Cara Budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi

Posted on

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi

Jamur yang mudah hidup dalam berbagai macam media tanam ini dapat dibudidayakan di dalam atau di luar ruangan.

Jamur merang merupakan salah satu spesies jamur pangan y4ng memang s4ngat banyak dibudidayakan pada kawasan Asia Timur dan AsiaTenggara beriklim tropis atau subtropis. Jamur ini telah mendapat sebutan jamur merang walaupun tidak selalu tumbuh pada media merang (tangkai padi). Jamur ini sebenarnya juga dapat tumbuh pada media atau sisa-sisa tanaman y4ng mempunyai sumber selulosa, seperti halnya p4da limbah pabrik kertas, serta limbah biji kopi, dan juga ampas batang aren, limbah kelapa sawit, amp4s sagu, sisa kapas, serta kulit buah pala.

A. TAKSONOMI

Jamur merang atau paddy straw mushroom memiliki beberapa nama daerah. Jamur ini dikenal sebagai supapare atau jajaban di Jawa Barat, Jamur dami atau jamur kantung di Jawa Tengah, atau kulatim here atau im sere di Minahasa, kulatsagu atau kulatera di Maluku, kulatjeramoe dalam bahasa Aceh, dan beberapa sebutan lain sesuai daerahnya.

Kedudukan jamur merang dalam dunia fungi, atau klasifikasi ilmiah adalah sebagai berikut:

Kerajaan :Fungi

Divisio : Basidiomycota

Kelas    : Basidiomycetes

Ordo    : Agaricales

Famili    : Plutaceae

Genus    : Volvariella

Spesies : Volvariella volvacea

B. MORFOLOGI DAN Anatomi

Sesuai dengan nama ilmiahnya, yaitu Volvariella volvacea, jamur ini ternyata juga memiliki volva atau cawan berwarna cokelat muda. Awalnya, cawan merupakan selubung pembungkus tubuh buah saat masih stadia telur. pada perkembangannya, tangkai sert4 tudung buah membesar sehingga selubung tersebut tercabik, lalu terangkat ke atas. Kemudian, sisanya yang tertinggal di bawah akan menjadi cawan.

Jika cawan ini sudah terbuka, maka akan segera terbentuk bilah yang saat matang memproduksi basidia dan basidiospora berwarna merah atau merah muda. Selanjutnya, basidiospora akan berkecambah dan membentuk hifa. Kumpulan hifa kemudian membentuk gumpalan kecil (pin head) atau primordial yang akan membesar membentuk tubuh buah stadia kancing kecil (smallbutton) dan tumbuh menjadi stadia kancing (button). Akhirnya, tubuh buah jamur berkembang menjadi stadia telur (egg). Dalam budi daya jamur merang, stadia telur inilah jamur dipanen.

C. HABITAT

Jamur merang merupakan jamur yang sangat mudah hidup di dalam berbagai macam media tumbuh dan juga mampu untuk ditanam di mana saja. Jamur merang paling mudah dibudidayakan karena memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, jamur merang dapat tumbuh mulai dari Benua Asia sampai Benua Afrika pada ketinggian tertentu.

Berbeda dari jamur komersial yang lazimnya dibudidayakan pada kompos yang sudah jadi, jamur merang dapat ditanam di media tumbuh yang masih berupa limbah pabrik pertanian yang belum diolah menjadi kompos. Hal tersebut karena jamur merang dapat tumbuh pada berbagai media yang banyak mengandung seluiosa. Jamur merang tumbuh di lokasi yang dengan suhu 32—38° C dan kelembapan 80— 90% dengan oksigen yang cukup. Jamur ini tidaktahan terhadap cahaya matahari langsung, tetapi tetap membutuhkannya dalam bentuk pancaran tidak langsung. Derajat keasaman (pH) yang cocok untuk jamur merang adalah 6,8—7.

D.KANDUNGAN

Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim, terutama tripsin. Enzim tersebut berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang juga bisa dijadikan untuk makanan pelindung karena terdapat kandungan vitamin B-kompleks y4ng lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.

E.    Manfaat

Jamur merang memang memiliki rasa yang khas yaitu enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak. Jamur ini digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti halny4 mi ayam jamur, tumis jamur, pepes jamur, sup, dan jug4 capcay.

Selain berperan dalam membantu proses pencernaan, jamur merang berguna bagi penderita diabetes, kekurangan darah, dan obat kanker. Penelitian USDA (United States Drugs and Administration) pada tikus menunjukkan b4hwa pemberian menu jamur tiram selama tiga minggu akan menurunk4n kadar kolesterol dalam serum sampai 40% dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Oleh karena itu, diasumsikan bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol.

F.    PROSES BUDI DAYA

Budi daya jamur merang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Metode indoor mirip dengan teknik budi daya Agaricus. Adapun kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut:

Budi Daya Indoor

Budi Daya Outdoor

Diawali dengan stadia
pengomposan dan dilanjutkan spawning

 

Fermentasi moderat dan spawning
dapat dilakukan bersamaan

 

Membutuhkan investasi yang
cukup besar

 

Investasi kecil

 

Hasil tinggi dan stabil

 

Hasil rendah, sukar diprediksi. sangat dipengaruhi lingkungan

 

Kondisi lingkungan dapat dikendalikan

 

Kondisi lingkungan alami

 

Hama dan penyakit terkendali

 

Kemungkinan pengendalian hama dan penyakit kecil, bahkan tidak
ada

 

1. Budi Daya Jamur Merang Tradisional (Outdoor)

Metode outdoor umumnya dilakukan petani tradisional karena biaya investasinya tergolong kecil. Namun, metode ini sering diikuti oleh hasil rendah karena serangan penyakit. Oleh karena itu, petani kurang berminat untuk membudidayakan jamur merang. Hal lain yang dihadapi pembudidaya outdoor adalah pemasaran yang tidak kontinu karena hasil panen yang fluktuatif.

a Persiapan tempat budi daya (bedeng)

Bedeng hendaknya ditempatkan pada tempat yang teduh. Jika tidak, suhu bedeng dapat menjadi sangat tinggi selama siang hari.

1) Dasar bedeng atau kotak Oasar bedeng berukuran panjang 60 cm, lebar 45 cm, dan dalam 20 cm. Adapun bahannya dapat dibuat darl tanah, bambu, atau kayu.

Dasar bedeng dari tanah dibuat dengan meninggikan permukaan tanah sekitar 5 cm dengan lebar 50—60 cm dan panjang 2—3 m. Jika dibuat beberapa dasar bedeng dari tanah berdampingan, antardasar bedeng dibuat saluran sedalam 15 cm dengan lebar 30 cm. Saluran dapat diisi dengan air yang dapat menjaga kelembapan dan untuk menghalau hewan pengganggu.

Dasar bedeng dari bambu atau kayu dibuat dengan ukuran yang sama (tinggi 5 cm, lebar 50—60 cm, panjang 2—3 m. Perbedaannya hanya diletakkan lebih tinggi, yaitu sekitar 30 cm dari permukaan tanah.

Dasar bedeng dari kotak dengan bahan yang terbuat dari batu, pasir, dan semen memiliki kelebihan lebih mudah untuk mengelola hama atau penyakit. Kekurangannya adalah diperlukan biaya awal lebih mahal.

2) Pelindung

Agar bedeng terlindungi ketika cuaca panas, dibuat naungan dari bilah-bilah bambu di atas lapisan plastik. Konstruksi tersebut dapat digunakan hingga panen. Lapisan plastik diatur posisinya agar tidak menyentuh bedeng. Jenis plastik yang digunakan biasanya dari jenis polipropilen (PP) dengan ketebalan plastik 0,5—0,8 mm. Ukuran plastik yan9 digunakan tergantung dari luas tanam bedeng.

b. Pemulihan bahan substrat

Bahan yang digunakan sebagai substrat, di antaranya jerami padi, daun pisang kering, bagase gula tebu, lili air (teratai), atau tanaman air sejenisnya.

1)    Jerami

Jerami padi yang akan digunakan sebagai substrat dipilih hanya yang masih baru dipanen dan disimpan dalam kondisi kering. Jerami yang dibutuhkan berukuran panjang sekitar 50 cm atau lebih baik jika sesuai panjang bedeng (60 cm). Jerami disatukan dengan posisi yang sama dan diikat menjadi ikatan dengan diameter sekitar 10 cm, kemudian semua ikatan dipotong ujungnya.Tujuannya agar diperoleh jerami yang panjangnya seragam, yaitu sepanjang lebar bedeng.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi
Jerami. Dipilih yang masih baru dipanen dan disimpan dalam kondisi kering

2)    Daun pisang

Jika menggunakan daun pisang, dipilih daun pisang kering yang masih menempel pada tanaman. Artinya, daun pisang belum pernah mengalami pembusukan. Daun pisang dipotong-potong seragam, lebih baik sepanjang lebar bedeng, dan dibuat ikatan-ikatan berdiameter 10 cm.

3)    Tanaman teratai

Tanaman teratai yang akan digunakan adalah yang masih tumbuh di tempatnya dan seluruh bagian tanaman dapat digunakan. Tanaman tersebut dicabut dan akarnya dibersihkan dari tanah yang menempel. Selanjutnya, tanaman dikeringkan dengan cara dijemur di atas lantai semen atau digantung. Jika sudah kering, sekitar 4—6 tanaman disatukan dan diikat membentuk ikatan dengan diameter sekitar 10 cm, lalu potongannya dirapikan sepanjang lebar bedeng.

c. Penyiapan substrat

Penyiapan substrat dengan cara bahan substrat direndam dalam airterlebih dahulu selama empat jam.Tujuannya agar daun pisang menjadi lebih transparan dan warna jerami padi menjadi lebih tua. Selanjutnya bahan substrat ditiriskan. Jika
air sudah tidak menetes lagi dari substrat satu lapis substrat ditutupkan di atas dasar bedeng.

Jika dasar bedeng adalah tanah, substrat harus dilembapkan terlebih dahulu. Caranya, bahan substrat ditumpuk di atas dasar bedeng, kemudian langsung disiram dengan air dan tidak perlu direndam lagi. Tanah kemudian akan menyerap banyak air dari substrat (jerami).

d. Pembentukan tumpukan media dan penebaran bibit jamur merang (spawn)

Setelah direndam dan ditiriskan sampai kadar airsekitar70—75%, bahan substrat
diletakkan di dasar bedeng untuk dibuat tumpukan substrat. Ketebalan tumpukan substrat setiap lapisannya antara 10—15 cm.
Jika substrat yang digunakan berupa jerami padi atau lili air, ujung yang dipotong harus diletakkan pada sisi yang sama. Selanjutnya spawn berukuran sekitar sebesar ibu jari ditebarkan merata pada permukaan susbtrat tiap 10 cm dengan jarak dari tepi substrat sekitar 5 cm. Setelah itu, bagian atasnya diletakkan lapisan substrat kedua. Jika digunakan jerami padi atau lili air untuk lapisan kedua, ujung yang dipotong diletakkan pada sisi berseberangan dari lapisan sebelumnya. Spawn kemudian disebarkan dengan cara yang sama.Tahapan tersebut dilakukan berulang hingga tersusun A—6 lapisan.

Lapisan yang dibuat p4da saat musim kemarau sebaiknya tidak lebih dari empat lapis (tinggi bedeng sekitar 50 cm). Hal itu karena suhunya akan meningkat sangat tinggi jika lebih banyak lapisannya. Namun, saat musim hujan dibuat hingga enam lapisan agar suhu optimum 35° C dapat dicapai.

Bedeng berukuran panjang 3 m dan lebar 50 cm yang memerlukan 150—200 ikat jerami padi (sekitar 25 kg bobot kering) dan enam botol spawn berukuran 500 ml.

Spawn harus dipilih yang umurnya tidak lebih dari dua bulan, tetapi juga tidak terlalu muda. Spawn yang terlalu muda ditunjukkan oleh masih terdapatnya spora-spora berwarna merah jambu. Hendaknya digunakan hanya strain yang baik saja. Spawn juga tidak boleh mengandung moulds, baik hijau maupun yang biru.

Perawatan yang dilakukan berupa pemadatan bedengan. Caranya, substrat ditekan dan tepian bedeng diratakan serapi mungkin. ap4bila tidak dilakukan, maka tubuh buah jamur dapat tumbuh pada lapisan bawah dan membusuk sebelum terlihat. Hal tersebut akan mengundang kontaminan dan hama, seperti serangga. Karena alasan tersebut, ikatan-ikatan yang longgar harus dikencangkan sesudah spawning.

Perawatan lainnya berupa penyiraman dapat dilakukan jika substrat terlihat tering dan kelembapan bedeng rendah.

Cara penyiraman substrat dan bedeng dengan pengabutan agar tidak merusak substrat.

e. Inkubasi

Setelah penebaran bibit, dilakukan inkubasi. Untuk inkubasi, diperlukan suhu optimal dalam kisaran 35—38° C pada bagian tengah bedeng selama 4—6 hari. Caranya, bedeng ditutup dengan plastik atau digunakan konstruksi seperti tenda. Tujuannya untuk menghindari bedeng mengering dan melindungi kerusakan miselia karena hujan. Penutupan bagian atas bedeng dengan plastik juga dapat membantu memelihara suhu dalam kisaran yang dikehendaki serta menjaga kelembapan. Dengan demikian, selama 10 hari pertama bedeng tidak memerlukan penyiraman.

Suhu dalam substrat harus diperiksa tiap hari. Jika termometer tidak tersedia, dapat digunakan jari untuk merasakan suhu di dalam bedeng. Suhu sekitar 40° C akan terasa menyenangkan.

Saat cuaca panas, suhu dalam bedeng harus lebih tinggi sehingga tutup plastik harus dilonggarkan. Tujuannya agar panas yang berlebihan dapat keluar.

Untuk menjaga kelembapan tetap tinggi dan mencegah hama serangga menginfestasi bedeng, saluran antarbedeng diisi air. Selain itu, penyiraman bedeng dilakukan dengan cara dikabut agar kelembapannya tetap tinggi.

f. Perawatan saat pembentukan tubuh buah

Sekitar 8—10 hari setelah spawning, tubuh buah berukuran kecil berwarna putih (pinhead) akan mulai muncul.

Mufai saat terse but penyiraman harus dihentikan. Tujuannya untuk menghindari rusaknya pinhead. Namun, jika kadar air substrat kering, penyiraman dapat difakukan dengan cara pengabutan agar tidak merusak pinhead.

g. perawatan Panen

Jamur dipanen 2—3 hari dari saat muncul pinhead. Pemanenan saat masih kuncup dapat dilakukan karena dapat disimpan lebih lama. Panen dilakukan 2—3 kali dalam sehari dan diulang kembali tiga hari kemudian. Enam botol spawn ukuran 500 ml bisa menghasilkan 2—3 kg jamur.

Hendaknya, ketika memanen jamur harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak pinhead yang ada di dekatnya. Setelah satu periode istirahat selama 5—6 hari, tubuh buah periode selanjutnya akan muncul. Total periode panen berkisar 1—2 bulan. Selama periode panen, plastik penutup harus diangkat setidaknya sekali tiap hari selama beberapa menit agar udara segar dapat masuk.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi
Rak dilapisi paranet. Tujuannya agar kompos tidak jatuh
Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi
Rak dilapisi paranet. Tujuannya agar kompos tidak jatuh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Budi Daya Jamur Merang Indoor

Metode indoor membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, metode indoor kurang cocok diterapkan untuk petani jamur skala kecil, kecuali jika ada perusahaan besar yang menyediakan dana untuk investasi peralatan yang diperlukan dan dapat menampung hasil panennya.

a. Persiapan tempat budi daya

Tempat budi daya jamur merang berupa bangunan sederhana berdinding plastik. Di dalamnya terdapat rak atau bangunan permanen yang dindingnya tidak tembus air dan tahan panas. Sebelum diisi substrat (kompos), rak-rak diberi paranet terlebih dahulu. Tujuannya agar substrat tidak jatuh dan terlihat lebih rapi.

b. Pemilihan bahan substrat

Bahan substrat yang dapat digunakan, di antaranya jerami, limbah kapas, dan sisa tanam Agaricus.

c. Penyiapan substrat

Bahan kering substrat harus dilembapkan. Caranya, substrat direndam dalam air. Limbah kapas jika direndam dapat menjadi jenuh sehingga akses udara terhambat. Oleh karena itu, limbah kapas perlu dicampurdengan bahan lain yang dapat memberikan aerasi yang cukup, misalnya jerami padi. Sebaiknya, dilakukan pengukuran untuk mengetahui apakah substrat sudah cukup menyerap airatau kelebihan air.

d.Tahapan Penyiapan Media Tanam Budi Daya Jamur Merang Indoor

1. Siapkan bahan untuk kompos bagian bawah. Caranya, tumpukan jerami dibasahi terlebih dahulu dengan direndam selama satu hari.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi

2. Siapkan bahan untuk kompos bagian atas. Caranya, tumpukan limbah kapas dibasahi terlebih dahulu dengan cara direndam selama satu hari.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi

3. Siapkan Campuran bekatul dan kapur

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi4. taburkan campuran bekatul dan kapur masing-masing diatas tumpukan jerami (bahan kompos bawah) dan tumpukan kapas (bahan kompos atas), lalu tutup yjpBflgp plastlk selama 2—4hari.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi5. Lakukan pembalikan kompos setiap 2—4 hari sekali pada masing-masing tumpukan, I baik kompos atas maupun kompos bawah.

Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi6. Masing-masing kompos Sudan jadi dan siap pasteunsasi dalam waktu 8—10 hari. Seianjutnya lakukan penataan kompos di dalam kumbung dengan posisi kompos jerami di bawah dan kompos kapas di atas.

Selanjutnya substrat dibuat tumpukan-tumpukan dengan volume 1,5 mMumpukan tersebut kemudian ditutup plastik untuk mencegah kehilangan air dan energi. Hal Itu karena penguapan membutuhkan energi yang besar. Penutupan dibiarkan selama 2—4 hari. Dalam tempo tersebut tumpukan hendaknya dibolak-balik 1—2 kali untuk mencegah kondisi aerobikdi dalamnya.

Pembalikan terakhlr sebaiknya dilakukan penambahan dedak atau bahan lain yang mengandung bahan yang mudah didegradasi oleh mikroorganisme. Penambahan tersebut akan menaikkan suhu substrat sehingga kebutuhan energi untuk pasteurisasi dapat dikurangi.

d.Pastgurjsasjjubstrat Substrat kemudian disiapkan untuk perlakuan panas. Perlakuan panas dapat dikerjakan dalam ruang khusus, tetapi lebih sering dilakukan langsung dalam ruang penumbuhan jamur. Substrat dimasukkan ke dalam bedeng-bedeng tanam hingga ketebalan 10—20 cm (sekitar 80 kg bobot basah atau 22 kg bobot kering per m2 substrat). Uap panas dialirkan ke dalam ruang tumbuh hingga substrat (bukan udaranya) mencapai suhu 60° C. Aliran uap panas dipertahankan untuk menstabilkan suhu substrat hingga 3—4 jam.

e. Penebaran bibit jamur merang (spawing)

Spawning atau penebaran bibit jamur merupakan saat-saat yang penting dalam budi daya jamur. Kondisi lingkungan optimum diperlukan agar miselia jamur tumbuh cepat mengolonisasi media.

Penebaran bibit jamur merang dilakukan segera sesudah suhu substrat turun hingga 37° C. Dosisnya berkisar 0,5—5% (b/b). Karena jamur merang memiliki pertumbuhan yang cepat, biasanya dosis 1% sudah cukup.Teknik spawning antarprodusen jamur dapat berbeda-beda. Ada yang menggunakan garpu pendek untuk mencampur spawn rata pada substrat. Ada juga dengan membuat lubang sedalam 2—2,5 cm dengan jarak 12—15 cm pada substrat, lalu spawn yang dibuat seukuran biji kacang tanah dimasukkan ke dalamnya.

d. Inkubasi (spawn run)

Setelah spawning, substrat ditutup dengan plastik.Tujuannya untuk menjaga agar suhu tetap tinggi, yaitu sekitar 35° C, tetapi tidak melebihi 40° C.Pembentukkan tubuh jamur. Dapat dirangsang dengan perubahan kondisi lingkungan Miselia jamur akan mengolonisasi substrat beberapa hari kemudian. Saat yang sama, Actynomicetes dan Scytalidium juga dapat berkembang. Namun, tidak mengganggu pertumbuhan miselia jamur merang. Setelah tiga hari, tutup plastik dibuka dan ventilasi tetap dilanjutkan hingga enam hari kemudian atau lebih.
Untuk merangsang pembentukan tubuh buah jamur, dilakukan perubahan kondisi. Adapun kebutuhan kondisi lingkungan optimum pada stadia spawn run, pembentukan primodia, serta pertumbuhan hingga panen jamur (cropping) dapat dilihat padaTabel berikut:

KEBUTUHAN KOND1SILINGKUNGAN OPTIMUM BUD1DAYA JAMUR MERANG

Uraian

Spawn run

Pembentukan
Primordia

 

Cropping

RH

90%

 

95—100%

 

85-90%

 

Suhu
substrat

 

35—38°
C

 

32—35°
C

 

 

Suhu
udara

 

Diatur
untuk menstabilkan suhu substrat

 

30-33°
C

 

 

Level
C02 di udara

 

5.000—10.000
ppm atau kurang

 

<1.000
ppm

 

<600
ppm

 

Kebutuhan
cahaya

 

Gelap
sepenuhnya

 

Cahaya
siang alami tidak langsung
(difusi) atau lampu TL 12 jam per hari

 

Cahaya
siang alami tidak langsung (difusi) atau lampu TL 12 jam per hari

 

Pemberian
air

 

Tidak
direkomenda­sikan, terutama jika substrat ditutup plastik

 

Udara
dialiri kabut air (mist) tiap hari untuk mempertahankan kelembapan agar
sangat tinggi

 

Diberikan
teratur untuk mencegah jamur mengering

 

Waktu
yang diperlukan tiap stadia

 

A—6 hari

 

4
hari

 

5—10
hari

 

Stadia
pemanenan

 

 

 

Stadia
telur, yaitu saat lapisan
| pelindung tudung belum robek

 

BerdasarkanTabel 25, cahaya juga dibutuhkan untuk pembentukan tubuh buah. Oleh karena itu, dipastikan bahwa bedeng jamur mendapatkan cahaya. Cahaya dapat berasal dari lampu TL/neon atau dari cahaya pada siang hari, sejak tiga hari setelah spawning.

Perlakuan iainnya adalah dengan penyemprotan kabut air (mist) ke dalam ruang tumbuh.Tujuannya untuk mempertahankan RH optimum tanpa merusak miselia jamur yang halus.

BACA JUGA : Cara Budi Dava Jamur Shiitake Bernilai Ekonomi Tinggi

Demikian Cara budi Daya Jamur Merang Bernilai Ekonomi Tinggi.Semoga bermnafaat