10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Nanas Berkualitas Tinggi

Posted on

RuangTani.Com – Nanas merupakan komoditas tanaman yang banyak di manfaatkan buahnya sebagai olahan makanan biasanya tanaman ini di budidayakan dalam jumblah yang besar seperti perusahaan, Akan tetapai jika kita manfaatkan nanas sebagai pwlung bisnis juga masih sangat terbuka lebar . Karena buah musiman ini masih sangat di buru para penggemarnya. Vitamin yang terkandung dalam buah nanas juga cukup tinggi dan juga dari segi buah, kulit dan batangnya dapat di manfaatkan. Simak di bawah ini adalah cara budidaya nanas yang baik dan benar.

Nanas

10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Nanas Berkualitas Tinggi

Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman nanas dapat tumbuh pada kondisi iklim basah atau kering, kedua jenis iklim A, B, C atau D, E, F. Tipe A iklim daerah, yang sangat basah, B (area basah), C (daerah yang agak basah) , D (daerah menjadi), E (daerah yang agak kering) dan F (daerah kering).

Secara umum, tanaman nanas adalah toleran kekeringan dan memiliki berbagai macam curah hujan yang sekitar 1000-1500 mm/tahun. Namun, tanaman nanas tidak toleran salju karena suhu rendah.

Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari rata-rata 33-71% kontinuitas maksimal, dengan tingkat tahunan rata-rata 2.000 jam. Sesuai dengan suhu budidaya nanas adalah 23-32°C, tetapi juga dapat hidup di daerah suhu rendah sampai 10°C.

Media Tanam

Secara umum, hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas. Namun, lebih cocok dengan jenis tanah yang mengandung pasir, subur, subur dan tinggi bahan organik dan kadar kapur yang rendah.

Kadar keasaman adalah pH 4,5-6,5. Tanah yang kaya kapur (pH lebih dari 6,5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. Sedangkan tanah masam (pH 4,5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium, dan Molibdinum cepat.

Air diperlukan untuk pertumbuhan tanaman nanas dalam Untuk penyerapan nutrisi yang dapat larut di dalamnya. Namun, kadar air tanah dlm tidak terlalu banyak, tidak becek (menggenang). Hal yang perlu menjadi perhatian adalah aerasi dan drainase harus baik, karena tanaman terendam akan sangat rentan membusuk akat.

Kemiringan tanah tidak banyak berpengaruh nanas dalam penanaman, nanas tapi benar-benar seperti jika ditanam dalam sedikit miring, sehingga ada air yang melimpah, sehingga lebih cepat tanah menjadi kering.

Ketinggian Tempat

  • Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl.

Baca Juga :

Tahap-Tahap Budidaya Nanas

Pembibitan

Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.

Persyaratan Benih

Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi, bebas hama dan penyakit, mudah diperoleh dlm jumlah banyak, pertumbuhan relatif seragam serta mudah dlm pengangkutan terutama utk bibit stek batang. Tunas batang dan stek batang.

Penyiapan Benih

Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus & beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri & tidak menghasilkan biji.

Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus :

  • Tunas yg tumbuh dari bagian batang yg terletak di dlm tanah,
  • Jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit, bentuk daun lebih langsing,
  • Masa remaja tunas akar relatif pendek.

Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang, jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman.

Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang, kemudian disemaikan dlm media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak, seragam, dan mudah dlm pengangkutan.

Penyiapan benih (bibit) utk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek.

Penyiapan bibit tunas batang :

  • Memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen.
  • Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm.
  • Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong utk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan, setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam.

Untuk penyiapan bibit nanas dari stek, langkah pertama yang dilakuakan adalah :

  • Memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2,5 cm,
  • Kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas.
  • Media semai berupa pasir bersih dlm bak tanam.
  • Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut, ditanam di kebun.
  • Bila bibit akan diangkut dlm jarak jauh, akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.
  • Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman.
  • Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44.000-77.000 bibit tanaman per Ha, tergantung jarak tanam, jenis nanas, kesuburan tanah, sistem tanam dan jenis bibit.
  • Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. Atau 12.698 – 15.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm.

Teknik Penyemaian

Bibit nanas memerlukan perawatan khusus. Langkah dalam mempersiapkan media semai di bak pembibitan persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan bagian batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Bagian batang di persemaian ditanam dalam bak 1,5 – 2,5 cm dan jarak 5-10 cm.

Kondisi Media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara yang baik, dengan menutup bak pembibitan dengan selembar plastik tembus (transparan). Nanas stek batang diizinkan untuk berkecambah dan berakar. Media baru pembibitan dipupuk dengan pupuk kandang disiapkan.

Campuran media berupa tanah halus, pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir halus dengan pupuk kandang (1:1). Langkah terakhir adalah bibit nanas memindahtanamkan dari pembibitan untuk pembibitan perkecambahan biji pembesaran.

Pemeliharan Pembibitan

Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan.

Pemindahan Bibit

  • Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan.

Pengolahan Media Tanam

Persiapan

Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau, dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan.

Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5,5. Jumlah bibit yang diperlukan utk suatu lahan tergantung dari jenis nanas, tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya.

Pembukaan Lahan

Untuk membuka suatu lahan, perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur, karena, bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benar-benar matang dan siap ditanami.

Pembentukan Bedengan

Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah utk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah, kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air.

Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90-150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm.

Pengapuran

Derajat kemasaman tanah yang sesuai utk tanaman nanas adalah 4,5-6,5. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4,5).

Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Bila tidak turun hujan, setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut.

Pemupukan

Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan urea.

Nitrogen (N) sangat diperlukan utk pertumbuhan tanaman, fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan utk perkembangan buah, khususnya nanas. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan.

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam

  • Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu, dlm kurun waktu setahun.

Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam, yaitu :

  • Sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan; 90 x 30 cm jarak dlm barisan 30 cm, dan jarak antar barisan adalah 90 cm.
  • Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm, dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm, dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm.
  • Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta,
  • Sitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm.

Pembuatan Lubang Tanam

  • Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. utk membuat lubang tanam digunakan pacul, tugal atau alat lain.

Cara Penanaman

  • Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan.

Langkah-langkah yang dilakukan :

  • Membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih;
  • Gunakan bibit nanas sehat dan baik serta menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam;
  • Tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah;
  • Dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah;

Penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk.

Pemeliharaan Tanaman Nanas

Penjarangan Dan Penyulaman

Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit.

Penyiangan

Penyiangan diperlukan utk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dlm hal kebutuhan air, unsur hara dan sinar matahari. Rumput liar sering menjadi sarang dari penyakit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, namun utk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan.

Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan.

Pembubunan

Pembubunan diperlukan dlm penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan, agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi utk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah :

Pupuk NPK tablet (Pamafert)

  • Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro.
  • Bentuk pupuk berupa tablet, berat 4 gram setiap tablet.
  • Dosis anjuran satu tablet tiap tanaman.
  • Pupuk tunggal berupa campuran ZA, TSP, atau SP-36 dan KCl.

Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama.

Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62,5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.

Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dlm parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.

Pengairan Dan Penyiraman

Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yang cukup. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dlm seminggu atau tergantung keadaan cuaca.

Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat.

Gulma

Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur.

Panen

Ciri Dan Umur Panen

Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan, hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen:

  • Mahkota buah terbuka.
  • Tangkai ubah mengkerut.
  • Mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat.
  • Warna bagian dasar buah kuning.
  • Timbul aroma nanas yang harum dan khas.

Cara Panen

Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar.

Sumber : disperta.jambiprov.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Nanas Berkualitas Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂