Berkhasiat, Menyegarkan Dan [ Bernilai Ekonomi ] Dengan Cara Budidaya Tebu Yang Baik

Posted on

Ruangtani.com – Tebu bagi kebanyakan orang pastinya sudah mengetahui dengan jenis tanaman ini yang merupakan tanaman yang dapat menghasilkan beberapa produk turunan yang banyak sekali bermanfaat bagi kehidupan produk turunan tersebut yang diantaranya yakni gula, tetes dan ampas tebu. Yang kita ketahui, bahwa gula merupakan salah satu dari Sembilan bahan untuk makanan pokok yang wajib ada untuk bahan yang dikonsumsi.

tebu

12 Tahap Cara Budidaya Tebu Yang Baik [ Bernilai Ekonomi ]

Untuk kebutuhan gula sendiri setiap tahunnya cenderung melonjak dengan seiringnya bertambahnya populasi penduduk yang otomatis meningkatkan konsumsi gula. Tapi pada kenyataannya produksi gula untuk pertahunnya hanya mengalami peningkatkan kecil sehingga tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan gula dipasaran. Selain itu untuk tetes tebu sendiri masih dijadikan alternative untuk suplemen pakan ternak atau pupuk tanaman, dan sedangkan pada ampas tebunya dapat digunakan untuk bahan bakar pabrik pembakaran seperti untuk bata, genteng maupun kerupuk. Banyak sekali manfaat yang diambil dari tanaman tebu tersebut, termasuk keuntungan usaha dibidang agro tanamkan tebu. Jika anda tertarik untuk memulai beragrousaha tebu berikut ialah tahapannya.

Baca juga ;

Iklim Dan Keadaan Cuaca

Untuk membudidayakan tebu yang baik sangat bergantung pada kondisi iklim dan cuaca. Karena tebu akan tumbuh dengan sangat baik didaerah yang beriklim panas, seperti di Indonesia yang memiliki suhu 25 hingga 28 derajat Celsius dan selain itu daerah yang paling baik untuk ditanami tanaman tebu ialah daerah dengan memiliki curah hujan 100 mm/tahun.

Kondisi Tanah

Untuk jenis tanah yang paling baik untuk ditanami tanaman tebu ialah jenis tanah yakni :

  • Tanah alivial
  • Tanah regosol
  • Tanah podsolik atau mediteran

Memiliki kandungan pH dalam tanah yang paling baik untuk tanaman tebu ialah antara 6,4 hingga 7,7 atau keadaan keasaman netral. Hal ini sangatlah penting dalam teknik membudidayakan agar dapat menghasilkan tebu yang berkualitas sangat baik.

Mempersiapkan Lahan

Pada tanah yang akan ditanami tebu perlu dipersiapkan dengan dua cara yakni dibajak dan reynoso. Untuk proses pembajakan perlu dilakukan pada tanah kering dengan tujuan untuk menjadikannya gembur. Pada proses ini dibuat alur-alur untuk menanam bibit tebu sedalam 20 cm. untuk proses reynoso proses pengolahan tanah dilakukan pada area yang akan ditanami pohon tebu dengan kedalaman 40 cm dan berbentuk seperti cekungan. Untuk proses ini dilakukan pada tanah yang mengandung banyak air.

Pemilihan Bibit

Untuk bibit tebu yang dapat digunakan ada 4 macam yakni :

  • Bibit pucuk
  • Bibit batang muda
  • Bibit rayungan
  • Dan bibit siwilan

Bibit batang muda berasal dari tebu yang sudah berumur 5 hingga 7 bulan yang diambil dari seluruh batang tebu yang dibagi menjadi 2 atau 3 bagian untuk masing-masing stek. Bibit rayungan ialah bibit yang diambil dari tebu yang memang dibudidayakan untuk keperluan pembibitan. Bibit siwilan ialah bibit tebu yang diambil dari pucuk tebu yang sudah mati.

Waktu Penanaman Tebu

Untuk penanaman tebu waktu yang paling tepat untuk memulai penanaman tebu ialah saat cuaca cerah. Untuk daerah denga tipe iklim C dan D menurut Schmidt-Fergusson atau daerah kering, waktu yang paling tepat untuk menanam tebu ialah masukin bulan Oktober hingga Desember. Dan untuk tipe iklim B atau daerah basah waktu yang paling tepat untuk bercocok tanam tebu ialah pada awal musim kemarau.

Proses Penanaman

Pada daerah yang kering, untuk teknik menanam tebu yang baik ialah dengan menggunakan stek yang mempunyai 8 hingga 9 mata tunas dengan jarak 1 meter tiap stek. Tiap stek ditanam pada juringan dengan memiliki kedalaman 1,25 hingga 1,35 meter. Dan untuk daerah yang beriklim basah, stek yang digunakan ialah stek dengan 3 mata tunas dengan teknik tumpang tindih atau bersentuh ujung. Satu tips yang bisa anda gunakan jika anda kekurangan tenaga untuk menanam tebu didaerah ini ialah dengan menggunakan tebu dengan 5 hingga 6 mata tunas yang dipotong menjadi dua.

Proses Penyiraman

Dengan proses penyiraman ialah langkah pertama pemeliharaan tanaman tebu. Penyiraman dapat dilakukan pada tanaman tebu dengan cara melihat keadaan tanah dan cuaca. Selain itu penyiraman sebaiknya dilakukan setelah proses pemupukan dan paling lama ialah 3 setelah pemupukan.

Penyulaman

Penyulaman sangat perlu untuk dilakukan hal ini untuk mengganti pohon atau bibit tebu yang tidak tumbuh dengan baik. Untuk proses ini dilakukan pada bibit bagal yang sudah berumur 2 hingga 4 minggu dan bibit rayungan yang berumur 2 minggu. Proses ini harus segera dilakukan agar tidak mengganggu produksi dan bila penyulaman tidak berhasil maka harus segera dilakukan denga proses penyulaman yang baru.

Penyiangan

Untuk proses penyiangan hal ini dilakukan dengan cara mencangkul dan memotong gulma yang mengganggu. Akan tetapi pada daerah kering dimana terdapat banyak jenis tanaman gulma yang mengganggu, proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan herbisida, seperti karmex, DMA, Amexon, Gesapax, Sanvit dan Gramoxon. Pelaksaan proses ini dibedakan menjadi 4 bagian yakni :

  • Pre emergence
  • Late pre emergence
  • Post emergence
  • Dan post emergence II

Pemupukan

Proses pemupukan dilakukan dengan menggunakan pedoman pemupukan P3GI. Untuk jenis pupuk yang akan digunakan ialah pupuk ZA, SP36 dan KCL. Pemupukan diberikan secara bertahan dan dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman tebu dan lahan.

Hama Dan Penyakit

Hama yang sering meyerang pada tanaman tebu, terutama pada masa pembibitan ialah ulat pengerek. Untuk mencegah hal ini maka perlu dipilih varietas tebu yang taham terhadap hama. Selain itu bisa juga dengan menggunakan predator alam hama ini yakni Trichogama sp, lalat jatiroto atau dengan cara menyemprotkan Thiodan 35 EC.

Pemanenan

Untuk proses pemanenan tanaman tebu dilakukan dengan cara mencangkul area tanam sedalam 20 cm. pada batang tebu disisikan 3 ruas bila ingin ditumbuhkan kembali atau dicabut hingga akarnya bila lahan ingin dibongkar. Pucuk tebu dibuang dan batang diikat dengan jumlah 20-30 batang/ikat untuk digiling. Untuk waktu pemanenan dilakukan pada bulan kering yakni antara april hingga oktober.

Demikianlah postingan tentang 12 Tahap Cara Budidaya Tebu Yang Baik [ Bernilai Ekonomi ] ini semoga bisa bermanfaat bagi anda, sekian dan terima kasih. 🙂