8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kopi Arabika Potensi Peluang Bisnis

Posted on

RuangTani.Com – Kopi arabika “Coffea arabica” diduga pertama diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus Carl von Linné pada tahun 1753. Jenis kopi yang mengandung 0,8-1,4% kafein sebasar awalnya berasal dari Brazil dan Ethiopia. Atau spesies kopi Arabika Coffea arabica pertama kali ditemukan dan dibudidayakan manusia sampai sekarang.

Budidaya kopi arabika merupakan pelung bisnis yang sangat menjanjikan mengingan banyaknya di indonesia dan juga negara lain sangat banyak sekali penikmat kopi sejati. Berikut adalah ulasan teknik budidaya kopi arabika.

Kopi Arabika

8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kopi Arabika Potensi Peluang Bisnis

Syarat Tumbuh

Lokasi

Letaknya terlindung dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter. Lahan merupakan lahan yang bebas dari hama dan penyakit. Serta selalu mudah dalam pengawasan

Tanah

  • PH tanah : 5,5 – 6,5
  • Top Soil : Minimal 2 %.
  • Strukrur tanah : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.

Iklim

  • Tinggi tempat : 800 – 2000 m dpl.
  • Suhu : 15º C – 25º C.
  • Curah hujan : 1.750 – 3000 mm/thn.
  • Bulan kering 3 bulan2.

Pembenihan

Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :

  • Sumber benih  harus berasal dari kebun induk atau perusahaan yang telah ditunjuk.
  • Usia bibit minimal 8 -12 bulan
  • Tinggi bibit mencapai 20 -40 cm
  • Jumlah minimal daun tua 5 – 7
  • Jumlah cabang primer 1
  • Diameter batang 5 – 6 cm

Kebutuhan bibit/ha

  • Jarak tanam 1,25 m x 1,25 m.
  • Populasi 6.400 tanaman.
  • Untuk sulaman 25 %.

Penanaman

Jarak Tanam

Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

  • Segi empat : 2,5 x 2,5 m.
  • Pagar : 1,5 x 1,5 m.
  • Pagar ganda : 1,5 x 1,5 x 3 cm.

Lubang Tanam

Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam. Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat. Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang. Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan. 2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20 kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang. Tanah urugan jangan dipadatkan.c. Penanaman Penanaman dilakukan pada musim hujan. Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.

Baca Juga :

Pemeliharaan

Penyiangan

Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi. Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun

Pohon Pelindung

Penanaman pohon pelindung. Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis. Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada. Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

Pengaturan pohon pelindung

Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi. Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan. Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.

Pemangkasan Kopi

Pangkasan Bentuk. Tinggi pangkasan 1,5 – 1,8 m, Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas, Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan.

Pemupukan

Dosis pemupukan kopi per pohon adalah :

  • Umur 1 tahun : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.
  • Umur 2 tahun : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80 gr KCL.
  • Umur 3 tahun : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.
  • Umur 4 tahun : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.
  • Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.
  • Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

Pupuk diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan masing-bmasing setengah dosis. Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam ± 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon (± 1 m).

Pengendalian Hama Penyakit

Hama

Hama Bubuk Buah

Penyebab adalah sejenis kumbang kecil, Menyerang buah muda dan tua, Pengendalian dengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.

Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)

Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi. Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering. Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.

Penyakit

Penyakit Karat Daun

Penyebab adalah sejenis Cendawan. Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati. Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.

Panen

Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 4 tahun. Petik buah yang betul masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas. Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak.

Sumber : hdisperta.bulungan.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kopi Arabika Potensi Peluang Bisnis Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂