7 Panduan Lengkap Cara Budidaya Jamur Merang Untung Jutaan

Posted on

RuangTani.Com – Budidaya jamur ini tidak sulit. Pemanenan dilakukan pada batang yang belum sepenuhnya berkembang atau yang masih kuncup, meskipun tubuh buah yang telah membuka payung masih dapat dikonsumsi bahkan jika menjual harnga menurun. Jamur memiliki rasa yang enak, gurih, dan tidak mudah berubah bentuk saat dimasak, sehingga digunakan untuk berbagai macam hidangan, seperti jamur mie ayam, tumis jamur, pepes jamur, sup dan capcay.

Jamur Merang

Kandungan protein jamur cukup tinggi, 100 gram jamur segar terkandung sekitar 3,2 gram protein, jumlah ini akan meningkat menjadi 16 gr jika jamur berada dalam keadaan kering. Selain itu, jamur juga mengandung kalsium yang relatif tinggi dan fosfor, 51 mg dan 223 mg, dan mengandung 105 kalori kj, dengan kandungan lemak rendah, 0,9 g.

Persiapan Media Tanam 

  • Media tanam dalam hal ini diartikan sebagai media yang digunakan untuk tempat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
  • Media tanam jamur merang antara lain yaitu jerami, onggok, bekatul, dolomite dan kapas.
  • Satu kumbung dengan ukuran 5 x 4 x 4,5 meter, membutuhkan sekitar 8 kwintal jerami dan onggok, 8 kilogram kapas kering, 24 kilogram dolomit dan 40 kilogram bekatul.
  • Setelah semua bahan untuk media tanam tersebut disiapkan, lalu dilakukan pengolahan (pengomposan).
  • Pengomposan media tanam ini melalui beberapa tahapan.

Penumpukan/ Penyusunan

Jerami dan onggok disusun secara bergantian atau bersaf.

  • Caranya, jerami disusun terlebih dahulu dengan tinggi sekitar 10-15 cm, kemudian disiram air terlebih dahulu.
  • Setelah itu, baru diatasnya disusun onggok secukupnya.
  • Di atas tumpukan tersebut ditambah kembali jerami kemudian disiram air terlebih dahulu, lalu disusun onggok.
  • Penyusunan jerami dan onggok tersebut dilakukan hingga ketinggian media mencapai 1,5 meter dengan panjang 4 meter dan lebar 2,5 meter atau sampai media tanam habis.
  • Kemudian tumpukan jerami dan onggok tersebut ditutup dengan menggunakan plastik agar suhu di dalamnya semakin tinggi dan proses pengomposan menjadi lebih cepat.

Perendaman Kapas

Kapas sebagai salah satu bahan media tanam jamur merang perlu direndam terlebih dahulu selama 4-6 hari. Caranya, kapas direndam ke dalam air, kemudian dibolak-balik dua hari sekali selama 2-3 kali. Biasanya, satu kumbung membutuhkan 8 kilogram kapas.

Penaburan Dolomit dan Katul

Proses penaburan antara dolomit dan katul dengan jerami dan onggok ini dilakukan setelah penumpukan selama dua hari. Cara penaburannya adalah sebagai berikut:

  • 24 kg dolomit dengan 40 kg bekatul dicampur rata;
  • Tumpukan jerami dan onggok disusun di sebelah susunan awal hingga tingginya mencapai 15-20 cm, kemudian disiram terlebih dahulu dengan air. Setelah itu, ditaburi dengan campuran dolomit dan katul di atas susunan jerami dan onggok tersebut. Cara ini dilakukan hingga tumpukan jerami dan onggok habis;
  • Tumpukan jerami dan onggok yang telah ditaburi dengan dolomit dan katul tersebut ditutup dengan rapat.
  • Proses Pembalikan Media Tanam

Pembalikan media tanam yang pertama dilakukan setelah diperam selama dua hari. Caranya, media tanam (katul, dolomit, onggok, dan jerami) disusun di sebelah susunan awal dengan ketinggian sekitar 20 cm, kemudian disiram dengan air secara merata. Cara tersebut dilakukan sampai media tanam habis. Setelah selesai, tumpukan media tanam ditutup rapat kembali.

Pembalikan media tanam yang kedua dilakukan setelah dua hari diperam, caranya sama dengan pembalikan pertama. Begitu juga pembalikan yang ketiga, dilakukan dengan cara yang sama. Pembalikan media tanam atau kompos ini dilakukan agar proses fermentasi dapat merata.

Sebaiknya, keempat tahap proses pengomposan tersebut di atas dilakukan di tempat yang bagian alasnya disemen atau diberi alas plastik/ terpal.

Pemasukan media tanam ke kumbung

Setelah media tanam dibolak-balik selama tiga kali, kemudian diperam sekitar 1-2 hari dan setelah itu baru dimasukkan ke dalam kumbung.

Ciri-ciri media tanam telah menjadi kompos dan siap digunakan adalah berwarna coklat tua atau kehitaman, teksturnya lunak, dan kadar air 65-75%.

Proses pemasukan media tanam ke dalam kumbung adalah sebagai berikut :

  • Media tanam (jerami, onggok, katul dan dolomit) dimasukkan ke kumbung dan disusun di rak secara merata dan tidak menggumpal.
  • Untuk ketebalan, susunan pada rak paling bawah lebih tebal, terus semakin ke atas semakin tipis.
  • Hal ini bertujuan untuk pengaturan suhu;
  • Kapas ditaburkan di atas susunan media tanam tadi secara merata;
  • Kumbung dibersihkan;
  • Kumbung ditutup rapat dan kebocoran kumbung juga diperiksa;
  • Pada hari berikutnya dilakukan sterilisasi.

Sterilisasi

Setelah pemasukan, media kompos yang telah jadi selanjutnya disterilisasi (mengalirkan uap panas ke dalam kumbung).

Caranya yaitu sebagai berikut :

  • Drum sterilisasi (boyler) diisi air hingga penuh, kira-kira 400 liter;
  • Kayu dimasukkan ke dalam tungku;
  • Pipa besi disiapkan dan kemudian dimasukkan ke dalam kumbung;
  • Api dinyalakan;
  • Suhu dalam kumbung dinaikkan secara bertahap hingga mencapai 60-62º C;
  • Setelah suhu mencapai 60-62º C, maka suhu tersebut dijaga hingga 4-5 jam;
  • Selanjutnya saluran uap ditutup atau dimatikan;
  • Kumbung ditutup rapat.

Proses sterilisasi ini memakan waktu kurang lebih selama 8 jam. Ketika proses sterilisasi berlangsung, dipastikan bahwa tidak ada celah terbuka pada kumbung dan pipa, agar uap panas tidak keluar.

Penebaran bibit F3

Setelah 2-3 hari dari proses sterilisasi, maka selanjutnya adalah penebaran bibit jamur merang. Lingkungan sekitar kumbung dibersihkan terlebih dahulu sebelum penebaran bibit. Satu kumbung membutuhkan kurang lebih 15 baglog bibit jamur merang. Perlu diketahui, jumlah bibit jamur yang ditanam tidak terlalu mempengaruhi hasil panen.

Berikut cara menebarkan bibit jamur merang ke media tanam :

  • Penebaran bibit dilakukan dengan cara membuka kemasan dan meremas-remas bibit
  • Bibit ditebarkan secara merata ke seluruh permukaan dan bagian tengah media tanam
  • Setelah selesai menebarkan benih, kumbung dibersihkan, kemudian diberi kelembapan, dengan cara menyiramkan air ke lantai kumbung
  • Kemudian pintu dan ventilasi kumbung ditutup kembali dengan rapat.

Perawatan atau Pemeliharaan

Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan miselium merata di permukaan dan dalam media tanam. Caranya adalah dengan menjaga ruangan tidak kering (pengabutan), dan kelembapan tetap tinggi. Selain itu juga menjaga lantai dan dinding tetap basah.

Dalam pemeliharaannya, jamur merang membutuhkan kontrol suhu dan kelembaban kumbung yang lebih spesifik. Untuk menunjang pertumbuhannya, jamur merang membutuhkan suhu berkisar 32-38º C dengan kelembaban udara 80-85º C.

Pada tahap awal pertumbuhan, kumbung juga harus tertutup rapat agar oksigen yang masuk sedikit. Kemudian pada hari keempat setelah penebaran bibit, mulai terjadi pembentukan tubuh jamur merang, sehingga jendela atau pintu kumbung dapat dibuka pada waktu tertentu.

Kelompok Tani Lestari Makmur melakukan perawatan sebagai berikut :

  • Pemberian kelembaban dengan cara pengabutan pada pinggir kompos yang kering atau ke kumbung jamur dengan menggunakan sprayer.
  • Akan tetapi diusahakan jangan sampai terkena tubuh jamurnya. Kegiatan tersebut dilakukan karena kelembaban kumbung harus tetap dijaga pada kisaran 80-90 %, sehingga media tidak terasa kering.
  • Biasanya, pemberian kelembaban dilakukan dua kali sehari, setiap pukul 09.00-10.00 WIB dan pukul 13.00-14.00 WIB.
  • Penyiangan, kegiatan ini dilakukan jika ada jamur liar yang tumbuh agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur merang.
  • Pengaturan suhu dan udara. Kegiatan ini dilakukan jika suhu luar kumbung panas. caranya pintu kumbung dibuka setiap pukul 12.00 WIB, gunanya untuk memasukkan udara luar.
  • Selain itu, disediakan kipas angin di dalam kumbung untuk mengatur suhu dan kelembaban dalam kumbung.

Pemanenan

Dengan kompos yang baik dan proses sterilisasi yang sempurna pada hari ke 10-11 setelah penebaran bibit. jamur merang sudah dapat di panen. Panen disesuaikan dengan permintaan pasar.

  • Akan tetapi biasanya panen dilakukan pada pukul 04.00 WIB.
  • Jamur yang layak dipanen tingginya kurang lebih 3 cm sampai 6 cm atau saat jamur masih berada dalam stadia kancing.
  • Caranya dengan memperhatikan kuncup jamur yang belum terbuka. Setiap jam jamur bisa berkembang, sehingga harus segera dipanen.
  • Pemetikan/ pemanenan dilakukan dari rak yang paling atas ke bawah.
  • Hindari pemetikan ditarik tapi harus diputar. Jangan tergesa-gesa ketika memetiknya.
  • Jaga ruangan dan kompos agar tidak kering, kelembapan tetap tinggi serta sisa batang dan jamur yang membusuk dibersihkan.

Sumber : bakorluh.babelprov.go.id

Demikian Sajian Tentang 7 Panduan Lengkap Cara Budidaya Jamur Merang Untung Jutaan Semoga Dapat Bermanfaat Buat Para Pembaca RuangTani.Com Amin …. 🙂