8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawo Produksi Tinggi

Posted on

RuangTani.Com – Sawo merupakan buah yang sangat populer di Asia Tenggara. Wilayah ini adalah produsen dan sekaligus konsumen utama buah ini di dunia. Sawo disukai terutama karena rasanya yang manis dan daging buahnya yang lembut. Buah sawo di Indonesia masih jarang di budidayakan padahal buah ini juga memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi. Peluang bisnis budidaya sawo masih sangat terbuka lebar dan persaingan juga masih sangat sedikit untuk itu siapkan mental untuk budidaya tanaman buah sawo.

Sawo

8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawo Produksi Tinggi

Syarat Tumbuh

Tanaman sawo mudah beradaptasi pada berbagai suhu, tetapi suhu yang terlalu panas akan merusak pertumbuhannya.

  • Curah hujan yang ideal antara 1.250 -2.500 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun.
  • Sawo dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 900 m di aias permukaan laut.
  • Tumbuh baik pada tanah aluvial dan berpasir serta tanah lempung.
  • pH tanah yang disukai adalah antara 6-7.
  • Tanaman ini resisten terhadap kekeringan dan memiliki toleransi terhadap salinitas tanah sempai 6 dS/m.

Cara Budidaya Sawo

Persiapan Bibit

Perbanyakan tanaman dengan cangkok paling umum dipraktekkan oleh petani. Kelemahan bibit cangkok adalah sistem perakaran kurang kuat karena tidak memiliki akar tunggang.

Keuntungan perbanyakan tanaman dengan cangkok, antara lain :

  • Mempercepat kemampuan berbuah karena pada umur kurang dari satu tahun tanaman sudah mulai berbunga atau berbuah.
  • Memperoleh kepastian kelamin serta sifat genetiknya sama dengan pohon indu.
  • Habitus tanaman umumnya pendek (dwarfing) sehingga memudahkan pemeliharaan dan panen.
  • Pencangkokan dapat dilakukan dengan menggunakan cabang kecil  lingkar cabang < 2 cm) atau besar (lingkar cabang 2 cm.
  • Kelemahan dari pengambilan cabang besar adalah terambilnya cabang-cabang tanaman dari pohon induk yang produktif, sehingga apabila jumlah cangkok dalam satu pohon induk banyak, maka produksi buah pohon induk akan menurun.

Cara pembibitan tanaman sawo dengan cangkok sebagai berikut :

Pencangkokan

Siapkan alat dan bahan seperti pisau, serat kelapa atau plastik lembaran, bantalan tali, kotak alat, tali, media atau campuran tanah subur dengan pupuk kandang (1: 1), dan cabang-cabang yang cukup tua, Pilih cabang yang memenuhi syarat; ukuran yang cukup besar, tidak terlalu muda atau tua, pertumbuhan yang baik, sehat, tidak cacat, dan lurus.

Menentukan di mana untuk keratan pada bagian cabang yang licin. Buat dua keratan (irisan) cabang melingkar dengan jarak antara 3-5 cm. Lepaskan kulit cabang bidang keratan sebelumnya. Kerik kambium hinnga tampil kering. Biarkan bekas keratan mengering 3 – 5 hari.

Olesi bidang sayatan dengan zat pengatur tumbuh akar, seperti Rootone F. Ambil balutan cangkokan, berdasarkan pengalaman dari peternak buah, pembungkus (pembalut) cangkok dalam bentuk lembaran plastik akan tumbuh akar lebih cepat dari pembungkus sabut kelapa, Ikat pembalut cangkok pada bagian bawah keratan. Letakkan media pada bidang karatan sementara dipadatkan untuk membentuk bulatan ± 6 cm tebal.

Bungkus media dengan pembalut sabut kelapa atau lembaran plastik. Ikat ujung bantalan (pembungkus) pada akhir ujung keratan. Ikat pusat bagian tengah pembungkus cangkok, dan membuat lubang kecil dengan jarum. Setelah bibit cangkok menunjukkan perakarannya (1,5–3,5 bulan dari pencangkokan), potong bibit cangkok dari pohon tepat dibawah bidang keratan.

Baca Juga :

Pendederan bibit cangkok

Siapkan polybag berdiameter antara 15-25 cm atau sesuai dengan ukuran bibit cangkok. Isi polybag dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang matang (1:1) hingga mencapai setengah bagian polybag. Lepaskan (buka) pembalut bibit cangkok. Pangkas sebagian dahan, ranting, dan daun yang berlebihan untuk mengurangi penguapan. Tanamkan bibit tepat di tengah polybag sambil mengatur perakarannya secara hati-hati. Penuhi polybag dengan media hingga cukup penuh sambil memadatkan pelan-pelan pada bagian pangkal batang bibit cangkok.

Siram media dalam polybag dengan air bersih hingga cukup basah. Simpan bibit di tempat yang teduh dan lembab. Pelihara bibit cangkok selama 1-1,5 bulan agar beradaptasi dengan lingkungan setempat dan tumbuh tunas-tunas dan akar baru. Pindah tanamkan bibit cangkok yang sudah tumbuh cukup kuat ke kebun / pot.

Pembuatan Lubang

Lahan dibersihkan dari gulma, Buat teras apabila kemiringan lahan lebih dari 10%. Tetapkan titik-titik calon lubang tanam dengan jarak antar lubang 10 x 10 meter untuk tanah yang datar, sedangkan untuk tanah yang miring 7 x 8 m.

Buat lubang tanam berukuran panjang lebar dan dalam masing-masing 60 cm x 60 cm x 60 cm untuk tanah gembur, sedangkan untuk tanah-tanah yang berat dibuat ukuran 100 cm x100 cm x100 cm.

Saat pembuatan lubang tanam, lapisan atas tanah ( kedalaman 0 – 30 cm ) diletakan secara terpisah dengan lapisan tanah bagian bawah ( kedalaman 30 – 60 cm ).

Biarkan lubang tanam terbuka selama + 2 minggu, Setelah dua minggu masukan tanah bagian bawah yang sudah dicampur rata dengan pupuk kandang (1 blek/lubang) ke lubang tanam. Biarkan 1-2 minggu sebelum ditanami.

Penanaman

Sebelum ditanam, pembungkus (polybag) harus dilepas dengan hati-hati agar tanahnya tidak berantakan dan perakaran tidak rusak. Penanaman dilakukan sedalam leher akar tegak di tengah lubang tanam. Tanah di sekeliling akar dipadatkan agar tidak terjadi rongga udara yang dapat menyulitkan akar mencari makan

Pemupukan

Produksi tanaman sawo sangat bergantung pada ketersediaan hara dalam tanah, apabila hara tidak tersedia, maka diperlukan pemupukan. Pemberian pupuk dilakukan dengan menaburkan pupuk ke dalam parit yang digali di bawah pohon mengelilingi lingkaran tajuk dengan lebar dan kedalaman ± 10 cm atau ditanam pada empat lubang di bawah tajuk pohon dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm untuk tiap lubang.

Fase

Umur Tanaman (Tahun)

Dosis (kg/tanaman/tahun)

Waktu Pemberian

Adaptif

0-3

5-10 (pupuk kandang) Saat tanam/lubang

Vegetatif

4-7

3.5 kg Urea.
1,5 kg SP-36. 1 Kg KCI
4 kali/Tahun (menjelang musim hujan dan akhir musim hujan)

Reproduktif

8-14
>15

5 kg Urea,
2 Kg SP-36, 1,5 Kg KCI 5-10 kg pupuk kandang
Diberikan 2 kali/tahun (awal dan akhir musim hujan)
7 kg Urea.
3 Kg SP36,
2 Kg KCI.
20-30 kg pupuk kandang
Diberikan 2 kali/tahun (awal dan akhir musim hujan)

Pemangkasan

Pemangkasan sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan tanaman agar tumbun baik. dan untuk mengurangi serangan hama dan penyakit Pemangkasan pertama padg fiiusim hujan apabila tanaman mencapai linggr 100 – 160 cm Potong :hingga tinggi menjadi 75 – 150 cm Selanjutnya pada musim hujan, tunas yang telah berumur 1 tahunun, dipangkas hingga tinggal 25 – 40 cm.

Penyiangan

Setelah 1 bulan sampai 2 bulan tanam, penyiangan tanaman perlu dilakukan untuk membersihkan rumput dan gulma yang mengganggu. Jika tanaman sudah tumbuh besar gangguan tersebut tidak berarti, tetapi jika tanaman masih kecil akan sangat menggangu karena akan menghambat laju pertumbuhan tanaman sawo.

Tanaman parasit seperti seperti benalu juga harus diperhatikan. Jika terlihat pada ranting pohon sawo terdapat benalu atau parasit agar segera dibersihkan dengan cara memotong ranting tempat benalu menempel. Pemotongan harus dilakukan sebelum tubuhan parasit atau benalu berbunga. Hal ini juga harus dilakukan untuk membasmi parasit pada pohon lain di dekat tanaman sawo untuk mencegah penularan.

Penjarangan buah

  • Mengurangi jumlah buah yang terdapat dalam setiap pohon, hingga sesuai dengan daya dukung tanaman untuk menghasilkan buah bermutu dan besar buah yang optimal sesuai target yang ditetapkan.

Panen

Ciri dan Umur Panen

Tanaman sawo dapat menghasilkan hasil produksi ketika usia 3-5 tahun, sedangkan hasil penyambungan antara 5-6 tahun. Buah sawo pada umumnya matang tidak serempak sehingga pemanenan dilakukan secara bertahap dengan memilih buah yang telah menunjukkan ciri-ciri fisiologis untuk dipanen (tua).

Ciri-ciri buah sawo yang sudah tua adalah ukuran maksimum buah, kulit coklat muda, daging agak lembek, ketika dipetik dengan mudah lepas dari tangkai, dan relatif bergetah sedikit. Pemetikan buah yang masih muda sebaiknya dihindari karena memerlukan waktu yang lama untuk pemeramannya dan rasa buah tidak manis.

Sumber : cybex.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Sawo Produksi Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂