4 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Brotowali Tanaman Obat

Posted on

RuangTani.Com – Bratawali adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Selain menguntungkan bagi kesehata tanaman ini juga menguntungkan untuk mendapatkan uang dalam kehidupan sehari-hari. Karen tidak banyak orang yang melakukan usaha budidaya brotowali. Jadi peluang bisnis budidaya tanaman ini masih sangat berpotensi.

bratawali

4 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Brotowali Tanaman Obat

Syarat Tumbuh

  • Brotowali dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1.700 m di atas permukaan laut.
  • Tanaman ini biasanya tumbuh liar di hutan, ladang, atau halaman rumah.
  • Brotowali menyukai tempat terbuka dan membutuhkan banyak sinar matahari.

Budidaya Tanamanan

Penyiapan Lahan

Penyiapan lahan tempat penangkaran brotowali harus disiapkan sebulan sebelum tanam, adalah untuk membuat lubang tanam atau alur tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 30 cm. Pada setiap lubang tanam dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg dicampur dengan tanah atau dibenamkan pada alur-alur tanam.

Baca Juga :

Brotowali membutuhkan tiang panjat agar pertumbuhannya baik. Tiang panjat dapat ditanam di samping lubang tanam sebelum penanaman brotowali. Tiang panjat dapat berupa panjatan hidup atau mati. Tiang Panjatan dapat menggunakan tanaman yang tumbuh relatif cepat dan kuat.

Penyiapan Bibit

Tanaman brotowali biasanya diperbanyak dengan stek batang agar pertumbuhan tanaman seragam. Stek batang diambil dari batang yang sehat dan cukup tua. Panjang stek batang 5 cm, 10 cm, atau 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang stek terbaik adalah 10 cm.

Sebelum ditanam ke lapangan, stek ditanam di polibeg yang berisi media tanam campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Stek batang ditunaskan selama 3 – 4 minggu. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas dapat digunakan atonik atau air kelapa. Stek yang dipindahkan ke lapangan adalah stek yang pertumbuhannya sehat dan seragam.

Penanaman

Pemindahan bibit dari polibeg ke lapangan adalah dengan cara menyobek salah satu bagian polibeg. Bibit dipindahkan ke lubang tanam dengan hati-hati. Tanah di sekitar bibit dipadatkan agar bibit tetap kokoh. Untuk menjaga kelembaban tanah dan menghambat pertumbuhan gulma sebaiknya diberi mulsa berupa jerami, serasah atau daun-daun kering. Jarak tanam brotowali yang dianjurkan adalah 1 m x 1 m.

Pemeliharaan

Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik dapat pupuk kandang atau kompos. Penyediaan pupuk kimia negatif akan mempengaruhi isi dari tanaman.

Penyiangan dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Penyiangan tidak harus menggunakan herbisida, tapi secara manual, dengan menarik gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Ketika digunakan panjatan hidup, Pemangkasan cabang dan daun tanaman perambat harus dilakukan secara teratur, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan brotowali. Mengatur arah brotowali pertumbuhan harus diatur sedemikian rupa sehingga pertumbuhan cabang teratur sehingga mudah untuk panen.

Untuk menarik dan melekatkan sementara cabang-cabang yang menjuntai dapat digunakan tali plastic atau tali rafia. Cara perambatan gantung ini akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perambatan bebas pada tanaman perambat.

Dioscoreophylli Cercosporella jamur sering menyebabkan penyakit bercak daun pada bertepung brotowali. Pada daun tanaman dengan jamur adalah patch terlihat kuning. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian tanaman, tapi itu membuat bentuk daun tidak sempurna.

Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan mengurangi naungan perambat tanaman sehingga kelembaban menurun, terutama dari embun atau air hujan sisa yang menempel pada permukaan daun. Jamur Colletotrichum sp. Dan Trichocladium sp. juga bisa menyerang brotowali.

Batang yang terinfeksi akhirnya akan menjadi coklat dan kering. Hama yang sering mengganggu brotowali adalah Othreis fullonia yaitu pemakan daun ulat. Serangan hama ini menyebabkan hilangnya daun yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan ekstrak nimba. Penyemprotan dilakukan dua minggu sebelum panen.

Panen 

Batang brotowali dapat dipanen apabila warnanya coklat kehitaman. Panen dapat dilakukan dengan cara memangkas batang. Untuk mendapatkan simplisia brotowali, batang dipotong kasar lalu dikeringkan.

diperta.jabarprov.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 4 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Brotowali Tanaman Obat Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂