanya setelah panen kedua dan ketiga. Hal ini dimaksudkan agar proses pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Penyulaman
    penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang sudah mati atau layu agar jumlah tanaman sesuai target yang diinginkan. Penentuan target jumlah tanaman disesuaikan dengan luas areal dan jarak tanam yaitu 1 hektar dengan jumlah 26.000 tanaman.
  • Penyiangan
    penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman berumur sekitar umur tersebut ketinggian tanaman mencapai 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. penyiangan dilakukan ada dua yaitu cara mekanis dan kimiawi.
  • Pemangkasan
    pemangkasan dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan yaitu setelah terbentuk perdu yang saling menutupi satu sama yang lain antara pohon atau tanaman. Pemangkasan dilakukan pada cabang tingkat tiga ke atas, pemangkasan dan penjarangan dilakukan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit tanaman selain pemangkasan member ruang gerak lebih luas terhadap tanaman.

Panen Dan Pasca Panen

  • Panen dapat dilakukan pada tanaman tersebut sudah mencapai 6-8 setelah tanam.
  • Semua bagian tanaman nilam yaitu akar batang cabang dan daun mengandung minyak atsir.
  • Alat yang akan digunakan seperti sabit, gunting atau parang yang tajam dan bersih
  • Untuk panen pertama bagian yang boleh dipangkas ialah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan
  • Setelah selai panen yang pertama bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya
  • Setelah tanaman telah berumur 9 bulan tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen yang pertama sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakn baru.
  • Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 dan seterusnya
  • Panenan daun nilam dipotong-potong lebih kurang 3-5 cm l;alu dijemur dibawah sinar matahari sampai kadar airnya berkurang 15% kemudian disuling.

Demikianlah pembahasan tentang Banyak Manfaatnya “ Bernilai Ekonomi ” Budidaya Tanaman Nilam ini semoga bisa bermanfaat bagi anda, terima kasih. 🙂