10 Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik Lengkap Serta Berkualitas

Posted on

RuangTani.Com – Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Tanaman Hidroponik

Pengertian

  • Bercocok tanam secara hidroponik adalah suatu cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan.

Prinsip Hidroponik

  • Memberikan hara (nutrisi) yang diperlukan tanaman dalam bentuk larutan.

Macam Tanaman Hidroponik

Pada dasarnya, semua tanaman bisa dihidroponikkan. Jenis tanaman yang dewasa ini banyak ditanam secara hidroponik adalah sebagai berikut :

  • Tanaman buah, misalnya melon dan semangka.
  • Tanaman sayuran, misalnya tomat, cabai, paprika, dan timun.

Keuntungan Hidroponik

Beberapa keuntungan budi daya tanaman secara hidroponik, antara lain sebagai berikut :

  • Perlakuan budi daya tidak tergantung musim.
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat.
  • Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi.
  • Lebih mudah untuk menghindari serangan hama dan penyakit.
  • Tidak banyak memerlukan tempat.

Tempat Hidroponik

  • Pada prinsipnya, tempat yang digunakan untuk budi daya tanaman secara hidroponik adalah di mana saja asalkan tempat itu terlindung dari hujan, cukup sinar matahari, dan bersih.

Persiapan Persemaoan

Menyiapkan Kotak Semai

  • Kotak semai dapat dibuat dari bahan papan atau bahan plastik.
  • Kotak semai yang terbuat dari bahan papan berukuran panjang ± 100 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 5 cm; sedangkan yang terbuat dari bahan plastik dapat dibeli di toko-toko yang ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Membuat Arang Sekam

Menyiapkan Tungku Pembakar

  • Tungku yang digunakan terbuat dari bahan kaleng yang sisi-sisinya dilubangi agar nyala api bisa keluar.

Membakar Sekam

  • Bahan bakar (dapat dari kertas, dari tatal, kayu) diisikan ke dalam tungku pembakar. Bahan bakar yang terdapat dalam tungku tersebut dinyalakan, kemudian sekam padi ditaburkan di bagian luar di sekeliling tungku.

Membalik Sekam Bakar

  • Membalik sekam padi yang terbakar dengan maksud agar tidak menjadi abu. Biasanya sekam yang sudah terbakar.

Menyiram Sekam

  • Menyiram sekam padi yang terbakar (membara) dengan air.

Arang Sekam

  • Setelah arang sekam dalam keadaan dingin, masukkan ke dalam wadah dan siap untukdigunakan.

Membuat Pasir Steril

Mencuci Pasir

  • Pasir dimasukkan ke dalam wadah, kemudian dicuci dengan air bersih, sampai air bekas cucian tersebut menjadi jernih.

Meniriskan dan Menjemur Pasir

  • Pasir yang telah dicuci ditiriskan, kemudian dijemur sampai kering. Setelah itu, pasir dimasukkan ke dalam wadah (pasir siap digunakan untuk media).

Persemaian

Menyiapkan Benih

Benih tanaman yang akan disemai secara hidroponik, misalnya benih cabai, paprika, tomat, dipilih benih yang bermutu tinggi. Benih yang bermutu tinggi, yaitu benih yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Benih tersebut utuh (tidak cacat), bernas, berwarna cerah, dan kulitnya tidak berkerut (keriput). Benih yang telah terpilih kemudian direndam ke dalam larutan pestisida dengan konsentrasi 0,02 % (2 cc/liter air) selama 15 menit.

Benih yang sudah siap disemai ditaburkan secara merata pada garitan-garitan yang ada pada kotak pesemaian, kemudian ditutup dengan arah sekam atau pasir steril, dan disiram dengan menggunakan gembor. Penyiraman ini dilakukan sampai pesemaian basah merata.

Merawat Pesemaian

Agar pertumbuhan bibit selama dalam pesemaian bisa tumbuh dengan sempurna, perlu adanya perawatan secara intensif, antara lain dilakukan pengontrolan pesemaian dan penyiraman setiap hari (jika kondisi pesemaian sudah mengering). Penyiraman ini dilakukan sampai bibit berumur 15 hari (sampai bibit siap disapih atau dipindah dalam pot).

Menyapih Bibit

  • Bibit yang berumur 15 hari atau sudah berdaun dua atau tiga helai, sudah saatnya disapih (dipindah dalam pot).

Memilih Bibit

Setelah bibit berumur 15 hari siap disapih. Kemudian dipilih bibit yang baik untuk disapih. Bibit yang baik memiliki ciri-ciri, antara lain:

  • Warna daun hijau.
  • Bentuk batang lurus dan kekar.
  • Bibit tidak diserang hama atau penyakit.

Memindahkan Bibit yang Dipilih

  • Bibit-bibit yang terpilih kemudian dipindah- kan ke dalam pot-pot penyapihan, satu pot satu bibit. Pot yang digunakan bisa pot plastik gelas aqua atau kantong plastik kecil berukuran 8 x 12 cm.

Merawat Bibit

  • Bibit yang sudah disapih selalu dilakukan pengontrolan dan penyiraman. Penyiraman ini dilakukan setiap hari (pada waktu pagi hari) sampai bibit berumur 30 hari (telah berdaun 4-5 helai).

Penanaman

Pembuatan Larutan Nutrisi

Budi daya hidroponik menggunakan bahan makanan berupa larutan nutrisi. Larutan yang diperlukan bermaca-macam yaitu ada 14 macam. Oleh karena itu, larutan nutrisi dikelompokkan dalam 3 kelompok.

Larutan nutrisi diperlukan oleh tanaman secara kontinu. Oleh karena itu, larutan nutrisi harus dibuat dalam jumlah yang cukup, sebagian diberikan pada tanaman dan sebagian merupakan persediaan {stock). Larutan nutrisi itu tidak boleh disimpan terlalu lama karena akan terjadi endapan dan tidak boleh dipakai lagi karena tidak dapat diserap tanaman (biasanya pada penyimpanan satu minggu).

Macam-macam larutan nutrisi menurut pengelompokan/larutan dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:

Stock A :

  • Ca(N03)2.4H20 (Kalsium Nitrat);
  • HNO3 (Asam Nitrat);
  • FeS04(Ferrum Sulfat);

Stock B :

  • H3P04(Asam Phosphat);
  • KNO3 (Kalium Nitrat);
  • KH2PO4 (Kalium Hidrogen Phosphat);
  • MgS04 (Magnesium Sulfat/Garam Inggris);
  • H3B03(Asam Borat);
  • (NH4) 6M07O4 (Amonium Molibdat);
  • ZnS04 (Seng Sulfat);
  • CUSO4 (Kupri Sulfat);
  • K2SO4 (Kalium Sulfat);

Stock C :

  • CO(NH2)2 (Urea);

Mengisi Polybag dan Mengatur Jarak Tanam

  • Polybag adalah salah satu wadah yang digunakan untuk penanaman yang terbuat dari bahan plastik.
  • Polybag yang digunakan berukuran 30 x 35 cm.
  • Polybag diisi dengan arang sekam dan atau pasir sebanyak 1 bagian.
  • Polybag yang sudah terisi media diatur/ ditata dengan jarak 60 cm secara berseling.

Menanam

  • Polybag yang telah ditata kemudian dibuat lubang tanam tepat di tengah-tengahnya, selanjutnya bibit ditanamkan.

Perawatan Tanaman

Pemberian Nutrisi

  • Nutrisi diberikan pada tanaman dengan interval 3 kali sehari, yaitu pagi hari dari pukul 06.00 – 08.00, siang hari pukul 12.00 – 13.00, dan sore hari pada pukul 15.00 – 16.00 WIB sebanyak 1 (satu) liter tiap tanaman.

Pengajiran Tanaman

Tujuan pengajiran/pengikatan tanaman adalah agar tanaman tumbuh tegak ke atas sehingga memperoleh sinar matahari secara optimal. Bahan yang digunakan untuk pengajiran adalah benang kasur yang dipotong-potong yang panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Dalam pengajiran, hal-hal yang harus dilakukan adalah mengikat salah satu ujung tali kasur ke pangkal batang tanaman (di bawah daun pertama); melilitkan tali kasur pada batang tanaman dengan menghindari semua pangkal tangkai daun dan diikatkan.

Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan dilakukan terhadap bagian- bagian tanaman yang tidak berguna dan bagian yang terganggu oleh jasad pengganggu (hama dan penyakit), seperti tunas, cabang, dan buah.

Cara pemangkasan dapat dilakukan dengan menggunakan alat (gunting atau pisau) untuk batang dan cabang yang keras; atau tanpa alat (tangan/jari). Pemangkasan dilakukan tiap dua hari sekali.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Walaupun tanaman dibudidayakan secara hidroponik masih ada juga serangan berbagai jasad pengganggu. Jasad pengganggu tersebut digolongkan dengan istilah hama dan penyakit. Yang dimaksud dengan hama adalah organisme berbentuk hewan yang merusak tanaman, sedangkan penyakit adalah suatu rangkaian fisiologis yang merugikan tanaman yang disebabkan oleh rangsangan terus-menerus oleh suatu penyebab primer baik itu berupa patogen ataupun nonpatogen (lingkungan).

Ada dua cara pengendalian hama dan penyakit, yaitu secara preventif dan secara kuratif.

Secara Preventif

Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman, perlu dilakukan tindakan-tindakan pencegahan, sebagai berikut.

  • Secara rutin tanaman kita amati tiap hari, begitu terlihat adanya serangan hama atau penyakit segera kita kendalikan secara mekanis, dengan cara membunuh hama yang menyerang atau membuang bagian tanaman yang terserang penyakit.
  • Bisa juga dilakukan pengendalian hama secara biologis, dengan cara memelihara serangan predator di lokasi penanaman hidroponik. Yang dimaksud predator adalah serangga yang memakan jenis serangga lain yang biasa menyerang tanaman.
  • Jika tingkat serangannya sudah tidak memungkinkan dikendalikan secara mekanis perlu dikendalikan secara khemis (kimiawi), yaitu dengan jalan menyemprot tanaman dengan menggunakan pestisida. Dosis dan interval waktu penyemprotan disesuaikan dengan anjuran yang terdapat pada label pestisida yang digunakan. Waktu yang tepat untuk penyemprotan adalah pagi hari antara pukul 07.00-10.00 WIB.

Secara Kuratif

  • Pengendalian hama dan penyakit secara kuratif ini ditujukan pada tingkat serangan yang berat, yang sudah tidak memungkinkan dilakukan pengendalian secara preventif.
  • Pengendalian hama dan penyakit secara kuratif ini dengan cara khemis (kimiawi) dan dengan cara mekanis.
  • Untuk pengendalian hama dan penyakit secara mekanis caranya sama dengan pengendalian hama dan penyakit pada pengendalian preventif.
  • Pengendalian hama dan penyakit dengan cara mekanis, yaitu dengan cara tanaman yang terserang hama dan penyakit.

Panen

Kriteria Panen

Panen ini harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan hasil panen. Sebagai contoh tomat yang akan digunakan untuk sayur biasanya dipanen pada waktu masih muda, sedangkan tomat yang dikonsumsi untuk buah dipanen pada saat tomat sudah masak.

Cara Panen

Buah tomat yang akan dipanen, pertama- tama kita amati dan kita pilih yang sesuai dengan kepentingannya. Buah-buah yang terpiiih kemudian dipanen dengan cara mematahkan pada bagian ruas tangkai-tangkai buah (buah dipegang sambil mematahkan ruas tangkai buahnya).

Sumber : Buku (Oleh : Ir. Etty Ekawati, Sukamto, B.Sc., Ir. Iskandar Hadiyanto)

Demikian Pembahasan Tentang 10 Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik Lengkap Serta Berkualitas Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂