8 Teknik Cara Budiaya Oyong (Gambas) Maksimal Produksi

Posted on

RuangTani.Com – Komoditas sayur buah ini mungkin bagi sebagian orang masih terasa asing untuk didengar yaitu Oyong (Gambas). Buanhya yang mempunyi sisi mirip kaya belimbing yang kulitnya agak sedikit kasar ini juga kaya kan vitamin dan memeliki khasiat untuk menambah stamini tubuh. Tanaman yang cukup mudah di bbudidaya ini mungkin masih jarang di temukan di pasar modern tapi mungkin sudah lumayan banyak di temui di pasar tradisional. Karena masih kurangnya pasokan dari petani maka sayuran oyong ini masih menjadi peluang bisnis bagi para petani sayur. Simak Di bawah ini Teknik Budidaya Oyong (Gambas).

Oyong (Gambas)

8 Teknik Cara Budiaya Oyong (Gambas) Maksimal Produksi

Syarat Tumbuh

Tanaman oyong adalah tanaman tahunan dan tumbuh dari dataran rendah hingga tinggi, dapat ditanam di ladang atau di bekas sawah. Tanaman ini termasuk tanaman merambat/keatas. Tanaman oyong memerlukan iklim yang kering, ketersediaan air yang cukup sepanjang musim budidaya.

Lingkungan ideal untuk tanaman untuk tumbuh adalah di daerah dengan suhu 18-24 ° C dan kelembaban 50-60%. Tanaman Oyong toleran terhadap berbagai jenis tanah, hampir semua jenis tanah oyong dapat.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mergandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, dan memiliki pH 5,5-6,8. Tanah paling ideal untuk budidaya labu adalah jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial dan podsolik merah kunirig (PMK).

Baca Juga :

Teknik Budidaya Oyong (gambas)

1. Varietas

Varietas yang dianjurkan adalah San-C, Ping-Ann, Miriam, san-C No. 2 (asal Known You Seed, Taiwan), dan Samson. Kebutuhan benih tiap hektar berkisar 5-10 kg.

2. Pembuatan Benih

Untuk menghasilkan benih sendiri dapat dilakukan Dergan panen oyong kurang lebih dari 110 hari setelah tanam di dataran tinggi ditandai dengan buah yang memiliki cokelat, kering, dan biji berwarna hitam. Melintarg dipotorg buah-buahan, biji dihapus, dibungkus kertas dan dikeringkan hirgga kadar air 8%. Benih disimpan dalam stoples yang tertutup rapat yang diisi pengering seperti arang atau abu sekam.

3. Perseniaian

Biji oyong dapat ditanam langsung di lahan Dergan menggunakan para-para atau teralis untuk tanaman merambat pada tempatnya. Jika propagasi tidak siap dan terbatasnya pasokan benih, bibit dapat ditanam penggunaan pertama dari polybek hitam dengan diameter 5 cm 2 biji/polibek.

Media yang digunakan untuk pembibitan dalam bentuk media pupuk kandang dicampur dengan tanah Dengan perbandingan 1:1. Bibit dapat dipindahkan ke lahan pada usia 15-21 hari atau setelah 3-5 helai daun.

4. Pengolahan Tanah

  • Sistem Lubang tanam

Tanah dicangkul sampai gembur. Kemudian dibuat lubang tanam dergan ukuran 200 cm x 60 cm atau 200 cm x 100 cm. Masukkan pupuk karvdatvg 1-2 kg/lubang tanam.

  • Sistem Bedengan

Tanah dicangkul hingga gembur, kemudian dibuat bedengan dengan ukuran lebar 260 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, tinggi 30 cm, dan jarak antar bedengan v 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 200 x 60 cm atau 200 x 100 cm kemudian masukkan pupuk kandang 1-2 kg/lubang tanam.

  • Sistem Guludan

Tanah dicangkul sampai gembur, buat guludan selebar 60 cm, tinggi 30 cm, dan panjarg disesuaikan dergan keadaan lahan dergan jarak antar guludan kurarg lebih 140 cm, kemudian masukkan pupuk karvdang 1-2 kg/lubang tanam.

5. Penanaman Dan Pemupukan

Benih ditanam secara langsung atau melalui pesemaian. Bila ditanam secara langsung, masukkan biji oyong sebanyak 2-3 butir tiap lubarg tanam, kemudian tutup dergan tanah setebal 1-1,5 cm.

Selama satu musim tanam, dilakukan pemupukan dergan pupuk buatan NPK (16:16:16) 300 kg + Urea 100 kg per hektar. Pemupukan dilakukan pada saat tanam, 2,4, 6 dan 8 minggu setelah tanam dergan dosis masing-masing seperlima takaran dari total dosis yang dianjurkan.

Pemasargan rambatan atau para-para dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam. Para-para bisa berbentuk huruf A,setergah lergkurg, lergkurgan atau persegi panjang.

6. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman oyong yang biasa dilakukan adalah pemangkasan daun, apabila daun terlalu rimbun, penyiraman dan penyiargan.

7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

OPT pentirg yang menyerang tanaman oyong antara lain kumbang daun, ulat grayak, ulat tanah, lalat buah, busuk daun, embun tepung, antrakrnos, layu bakteri dan virus mosaik. Pengendalian OPT dilakukan terganturg pada OPT yang menyerang.

Bila harus merggunakan pestisida, gunakan pestisida yarg relatif aman sesuai rekomervdasi dan perggunaan pestisida hervdaknya tepat dalam pemilihan jenis, dosis, volume semprot, waktu aplikasi, interval aplikasi serta cara aplikasinya.

8. Panen dan Pascapanen

Panen oyong dapat dilakukan berulang. Panen pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 40-70 hari setelah tanam. Karakteristik umum buah siap panen yang meliputi ukuran buah maksimum, tidak terlalu tua, tidak berserat, dan mudah patah.

Produksi Oyong setiap tanaman mencapai 15-20 buah dan 8-12 ton per hektar. Buah oyong mudah rusak kemasan begitu baik diperlukan untuk memperpanjang rak, terutama jika untuk pergiriman jarak jauh. Pada suhu 12-16 ° C, buah oyong dapat disimpan hingga 2-3 minggu.

Sumber : hortikultura.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 8 Teknik Cara Budiaya Oyong (Gambas) Maksimal Produksi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂