15 Menit Belajar Budidaya Jahe Profesional

Posted on

RuangTani.Com – Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe

15 Menit Belajar Budidaya Jahe Profesional

Untuk memperoleh hasil yang mantab dalam budidaya jahe kita membutuhkan bibit yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. oleh karena itu harus tau bagai mana pemilihan bibit yang baik dan berkualitas. berikut cara mencari bibit yang berkualitas :

  • Bibit diambil langsung dari kebun (bukan membeli dari pasar),
  • Bibit termasuk tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan),
  • Selain itu bibit dipilih dari tanaman yang sehat dan memiliki kulit yang rusak atau lecet.

Setelah kita tau bagai mana pembibitan yang benar, kita langsung mempelajari tentang teknik penyemian bibit jahe yang benar. untuk pertumbuhan yang serentak atau seragam, bibit sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu

Penymaian Pada Peti Kayu

Jahe yang baru saja di panen di jemur terlebih dahulu (jangan sampai kering) kemudian simpan sekitar 1-1,5 bulan. kemudian patahkan rimpangan jahe dengan mengunakan tangan dimana setiap potongannya memiliki 3-5 tunas jahe dan di jemur ulang 1/2 hari.

Setelah itu potongan bibit tersebut dikemas dalam karung yang beranyam jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh 1 menit, kemudian keringkan.

Lalu masukan kedalam peti kayu sebagai berikut: untuk lapisan pertama letakan bakal bibit selapis, kemudian di lapisan kedua di beri abu gosok atau sekam padi, dan seterusnya dilakukan berulang-ulang hingga lapisan paling atas abu gosok itu lagi. penyemaian dilakuan 2 – 4 minggu.

Baca Juga :

Setelah penyamaian selesai kemudian penyiapan bibit, dengan cara membebaskan bibit dari ancaman penyakit dengan cara bibit jahe tersebut dimasukan kedalam karung dan celupkan kedalam larutan fungisida sekitar 8 jam lamanya. lalukeringkan dangan cara di jemur 2-4 jam, barulah bibit siap ditanam.

Pengelolahan Media Tanam

Persiapan Lahan

Perhatikan tingkat keasaman tanah, apabila tingkat keasaman tanah tidak sesuai maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.

Pembukaan Lahan

Bajak terlebih dahulu tanah yang ingin dijadikan lahan penanaman , tanah di bajak kurang lebih 30 cm untuk mendapatkan tanah yang gembur. setelah itu biarkan lahan selama 2-4 minggu. apabila cara pertama diarasa belum cukup untuk menggemburkan tanah, anda bisa melakukan tahap kedua, yaitu 2-3 minggu sebelum penanaman beri terlebih dahulu pupuk kandang dengan takaran 1.500-2.500 kg.

Pembentukan Bedengan

Untuk tanah yang memiliki kondisi air yang buruk sekaligus menghindari genangan air, sebaiknya tanah dikelola menjadi bedengan dengan ukuran 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan     panjang menyesuaikan kondisi lahan.

Pengapuran

Pengapura berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu.

  • Derajat keasaman < 4 (paling asam),
  • Derajat keasaman 5 (asam),
  • Derajat keasaman 6 (agak asam).

Tehnik Penanaman

Penentuan Pola Tanam

Penanaman jahe dengan cara tumpangsari dengan tanaman lain sangat disarankan karena mempunyai banyak keuntungan yaitu :

  • Mengurangi kerugian akibat naik turunnya harga,
  • Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman,
  • Meningkatkan prodikvitas lahan,
  • Mengawetkan tanah karena rendahnya pertumbuhan gulma.

Mengoptimalkan Pertumbuhan  Jahe

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan  jahe yang baik, maka sebaiknya tanah  diolah bedengan-bedengan. selanjutnya  buat lubang kecil sedalam 3-7 cm  untuk menanam bibit.

Cara Penanaman

Dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah kedalam lubang yang sudah di siapkan.

Priode Tanam

Penanaman jahe sebaiknya dilakukan  pada awal musim hujan sekitar bulan september dan oktober. karena tanaman ini membutuhkan banyak air untuk pertumbuhanya.

Jarak Tanam

Benih jahe ditanam sedalam 5 – 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

a. Penyiangan gulma

Tanaman lama sampai 6-7 bulan tumbuh gulma, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif . Penyiangan setelah 4 bulan usia perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar yang dapat menyebabkan masuknya benih penyakit. Untuk mengurangi intensitas penyiangan bisa menggunakan mulsa tebal dari jerami atau sekam.

b. Penyulaman

Menyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.

c. Pembumbunan / pendangiran

Pembumbunan mulai dilakukan pada saat telah terbentuk rumpun dengan 4 – 5 anakan, agar rimpang selalu tertutup tanah. Selain itu, dengan dilakukan pembumbunan, drainase akan selalu terpelihara.

d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan sesuai dengan tujuan. Penyakit utama adalah busuk rimpang jahe disebabkan oleh serangan layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali untuk menerapkan langkah-langkah untuk mencegah masuknya bibit penyakit.

Seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari cedera (penggunaan abu sekam padi) , rotasi tanaman, membersihkan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada genangan air dan air tidak mengalir melalui petak sehat (sanitasi), inspeksi rutin taman.

Tanaman yang terserang bakteri layu segera dibuang dan dibakar untuk mencegah penyebaran hama. Hama yang signifikan adalah lalat rimpang coeruleifrons Mimergralla (Diptera, Micropezidae) dan Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang dari penanaman rimpang dan menyebabkan penampilan buruk dan bercak daun yang disebabkan oleh jamur (Phyllosticta sp.) .

Penyakit ini terjadi ketika serangan pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam produksi.

Langkah-langkah untuk mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu), sanitasi tanaman sakit, pemeriksaan secara rutin.

Panen

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. Namun, rimpang untuk benih dipanen pada 10-12 bulan.

Cara panen dilakukan dengan membongkar seluruh rimpang menggunakan garpu, cangkul, tanah kemudian dibersihkan terpasang. Dengan menggunakan tinggi varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dihasilkan rata-rata 27 ton jahe segar, calon varietas jahe putih kecil (JPK 3; JPK 6) dengan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan rata-rata 16 ton / rimpang segar ha dengan kandungan minyak esensial 1,7-3,8%, kadar oleoresin dari 2,39-8,87%.

Sementara jahe merah 22 ton / ha dengan kandungan minyak esensial 3,2-3,6%, kadar oleoresin dari 5,86-6,36%. Kualitas rimpang dari varietas Cimanggu-1 dan calon varietas jahe putih kecil dan jahe merah, memenuhi standar Materia Medika Indonesia (MMI).

Berdasarkan standar perdagangan, mutu rimpang jahe segar dikatagorikan sebagai berikut :

  • Mutu I : bobot 250 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
  • Mutu II : bobot 150 – 249 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
  • Mutu III : bobot sesuai hasil analisis, kulit yang terkelupas maksimum 10%, benda asing maksimum 3%, kapang maksimum 10%.

Di kutip dari sumber : bp2sdmk.dephut.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 15 Menit Belajar Budidaya Jahe Profesional Semoga Dapat Bermanfaat Aminnn … 😀