Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi

Posted on

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi

Jamur tiram termasuk jenis jamur yang cukup populer di kalangan masyarakat dan sudah banyak dibudidayakan, mulai dari skala kecil hingga skala besar.

Jamur tiram adalah jamur y4ng sangat populer saat ini. Hidupnya pada kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami, atau limbah kapas.Teksturnya sang4t lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untukdipadukan pada berbagai masakan. Budi dayanya juga relatif mudah dan murah hingga sangat potensial dikomersialkan.

MORFOLOGI DAN ANATOMI

Jamur ini dinamakan jamur tiram karena tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agakcekung dan berwarna putih hingga krem.Tubuh buah jamur ini menyerupai cangkang kerang, tudungnya halus, dan panjangnya 5—15 cm. Jika masih muda, tubuh buah berbentuk seperti kancing, kemudian berkembang manjadi pipih. Ketika masih muda, warna tudungnya cokeiat gelap kebiru-biruan. Namun, warna tudung segera menjadi cokeiat pucat dan berubah menjadi putih jika telah dewasa.Tangkainya sangat pendek dan berwarna putih.

Selain Jamur tiram putih, ada pula beberapa jenis pada jamur tiram y4ng berbeda warna pada bat4ng tubuh buahnya. Misalnya, jenis Pleurotus citrinopileatus berwarna kuning emas, Pleurotus flabellatus berwarna merah jambu, Pleurotus florida berwarna putih bersi Pleurotus sajorcaju berwarna kelabu, Pleurotus columbinus berwarna kelabu, dan Pleurotus pulmonarius berwarna merah hati.

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi

Habitat

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan yang berdaerah sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau batang pohon yang sudah ditebang. Jamur banyak ditemukan tumbuh di batang-batang kayu lunak y4ng telah lapuk, seperti pohon karet, damar, kapuk, atau sengon yang terletak di daerah y4ng sangat lembap dan terlindung dari cahaya matahari. Fase pembentukan miselium jamur tiram memerlukan suhu 22—28° C dan kelembapan 60—80%.

Fase pembentukan tubuh buahnya memerlukan suhu 16—22° C dan kelembapan 80—90% dengan kadar oksigen cukup dan cahaya matahari sekitar 10%.

Jamur tiram dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 600 m dpi di lokasi yang memiliki kadar air sekitar 60% dan derajat keasaman atau pH 6—7. Jika p4da tempat tumbuhnya terlalu kering at4upun pada kadar airnya kurang dari 60%, miselium jamur ini tid4k bisa menyerap dan juga sari makanan dengan baik sehingga tumbuh kurus. dan Sebaliknya, jika kadar air pada lokasi tumbuhny4 terlalu tinggi, jamur ini ak4n terserang penyakit busuk pad4 akar.

KANDUNGAN

Jamur tiram mengandung karbohidrat sebesar 58%, lemak sebesar 1,6%, dan protein sebesar 27%. Protein jamur mengandung leusin, isoleusin, valin, triptofan, lisin, fenilalanin, dan beberapa jenis asam amino lainnya yang penting bagi tubuh. Vitamin B kompleks pada jamur tiram tergolong tinggi.

Manfaat

Selain pemanfaatannya sebagai sayur, jamur tiram juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk atau keripik. Bahkan, di Negara Eropa dan Amerika, jamur tiram sering dikonsumsi langsung, dijadikan semacam sayuran pada pembuatan salad karena rasanya enak.

Jamur tiram mengandung protein nabati y4ng tidak mengandung kolesterol sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan, serta diabetes. Jamur tiram juga dapat menyembuhkan anemia, antitumor, dan mencegah kekurangan zat besi.

Ekspor jamur tiram dikemas dalam bentuk kering atau dikalengkan telah dikirim ke negeri Singapura, Taiwan, Jepang, dan Hongkong.

PROSES BUDI DAYA

Tahapan kegiatan dalam budi daya jamur tiram meliputi pada persiapan media tanam, dan juga tahap pengemasan media tanam, sterilisasi media tanam, inokulasi, inkubasi, pembentukan tubuh buah, dan pemanenan.

1. Persiapan Media Tanam

Persiapan media tanam dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu formulasi substrat, pembasahan awal, pengomposan, dan pengemasan media

a.Formulasi substrat

Sebagai panduan dalam proses pembuatan substrat, pembudidaya harus membuat formulasi substrat. Formulasi juga berfungsi sebagai standar biaya proses produksi. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media tanam adalah serbuk kayu yang telah diayak 85—90%, bekatul 10—15%, dan kalsium karbonat (CaC03) sebanyak 1—2%.

b. Pembasahan awal

Pembasahan awal pada media tanam (serbuk kayu) dilakukan sampai merata. Setelah itu, campuran bekatul dan kalsium karbonat ditambahkan ke dalam serbuk kayu dan diaduk rata. Pengadukan dilakukan hingga diperoleh kadarairnya sekitar60—70%.

Tahap selanjutnya adalah pengomposan media. Caranya, media tanam yang sudah dibasahi dibuat tumpukan dengan lebar 1—2 m, tinggi 1,5 m, dan panjang disesuaikan dengan jumlah bahan.

Media biasany4 dikomposkan selama 5—7 hari. Suhu media mengalami peningkatan sampai 65—70° C selama proses pengomposan. Selanjutnya, dilakukan pembalikan media setiap 2—3 hari agar proses pengomposan rata. Media yang Akan menjadi berwarna cokelat atau kehitaman yang artinya menandakan media telah siap digunakan.

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Media tanam yang telah siap digunakan. Ditandai dengan perubahan war na media menjadi cokelat

2. Pengemasan Media Tanam

Media tanam yang selesai proses pengomposannya dikemas dalam kantong plastik PP. Ukuran kantong plastik tergantung dari berat yang ditetapkan. Misalnya, berat media 1 kg menggunakan plastik PP berukuran 30 cm x 20 cm dengan tebal 0,5 mm.

Setelah itu, media tanam tersebut dipadatkan menggunakan alat pengepres atau botol hingga bagian bawah plastik rata dan menyerupai log kayu (baglog). Selanjutnya ujung plastik dipasang ring, ditutup dengan kapas, dan dipasang dengan plastik menggunakan penutup baglog.Tujuannya agar air tidak masuk ke d4lam baglog saat sterilisasi.

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Pengemasan media tanam. Menggunakan plastik jenis polipiopilena

 

3. Sterilisasi Media

Sterilisasi media bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan dalam budi daya jamurtiram. Dengan demikian, media tanam terbebas dari kontaminan. Sterilisasi dilakukan pada suhu 95° C selama 90 menit.

Media tanam yang sudah disterilisasi kemudian didinginkan hingga suhunya mencapai suhu ruang sekitar 25° C.

Proses pendinginan dapat dilakukan di dal4m suatu ruangan khusus y4ng mempunyai sirkulasi udara yang baik. Apabila jumlah media tanam cukup banyak, penurunan suhu media dapat dibantu dengan menggunakan blower atau air conditioner (AC). Pendinginan media tanam harus dilakukan karena bibit Jamurtiram akan mati apabila saat inokulasi media tanam suhunya masih tinggi (panas).

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Penutupan ujung baglog. Agar air tidak masuk saat sterilisasi
Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Sterilisasi media tanam. Dilakukan pada suhu 95° C selama 90 menit

 

 

4. Inokulasi

Setelah suhu media tanam dingin, proses selanjutnya adalah pemasukkan atau pemberian bibit (inokulasi) jamur tiram ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik agar media tanam tidak terkontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki yang akan merugikan dalam budi daya jamur tiram. Cara inokulasi adalah sebagai berikut.

a)    Siapkan bibit semai jamur tiram dan media tanam (baglog).

b)    Jika menggumpai, lakukan penguraian bibit semai teriebih dahulu dengan cara memukui-mukulkan botol ke sandal karet (digojok).

c)    Semprot laminar atau meja bersih 1    dengan larutan aikohol 70% sampai   merata.

d) Seteiah kering, nyaiakan bunsen di dalam laminar atau meja bersih.

e) Benamkan skaipel dalam aikohol dan panaskan sampai membara, lalu  dinginkan.

f)    Buka tutup botol yang berisi biakan bibit semai jamur tiram dan media tanam (baglog).

g)    Ambil media biakan bibit semai jamur tiram dengan skaipel atau tuang media biakan bibit semai jamur tiram apabila media tanam biakannya menggunakan biji-bijian.

h) Masukkan media biakan bibit semai ke dalam baglog, kemudian tutup media tanam dengan kapas. Media tanam siap untuk diinkubasi.

i) Lakukan inokulasi lagi seperti langkah

j) sampai media tanam habis dan media semainya juga habis.

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
inokulasi. Dilakukan secaca aseptik agar tidak terkontaminasi

5. Inkubasi

Seteiah media tanam selesai diinokulasi dengan bibit semai, tahap selanjutnya adalah menginkubasi media tanam. Tujuannya untuk membantu menumbuhkan miselium jamur tiram pada kondisi yang sesuai.

Biasany4, media tanam diletakkan p4da ruangan khusus tanam dengan cara media disusun di rak-rakyang sudah disanitasi terlebih dahulu. Ada beberapa cara pada saat penempatan media tanam (baglog) yang ada di dalam ru4ng inkubasi.

a)    Media tanam (baglog)bis4 ditempatkan berderet (posisi media tanam berdiri) pad4 rak-rak inkubasi.

b)    Media tanam (baglog) ditumpuk d4lam satu deret (posisi media tanam tidur) di rak-rak inkubasi.

c)    Ketiga, media tanam (baglog) diletakkan dengan cara digantung secara bertumpuk.

Suhu dan kelembapan ruangan inkubasi dijaga agartidakterlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Suhu diatur berkisar 25—28° C dan kelembapan udara sekitar 80—90%. Pengaturan cahaya dapat dilakukan dengan cara menutup pintu dan ventilasi. Lama proses inkubasi berkisar 4—5 minggu setelah inokulasi. Cirinya, miselium jamur tiram yang berwarna putih menyelimuti seluruh media tanam (baglog).

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Baglog di ruang inkubasi. Ditempatkan berderet dan posisi tidur

 

6. Perawatan Saat Pembentukan Tubuh Buah

Setelah media tanam (baglog) dipenuhi oleh beber4pa miselium jamur tiram, pembentukan tubuh buah jamur tiram dimulai. Adapun perlakuan yang diberikan saat proses pembentukan tubuh buah diawali dengan pemberian tekanan (.stres) berupa perbedaan suhu, ke\embapan, serta pemberian oksigen. Fase ini suhu ruangan mulai diturunkan antara 22—25°

C dan kelembapan menjadi 80—85%. Pemberian oksigen diiakukan dengan cara membuka media tanam yang sudah dipenuhi miseiium.

 

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Miselium jamur mulai tumbuli menyelimuti baglog. Terjadi saat pioses inkubasi

 

Ada beberapa metode pembukaan media tanam. Pertama, membuka kapas penutup. Kedua, cara penyobekan plastik media tanam dengan menggunakan silet atau pisau yang sudah disterilisasi dengan menggunakan alkohot 70%. Penyobekan plastik media tanam dapat berbentuk “+” atau “X”.

Setelah 3—7 hari setelah penyobekan plastik, sudah mulai terlihat calon jamur tiram (primordia) yang berbentuk jonjot-jonjot berwarna keputihan. Hari ke-7— hari ke-10 setelah terbentukjonjot-jonjot, akan mulai terlihat atau terdeferensiasi batang dan tudungnya. Stadia ini mulai dilakuan pengabutan sampai jamur tiram siap dipanen. Penyiraman/pengabutan diiakukan minimal sekali setiap harinya.

Pengaturan cahaya dengan membuka pintu dan mengatur ventilasi. Namun, perlakuan tersebut dapat menyebabkan suhu udara di dalam kumbung menjadi naikjika suhu di luarlingkungan kumbung tidak mendukung. Untuk mengatasinya, dapat menggunakan blower atau AC lair conditioner).

 

Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi
Tubuh buah yang mulai tumbuh di baglog. Perawatannya berupa penyiraman dengan pengabutan

 

BACA JUGA: Cara Budi Dava Jamur Shiitake Bernilai Ekonomi Tinggi

 

Demikian Cara Budi Daya Jamur Tiram Bernilai Ekonomi Tinggi.Semoga bermanfaat