10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga Untuk Kesehatan Tubuh

Posted on

RuangTani.Com – Secara umum, buah naga dibudidayakan dengan stek atau penyemaian benih. Tanaman akan tumbuh subur jika ditanam media porus (tidak basah), nutrisi yang kaya, berpasir, cukup sinar matahari dan suhu antara 38-40 ° C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan . Buah naga sangat adaptif dibudidayakan di berbagai daearah dengan ketinggian 0-1.200 m dpl. Yang paling penting adalah untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup adalah kondisi pertumbuhan buah naga merah.

Buah Naga

10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga Untuk Kesehatan Tubuh

Buah naga bisa tumbuh dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, tapi tanaman ini cukup rakus akan nutrisi, sehingga ketika pupuk tanah yang mengandung baik, maka pertumbuhan akan baik. Dalam 1 tahun, pohon buah naga bisa mencapai ketinggian 3 meter.

Buah naga merah sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari batang buah naga, buah naga daging, buah naga pada kulit juga memiliki banyak vitamin dan zat-zat yang sangat berguna. Dokter juga sangat merekomendasikan buah naga merah, konsumsi buah yang dapat digunakan untuk terapi dalam pengobatan penyakit.

Baca Juga :

Syarat Tumbuh

Untuk pertumbuhan tanaman yang ideal sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman buah naga Red/Super untuk curah hujan yang ideal untuk tanaman buah naga Red/Super sekitar 720 mm/tahun, suhu udara yang ideal antara 26°-36° C dan kelembapan 70-90 % . Untuk rata-rata pH tanah antara 6,5-7 dan ketinggian lahan 0-350m dpl.

Penyiapan Pancang/Turus

  • Membuat media rambat berupa tiang pancang/panjatan untuk tegakan guna menopang rambatan tanaman buah naga Red/Super Red.

Pengolahan tanah

  • Potong rumput atau semak sampai pangkal batang, potongan rumput atau semak hasil dikumpulkan pada lubang yang telah digali dan kemudian dibakar sehingga ada hama dan penyakit yang dapat dihancurkan.
  • Tanah di sekitar tebing tiang diproses, kemudian membuat lobang tanaman.
  • Siapkan lubang dengan kedalaman lubang sekitar 25cm, 60cm panjang dan 60 cm lebar.
  • Jarak antara lubang tanam sekitar 2,5 – 3 m dan jarak antara deretan sekitar 3 m.
  • Menciptakan pelanggaran baik berukuran 12cm x 12cm dengan kedalaman 25cm-35cm di bagian tengah bawah dari lubang pertama. Instalasi tiang/panjatan pada lubang kedua.
  • Untuk tanah datar yang perlu dibuat alur atau parit antara lubang sedalam 20cm antara baris, sehingga air dapat mengalir dan tidak ada air yang tergenang di dalam tanah.
  • Membuat media tanam dengan mencampur tanah digali dengan pupuk kandang pit 20-30kg matang, dolomit trichoderma 300g dan 50g per lubang.
  • Media tumbuh masuk ke dalam lubang tanam.
  • Menyiram media tanam dan memungkinkan sinar matahari untuk mengeringkan. Penyiraman hanya dilakukan di lapangan lubang tanam.

Sistem Pengairan

  • Sistem pengairan untuk budidayabuah naga dapat menggunakan sistem leb atau sistem pipa air dengan bahan dari plastik atau karet disiram dengan ember atau gayung.

Pengairan sistem lab

  • Umumnya dilakukan pada lahan perusahaan, juga dapat dilakukan pada lahan tegalan asal memiliki sumber air.
  • Biasanya dietrapkan pada tanah liat berpasir.
  • Dibuat parit dengan kedalaman 40cm dan lebar 80cm.
  • Jarak tanaman dengan parit 80-100cm
  • Pemasukan air ke areal tanaman diatur per petak lahan sesuai keadaan lahan
  • Air dimasukan dari parit yang letak kemiringannya lebih tinggi
  • Bagian akhir parit ditutup dulu dengan tanah agar air tidak mengegenagn dalam parit
  • Bila air sudah meresap rata, pengaliran air dipindahkan ke parit pada petak lahan berikutnya.
  • Caranya ujung parit dibukahingga sisa air dari dalam parit berpindah seluruhnya ke parit lainnya.

Pengairan sistem pipa

  • Pipa plastik atau pipa karet diutamakan untuk lahan kering dan dapat berfungsi untuk memberikan pupuk cair.
  • Bila memakai ember dapat untuk membawa air dan disiram memakai gayung.
  • Siapkan tandon air berukuran 5 m², diletakan ditempat yang lebih tinggi.
  • Tandon dipasang miring agar endapan dari air dapat diarahkan ke lubang pembuangan.
  • Berikan penyaring ganda, yaitu penyaring air dimasukan dan penyaring air dimasukan pada pipa.
  • Pasang pipa berdiameter 5cm pada tandon dan rangkaian dengan pipa berukuran sama dengan yang ditempatkan disamping setiap petak lahan.
  • Pipa berfungsi sebagai penekan arus air dan pembagi air ke setiap petak melalui kran.
  • Pasang pipa air terbuat dari karet atau plastik berdiameter 1-2 cm pada kran yang terpasang pada pipa berukuran 5 cm.
  • Pemasangan pipa diatur sesuai petak lahan.

Persiapan Benih

Perbanyakan vegetatif

  • Pangkas cabang/sulur yang telah berbuah, sisakan 20%.
  • Bagian yang 80% digunakan sebagai benih/bibit.
  • Sulur dipotong-potong sepanjang 20-30cm.
  • Bagian yang akan ditanam dibentuk runcing, caranya pada sepanjang 1cm – 2cm disalah satu sisi batang dipotong mering ke arah batang pokok.
  • Stek dikeringkan atau dianginkan agar getah mengering antara 5 sampai 7 hari.

Sistem bedengan

  • Pembuatan bedengan untuk menanam setek.
  • Ukuran tinggi 15 cm, lebar 100 cm, dan panjang sesuai keadaan lahan.
  • Pada tanah liat atau liat berlempung, bedengan ditaburkan pasir sebanyak dua ember atau setara dengan 10 kg/m²
  • Tambahkan pupuk organik kering sebanyak 3 kg/m² dan dolomit 250g/m² yang telah dicampur dengan Trichoderma sp. (100 Trichoderma sp + 50kg pupuk kandang).
  • Media pad permukaan bedeng diaduk merata sedalam 10 cm, diratakan
  • Disiram hingga basah merata dan dalam.
  • Media dibiarkan selama semalam.
    • Setek ditanam dengan jarak 1-2 cm dengan posisi tegak sambil menekan media kearah setek.
    • Pada musim kering penyiraman tiap 2-3 hari sekali pada pagi atau sore
    • Setelah 2-3 minggu tunas akan mulai bermunculan
    • Pilih satu tunas yang berbentuk kekar, kokoh dan besar dengan posisi terletak pada ujung atau mendekati setek
    • Jika muncul tunas lagi, segera pangkas. Demikan seterusnya sampai benih ditanam.

Sisten tanam langsung

  • Setek yang telah dikeringkan menggunakan angin selama 5-7 hari lansgung ditanam dilapangan.

Penanaman

  • Siapkan empat batang setek untuk setiap tiang pancang/panjatan.
  • Masukan benih/bibit sedalam 5-7 cm bila setek 20-30 cm.
  • Jarak setek dengan pangkal sekitar 10 cm dengan ujung setek merapat ketiang pancang.
  • Kemudian setek diikat tidak terlalu erat pada tiang pancang/panjatan.

Penyulaman

Proses penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang mati, busuk pada pangkal batang, tidak tumbuh atau kerusakanfisik. Peyulaman dilakukan 4-6 minggu setelah tanam. Setek yang mengalami busuk pada pangkal batang, setek yang mati atautidak tumbuh dicabut. Sedangkan dilubang tanam ditaburi kapur pertanian (kalsit atau dolomit), untuk perlakuan setek yang akanditanam sama dengan perlakuan pada proses penanaman

Pengairan

Prosedur pelaksanaan :

  • Dilakukan hari ke – 5 sesudah tanam atau sesuai kondisi lahan.
  • Penyiraman tidak perlu terlalu banyak, jangan sampai terendam.
  • Pada masa vegetatif, penyiraman dilakukan seminggu sekali hingga umur 6 bulan atau sesuai kondisi lahan.
  • Bila kondisi tanah kering, frekuensi penyiraman dilakukan 5-7 kali sehari.
  • Penyiraman dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 atau sore hari pukul 17.00.
  • Setiap lubang pancang disiram air sebanyak 2,5 liter.
  • Bila air melimpah, air dialirkan melalui parit di kiri-kanan tanaman.
  • Pengairan pada sistem Leb dilakukan dengan mengalirkan air diparit selama 2 jam.
  • Setelah itu, air diparit harus dikeluarkan atau dibuang.
  • Pengairan dikurangi saat tanaman mulai memproduksi bunga dan buah.
  • Pengairan dihentikan bila sudah musim hujan.
  • Pengairan dihentikan saat buah sudah membesar seukuran kepalan tangan walaupun masih hijau dengan sedikit kemerahan pada kulitnya.

Pemupukan

Rangkaian pemberian pupuk organik/anorganik untuk memenuhi unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanamanyang sehat. Pupuk organik diberikan secara melingkar tanaman, setelah diberi pupuk dibumbun. Setiap tiga bulan sekali diberikan campuran pupuk kandang, bila perlu ditambahkan dolomit dengan perbandingan 25 – 50 kg pupuk kandang, 300 g dolomit, per pancang ( empat tanaman ). Pada setiap perlakuan pemupukan selalu disertai pengairan. Jumlah juga jangan sampai kurang dosis karena menyebabkan batang menjadi kecil sehingga dapat menganggu produksi

Pemangkasan

Pemangkasan Untuk Membentuk Batang Pokok.

  • Pilih tunas yang terletak diujung, tuans yang lain dipangkas pada pangkal tunas.
  • Bila tunas tumbuh kembali pada bagian bawah, harus dipangkas secepatnya.
  • Jika tunas yang teratas telah mencapai ujung pancang, maka segera dipangkas antara 1 – 2 cm dari ujung pancang.
  • Bila tunas tetap tumbuh dibagian bawah, harus segera dipangkas.

Pemangkasan Untuk Membentuk Cabang Produksi

  • Semua tunas yang tumbuh disekitar bekas pangkasan pucuk batang pokok dipelihara, tetapi sulur yang tumbuh tidak boleh menyentuh tanah, bila tunas produktif tersebut mengecil (mengik) atau mencapai tanah, maka sulur tersebut harus dipotong.
  • Apabila tunas tumbuh tunas susulan pada cabang produksi, segera agar pada fase generatif dapat merata dalampembungaan.

Proses Pembungaan, Seleksi Kuntum Dan Buah

Syarat yang harus dipenuhi dalam proses pembungaan :

  • Cabang produksi terbentuk dengan baik, jumlah maupun ukurannya dengan panjang minimal 70 cm, tetapi tidak sampaimenyentuh tanah.
  • Telah dilakukan pemangkas sepanjang 3 – 5 cm pada setiap ujung sulur agar terjadi tahapan penuaan.
  • Tidak boleh ada tunas pada cabang produksi yang terbentuk. Cabang yang tumbuh dibagian samping perlu dipangkas.

Langkash – langkah dan perlakuan dalam proses pembuangan serta seleksi kuntum bunga dan buah :

  • Seleksi dapat dilakukan pada kuntum bunga dan calon buah.
  • Untuk seleksi kuntum bunga, tinggalkan 1 bunga yang terbaik yang terletak pada ujung sulur atau cabang produksi pada setiap periode pembungaan. Seleksi buah muda (calon buah).
  • Seleksi dilakukan seminggu setelah bunga mekar
  • Buah yang dipilih 1 terbaik/besar per periode pembungaan
  • Bila tumbuh buah berukuran kecil berwarna merah, segera dibuang agar muncul kuntum bunga yang baru. Jika cabang produksi berukuran kecil dan pendek, maka buah yang dipelihara cukup satu saja.

Panen

Pemilihan Buah Siap Petik

  • Kulit buah mulai berwarna merah mengkilap. (29 – 33 hari setelah bunga mekar), (warna kulit buah telah mulai merah sekitar 30-40%, untuk buah yang akan dikirim jauh, atau 80 – 100% untuk pasar lokal )

Cara Pemetikan.

  • Dilakukan dengan cara memotong tangkai buah tanpa memutus sulur/tempat buah melekat.

Sumber : dispertan.kaltimprov.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Panduan Lengkap Cara Budidaya Buah Naga Untuk Kesehatan Tubuh Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca RuangTani.Com Aminnn … 🙂