10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Jalar (Mantang) Kualitas Produksi

Posted on

RuangTani.Com – Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya. Komoditas tanaman ini juga masih mempunyai peluang bisnis yang cukup bagus karena buah daun dan batang nya mempunyai berbagai macam kegunaanya masing-masig. Nilai kandungan nutrisi dalam buah ubi jalar ini pun tidak kalah menarak dengan keluarga ubi jalar lainya. Di pasar ubi jalar ini juga masih sangat di buru para pedangang kecil unutk di jadikan bahan dasar olahan makanan untuk itu masih sangat bagus prospek dalam budidaya ubi jalar.

Ubi Jalar (Mantang)

10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Jalar (Mantang) Kualitas Produksi

Syarat Tumbuh

Iklim

  • Tanaman ubi jalar membutuhkan iklim panas dan udara lembab. Daerah yang paling ideal untuk budidaya ubi jalar merupakan daerah dengan suhu 21-27 derajat C.
  • Daerah yang menerima sinar matahari 11-12 jam / hari disukai daerah. Pertumbuhan dan produksi optimal usaha tani ubi jalar tercapai pada musim kemarau (kering). Di tanah yang kering (tegalan) menanam waktu yang baik untuk menanam ubi jalar adalah pada musim hujan, sedangkan waktu tanam yang baik tanah sawah yang setelah tanaman padi dipanen.
  • Tanaman ubi jalar dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 500-5000 mm / tahun, optimal antara 750-1500 mm / tahun.

Media Tanam

  • Hampir setiap jenis lahan pertanian yang cocok untuk budidaya ubi jalar. Jenis tanah yang terbaik berlempung pasir, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik. Penanaman ubi jalar di tanah kering dan pecah-pecah sering menyebabkan rentan kumbang ubi jalar (Cylas sp.). Sebaliknya, ketika tumbuh di tanah yang berdrainase baik berlumpur atau miskin, dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat tanaman ubi jalar, ubi tahan lama, kandungan serat yang tinggi, dan membentuk benjolan kentang.
  • Derajat keasaman tanah adalah pH = 5,5-7,5. Sebagai seorang pemuda membutuhkan kelembaban tanah yang memadai.
  • Ubi jalar cocok ditanam di lahan kering atau mantan tanaman padi, terutama pada musim kemarau. Pada saat tanaman muda membutuhkan tanah yang cukup lembab. Oleh karena itu, untuk penanaman di musim kemarau harus air yang cukup tersedia.

Tinggi Lahan

  • Tanaman ubi jalar membutuhkan panas dan udara lembab. Ubi jalar juga dapat secara luas disesuaikan dengan lingkungan tumbuh sebagai daerah penyebaran terletak pada 300 N dan 300 LS. Iklim tropis Indonesia, tanaman ubi jalar cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut, ubi jalar masih tumbuh dengan baik, tetapi usia panen menjadi panjang dan hasilnya rendah.

Baca Juga :

Varietas Unggul

Varietas ubi jalar yang direkomendasikan adalah Daya, Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Kalasan. Deskripsi dari masing-masing varietas ubi jalar adalah sebagai berikut :

Daya

  • Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas (kultivar) putri selatan x Jonggol.
  • Hasil potensial antara 25-35 ton per hektar.
  • Umur panen 110 hari setelah tanam.
  • Kulit dan daging ubi warna jingga muda.
  • Rasa ubi manis dan berair sedikit.
  • Varietas tahan terhadap keropeng atau keropeng.

Prambanan

  • Diperoleh dari persilangan antara varietas kekuasaan x centenial II.
  • Hasil potensial antara 25-35 ton per hektar.
  • Umur panen 135 hari setelah tanam.
  • Kulit dan daging oranye.
  • Rasa kentang lezat dan manis.
  • Varietas tahan terhadap keropeng atau keropeng.

Borobudur

  • Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas kekuasaan x Filipina.
  • Hasil potensial antara 25-35 ton per ha.
  • Kulit dan daging oranye muda.
  • Umur panen 120 hari setelah tanam.
  • Ubi rasa manis.
  • Varietas tahan terhadap keropeng atau keropeng.

Mendut

  • Varietas ini berasal dari pengenalan klon asal MLG 12653 IITA, Nigeria 198
  • Potensi hasil 25-50 ton per ha.
  • Panen 125 hari setelah tanam.
  • Rasa ubi manis.
  • Varietas tahan terhadap keropeng atau keropeng.

Kalasan

  • Varietas diperkenalkan dari Taiwan.
  • Potensi hasil antara 31,2-42,5 ton/ha atau rata-rata 40 ton/ha.
  • Umur panen 95-100 hari setelah tanam.
  • Warna kulit ubi cokelat muda, sedangkan daging ubi berwarna orange muda (kuning).
  • Rasa ubi agak manis, tekstur sedang, dan agak berair.
  • Varietas agak tahan terhadap hama penggerek ubi (Cylas sp.).
  • Varietas cocok ditanam di daerah kering sampai basah, dan dapat beradaptasi di lahan marjinal.

Cara Budidaya Dan Menanam Ubi Jalar

Pembibitan

Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk. Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala penelitian untuk menghasilkan varietas baru.

Persyaratan Bibit

Teknik perbanyakan tanaman ubi jalar yang sering dipraktekan adalah dengan stek batang atau stek pucuk. Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek batang harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Bibit berasal dari varietas atau klon unggul.
  • Bahan tanaman berumur 2 bulan atau lebih.
  • Pertumbuhan tanaman yang akan diambil steknya dalam keadaan sehat, normal, tidak terlalu subur.
  • Ukuran panjang stek batang atau stek pucuk antara 20-25 cm, ruas-ruasnya rapat dan buku-bukunya tidak berakar.
  • Mengalami masa penyimpanan di tempat yang teduh selama 1-7 hari.

Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman dan produksi tunas ubi jalar secara khusus disemai atau melalui penunasan. Perbanyakan dengan stek batang atau stek tunas terus menerus memiliki kecenderungan untuk menurunkan hasil pada generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus diperbaharui dengan penanaman atau menunaskan untuk bahan propagasi.

Penyiapan Bibit

Tata cara penyiapan bahan tanaman (bibit) ubi jalar dari tanaman produksi adalah sebagai berikut :

  • Pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan pertumbuhannya sehat dan normal.
  • Potong batang tanaman untuk dijadikan stek batang atau stek pucuk sepanjang 20-25 cm dengan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari.
  • Kumpulkan stek pada suatu tempat, kemudian buang sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.
  • Ikat bahan tanaman (bibit) rata-rata 100 stek/ikatan, lalu simpan di tempat yang teduh selama 1-7 hari dengan tidak bertumpuk.

Pengolahan Media Tanam

Persiapan

Penyiapan lahan bagi ubi jalar sebaiknya dilakukan pada saat tanah tidak terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak rusak, lengket, atau keras. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama ±1 minggu. Tahap berikutnya, tanah dibentuk guludan-guludan.
  • Tanah langsung diolah bersamaaan dengan pembuatan guludan-guludan.

Pembentukan Bedengan

Jika lahan yang akan ditanami ubi jalar merupakan sawah bekas padi pertama yang di lakukan adalah membersihkan jerami bekas padi, kemudian dibuat tumpukan lebar 60-100 cm. Jika lahan yang di gunakan adalah lahan kering maka harus di buat bedengan dengan jarak 1 meter. Jika penanaman dilakukan pada lahan miring, maka persemaian musim hujan harus dibuat sesuai dengan kemiringan tanah memanjang.

Ukuran guludan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pada tanah ringan atau pasir yang mengandung tanah liat. guludan adalah lebar bawah ± 60 cm, tinggi 30-40 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Pada tanah pasir ukuran guludan adalah lebar bawah ±40 cm, tinggi 25-30 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Arah guludan sebaiknya memanjang ke arah utara-selatan, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan tanah.

Lahan ubi jalar dapat berupa tanah tegalan atau tanah sawah bekas tanaman padi. Tata laksana penyiapan lahan untuk penanaman ubi jalar adalah sebagai berikut :

Penyiapan Lahan 

  • Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma).
  • Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar.
  • Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu.
  • Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.
  • Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air diantara guludan.

Penyiapan Lahan Sawah Bekas Tanaman Padi

  • Babat jerami sebatas permukaan tanah.
  • Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan.

Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan berukuran lebar bawah ± 60 cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.

Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata.

Kelemahan penggunaan jerami adalah pertumbuhan tanaman ubi jalar pada bulan pertama sedikit menguning, namun segera sembuh dan tumbuh normal pada bulan berikutnya. Bila jerami tidak digunakan sebagai tumpukan guludan, tata laksana penyiapan lahan dilakukan sebagai berikut :

  • Babat jerami sebatas permukaan tanah.
  • Singkirkan jerami ke tempat lain untuk dijadikan bahan kompos.
  • Olah tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur.
  • Biarkan tanah kering selama minimal satu minggu.
  • Buat guludan-gululdan berukuran lebar bawah ±60 cm, tinggi 35 cm dan jarak antar guludan 80-100 cm.
  • Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan.

Hal yang penting diperhatikan dalam pembuatan guludan adalah ukuran tinggi tidak melebihi 40 cm. Guludan yang terlalu tinggi cenderung menyebabkan terbentuknya ubi berukuran panjang dan dalam sehinggga menyulitkan pada saat panen. Sebaliknya, guludan yang terlalu dangkal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan atau perkembangan ubi, dan memudahkan serangan hama boleng atau lanas oleh Cylas sp.

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam

  • Sistem tanam ubi jalar dapat dilakukan secara tunggal (monokultur) dan tumpang sari dengan kacang tanah.

Sistem Monokultur

  • Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30 cm.
  • Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk tempat pupuk.
  • Tanamkan bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga angkal batang (setek) terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal setek (bibit).

Masukkan pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Pada saat tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg ditambah KCl 34 kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).

Sistem Tumpang Sari

Tujuan sistem tumpang sari antara lain untuk meningkatkan produksi dan pendapatan per satuan luas lahan. Jenis tanaman yang serasi ditumpangsarikan dengan ubi jalar adalah kacang tanah. Tata cara penanaman sistem tumpang sari prinsipnya sama dengan sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di sisi guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm, dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.

Cara Penanaman

  • Bibit yang telah disediakan dibawa ke kebun dan ditaruh di atas bedengan. Bibit dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudian ditimbun dengan tanah kemudian disirami air.
  • Bibit sebaiknya ditanam mendatar, dan semua pucuk diarahkan ke satu jurusan. Dalam satu alur ditanam satu batang, bagian batang yang ada daunnya tersembul di atas bedengan.

Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm. Untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang. Penanaman ubi jalar di lahan kering biasanya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau.

Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman

Selama 3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru, dengan menanam sepertiga bagian pangkal setek ditimbun tanah.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.

Penyiangan

Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing tanaman ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahaari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama kegiatan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.

Pembubunan

Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut :

  • Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar.
  • Gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
  • Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah.

Pemupukan

Zat hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri dari 70 kg N (± 156 kg urea), 20 kg P2O5 (±42 kg TSP), dan 110 kg K2O (± 220 kg KCl) per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum adalah 45-90kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (±50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (±100 kg KCl/ha).

Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.

Pengairan dan Penyiraman

Meskipun tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, tahap awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Setelah penanaman, gundukan tanah atau tempat tanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit sampai tanah basah, dan air mengalir di seluruh pembuangan. Penyiraman berikutnya diperlukan terus menerus sampai tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Dalam periode pembentukan dan pengembangan buah ubi, yang merupakan usia 2-3 minggu sebelum panen, irigasi dapat berkurang atau berhenti.

Waktu penyiraman terbaik adalah di pagi atau sore hari. Di bidang sumber air yang cukup, penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali terus menerus. Hal ini penting untuk diperhatikan dalam kegiatan penyirman adalah untuk menghindari tanah tidak terlalu becek (air tergenang).

Hama Dan Penyakit

Hama

Penggerek Batang Ubi Jalar

Stadium hama yang merusak tanaman ubi jalar adalah larva (ulat). Cirinya adalah membuat lubang kecil memanjang (korek) pada batang hingga ke bagian ubi. Di dalam lubang tersebut dapat ditemukan larva (ulat).

Gejala :

  • Terjadi pembengkakan batang, beberapa bagian batang mudah patah, daun-daun menjadi layu, dan akhirnya cabang-cabang tanaman akan mati.

Pengendalian :

  • Rotasi tanaman untuk memutus daur atau siklus hama;
  • Pengamatan tanaman pada stadium umur muda terhadap gejala serangan hama: bila serangan hama >5 %, perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi;
  • Pemotongan dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang berat;
  • Penyemprotan insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Curacron 500 EC atau Matador 25 dengan konsentrasi yang dianjurkan.

Penyakit

Kudis atau Scab

Penyebab :

  • cendawan Elsinoe batatas.

Gejala :

  • Adanya benjolan pada tangkai sereta urat daun, dan daun-daun berkerut seperti kerupuk. Tingkat serangan yang berat menyebabkan daun tidak produktif dalam melakukan fotosintesis sehingga hasil ubi menurun bahkan tidak menghasilkan sama sekali.

Pengendalian:

  • Pergiliran/rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit;
  • Penanaman ubi jalar bervarietas tahan penyakit kudis, seperti daya dan gedang;
  • Kultur teknik budi daya secara intensif;
  • Penggunaan bahan tanaman (bibit) yang sehat.

Panen

Ciri dan Umur Panen

Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua (matang fisiologis). Ciri fisik ubi jalar matang, antara lain: bila kandungan tepungnya sudah maksimum, ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya enak serta tidak berair.

Penentuan waktu panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur pendek (genjah) dipanen pada umur 3-3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) sewaktu berumur 4,5-5 bulan.

Panen ubi jalar yang ideal dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan. Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi.

Sumber : warintek.bantulkab.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Jalar (Mantang) Kualitas Produksi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂