6 Langkah Mudah Cara Budidaya Jambu Air Degus Peluang Usaha Baru

Posted on

RuangTani.Com – Jambu air merupakan tanaman dari suku Syzygium atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara.Jambu air sebenarnya berbeda dengan jambu Semarang Syzygium samarangense, kerabat dekat yang memiliki pohon dan buah mirip. Beberapa kultivarnya bahkan sulit untuk membedakan, sehingga keduanya sering dinamai jambu umum atau jambu saja. Jambu air dengan mudah tumbuh dan dibudidayakan.

Di sini yang akan di bahas adalah cara budidaya tanaman jambu air degus. Mungkin masih sangant asing di degar dia telinga untuk sebagian masyarakat luas. karena varietas ini unik dan menarik.

Jambu Air Degus

6 Langkah Mudah Cara Budidaya Jambu Air Degus Peluang Usaha Baru

Syarat Tumbuh

  • Jambu Air Degus dapat tumbuh dimana saja, mulai dari dataran rendah sampai pada ketinggian 1000 m dpl,
  • Namun idealnya agar dapat berproduksi secara maksimal sebaiknya ditanam didataran rendah yang ketinggiannya tidak lebih dari 400 m dpl.
  • Dengan curah hujan rendah 500-1000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 50-70 hari/tahun atau daerah kering dengan musim kemarau lebih dari 4 bulan.

Perbanyakan Benih/Bibit

  • Perbanyakan jambu air degus dapat dilakukan dengan cara okulasi, sambung, cangkok dan tebar biji.
  • Pilihan cara perbanyakan disesuaikan dengan keperluan, kondisi waktu biaya dan tenaga teknis yang ada.
  • Perbanyakan benih cukup berhasil dan yang paling tepat adalah dengan cara okulasi dan sambung (grafting) dari pohon induk.
  • Untuk perbanyakan benih ini diproduksi oleh produsen benih yang sudah terdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dengan produksi benih berlabel.

Penanaman

  • Penanaman jambu air degus ini memiliki beberapa kriteria termasuk untuk ukuran jarak tanam. Jarak tanam jambu air degus dengan jarak tanam antar pohon minimal 5 x 5 m. Dengan jarak tanam ini, maka dalam 1 hektar diperlukan sebanyak 400 bibit ditambah 10 % sebagai pengganti bibit yang mungkin tidak tumbuh atau mati.

Penyiapan lubang tanam

  • Lubang tanam sedapat mungkin disiapkan 2 minggu sebelum bibit ditanam. Lubang dibuat dengan cara tanah digali dengan ukuran 60x60x60 cm. Tanah bagian atas (setebal 30 cm) dipisah dengan tanah bagian bawah, dalam waktu 2 minggu, lubang dibiarkan terjemur matahari.

Penanaman

  • Pada waktu penanaman bibit. lubang diisi dengan pasir 2/6 bagian, 3/6 bagian diisi tanah subur/bekas galian tanah bagian atas setelah dibersihkan dari biji2 rumput, kemudian bibit ditanam setelah plastik kemasan dibuang, lapisan paling atas diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar setebal 1/6 bagian (+ 10 kg).

Baca Juga :

Pemeliharaan

Penyiraman

Jika tidak ada hujan selama 2 minggu setelah tanam, penyiraman sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, setelah itu penyiraman dapat di lakukan satu hari satu kali. Setelah tanaman tumbuh penyiraman tidak lagi diperlukan karena akar tanaman sudah menembus tanah sehingga sudah cukup untuk mendapatkan air meskipun permukaan tanah tampak kering, sebaliknya untuk menghindari kelebihan air saat musim hujan, tanaman perlu dibuat dengan saluran drainase di sekitarnya.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan tujuan menghilangkan tanaman pengganggu atau biasa di sebut dengan gulma, rumput liar dan tanaman merambat yang sering tumbuh di sekitar tanaman bisa mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya, terutama ketika tanaman masih kecil, berusia 1 sampai 3 tahun. Pada saat penyiangan gulma, juga bisa dilakukan pendangiran di sekitar tanaman setidaknya dua kali setahun untuk melakukan penyiangan dan pendangiran.

Pemberian Pupuk lanjutan

Pemupukan merupakan pilihan yang tepat agar tanaman jambu air degus dapat berproduksi lebih baik. Pemberian pupuk buatan dilakukan setahun dua kali dan pupuk kandang diberikan setahun sekali, menjelang musim penghujan musim kemarau. Takaran pupuk disesuaikan dengan umur tanaman.

Penyulaman

  • Bibit yang tidak tumbuh atau mati harus segera dilakukan penyulaman, yaitu penggantian bibit yang mati dengan yang baru. Penyulaman yang terlambat akan menbuat tanaman tumbuh tidak sama besar.

Pemangkasan

Pemeliharaan pemangkasan dilakukan pada cabang dan ranting yang kering, mati, terluka, tua, rusak, serta bagian tanaman lainnya yang pertumbuhan kurang sempurna. Pemangkasan juga dilakukan pada ranting yang tumpang tindih, tumbuh tidak teratur sehingga dapat mengalahkan pertumbuhan cabang utama. Cabang yang cacat atau tua tapi masih cukup produktif tidak perlu di lakukan pemootongan, melainkan disisakan kurang lebih 5 cm dari pangkalnya. Tanaman yang terlalu rimbun juga dilakukan pemangkasan untuk menghindari datangnya cendawan.

Pengendalian Hama Penyakit

  • Dari inventarisasi hama dan penyakit yang menyerang jambu air degus, dapat diketahui beberapa jenis yang serangannya perlu diperhatikan. Gejala serangan dari masing-masing jenis adalah sebagai berikut :

Ulat Kupu-kupu Gajah

  • Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. Pengendalian dengan cara mengumpulkan telur, ulat dan kepompong untuk dimusnahkan dan melakukan penyemprotan insektisida kontak.

Kutu Perisai Hijau

  • Penyebab terjadinya cendawan hitam seperti jelaga. Pengendalian cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik. Kutu ini dimusim hujan bisa musnah oleh serangan cendawan, pengendalian dengan kimia menggunakan insektisida kontak.

Lalat Buah

  • Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air degus. Penggunaan Methyl eugenol dan protein hydrolizate yang dikombinasi dengan insektisida.

Cendawan Akar dan Buah

Busuk pada akar disebabkan tergenangnya air yang terlalu lama, sehingga menyebabakan busuk pada akar. Busuk pada buah ini karena bekas gigitan hama sehingga adanya cendawan yang mengakibatkan buah rontok dan busuk. Pengendalian dengan cara perbaikan aerasi tanah dan pembungkusan buah, serta penyemprotan insektisida dan fungisida seperti thiodan dan dithane.

Budidaya Jambu Air Degus Juga Dapat Dilakukan Dengan Cara Sebagai Berikut :

Budidaya tanaman buah dalam pot atau yang lebih populer disebut tabulapot pada dasarnya adalah menanam tanaman buah dengan menggunakan media tanaman dalam pot. Tahapan-tahapan yang perlu diketahui :

  • Bibit diambil dari pembungkus/media polibag dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran, agar tanaman tidak mati.
  • Bibit diletakkan di tengah lubang sedalam leher akar. Bila terlalu dalam menanamnya, pertubuhan akan kurang baik.
  • Sebelum ditanam, lembar daunnya dipotong setengahnya guna mengurangi penguapan air karena akar-akarnya belum dapat menyerap cukup air dari dalam tanah.

Resep tertentu untuk mengoptimalkan tabulapot jambu air Degus ini, antara lain :

  • Ukuran pot yang cocok dan optimal digunakan biasanya berdiameter 30-70 cm dengan ketinggian 40-50 cm.
  • Media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang perbandingan 1:1:1.
  • Pemupukan pertama 1:4:2 Urea, SP36, dan NPK 50 gr perpot pada umur 2-3 bulan, diulang setiap 3 bulan.
  • Perangsangan pembungaan dengan menggunakan ZPT seperti Atonik.

Tabulapot jambu air Degus selain mampu menyediakan kebutuhan vitamin atau buah bagi keluarga, tabulapot ini juga memiliki nilai lebih pada sosoknya, buah yang merah bergerombol dipadukan dengan tanaman hias di halaman akan terlihat indah dipandang.

Sumber : bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 6 Langkah Mudah Cara Budidaya Jambu Air Degus Peluang Usaha Baru Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂