7 Panduan Lengkap Cara Budidaya Manggis Kualitas Buah Super

Posted on

RuangTani.Com – Manggis Garcinia mangostana L. adalah sejenis pohon cemara dari daerah tropis yang diyakini berasal dari Nusantara. Manggis merupakan apomixis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga memiliki keragaman genetik yang sempit, diperkirakan bahwa manggis di alam hanya satu klon dan karakteristik yang sama dengan induknya. Realitas di lapangan menunjukkan keragaman manggis yang mungkin disebabkan oleh faktor lingkungan juga akan faktor genetik sebagai akibat dari mutasi alami sejalan dengan sejarah manggis ribuan tahun.

Manggis

7 Panduan Lengkap Cara Budidaya Manggis Kualitas Buah Super

Buah yang kaya akan kandungan zat yang berperan menjaga kesehatan tubuh ini sangat di buru terutama kulitnya yang akan di jadikan ramuan herbal yang di di ambil sarinya atau extrak kulit manggis ini dapat di gunakan untuk megatasi berbagai macam jenis penyakit, tekanan darah tinggi, kangker, kaya akan anti-oksidan Dll. Dan berikut adalah cara budidaya buah manggis sangat produktif.

Baca Juga :

Syarat Tumbuh

  • Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 meter diatas permukaan laut.
  • Suhu udara optimal berkisar antara 22- 32 °C
  • Curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun merata sepanjang tahun
  • Kelembaban udara 80 %.
  • Jenis tanah yang ideal adalah latosol, berdrainase baik, pH tanah 5,0 – 7,0 dengan kedalaman lapisan olah tanah 50 – 200 cm.

Perbanyakan Bibit Manggis

Perbanyakan dengan biji

Manggis dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif, karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya makin baik pertumbuhan tunasnya.

Perbanyakan secara vegetatif

Perbanyakan tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan, penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang entris (batang atas).

Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm, mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak berhasil daripada metode sisi.

Pembibitan

  • Manggis diperbanyak melalui biji, sambung pucuk dan susuan. Bibit yang direkomendasikan adalah bibit yang berasal dari biji. Keuntungan bibit dari biji adalah tanaman mempunyai sosok batang yang tegak dan kekar, bentuk tajuk ideal, produktivitas tinggi dan tahan terhadap penyakit, tetapi umur berbuah agak lama, sekitar 8 – 10 tahun.

Persiapan Lahan

  • Lahan sebaiknya bersih dari tunggul, sisa tanaman yang ditebang, pepohonan, semak belukar dan gulma. Pengolahan tanah dilakukan sebelum musim hujan.

Penanaman

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 100 x 100 cm x 50 untuk tanah yang gembur. Tanah galian bagian atas dipisahkan dengan bagian bawah. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 2 minggu. Selanjutnya, tanah galian bagian atas dicampur dengan 30 kg pupuk kandang, urea 50 gram, 25 gram TSP dan KCl 20 g per lubang tanam.

Untuk menanam manggis jarak idealnya adalah 10 x 10 m terutama untuk untuk benih asal biji, sementara dari sambung/susuan harus 5 x 5 m. Sebagai tanaman penutup atau pelindung dapat menggunakan tanaman pisang dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar lahan akan terdapat 100 pohon manggis dan 1500 pohon pisang.

Pohon peneduh harus ditanam 2 bulan sebelum tanaman manggis ditanam. Untuk setiap tanaman yang ditanam harus diberi mulsa dari sisa tanaman/daun dibawah tajuk pohon, sehingga kondisi disekitar tanaman menjadi lembab.

Pemeliharaan

Dosis pemupukan manggis tergantung pada umur tanaman :

Umur Tanaman (tahun)

Pupuk Kandang (kg/pohon)

Urea (gr/pohon)

SP-36 (gr/pohon)

KCl (gr/pohon)

1 – 2

20

50

25

25

2 – 4

20

100

50

50

4 – 6

20

200

100

100

6 – 8

40

400

800

800

8 – 10

80

800

1.500

1.500

8 > 10

80

1.000

2.500

1.500

Setahun yaitu setengah dosis sesudah panen dan setengah dosis lagi menjelang berbunga. Pupuk diberikan dalam larikan melingkar sedalam 10 – 20 cm tepatnya di bawah tepi ujung tajuk.

Pengairan

Pada fase awal pertumbuhan, pengairan tanaman dilakukan 1 – 2 kali sehari, terutama pada musim kemarau agar tanah selalu terjaga kelembabannya. Setelah tanaman berumur di atas 2 tahun, interval pengairan dapat dikurangi secara bertahap. Pengairan/ penyiraman dilakukan melalui irigasi tetes atau menggunakan selang air atau alat bantu gembor.

Pemangkasan

  • Pemangkasan hanya dilakukan terhadap dahan atau ranting yang kering dan terserang hama penyakit, serta tunas-tunas air yang pertumbuhannya sangat cepat. Pemangkasan perawatan dilakukan setelah manggis dipanen.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Ulat daun (Stictoptera signifera)

Menggerek daun yang masih muda se- hingga tampak gundul. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Carbaryl, Bayrusil atau Su- praccide.

  • Kutu api

Menyerang tanaman yang sedang berbunga da berbuah. Gejala serangan terlihat lubang-lubang kecil pada buah yang mengakibatkan keluarnya getah. Kulit buah menjadi berbintik-bintik. Pengendalian dengan penyemprotan insektisida Carbaryl, Bayrusil atau Supracide pada saat tanaman mengeluarkan bunga sampai terbentuknya buah muda

Penyakit

  • Penyakit Cendawan

Pestalotia flagisettula, Botrydiplodia sp, mengeras dan bila dibuka kulitnya bagian dalam tampak lengket dan sebagian dag- ing buahnya busuk.

Cendawan Pellicularia kolerago Serangan pada manggis yang tumbuh di tempat terlindung dan lembab. Warna daun berubah cokelat, kering dan rapuh.

Panen

Manggis berasal dari biji dapat dipanen setelah 8-10 tahun, sedangkan lanjutan / susuan berusia 5-6 tahun. Pemanenan buah manggis sangat tergantung pada tujuan pemasaran. Manggis untuk ekspor dipanen pada 104-108.

Setelah Bunga Mekar (SBM) dengan kriteria kulit buah berwarna ungu kemerah-merahan merah muda dan kulit masih hijau dengan mencapai ungu merah 10-25%, warna ungu merahn mencapai 50%. Manggis dapat dipanen menggunakan tiang dilengkapi tas, terutama panen buah ini di ujung tinggi dari cabang.

Sumber : ntb.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 7 Panduan Lengkap Cara Budidaya Manggis Kualitas Buah Super Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂