3 Panduan Lengkap Dan Mudah Budidaya Asam Jawa

Posted on

RuangTani.Com – Asam, atau buah asam adalah sejenis tanaman buah yang rasanya asam; biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai penyedap atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadang-kadang kuah pempek. Daging buah asam sangat populer, dan digunakan dalam berbagai bahan makanan atau bumbu di berbagai belahan dunia.

Asam Jawa

3 Panduan Lengkap Dan Mudah Budidaya Asam Jawa

Buah yang masih muda adalah rasa sangat asam, dan digunakan sebagai bumbu atau campuran salad atau sayuran asam. Buah yang matang dapat disimpan lama setelah dikupas dan sedikit dikeringkan dengan bantuan sinar matahari. Selain daging, banyak bagian pohon asam yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun muda digunakan dengan kunyit.

Syarat Tumbuh

Asam tumbuh baik pada variasi kondisi tanah dan iklim yang luas. Tanaman ini tumbuh di tanah berpasir atau tanah liat, dari dataran rendah sampai dataran tinggi menengah hingga 1000 m dpl, Kadang-kadang 1500 m di atas permukaan laut, Di mana hujan tersebar merata atau panjang musim kering dan sangat kentara.

Sebuah sistem akar yang sangat luas memainkan peran positif terhadap kekebalan, kekeringan dan angin kencang. Di daerah tropis, basah curah hujan> 4000 mm pohon asam tidak mampu berbunga, dan kondisi basah yang diperlukan dalam tahap akhir perkembangannya. Pohon yang masih muda akan mad oleh embun beku yang ringan saja, tapi ketika dewasa ternyata lebih tahan terhadap dingin daripada pohon mangga, alpukat, dan jeruk nipis.

Pedoman Budidaya

Asam dapat diperbanyak dengan benih, pencangkokan, penyambungan, dan penempelan. Anakannya yang berumur satu tahun atau kurang sudah cukup besar untuk .ditanam di lapangan, tetapi mungkin sifatnya berbeda dengan induknya. Pohon induk yang baik biasanya diperbanyak secara vegetatif.

Penempelan perisai (shield budding) dan penempelan tambalan (patch budding) serta sambung-celah (cleft grafting) merupakan metode yang cepat dan dapat dipercaya Pohon hasil perbanyakan secara penempelan atau penyambungan ditanam di kebun pada awal musim hujan dengan jarak tanam 8-10 m.

Baca Juga :

Pemeliharaan

Perawatan pohon asam pada umumnya minim, tetapi di perkebunan buah asam di wilayah Delta Tengah, Thailand, dilakukan pemeliharaan secara intensif. Perlakuan ini dimungkinkan karena pohon hasil penyambungan sudah dapat berbuah pada umur 3-4 tahun.

Kultivar yang manis ditanam, dan tanaman genjah yang berkualitas unggul tidak memerlukan pertumbuhan perpanjangan; diduga tingginya permukaan air tanah yang menghambat akar tumbuh lebih dalam itu menolong mengerdilkan pohon. Langkah-langkah pengaturan ukuran pohon mencakup jarak tanam yang rapat (kira-kira 500 batang per hektar) dan pemangkasan untuk memperbaharui cabang penghasil buah.

Hama dan Penyakit

Pohon asam merupakan inang berbagai hama, seperti penggerek (shot-hole borers), serangga (toy beetles), ulat pemakan daun, cacing (bagworms), kutu bubuk, dan kutu perisai. Pada beberapa musim, hama penggerek buah mengakibatkan kerusakan serius pada buah yang sedang dalam proses pematangan, menyebabkan berkurangnya hasil yang dapat dipasarkan.

Panen

  • Buah dari kultivar asam dipanen dalam dua tahap : polong hijau untuk bumbu penyedap, dan polong matang untuk diproses.
  • Buah kultivar manis dipanen dalam dua tahap pula: setengah matang (tahap “maiasebo”) dan tahap matang penuh.
  • Pada tahap setengah matang, kulitnya mudah dikupas; daging buahnya berwarna hijau kekuningkuningan dan konsistensinya mirip daging buah apel.
  • Pada tahap matang, daging buahnya mengkerut karena hilang kelembapannya, dan berubah warnanya menjadi coklat kemerah-merahan dan menjadi lengket.

Sumber : pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 3 Panduan Lengkap Dan Mudah Budidaya Asam Jawa Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂