7 Teknik Mudah Cara Budidaya Pepaya Calina Bermutu Tinggi

Posted on

RuangTani.Com – Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman asal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak di budidayakan di seluruh daerah tropis untuk buahnya diambil. C. pepaya adalah satu-satunya spesies dalam genus Carica.

Buah pepaya dimakan daging, baik ketika muda dan matang. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Bubur buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya juga digunakan daun sebagai sayuran dan daging pelunak. Daun pepaya muda dimakan sebagai salad (setelah dilayukan dengan air panas) atau digunakan sebagai pembungkus kit.

Budidaya Pepaya

Pepaya Calina dapat tumbuh di dataran rendah dan tinggi 300 – 1000 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1000 – 2000 mm / tahun, suhu udara optimum 22-26 ° C dan kelembaban sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu lebat/kencang baik untuk penyerbukannya. Tanah yang subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7.

Langkah-Langkah Dalam Budidaya Pepaya

Persiapan benih

Benih pepaya yang digunakan adalah bibit tanaman yang berasal dari buah masak dan yang berasal dari tanaman yang baik. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikering-anginkan ditempat yang teduh. Biji yang bernas diambil untuk dijadikan benih dan yang kurang bernas di buang.

Penyemaian Dan Pembenihan Serta Pengolahan Tanah

Benih yang siap langsung dalam polybag ukuran 10 x 15 cm atau di atas try. dalam waktu 3 minggu benih akan tumbuh menjadi bibit. Pemeliharaan benih harus diintensifkan agar bibit dapat tumbuh sehat dan normal sampai waktu dapat dipindahkan kelapangan.

Lahan tanaman pepaya calina perlu dipersiapkan sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum tanam. Termasuk persiapan lahan, pembersihan, pembuatan gundukan atau bedengan, penanaman penentuan jarak, Pembuatan lubang tanam, serta pupuk organik sebagai pupuk dasar.

Baca Juga :

Penanaman

Benih yang telah ditabur di polybag selama 2 bulan adalah benih yang telah siap tanam. Proses penanaman dalam lahan budidaya dilakukan dengan hati-hati karena tanah di polybag tidak harus dihancurkan. Karena akan menyebabkan bibit layu bahkan kematian. Sebaiknya, satu hari sebelum penanaman lahan irigasi di muka. Proses penanaman harus dilakukan saat sore hari, untuk meminimalkan penguapan di pabrik baru dipindahkan. Jarak tanam terbaik adalah 2,5 x 2,5 m.

Penyulaman

Proses penyulaman dilakukan sesegera mungkin apabila ada tanaman yang mati atau tumbuh menyimpang akibat kesalahan teknis penanaman maupun karena serangan hama dan penyakit.

Pengairan

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah penyiraman. Pepaya mencintai air tetapi tidak tahan genangan air cepat menyebabkan busuk batang. Jadi sistem irigasi harus tepat. Membuat saluran drainase yang tidak membuat air yang dikelilingi pohon pepaya misalnya membuat parit di sekitar lubang tanam.

Penyiangan Dan Pembumbunan

Penyiangan harus dilakukan untuk mengurangi tanaman pepaya kompetisi dengan persaingan gulma baik untuk nutrisi, air, dan sinar matahari, terutama untuk tanaman yang tidak menggunakan mulsa. Pembumbunan dilakukan sekitar pabrik ini berguna untuk meningkatkan drainase dan aerasi tanah sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penyiangan dan pembumbunan harus dilakukan hati-hati agar tidak melukai akar banyak tanaman

Pemupukan

Untuk hasil produksi yang optimal dan unggul, dapat menggunakan pupuk organik sehingga buah pepaya jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Selanjutnya, penambahan pupuk organik dilakukan setiap 4 bulan. Pemupukan menggunakan pupuk non-organik memakai NPK jenis pupuk dilakukan pada hitungan 200 gram pupuk per pohon satu setelah tanam. 300 gram ketika tanaman memasuki usia 3 bulan, 500 gram usia 6, 9 sampai 12 bulan per pohon. Setelah berbuah, menambahkan KCI pupuk sehingga daya tahan buah kuat dan manis.

Hama dan Penyakit

Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman pepaya Calina antara lain kutu putih hama, kutu daun, dan tungau. Diserang dengan menghisap semua cairan yang terkandung dalam daun muda pohon pepaya Calina. Pengendalianya adalah dengan menyemprotkan insektisida atau akarisida.

Jenis penyakit pepaya calina Phytphora parasitica, P, palmivora, Collectricum dan Pythium yang menyerang daun, akar, batang dan buah di musim hujan. Kontrol dapat dilakukan dengan menyemprotkan larutan fungisida dicampur dengan air.

Panen

Pemanenan dilakukan pada umur 8 s.d. 9 bulan. Tanda-tanda buah matang yang ada semburat kuning di buah pepaya utama di ujung buah. Pemanenan harus dilakukan dengan memotong tangkai. Gunakan gunting untuk memangkas dan juga bisa dengan pisau tajam. Pemanenan dilakukan dengan periode wakti dari 10 hari.

Sumber : bali.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 7 Teknik Mudah Cara Budidaya Pepaya Calina Bermutu Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn …. 😀