5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Angsa TOP

Posted on

RuangTani.Com – Angsa adalah unggas yang mudah dipelihara dan tahan penyakit. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang baik peternak harus memelihara ternaknya dengan sungguh- sungguh. Peternak harus mempunyai rasa sayang pada ternaknya. Rasa sayang itu ditunjukkan dalam rajinnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, memberi makan dan minum yang cukup, dan memperhatikan tingkah laku setiap angsa yang dipelihara secara satu per satu.

Angsa

5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Angsa TOP

Syarat Beternak Angsa

Walaupun angsa adalah perenang yang baik, tidak perlu ada kolam dan sungai untuk memeliharanya karena kehidupan angsa tidak tergantung kepada tempat-tempat berair. Angsa dapat dipelihara di mana saja, baik di pantai, di gunung maupun di tanah-tanah kering. Yang penting jika di tempat itu tidak tersedia makanan untuk angsa maka kita menyediakan makanan yang cukup.

Karena angsa bisa mengeluarkan suara keras yang dapat mengganggu tetangga, sebaiknya angsa tidak dipelihara di pemukiman yang padat penduduk. Angsa adalah pemakan hijauan seperti rumput dan sayuran. Tersedianya pekarangan yang cukup luas atau tanah lapang akan memudahkan pemeliharaan angsa.

Pembuatan Kandang 

Induk angsa dapat dipelihara dan ditempatkan di mana saja, seperti di belakang rumah, bersatu dengan sapi, domba, ayam, atau itik. Akan tetapi, kita sebaiknya sudah mempersiapkan tempat untuk pemeliharaan sebelum angsa-angsa yang akan kita pelihara datang.

Apabila kita mempunyai halaman yang cukup luas sediakanlah sebagian yang dipagar keliling. Di tempat itu kita bangun kandang angsa dan gubuk naungan. Kandang angsa berfungsi untuk merawat dan membesarkan anak-anak angsa sampai dapat digembalakan, sedangkan gubuk naungan digunakan untuk tempat tidur dan berteduh induk angsa.

Kandang Angsa

Kandang angsa tidak perlu bagus yang penting harus kering dan dapat mencegah angin masuk secara langsung. Kita bisa menggunakan sangkar untuk anak ayam atau sebuah bangunan tertutup. Jika anak angsa yang dipelihara sedikit, misalnya lima ekor, kita bisa menggunakan sangkar. Jika anak angsa yang kita pelihara cukup banyak kita harus menyediakan bangunan tertutup seperti kandang ayam atau kandang itik.

Sangkar untuk anak angsa dapat berupa kotak dengan rangka dari kayu dan dinding serta atasnya dari bilah-bilah bambu, kayu atau kawat kasa. Di dalam kotak kita beri lampu penerang 40 watt sehingga anak angsa mudah mendapatkan makanan dan air. Selain itu, lampu juga berguna sebagai penghangat.

Kandang untuk anak angsa dapat berbentuk seperti kandang ayam atau kandang itik. Bahan bangunan dapat dibuat dari kayu atau bambu. Dinding dapat dibuat dari bilah-bilah bambu atau kawat kasa, sedangkan bagian atasnya dapat berupa genting, rumbia, seng, atau asbes. Lantai bangunan bisa dari tanah, kayu, atau semen. Sebaiknya lantai terbuat dari semen karena angsa akan sehat dan kandang mudah dibersihkan.

Peneduh atau Naungan

Induk angsa membutuhkan peneduh atau perlindungan terhadap terik matahari ataupun hujan. Peneduh untuk angsa bentuknya sangat sederhana. Peneduh, selain berguna untuk tidur, juga untuk perkawinan dan bertelur. Oleh karena itu, ukurannya pun harus diperhatikan.

Salah satu sifat buruk angsa adalah suka mencampur telur dalam satu sarang. Telur dari induk yang berbeda tersebut dierami oleh satu induk. Jika sudah ada telur yang menetas angsa tidak mau lagi mengerami telur-telur lainnya yang belum menetas.

Baca Juga :

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya dibuatkan tempat-tempat khusus untuk angsa bertelur. Tempat bertelur dapat berbentuk kotak-kotak yang disusun berderet. Tiap kotak harus berukuran pas untuk satu ekor angsa induk, yaitu kira-kira 30 x 30 x 30 cm. Berilah nomor pada tiap kotak, dan isilah kotak dengan alas jerami atau rumput. Letakkan kotak tempat bertelur itu di bawah peneduh atau di dalam kandang.

Perawatan Angsa

Jika bibit yang kita beli berupa induk angsa, kita tidak akan kesulitan dalam merawatnya. Akan tetapi, apabila kita pelihara adalah anak-anak angsa, terutama anak-anak angsa yang baru menetas, kita memerlukan persiapan dengan lebih baik karena kondisi anak-anak angsa tersebut masih lemah.

Jika anak angsa yang dipelihara jumlahnya sedikit peliharalah dalam sangkar kecil yang dilengkapi dengan lampu. Jika anak angsa yang dipelihara jumlahnya cukup banyak, peliharalah dalam kandang yang menggunakan pembatas. Sebelum anak angsa datang persiapkanlah kandang atau sangkar dengan baik. Sikatlah dinding, langit-langit, dan lantai. Gunakanlah sabun terutama untuk mencuci lantai.

Berilah pemanas berupa lampu listrik atau lampu minyak, jika anak angsa yang dipelihara berumur kurang dari satu minggu. Pakailah lampu 40 watt dan gantungkan di tengah kotak sangkar atau kandang kira-kira 9-12 cm di atas lantai. Gunakanlah lampu secukupnya dan aturlah ketinggian lampu sedemikian rupa hingga memberikan kenyamanan bagi anak angsa. Gantungkanlah termometer dekat lampu, tingginya tepat sama dengan tinggi punggung angsa. Termometer gunanya untuk mengukur suhu udara, dengan termometer bisa diketahui secara tepat tingkat suhu (panas) yang cocok bagi angsa.

Anak-anak angsa yang kepanasan biasanya gelisah, ribut, menjauhi lampu, dan saling patuk (kanibalisme). Pada saat terjadi saling patuk biasanya anak angsa satu mematuk anak angsa lainnya sampai luka dan berdarah. Luka tersebut menarik anak-anak angsa lainnya untuk ikut mematuk sehingga anak angsa yang dipatuk itu mati. Kanibalisme juga terjadi akibat kandang yang terlalu padat sehingga anak-anak angsa berdesakan. Atau, tidak cukup makanan dan air minum sehingga anak-anak angsa berebutan untuk men- dapatkannya.

Di dalam kandang anak angsa sebaiknya disediakan batas, letaknya tepat di bawah lampu. Batas tersebut bisa terbuat dari karton atau bilah-bilah bambu yang dirangkai. Tinggi pembatas kira-kira 30 cm. Letakkanlah pembatas itu di atas lantai. Lampu harus terletak di tengah-tengah.

Pembatas ini bisa membuat anak angsa dekat dengan sumber panas, makanan dan air minum, dan mencegah angin yang berembus langsung ke lantai. Pembatas itu harus dapat berdiri dengan tegak sehingga tidak roboh dan melukai anak angsa.

Anak angsa dapat panik atau terkejut jika dikejutkan oleh suara keras, misalnya oleh suara halilintar. Pada saat panik anak angsa akan lari dengan arah yang sama. Kalau pembatas ini dibuat berbentuk persegi, anak-anak angsa akan bertumpuk di satu sudut. Anak-anak angsa saling tumpang tindih dan yang tertindih dapat sulit bernapas dan mati. Hal seperti ini tidak akan terjadi jika pembatas berbentuk lingkaran.

Jika kita telah meletakkan pembatas di lantai berilah alas (litter) berupa serbuk gergaji, kulit padi, kulit kacang atau jerami yang dicacah setebal 4-6 cm. Litter yang ditaburkan ini harus bersih, kering, dan bisa menyerap air sehingga dapat memberi kehangatan bagi anak-anak angsa. Jika litter basah atau kotor, ambillah bagian yang kotor tersebut, lalu ganti dengan litter yang bersih dan kering.

Pada saat anak angsa ini sudah tumbuh besar, perbesarlah luas pembatas sehingga anak-anak angsa mendapat ruang gerak yang cukup leluasa. Lalu, tambahkanlah litter ke dalamnya. Setelah beberapa minggu pada saat anak-anak angsa sudah tidak membutuhkan lagi pembatas, anak-anak angsa itu bisa dikeluarkan dari kandang, Jangan menggunakan kertas koran, plastik, atau bahan-bahan lain yang permukaannya licin untuk alas kandang. Permukaan yang licin bisa membuat kaki anak angsa luka sehingga pincang.

Letakkanlah tempat makan dan minum di dalam pembatas sehingga mudah dicapai oleh anak angsa. Tempat minum sebaiknya terbuat dari plastik atau bahan-bahan lain yang tidak berkarat. Tempat minum dari plastik mudah didapat di toko-toko yang menjual makanan ternak (poultry shop). Jika poultry shop tidak ada kita bisa membuat tempat minum dari batok kelapa atau dari ruas-ruas bambu. Tempat makan bisa terbuat dari kayu, bambu, atau seng. Tempat makan dari seng bisa dibeli di poultry shop.

Sehari sebelum anak angsa datang, nyalakanlah lampu dan ukurlah suhu udara di atas lantai dengan termometer yang digantung- kan di tempat itu. Untuk menciptakan suhu udara yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak angsa, kita bisa melakukannya dengan coba-coba, yaitu dengan mengatur ketinggian lampu. Suhu yang cocok bagi anak angsa biasanya adalah 99° F atau 372°C.

Memberi Makan Anak Angsa

Anak angsa yang baru menetas dapat bertahan sampai 72 jam atau 3 hari tanpa makan atau minum. Ketahanan itu ada dan dapat hidup cukup lama karena setelah menetas dalam tubuhnya masih terdapat sisa makanan yang diserap dari kuning telur pada telur bersangkutan saat sebelum menetas. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu apabila kita membawa atau mengangkut anak angsa melalui perjalanan jauh asalkan waktu perjalanan tidak melebihi 3 hari.

Akan tetapi, bukan berarti anak angsa akan dibiarkan begitu saja setelah menetas. Berilah anak angsa makan dan minum dengan segera. Sebaiknya, makanan dan air minum itu sudah tersedia sebelum anak angsa ditempatkan dalam ruang pembatas (induk buatan).

Pada saat awal (starter) anak angsa harus diberi makanan berprotein tinggi (22 persen). Makanan itu bisa berupa makanan untuk itik starter, atau ayam pedaging starter yang bisa dibeli di toko-toko makanan ternak. Jika toko makanan ternak jauh, kita bisa memberi makanan untuk anak angsa sebagai berikut.

  • Tepung ikan 2 bagian
  • Tepungjagung 3 bagian
  • Dedak halus 1 bagian

Tepung ikan dapat diganti dengan tepung bekicot, tepung siput, atau tepung kerang, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa atau ampas tahu. Tepung jagung dapat diganti dengan tepung ubi kayu atau tepung gandum. Tepung yang diberikan jangan terlampau halus.

Sumber : Buku / Oleh : Ir. Santa, M.P.

Demikian Pembahasan Tentang 5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Angsa TOP Semoga Dapat Bermanfaat Aminnn … 🙂