5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Aren Peluang Bisnis Jangka Panjang

Posted on

RuangTani.Com – Aren adalah palma yang terpenting setelah kelapa (nyiur) karena merupakan tanaman serba guna. Produk yang di hasilkan dari tanaman ini berbagai ragam mulai dari nira, gula, kolang-kaling, ijuk Dll. Jika tanaman ini di budidayakan maka akan mendapatkan keuntungan yang sangat menjanjikan untuk membantu penghasilan keuangan. Tanaman ini memang cukup lama utuk dapat di manfaatkan produk yang di hasilkannya. Utuk itu pembiakan tanaman ini juga merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup menguntungkan hingga jangka panjang.

Cara Budidaya Aren

5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Aren Peluang Bisnis Jangka Panjang

Syarat Tumbuh

Aren bisa tumbuh hingga ketinggian 9 – 1.400 meter di atas permukaan laut. Namun, pertumbuhan yang paling baik di ketinggian 500-800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan lebih dari 1.200 mm per tahun, atau di daerah beriklim sedang dan basah menurut Schmidt dan Ferguson.

Penanaman Aren

Tanaman dapat diperbanyak aren generatif (dengan biji). Diperoleh dengan cara ini akan menanam bibit dalam jumlah besar, sehingga dapat dengan mudah mengembangkan (budidaya) tanaman aren dalam skala besar.

Langkah yang akan dilakukan dalam pengumpulan benih dan seleksi adalah sebagai berikut :

  • Pengumpulan buah aren yang memenuhi persyaratan.
  • Berasal dari pohon-pohon palem yang tumbuh sehat, berdaun.
  • Buah aren matang (warna kuning kecoklatan dan daging buah lunak).
  • Buah-buahan yang besar (minimal 4 cm)
  • Kulit buah halus (tidak diserang penyakit).
  • Keluarkan biji aren buah yang telah dikumpulkan dengan membelahnya.

Memilih biji-bijian aren yang memenuhi syarat :

  • Ukuran biji yang relatif besar.
  • Hitam kecoklatan.
  • Permukaan halus (tidak ada keriput).
  • Benih sehat / tidak berpenyakit.

Yang perlu diperhatikan dalam koleksi adalah benih yang berisi buah aren yang, jika asam oksalat pada kulit kita akan menyebabkan sangat gatal. Oleh Karen itu perlu dilakukan dengan cara pencegahan meliputi :

  • Pakailah sarung tangan ketika kami mengambil biji dari buah.
  • Hindari bahwa tangan kita tidak menyentuh bagian tubuh lain, ketika mengeluarkan biji aren dari buah.
  • Cara lain untuk mencegah yang tidak terkena getah aren ketika kita sedanga mengeluarkan biji dari buah yang merupakan buah aren induk pertama yang tua membusuk.
  • Curing dapat dilakukan dengan memasukkan buah aren de dalam kotak kayu dan ditutupi dengan karung goni selalu dibasahi.
  • Setelah ± 10 hari, buah aren menjadi busuk yang akan memfasilitasi keputusan-butir.

Pembibitan

Bibit dapat dilakukan dengan dua cara: dari regenerasi alami bibit dan benih dari pembibitan benih.

Pengadaan bibit dari alam/anakan liar

  • Proses rekrutmen alami dibantu oleh binatang musang.
  • Hewan-hewan memakan buah aren dan biji dan benih keluar utuh dari perut bersama kotoran.
  • Bibit yang tersebar tidak teratur dan kelompok.
  • Untuk menanamnya di lapangan, dapat dilakukan dengan mencabut putaran (biji yang diambil bersama-sama dengan tanah).
  • Ini bisa menjadi transfer langsung bibit ditanam segera di lapangan atau melalui proses penyapihan dengan memasukkan anakan EFD di kantong plastik (polybag) selama 2-4 minggu.

Pengadaan bibit melalui persemaian

Untuk mendapatkan bibit dalam jumlah besar dengan kualitas yang baik, dilakukan melalui penyediaan benih untuk pembibitan. Palm proses penyemaian benih berlangsung sedikit lebih lama. Dapat mempercepat upaya untuk benih pengobatan sebelum menabur adalah :

  • Merendam benih dalam larutan HCl dengan konsentrasi 95% dalam 15-25 menit.
  • Meredam benih suhu air panas dari 50 º selama 3 menit.
  • Mengikir biji pada penutupan embrio.

Media penyemaian dapat dibuat dengan ukuran kantong plastik 20 x 25 cm yang diisi dengan kompos, pasir dan tanah 3 : 1 : 1 dan lubang di moderasi pada bagian bawah sebagai saluran drainase. Benih yang telah diperlakukan dimasukkan ke dalam kantong plastik sedalam sekitar ¾ dari benih di bawah permukaan tanah dengan lembaga turun ke posisi sedikit miring.

Untuk mencapai bibit siap tanam di lapangan (ukuran = 40 cm) membutuhkan persemaian 12-15 bulan.

Pemeliharaan bibit di persemaian dilakukan dengan cara :

  • Penyiraman 2 kali sehari, pada pagi hari dari 8:00-09:00 dan di jam sore 15:00-04:00
  • Penyiangan persemaian yaitu menghilangkan gulma pengganggu.
  • Pemberantasan hama dan penyakit, jika ada gejala hama dan penyakit.

Penanaman

Teknik budidaya kelapa dapat dilakukan dengan sistem monokultur atau agroforestry sistem / tumpang sari. Dengan kemajuan sistem monokultur setelah membersihkan bidang vegetasi (land clearing) dan pengolahan tanah dengan membajak atau budidaya dan pembuatan lubang tanaman.

Membuat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan jarak antara lubang (jarak dari) 5 x 5 m atau 9 x 9 m. untuk mempercepat pertumbuhan lubang tanaman diberi tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, urea, TSP, sekitar 3-5 hari setelah tanam lubang disiapkan, penanaman baru.

Baru ditanam bibit, harus diberikan perlindungan atau tempat teduh. Sistem agroforestri/tumpangsari, ini bisa dilakukan dengan menamai bagian lahan terbuka yang ada di antara dua tanaman pokok dengan tanaman penutup atau tanaman seperti leguminose

Pemeliharaan Tanaman

Budidaya aren agar sukses dengan kedua pemeliharaan yang diperlukan tanaman cukup.

Pemeliharaan tanaman aren  meliputi :

Pengendalian Hama

Hama pohon palem dan penyakit belum terlalu banyak yang tahu. Namun, sebagai langkah pencegahan mungkin dekat dengan mengetahui hama dan penyakit yang menyerang jenis Palmae seperti kelapa, kelapa sawit dan sagu.

Hama pada spesies tanaman Palmae yang meliputi badak kumbang (Oryctes thinoceros), kumbang sagu (Rhinochophorus ferrugineus (belalang (Sexava spp). Hama lain untuk pohon aren ini adalah pengisap nira dan bunga seperti lebah, kelelawar dan musang. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara :

  • Mekanis, pohon-pohon palem yang bisa ditebang dan dibakar hama.
    Kimia, dengan menyemprotkan pestisida tertentu seperti Heptachlor 10 gram, 10 gram dan BHC Diazonin.

Jenis penyakit yang sering menyerang pohon-pohon palem di pembibitan yang bercak dan kuning pada daun yang disebabkan oleh Pestalotia sp. Helmiathosporus sp. pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan fungisida seperti Dithane N-45, Delsene NX 200.

Pencegahan Hama Tanaman (gulma)

Hama tanaman (gulma) pada tanaman kelapa pertumbuhan yang sangat mengganggu. Oleh karena itu, pengendalian gulma harus dilakukan.

Gulma pada tanaman / pohon-pohon palem umumnya ditemukan di dua tempat, yaitu pada poros (seperti parasit dan kadaka) dan pada tanah di sekitar pangkalan teratur yaitu 4 kali setahun sampai tanamanberumur 3-4 tahun. Pemberantasan teknis dilakukan dengan cara mekanis, yaitu dengan menghilangkan tanaman invasif dari pohon-pohon palem.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan untuk pertumbuhan yang lebih cepat. Pemupukan dilakukan pada 1 -3 tahun tanaman tua dengan menyediakan pupuk seperti urea, NPK, pupuk kandang dan KCL yang ditaburkan di sekitar batang pohon kelapa yang telah digemburkan tanah.

Bagaimana … Cukup mudah bukan ??? 🙂 Untuk itu jangan ragu lagi segara implementasikan ide yang sudah berhasil ini !! 🙂

5 Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Aren Peluang Bisnis Jangka Panjang