10 Panduan Lengkap Teknik Dan Cara Budidaya Sirsak Tanaman Berkhasiat

Posted on

RuangTani.Com – Tanaman ini dapat tumbuh di sembarang tempat, yang terbaik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak Sendiri berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantong yang asam. Manfaat daun sirsak ternyata 10.000 kali lebih kuat konten dan kemampuan kemoterapi untuk mengobati kanker. Hal ini didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, oleh masyarakat kuno daun sirsak yang sudah dikenal dan banyak digunakan untuk mengobati penyakit. Dan baru-baru dalam sebuah penelitian, bahwa daun dari pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru.

Sirsak

10 Panduan Lengkap Teknik Dan Cara Budidaya Sirsak Tanaman Berkhasiat

Syarat Tumbuh

Tanaman sirsak tumbuh baik di iklim lembab dataran rendah hingga dataran tinggi 1.000 meter di atas permukaan laut. Di dataran beriklim kering, tanaman ini dapat tumbuh dan berbuah, asalkan air tanah dangkal kurang dari 150 cm. Curah hujan yang sesuai antara 1500-2,000 mm/tahun dengan musim kemarau 4-6 bulan. Derajat keasaman (pH) tanah yang baik untuk tanaman sirsak 5,5 – 7, tetapi dapat tumbuh di semua jenis tanah.

Perbanyakan melalui biji

Tanaman sirsak dapat diperbanyak dengan biji dari buah yang dipilih dan cukup lama akan menghasilkan tanaman dengan cukup banyak dalam waktu singkat. Benih yang berasal dari biji dianggap baik karena memiliki akar tunjang cukup kuat, namun akan mengalami penyimpangan alam dari pohon induk.

Baca Juga :

Persyaratan pohon induk yang akan diambil, antara lain buah produktif, berasal dari varietas unggul, memiliki pertumbuhan yang sehat dan minimal lebih dari tiga tahun, bebas dari hama dan penyakit. Penanganan sirsak pembenihan bibit sebagai berikut :

  • Buah sirsak diambil dari pohon induk yang dipilih besar, sehat dan baik benih berkualitas split kemudian dibawa. Kemudian benih dipisahkan dari dagingnya dicuci dengan air. Benih yang bersih kemudian dikeringkan.
  • Pembenihan bibit dapat dilakukan dengan dua cara : menabur di pembibitan dan kemudian dipindahkan ke polybag dan cara kedua menabur langsung ke polybag.
  • Untuk tempat persemaian dapat digunakan kotak plastik yang diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Biji sirsak disemai dengan jarak rapat dengan kedalaman semai 1-1,5 cm, kemudian ditutup dengan media semai. Kelembaban tanah dijaga jangan sampai kering atau tergenang.
  • Setelah benih berdaun 4-5 helai (berumur 5-6 minggu) benih segera dipindah tanam kedalam polybag yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Benih ditanam satu batang tiap polybag.
  • Polybag yang sudah ditanami benih sirsak disusun berjajar dan diberi naungan yang tidak terlalu rapat. Perawatan benih meliputi penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan 2 hari sekali terutama bila tidak turun hujan.
  • Perkiraan dosis pemupupukan dilakukan setiap 15 hari berupa larutan pupuk NPK sebanyak 10-20g/10 liter air disiramkan 100 cc/polybag. Setelah berumur 3-4 bulan di persemaian bibit dapat ditanam di lapang (kebun).

Perbanyakan vegetatip

Persiapan batang bawah

  • Untuk perbanyakan cara vegetatip diperlukan batang bawah dari biji yang berasal dari buah varietas unggul pohon sirsak yang mempunyai keunggulan sifat-sifat tertentu seperti tahan terhadap penyakit layu Fusarium. Perlakuan biji hingga siap untuk perbanyakan vegetatip sama seperti yang dilakukan pada perbanyakan melalui biji.

Persiapan entris

Batang atas (entris) yang akan digunakan untuk mencangkok harus datang dari tips menembak yang sehat, normal dan diameter sama atau sedikit lebih kecil dari diameter batang bawah. Keputusan keturunan dilakukan dengan memotong tips menembak sepanjang 5 cm (3 bagian) dengan gunting pemangkasan tajam dan bersih.

Pengambilan entris dilakukan pada saat entris cukup kering (tidak basah), karena air adalah di permukaan entris dapat memfasilitasi kehadiran patogen yang dapat mempengaruhi keberhasilan okulasi. Kriteria untuk entris yang baik sehat dan tidak cacat tidak terserang hama dan penyakit, segar, Mentik tunas sedikit menonjol, tidak dalam keadaan dormansi dan mudah mengelupas.

Perbanyakan melalui sambungan

Penyambungan benih sirsak umumnya lebih mudah dan lebih sukses dengan teknik okulasi. Batang bawah telah mencapai kondisi siap untuk pencangkokan umur 4 bulan, berdaun 6-8 helai, pada ketinggian ± 30 cm ke arah pucuk tanaman dipotong kemudian dibelah dengan pisau okulasi yang tajam dan bersih. Daun yang tersisa pada batang bawah harus tetap dipertahankan.

Selanjutnya entris yang telah disiapkan diambil dan dasar entris disayat kedua sisinya menipis ke arah bawah, kemudian kedua luka sayatan tersebut (batang bawah dan entris) dilekatkan dan dibalut dengan irisan plastik. Pada saat penyisipan harus dipastikan kambium entris bersatu dan menempel dengan kambium batang bawah.

Setelah itu dilakukan penyungkupan entris dengan kantong plastik transparan untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi dan mengurangi penguapan dari entris. Penyungkupan dengan kantong plastik ini harus dilakukan sampai pada bagian sambungan/ikatan sambungan.

Perbanyakan melalui okulasi

Persiapan batang bawah dan entris sama dengan perlakuan pada peranyakan sambung pucuk, bedanya terletak pada pengambilan mata untuk okulasi. Kalau pada okulasi mata tunas yang diambil hanya satu kemudian dilakukan penempelan. Pelaksanaan okulasi diawali dengan menyayat bagian kulit batang bawah kemudian dilakukan penempelan dengan entris, di mana ukuran sayatan dan entris diusahakan sesama mungkin.

Mata tempel (entris) yang telah dilekatkan pada batang bawah kemudian diikat sebagaimana perlakuan pada sambung pucuk. Keuntungan sistem okulasi adalah penghematan entris, sehingga tidak merusak postur dari pada pohon induk.

Pemeliharaan benih sambungan dan okulasi

Pemeliharaan benih tanaman sambungan dan okulasi meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/benih yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Benih sambung pucuk dan okulasi ini siap tanam setelah berumur ± 3 bulan setelah sambung.

Persiapan Lahan

Lahan sebagai tempat tumbuh tanaman sirsak harus dapat mendukung persyaratan yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan hasil yang maksimal. Sebelum memutuskan untuk menanam sirsak harus dilakukan studi kelayakan untuk menentukan kecocokan lahan yang akan ditanami dengan syarat tumbuh tanaman sirsak dan jenis sirsak yang akan ditanam. Apabila lahan yang akan ditanami kurang sesuai maka untuk memperoleh hasil yang optimal perlu input produksi yang tinggi.

Tahapan dalam penyiapan lahan

Pengolahan tanah

  • Lahan yang akan ditanami terlebih dahulu diolah dengan pengemburan. Apabila lahan datar ditraktor 2 kali, kemudian dibersihkan dari rumput dan sisa-sisa tanaman. Apabila lahan miring dan sudah berteras maka tinggal digemburkan dan dibersihkan.

Pembuatan lubang tanam

  • Lubang tanam disiapkan 2-4 minggu sebelum tanam dengan ukuran 50x50x50 cm dan setiap lubang diberi pupuk kandang/kompos yang telah masak sebanyak 10-15 kg kemudian dicampur dengan tanah.

Penanaman

  • Benih yang telah cukup umur ditanam dalam lubang. Benih yang telah siap tanam, umur 2-3 bulan ditanam dengan jarak 4×4 m, 4×5 m, atau 5×5 m, tergantung dari kondisi dan kemiringan lahannya. Penanaman sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Polybag disobek, benih sirsak berikut media semai ditanam di tengah-tengah lubang tanam, tanah dekat pangkal batang dipadatkan kemudian disiram hingga cukup basah.

Pemeliharaan Tanaman

  • Kegiatan ini meliputi penyulaman, pengairan, pemupukan, pemangkasan, sanitasi kebun dan pengendalian hama/penyakit.

Penyulaman

  • Bertujuan untuk mencukupkan tanaman persatuan luas yang mati beberapa saat setelah tanam, atau pertumbuhannya kurang sempurna, dilakukan hanya sampai 6 minggu setelah tanam.

Pengairan

  • Penyiraman dilakukan minimal 2 hari sekali bila tidak ada hujan, sampai keadaan tanah di sekitar tanaman menjadi lembab.

Pemupukan

Perkiraan dosis dan waktu aplikasi didasari pengalaman petani dan perkiraan pada tanaman buah lain adalah sebagai berikut :

  • Pemberian pupuk pertama berupa NPK dengan dosis 1000 g dengan cara dicampurkan pada media tanam.
  • Kemudian pada umur 4 dan 8 bulan etelah tanam dengan dosis yang sama dan diberikan dengan cara dibuat larikan kecil sekeliling batang berjarak ± 30 cm.
  • Kemudian pupuk disebarkan secara merata selanjutnya ditutup tanah dan disiram dengan air.

Pemangkasan

Tanaman sirsak biasanya memiliki bentuk pohon yang baik, akan tetapi pada beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin untuk membatasi pohon hanya sebatas batang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

  • Tunas air, cabang-cabang yang tidak beraturan harus dibuang.
  • Kurang baiknya penyerbukan tanaman sirsak merupakan faktor pembatas dalam berbuahnya.

Sanitasi kebun

  • Lahan pertanaman sirsak diupayakan selalu bersih terutama bidang olah, pada saat pelaksanaan kegiatan ini sebaiknya diikuiti dengan penggemburan tanahnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Produksi buah sirsak di Indonesia pada umumnya masih rendah. Hal ini antara lain disebabkan petani hanya mengusahakan secara terbatas dengan kultur teknis yang kurang tepat.
  • Di samping itu serangan hama dan penyakit adalah merupakan penyebablain yang mererugikan secara ekonomi yaitu kehilangan hasil dan menurunnya kualitas buah.

Hama penting tanaman sirsak

  • Kutu sisik sangat merugikan dan sering menyerang tanaman buah-buahan termasuk sirsak, biasanya kutu ini melekat pada bagian tanaman yang masih muda seperti tunas, ranting, daun muda, bunga dan buah. Hama ini terutama yang betina mengisap cairan tanaman, dalam kondisi serangan berat mengakibatkan pertumbuhan tanamannya terhenti.
  • Kutu mengeluarkan embun madu dan diikuti berkembangnya cendawan jelaga, tuimbuh pada bagian tanaman yang ada embun madunya sehingga warnanya menjadi hitam. Karena embun madu rasanya manis maka juga menarik serangga lain seperti semut, lebah dan lalat.
  • Kutu betina dari kelompok Cerop/astes rubens, meletakkan telurnya pada bagian bawah badannya dan akan menetas 2 – hari kemudian, nimfa muda akan pindah dari perut induknya menuju ke ranting-ranting muda terutama pada bagian tulang daun.

Panen

Panen buah sirsak sebaiknya dilakukan apabila sudah tua benar (matang fisiologis). Buah dianggap tua bila duri- durinya sudah saling berjauhan dan warna kulit buah yang semula hijau berkilat berubah menjadi hijau kekuning-kuningan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa buah yang dipanen pada umur 12 minggu setelah persarian kerapatan durinya mencapai 2/cm2, kadar PTT 14 oBrix dengan mutu baik.

Buah yang dipetik sebelum waktunya menyebabkan mutu rendah dan apabila terlambat akan dimakan kelelawar selanjutnya jatuh ke tanah. Tanaman buah termasuk sirsak dapat berumur lebih dari 1 musim dan dapat bertahan lebih dari 20 tahun.

Sumber : balitbu.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Teknik Dan Cara Budidaya Sirsak Tanaman Berkhasiat Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂